seorang mahasiswi di salah satu kampus yang sangat hitz di kawasan indonesia timur tepatnya di kota Makassar, yg menjalani hari-harinya seperti biasa, dia mempuanyai 2 orang teman mereka ber 3 sangat nakal sehingga suatu ketika salah satu dari mereka di masukkan pesantren, karena mereka sudah lama bersahabat ke 2 sahabatnya pun juga ikut ke pesantren dari sini lah kisahnya di mulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon babydollll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 15
Trio curut dan nyai khadijah pun mulai keluar dari asrama dan berjalan menuju kelas yang akan mereka tempati selama satu semester.
" Nah kalian tunggu di sini dulu, ummah masuk dulu bicara sama gurunya dulu yah " kata nyai khadijah pada trio curut.
" Baik ummah " kata trio curut kompak.
Setelah nyai khadijah berbicara pada ustadzah khumairah yang mengajar di kelas tersebut, nyai khadijah pun keluar menyuruh trio curut masuk.
" Nah sekarang kalian boleh masuk, ingat status kalian sebagai mahasiswa hanya abah dan ummah saja yang tau " kata nyai khadijah memperingati trio curut.
" Baik ummah " kata trio curut sambil berpamitan dan mulai masuk ke dalam kelas tersebut.
" Assalamu'alaikum " kata trio curut sambil berjalan masuk ke dalam kelas dan berdiri di depan papan tulis.
" Wa'alaikumsalam " jawab seisi ruangan serentak.
" Baiklah anak-anak hari ini kita kedatangan tiga murid baru sekaligus, kalian bertiga silahkan perkenalkan diri kalian " kata ustadzah khumairah
Setelah mendengar ucapan ustadzah khumairah trio curut pun mulai memperkenalkan diri mereka masing-masing.
" Assalamu'alaikum teman-teman perkenalkan nama saya nur afiah salsabila putri hamdan, biasa di panggil fiah pindahan dari makassar " kata fiah memperkenalkan dirinya.
" Kalau saya airinia putri mayendra, biasa di panggil airin pindahan dari makassar juga " kata airin memperkenalkan dirinya setelah fiah.
" Kalau saya della ananta wijaya, biasa di panggil della pindahan dari makassar sama dengan fiah dan airin " kata della santai.
" Masya Allah bidadari dari mana tuh cantik bener " kata salah satu santri yang terpesona dengan kecantikan trio curut.
" Wah wah calon makmum abang " kata santri lainya dan masih banyak lagi bisikan para santri melihat kecantikan trio curut.
" Sudah-sudah diam semuanya, apakah ada pertanyaan untuk mereka bertiga ? " kata ustadzah khumairah pada seisih kelas tersebut.
" Saya buu " kata salah satu santri.
" Baik, silahkan hendra " kata ustadzah khumairah mempersilahkan.
" Kenapa kalian bertiga bisa pindah ke pesantren ini ? " tanya hendra salah satu santri.
" Kalau itu sih jawabanya simpel, karena rekomendasi dari orang tua " jawab fiah santai.
" Saya rasa udah cukup, kalian bertiga silahkan duduk di bangku yang kosong " kata ustadzah khumairah pada mereka bertiga.
" Baik ustadzah " kata mereka bertiga kompak.
Mereka bertiga pun menuju kursi kosong, fiah yang duduk di sebelah salah satu santriwati di kelas tersebut, sedangkan airin dan della duduk berseblahan di belakang kursi milik fiah.
" Hai, aku nazwa " kata nazwa teman sebangku fiah mengulurkan tanganya ke arah fiah.
" Fiah, dan mereka berdua teman-teman gue " kata fiah membalas uluran tangan nazwa dan mengenalkan kedua sahabatnya yang duduk di belakangnya.
" Baiklah anak-anak pelajaran hari saya rasa cukup, kita lanjutkan lagi minggu depan assalamu'alaikum " kata ustadzah khumairah.
" Wa'alaikumsalam " jawab mereka serentak.
Setelah ustadzah khumairah keluar kelas semua para santri laki-laki berjalan menuju tempat trio curut untuk berkenalan.
" Hai nama saya hendra, kertua kelas di sini " kata hendra memperkenalkan dirinya pada trio curut.
Trio curut pun menoleh ke arah hendra dan langsung memandangi wajah hendra yang lumayan tampan itu.
Hendra dan lainya pun heran melihat respon trio curut yang hanya terdiam sambil memandangi wajah hendra beberapa detik.
