Indonesia
NovelToon NovelToon
Resep Cinta Om Dokter

Resep Cinta Om Dokter

Status: tamat
Genre:Duda / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika / Tamat
Popularitas:498.6k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Bertemu sebagai dokter dan pasien, dengan first impression yang baik dan meninggalkan kesan berbeda. Edward (31), dokter dengan status duda terlibat dengan urusan pribadi pasiennya, Cahaya Sekar Janitra (24).

Entah karena sumpah atau memang takdir Tuhan. Ketertarikan itu berubah menjadi perasaan mendalam saat Edward menolong Cahaya dari jebakan calon suaminya.

====

"Bilang apa kamu? Om? Aku dokter pribadi kamu."

"Dokter dan pasien, berlaku kalau lagi di ruang praktek. Di luar itu, ya bukan dokter aku. Sesuai dengan penampilan, cocok aku panggil Om. Om dokter, gimana om?"

------
Hai, ketemu lagi di karya aku yang kesekian. Baiknya baca dulu Diam-diam Cinta dan Emergency Love

Ikuti sampai tamat ya dan jangan melompat bab. sampai bertemu di setiap babnya 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Apa Dong?

Bab 14

 

“B4ngsat,” pekik Adit berteriak lalu melempar gelas.

Jarwo santai bersandar mengabaikan teriakan Adit dan fokus dengan ponselnya. Sudah menduga akan begini. Semalam Adit mabuk lalu menghabiskan waktu di kamar hotel dengan wanita bayaran. Pagi ini harusnya mereka menemui klien, tapi Adit bagai orang mati, sulit untuk dibangunkan.

Siuman saat hari sudah sore dan sadar kalau ia sudah melewatkan kesempatan kerja sama dengan rekan bisnis.

“Lo nggak bangunin gue,” pekik Adit.

“Cuma nggak pinjem senapan polisi sama blambir aja, mas. Udah saya tampar, saya tendang. Kalau lagi sadar pasti saya udah kena hajar,” sahut Jarwo. “Saya udah bilang, jangan kebanyakan minum. Ngeyel terus.”

Adit mengacak rambutnya frustasi, menghempaskan tubuh di sofa berhadapan dengan Jarwo. Ponsel di atas meja berdering, Pakde Wira tertera di layar.

“Angkat mas, penting itu!”

“Ada apaan dia nelpon duluan.” Adit berdehem dan menegakkan tubuhnya sebelum menjawab. “Halo Pakde, apa kabar?” sapa Adit saat menjawab panggilan dari Wira.

Adit mendengarkan penjelasan dari Wira, sesekali ia menjawab “nggih, pakde” dengan tutur kata yang lembut sampai akhirnya panggilan itu berakhir.

“Hah, kacau semua,” pekik Adit melempar ponselnya.

“Kenapa lagi?”

“Wira mengevaluasi lagi kerja sama bisnis kita. Cahaya memang satu-satunya solusi untuk semua masalah. Cara baik-baik tidak bisa, kita pilih cara lain.” Adit tersenyum smirk.

“Jangan gegabah,” seru Jarwo. “Pakde Wira pasti sudah tahu bisnis keluarga Waskita sedang berantakan.”

“Justru itu, pernikahan ini harus disegerakan. Cahaya, apapun caranya kita akan menikah.”

***

Andin menghela nafas menatap Aya yang tertidur. Agak menjauh dari bed menerima hasil lab di mana kadar hb di tubuh Aya masih di bawah ambang batas. Lengan Aya pun sudah terpasang jarum infus meski ada drama saat memasangnya.

“Kondisinya lemah, jadi perlu asupan cairan segera. Kami sudah berikan Suntikan Eritropoietin. Tidak perlu rawat inap, tapi biarkan cairan ini habis dan Aya bisa pulang.”

“Apa, ginjalnya bermasalah lagi dok?”

“Hasil medical cek up sebelumnya, tidak ada yang mengkhawatirkan. Semua aman. Pemicunya bisa karena pola hidup.”

