Aisyah adalah wanita yang sudah menikah namun pernikahan nya gagal di tengah jalan hanya karena dia mengindap penyakit yang mematikan sehingga dia memilih untuk pergi.
saat dia sendiri datang lah seseorang yang selalu ada di sampingnya , meski pria ini lebih muda dari nya.
kebenaran terungkap saat Aisyah di nyatakan sembuh namun hatinya mulai berubah, siapa yang akan di pilih Aisyah, akan kah dia kembali pada suaminya atau dia malah memilih pria lain yang berada disampingnya saat ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hafni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pilihan Aisyah
" kamu yakin Aida ?"
" iya mas, jika itu bisa mengembalikan keadaan seperti sediakala"
Yusuf pun tersenyum sinis terhadap Aida
" Aida Aida, kamu pikir bisa membalikkan keadaan semudah membalikkan telapak tangan, tidak semudah itu Aida , sebenarnya aku ingin kamu jujur pada ku, apa kamu masih mencintai ku ?"
mendengar Yusuf mempertanyakan hal itu Aida jadi gugup apa yang harus aku kasih tau.
'' kenapa kamu diam Aida ?"
" o aku rasa cinta itu tidak lah penting sekarang, yang terpenting sekarang adalah bagaimana supaya Aisyah memaafkan ku"
" baik lah coba kamu berkata jujur sama Aisyah dan bilang kalau kamu memang ingin berpisah dengan ku"
walaupun itu hal terberat bagi Aida namun dia sadar bahwa selama dia menikah dengan Yusuf dia tidak pernah bahagia atau pun diterima dalam hidup Yusuf dan kini Yusuf juga setuju menceraikan Aida demi Aisyah.
" baik "
Yusuf pun beranjak pergi meninggalkan Aida di sana.
" kamu beruntung Aisyah bisa di cintai seorang suami seperti mas Yusuf, aku iri pada mu "
gumam Aida sendiri.
Fahri yang dari tadi tidak keluar rumah hanya memperhatikan Aisyah yang sedang duduk di sofa sambil membaca majalah, kemudian Fahri pun menyapa nya
" hai Aisyah "
" hai "
" kamu lagi ngapain"
kemudian Aisyah menyodorkan majalah yang di bacanya kemuka Fahri.
" ini"
" e e eh hampir saja kena muka tampanku ini"
" iihh narsis banget sih kamu Fahri"
Fahri hanya tersenyum tipis melihat Aisyah tersenyum manis.
" Aisyah bolehkah aku bertanya ?"
" pertanyaan mu gak pakem bayaran kok bertanya lah semampu mu ya , heheh"
Aisyah malah bercanda saat Fahri serius.
" serius ni, tapi kamu Jangan marah ya?"
" tidak ada alasan untuk marah Fahri ?"
" kamu sudah punya pacar?"
" sudah aku pacarnya."
tiba-tiba muncul suara Yusuf di belakang Fahri.
" loh bukannya mas suaminya Aida?"
Fahri nampak kebingungan.
" iya Aida istri kedua ku, dan Aisyah istri pertama ku"
jawab Yusuf dengan nada cetus.
" hah hebat kamu mas, bisa menikahi dua gadis cantik sekaligus "
" diam kamu anak kecil, ini urusan orang tua"
Aisyah hanya tersenyum melihat ekspresi wajah suaminya yang cemburuan.
" Aisyah kenapa kamu tersenyum senyam sendiri di sana, ayo kita masuk kamar "
Yusuf menarik tangan Aisyah .
" aku boleh ikut gak mas kekamar nya ?"
" gak boleh !"
Aisyah tersenyum lepas melihat ekspresi suaminya itu dan langsung naik keatas.
" hebat mas Yusuf, aku kagum pada nya,"
kata Fahri sambil geleng-geleng kepala.
Yusuf melihat Aisyah masih senyum senyum sendiri di kamar membuat Yusuf bahagia.
" mas cemburu ya sama Fahri ?"
" hah cemburu apanya sama anak masih bau kencur"
" tapi kenapa wajah mas begitu kesal saat melihat dia duduk dekat Aisyah?"
" emmm iya deh mas ngaku kalau mas gak suka sama Fahri, apalagi dia dekat dekat sama kamu"
" oo udah dong ngambeknya nanti baby nya nangis nih liat Abi nya merajuk"
"baby, jangan nangis nangis ya, baby kan kuat kayak Abi"
Yusuf mulai berfikir pembicaraan nya tadi bersama Aida.
" oya sayang, mas ingin bilang sesuatu"
" apa itu mas ,katakan saja "
Yusuf mulai memegang tangan Aisyah
" sayang, Aida ingin pisah dengan mas "
Aisyah terkejut mendengar nya gak mungkin tiba tiba Aida ingin pisah sedangkan dia sangat mencintai mas Yusuf.
bisik Aisyah dalam hati.
" sayang, sayang,"
" ya, gak mungkin mas , Aida sudah mendapatkan apa yang dia mau, tidak mungkin semudah itu mas, Aisyah gak percaya."
" tapi ini kenyataan Aisyah, Aida sendiri yang menginginkan nya"
" Aisyah gak mau Aida bercerai dengan mas, karena perceraian sangat di benci oleh Allah, bagaimana mungkin nasi yang sudah menjadi bubur bisa kembali menjadi beras?"
" tapi Aisyah bukan kah ini yang kita harapkan selama ini"
" tidak mas, ini tidak adil buat Aida karena aku tahu Aida akan lebih menderita ketika kita meninggalkan nya "
" mas gak tahu harus berbuat apa supaya kamu percaya kalau ini yang paling tepat untuk permasalahan kita Aisyah."
" sudah lah Aisyah mas tidak mau berdebat lagi sama kamu mas ingin keluar sebentar"
Yusuf pun pergi meninggalkan Aisyah di kamar nya " mas ,mas ,mas dengar dulu mas bukan begitu cara kita menyelesaikan masalahnya"
Yusuf tidak menghiraukan Aisyah sampai keluar pintu.
Fahri kasihan melihat Aisyah yang tadinya tersenyum manis sekarang menangis hanya karena kesalahpahaman nya dengan Yusuf..
bersambung....