" Ehh sorry, lo udah dengar nama kita kan tadi jadi nggak perlu kenalan lagi " kata fiah yang mulai sadar dari lamunanya.
" Sebagai ketua kelas mending lo suruh teman lo bubar deh, gerah tau nggak" kata airin pada hendra sambil melirik semua santri laki-laki yang mengerumungi meja trio curut.
Mendengar perkataan fiah dan airin, hendra pun langsung menyuruh semua teman-temanya kembali ke tempat mereka.
" Galak bener tuh cewek, untung cantik "
" Jutek aja tetap cantik apalagi kalau senyum "
Kata para santri yang kembali duduk ke tempat semula.
Sementara della masih terus memandangi hendra tanpa berkedip dan sambil tersenyum, airin yang melihat della pun heran dan langsung menendang kaki della.
" Ihh apa sih rin, ganggu aja lo " kata della kesal dengan airin
" Lo tuh, yang kenapa dari tadi mandangin tuh cowok " kata airin pada della.
Fiah yang mendengar perkataan airin langsung berbalik menatap della.
" Kayaknya gue jatuh cinta deh guys sama hendra " kata della sambil senyum-senyum.
" What lo serius dell " kata fiah dan airin bersamaan.
" Hmmm seribu rius malah, yang tadi itu nyantok ke hati gue " kata della yang masih senyum-senyum sendiri.
Fiah dan airin yang mendengar perkataan della yang menurutnya alay, langsung memutar kedua bola matanya malas.
Karena ke asikan mengobrol mereka bertiga tidak menyadari guru masuk ke kelas mereka, nazwa pun langsung menepuk pundak fiah untuk berbalik.
" Apasih nazz " kata fiah terpotong karena melihat ustadz ganteng yang asuk ke dalam kelasnya.
" Assalamu'alaikum anak-anak " kata gus fauzan pada murid-muridnya.
" Wa'alaikumsalam gus" jawab para santri dan santriwati serentak.
Sementara trio curut pun terus memandangi ustadz tersebut tanpa berkedip sama sekali, dan tidak memperhatikan apa yang di ucapkan gus fauzan.
Gus fauzan yang melihat ke arah tiga orang yang memandanginya tanpa berkedip langsung berjalan ke arah trio curut.
" Apakah kalian bertiga ini siap belajar hari ini ? " tanya gus fauzan pada trio curut.
" Ini manusia apa malaikat ganteng banget " kata fiah yang masih terus memandangi wajah gus fauzan.
" Ganteng, perfect banget ini mah " kata airin yang juga masih memandangi wajah gus fauzan.
" Apa seperti ini wajah dewa yunani itu, yang di ceritakan di novel-novel " kata della ikut menimpali perkataan fiah dan airin.
Gus fauzan yang sudah geram dengan tingkah ketiga muridnya itu langsung menggebrak meja depan fiah dengan keras membuyarkan lamunan trio curut.
" Kalian bertiga keluar dari kelas saya, dan berdiri di lapangan sampai mata pelajaran saya selesai " kata gus fauzan dengan tegas.
Trio curut pun mulai ketakutan dengan bentakan gus fauzan langsung berlari keluar dari kelas tersebut.
" Kaabuurrrr " teriak trio curut berlari keluar kelas menuju lapangan yang di maksud gus fauzan.
" Huhhh gila, galak banget tuh ustadz " kata airin sambil mengatur nafasnya.
" Bener tuh, serem banget lagi " kata della
" Tapi gue bingung deh, kenapa ustadz tadi di panggil gus yah ? " kata fiah heran.
Sementara gus fauzan yang keluar mengambil buku yang ketinggalan di ruanganya, menoleh ke lapangan dan melirik ketiga murid yang dia hukum.
" Kalian saya hukum di sini, bukan untuk bergosip " kata gus fauzan dengan nada dingin pada trio curut.
Trio curut yang mendengar ucapan gus fauzan langsung menoleh ke sumber suara dan menampilkan deretan gigi mereka sambil mengangkat tanganya membentuk huruf v.
" Sekarang kalian hormat ke arah bendera, sekarang " bentak gus fauzan pada trio curut dan menghembuskan nafasnya kasar.
" Siap laksanakan ustadz, girls hormaaaaat gerak " kata fiah dengan lantang sambil hormat
" Siap laksanakan " kata della dan airin sambil hormat.
Gus fauzan yang melihat tingkah absurd ketiga muridnya hanya geleng-geleng kepala berjalan meninggalkan mereka.