“Susah dok, nggak mau dengar. Ditambah sekarang dia kerja, apa mungkin pengaruh juga?”

“Hm, saya tidak bisa pastikan. Yang jelas, asupan makanan dan istirahatnya memang harus diperhatikan lagi,” jelas Edward.

Andin dan Edward menoleh karena Aya bergumam, bahkan Andin langsung menghampiri.

“Om, aku mau pulang.”

“Aya, ini mbak.” Andin duduk di samping ranjang meraih tangan Aya yang bebas infus.

“Om Edward,” gumam Aya lagi.

Andin mengernyitkan dahi lalu menoleh pada Edward yang berdiri di sisi ranjang satunya. Tidak mungkin ia salah dengar dengan ucapan adiknya itu. Kenapa pula memanggil Edward dengan sebutan Om.

“Ay, ada mbakmu.”

Perlahan Aya mengerjap, agak lama untuknya sadar kalau ada Andin di sana.

“Mbak, aku nggak pa-pa. Sumpah mbak. Cuma pusing sedikit, terus temen aku bawa kemari. Ini lagi tanganku pake diinfus,” tutur Aya.

“Kamu diam, istirahat dan nggak usah mengelak.”

“Mbak, aku nggak pa-pa, sungguh mbak. Jangan pulangin aku ke romo ya, aku nggak mau mbak.”

“Kalau nggak mau, dengar apa kata mbak dan dokter.”

Edward memberi ruang pada Andin dan Aya, meninggalkan kakak adik itu bicara. Anji menepuk bahunya.

“Bro, itu kakak ipar?”

Edward mengabaikan Anji, fokus pada ponselnya.

“Udah tahu dia, kalau lo suka sama adiknya?”

Kali ini Edward menggeleng.

“Ck, lemah. Pantas aja awet jadi duda, bilang suka aja susah.”

“Ngaca Nji, hubungan kamu sama Bela emang udah sejauh mana,” sindir Edward dan cukup telak.

“Beda-lah. Gue mah perdana, elo mah udah pernah nikah. Udah ada pengalaman, tapi jatuh cinta kayak anak abege. Kalau jalan tol nggak bisa ditempuh, lewat jalan tikus. Cara baik-baik nggak bisa, pake cara ekstrem.”

“Sint1ng,” ejek Edward lalu menempati kursi di meja admin, sedangkan Anji malah terkekeh.

 

...Geng pria terkutuk...

 

Anji nggak pake ng : Drama romantis kita hari ini, bikin IGD macam taman bunga

Foto (Kepala Aya dalam dekapan Edward, dimana suster sedang memasang jarum infus)

Rendi Oye : Masih live nih. Oka, lo nggak mau ikutan lihat streaming kisah cinta duda dan bocah ingusan

Asoka Harsa : Cahaya kenapa?

Anji nggak pake ng : Pingsan. Baru kali ini kayaknya ada dokter seneng pasiennya sakit

Rendi Oye : Padahal mah sarankan rawat inap aja

Asoka Harsa : Kalau rawat inap malah susah ketemunya. Jadwal visit sehari sekali doang, harus alasan apa bolak-balik datang ke kamar pasien. Menahan di IGD udah paling bener, cerdik itu 😁

Anji nggak pake ng : Wah, ketipu semua kita  

Dokter vampire : Ngaco kalian, Anji paling sint1ng

Anji nggak pake ng : Udah peluk, pegang tangan, sekarang meluk lagi. Lusa kayaknya nyosor, minggu depan raba-raba terus bulan depan (&*^@#%

Rendi Oye :🫣

Asoka Harsa : Anji parah

Dokter vampire : Isi kepala Anji adegan dewasa mulu, makanya Bela ogah diajak pacaran

Anji nggak pake ng : Terserah. Yang penting gue udah selangkah lebih maju. Tadi pagi berhasil nyosor, meski sedikit maksa dan kena gaplok. Paling nggak gue udah kasih stempel kalau Bela milik gue

Asoka Harsa : Rama tahu bisa diseret ke KUA

Rendi Oye : Busyet, anak gadis orang nji

Dokter Vampire : Sarraf njirrr

 

***

“Auwwww,” teriak Aya mencengkram lengan kemeja Edward. Jarum infus dilepas oleh suster lalu menempel plester.

