Indonesia
NovelToon NovelToon
I'M Falling In Love With A Ballet Boy

I'M Falling In Love With A Ballet Boy

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cerai / One Night Stand
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Pink Cat

Anna Shirley seorang wanita biasa dari keluarga bangsawan sederhana dari sebuah desa yang memilih menikah dengan Steven Miller untuk membayar hutang Kakeknya Adam. Namun setelah 9 tahun pernikahan akhirnya iapun diceraikan sang suami lantaran dirinya yang tak kunjung hamil sedang Steven yang merupakan keluarga bangsawan yang cukup diakui di negaranya membutuhkan seorang keturunan.

Setelah bercerai Anna memutuskan untuk menghibur dirinya dan berlibur ke negara S. Di sana secara tidak sengaja dirinya bertemu seorang Ballet Boy yang memiliki wajah tampan dengan senyuman manis dan mata yang indah di sebuah hotel terpencil di sana. Ia pun tak sengaja menghabiskan malam panas bersama dengannya di hotel tersebut. Dan kejadian satu malam itu menghasilkan seorang anak laki-laki lucu yang mewarisi paras rupawan sang Ayah. Dan setelah 6 tahun lamanya akhirnya Anna dipertemukan kembali dengan Sang Ballet Boy yang telah menjelma menjadi seorang pebisnis handal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pink Cat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

1 Minggu Kemudian

Anna mencoba beberapa contoh Sabun muka yang telah dikembangkan tim dari Edward selama satu minggu ini. Dan Edward pun berhasil membuat sabun berbahan dasar belerang itu tak berbau menyengat. Bahkan Edward juga berhasil membuatnya berbau harum seperti buah-buahan, karena ia menambahkan sedikit essence buah ke dalam formulanya namun tak mengurangi khasiatnya. Dengan ini produk terbaru perusahaan AS dapat segera didistribusikan, tinggal menandatangi kontrak dengan pihak brand ambassador saja. Dan ini sudah menjadi tugas Anna untuk memilihnya langsung di Negara X nanti.

"Bagaimana Anna?. Apa formula ku berhasil?." Tanya Edward dengan penuh keyakinan.

"Bagus!. Kau memang berbakat Ed!. Aku bangga!." Puji Anna yang benar-benar bersyukur ia memiliki ilmuwan sepertinya.

"Jadi apa bonus kami bulan ini akan turun?." Tanya Edward sambil melirik ke timnya yang lain.

"Tentu saja!. Setelah kerja sama kita dan Star Entertainment berhasil nantinya. Aku akan segera mentransfer bonus kalian." Ungkap Anna karena kerja sama kali ini berkaitan dengan perkembangan bisnis perusahaan AS di Negara tersebut.

"Baiklah Anna, kami akan menantikan kabar baik tersebut karena jujur saja tim ku sudah bekerja lembur tanpa pulang ke rumah mereka selama satu minggu ini." Harapan Edward yang sangat besar kepada Anna untuk nasib anak buahnya.

"Tenang saja, kau percayakan saja pada ku!. Aku pasti akan pulang dengan kontrak kerjasama itu!." Terang Anna dengan penuh percaya diri.

Dan Edward beserta timnya pun melanjutkan pekerjaan mereka dengan mencatat semua bahan formula lalu menyerahkannya kepada bagian produksi. Dan Annapun kembali ke ruangannya untuk menyiapkan meeting dengan pihak perusahaan Star Entertainment agar secepatnya bisa membuat kontrak dengan mereka minggu depannya.

"Bu Anna, saya sudah mengirimkan email pemberitahuan bahwa anda akan tiba di Negara X dalam waktu 1 minggu ini." Ucap Alan asisten Anna.

"Baiklah Alan, sekarang segera sambungkan dengan Tuan Fred. Aku akan mengkonfirmasi sesuatu." Pinta Anna yang sudah duduk di meja kerjanya tepatnya di depan laptop miliknya. Dan Alanpun membuka aplikasi yang ada di laptop milik Anna lalu menyambungkannya kepada Fred asisten Presiden Direktur Star Entertainment.

"Halo, Bu Anna perkenalkan saya Fred Asisten Tuan Kyle dari Star Entertainment." Sapa Fred kepada Anna.

"Oh Halo Tuan Fred, Senang berkenalan dengan Anda." Sambut Anna.

"Maaf sebelumnya Bu Anna, kalau saat ini Tuan Kyle tidak bisa bergabung dengan meeting kita kali ini karena ada urusan mendesak yang harus beliau kerjakan." Ucap Fred yang merasa bersalah karena harus menggantikan bosnya untuk meeting kali ini.

"Tidak apa-apa Tuan, saya mengerti posisi beliau tentunya sebagai satu-satunya penerus keluarga apalagi pemilik bisnis raksasa seperti bos anda sangat sulit untuk meluangkan waktu bukan?." Ucap Anna yang tak ingin Tuan Fred sungkan dengannya.

"Tapi tenang saja Bu Anna, saat anda kemari Tuan Kyle akan ada bersama kita nantinya." Sambung Fred yang tak ingin mengecewakan Anna pada pertemuan mereka berikutnya.

"Terima kasih, saya sangat menantikan hal tersebut." Sambut Anna dengan wajah yang sangat antusias kali ini, pasalnya ini merupakan kesempatan baginya dapat bertemu dengan salah satu orang yang paling penting di negara tersebut.

Mereka pun melanjutkan percakapan mereka mengenai apa yang menjadi topik perbincangan saat pertemuan mereka di Negara X nantinya. Namun. tanpa mereka sadari ada seseorang yang menyaksikan percakapan mereka secara diam-diam, yaitu Kyle dari balik ruangannya. Dan yang sebenarnya terjadi bahwa Kyle tidak sibuk dengan urusan apapun. Ia hanya ingin memantau dan menyelidiki siapa pemilik dari perusahaan AS yang bernama Anna. Benarkah ia adalah Anna yang selama ini dicarinya?. Dan senyumpun terbit dari wajahnya, benar sekali dugaannya bahwa Anna pemilik perusahaan AS adalah Anna yang selama ini dicari olehnya. Betapa lega hati Kyle karena Anna sudah ditemukan, namun ada satu yang mengganjal di hatinya.

"Apakah Anna masih mengenali ku?. Apakah dia masih mengingat malam itu?. Apa dia marah pada ku?." Pertanyaan demi pertanyaan terlintas di benak Kyle saat ini. Rasa senang dan takut bercampur jadi satu, ia tak tahu harus berkata apa bila nanti bertemu dengan Anna kembali.

"Apa yang harus ku katakan padanya?. Apa aku harus menjelaskan kenapa aku pergi padanya?." Kyle semakin frustasi dan takut nantinya Anna akan menolak untuk mengenalinya.

Saat itu pikirannya kacau ia yang tadinya penuh dengan perhitungan dan persiapan, tapi tidak bila dihadapkan dengan Anna masa lalu yang sekaligus cinta pada pandangan pertamanya. Ya, Kyle akui bahwa ia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Anna. Kyle pada waktu insiden kunci kamar jatuh saat itu sudah cukup untuk membuat dirinya tersihir pada pesona Anna. Gadis bermata coklat dengan rambut kemerahan dan bergelombang yang memiliki kulit putih seputih susu telah membuat dirinya tak bergeming. Memang pertemuan mereka terbilang singkat, namun dapat membuat Kyle tak dapat melupakan Anna sedikitpun, apalagi dengan adanya malam panas itu, semakin membuat Kyle selalu memimpikan dirinya.

Kyle pikir dia sudah mati rasa, dan memiliki hati yang dingin terhadap semua wanita yang ada. Namun nyatanya seorang Anna Shirley Smith dapat membuat hati Kyle yang sudah mati rasa pun kembali hidup dan bongkahan es yang mengelilinginya pun mencair. Bahagia? Tentu saja? Karena kini ia memiliki arti dalam hidupnya selain mengejar impiannya sebagai seorang Ballet Boy saat itu. Akan tetapi hal itu pun kandas yang mana ia harus kembali secara tiba-tiba ke Negaranya dan harus meninggalkan Anna tanpa perpisahan yang layak. Dengan ini apakah mungkin bagi Kyle untuk kembali mendapatkan hati Anna?.

"Anna, apa kau bisa memaafkan ku?." Tanya Kyle dalam hati.

***

Sehari sebelum keberangkatan ke Kota X

"Anna, apa kamu tetap harus pergi?." Tanya Linda cemas.

"Ya, Bibi. Kenapa Bibi harus cemas aku kan sudah besar." Jawab Anna yang tak ingin Bibinya khawatir berlebihan.

"Tapi sayang..."

"Tak ada tapi-tapi, Bi. Proyek ini sangat penting bagi kelangsungan perusahaan kita. Tenang saja, aku pasti akan membawa kabar baik nantinya." Ucap Anna.

Ini memang pertama kalinya Anna pergi ke luar Negeri untuk urusan bisnis dan perjalanan kali ini lah yang paling jauh karena ia harus melewati dua benua untuk ini dan akan menghabis waktu 17 jam perjalanan lamanya untuk sampai ke Negara tersebut. Itu sangat membuat Linda khawatir, apalagi Anna adalah seorang ujung tombak perusahaan dan juga seorang single parents.

"Kalau begitu bawalah ini!." Linda memberikan sebuah syal berwarna merah dengan motif cemara miliknya dari Kakek Adam yang seketika membuat Anna terharu. Pasalnya itu adalah syal pemberiannya terakhir kali untuk Kakeknya.

"Bagaimana ini masih ada, Bi?." Anna yang menatap syal itu dengan perasaan tak percaya.

"Bibi, menyimpannya untukmu. Mungkin yang lainnya sudah diberikan kepada panti asuhan tapi tidak dengan syal ini." Ucap Linda, lalu Annapun mengambil syal tersebut lalu memasukkannya ke dalam koper miliknya.

Kini semuanya sudah siap dari packing hingga pekerjaan yang menumpuk di perusahaan sudah dituntaskan oleh Anna. Tinggallah menunggu esok hari untuk berangkat ke Negara X.

1
Anonim
hadir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!