“Sakit ya mbak, maaf ya.”

Sudah pukul 8 malam, Andin sudah kembali ke bangsal tugasnya dari sore. Edward meyakinkan kalau Aya aman untuk ditinggal. Tentu saja dia yang bolak-balik ke bed gadis itu. Kondisi Aya sudah lebih baik, tidak lemas seperti tadi siang. Makan malam pun sudah dihabiskan, ditunggui oleh Edward.

“Lebih sakit mana, dengan kepalamu tadi siang?”

“Beda-lah.” Aya menatap punggung tangan yang diplester bekas jarum. “Aku udah boleh pulang?”

“Sudah. Tidak usah tunggu mbakmu, aku antar pulang. Aku sudah hubungi mbakmu."

“Serius om?”

“Hm.” Edward menjelaskan obat dan vitamin yang harus diminum dan memasukan ke dalam tas Aya. Membantu gadis itu turun dari bed.

“Bye, dede Cahaya. Hati-hati ya, jangan mau kalau diajak mampir. Langsung pulang aja.”

Rendi terkekeh mendengar ejekan Anji dan ikut melambaikan tangan. Cepat sembuh Cahayanya si vampir.”

“Makasih ya dok, saya pulang.”

Petugas menawarkan kursi roda, tapi Aya menolak. Edward memapah Aya yang ditolak dan sedikit menjauh.

“Jangan melawan, nanti kamu jatuh gagal pulang yang ada masuk IGD lagi.” Kali ini Edward merangkul bahu Aya.

“Om, kita tuh bukan kayak dokter sama pasien deh.”

“Memang bukan?”

“Terus apa dong?” tanya Aya heran, sambil menoleh dan sedikit menengadah menatap Edward.

 

 

 

1
Vivi Nacita
teh pucuk itu🤣🤣🤣🤣
Nani Rahayu
wah dokter vampir..narsis juga ternyata 🤣🤣🤣
destiana
😭😭😭😭 astaga romo😂😂😂
Susi Andriani
walah om erward modus ya🤭🤭🤭🤭
Endah Puji Lestari
😍
Neng Tuti
si adiiit bener bener yaa tak getok kamu gemes akuu😡😡😡
Neng Tuti
pak wira boloho iih
Neng Tuti
seruuu banget ini group ada bapak" ada duren,ada lajang aaaah asik pertemanan nya😍
Atik Kiswati
mksh buat ceritanya....🙏🙏🙏
Les Tary
ed dah udh tua ga nyadar... ditinggal anak anaknya tar klu sudah jompo siapa yg ngurusin kamu
NN
cerita anak dr.edward, ada kh thor🙏
Susy Wulan
yaelah 🤣🤣🤣
Priskha
ceritanya sangat bagus bikin ngakak trs dr awal baca....
istri darmayanty
cerita anak anak mereka ada kak? aku lg marathon diam diam cinta, emergency love, dokter cinta
dtyas (ig : dtyas_dtyas): duka Sebelum Cinta, masih ongoing
total 1 replies
istri darmayanty
ttt
istri darmayanty
tdr
Priskha
pingin aq geplak ae kepala nya si Wira sableng biar otaknya encer....
Priskha
wis thor cpt tunjukkan kebejatannya si adit biar kapok tuch si romo... romo... onok maling....
Priskha
nemu lg yg bikin ngakak smp perut kram... ayo thor tanggung jwb aq dns mlm di rmh sakit ngakak sendiri baca karyamu 🤣🤣🤣🤣
Priskha: ya kak sdh aq simpan di rak buku
total 2 replies
...
sopo jarwo🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!