Indonesia
NovelToon NovelToon
Salju Di Bulan Desember

Salju Di Bulan Desember

Status: tamat
Genre:Romansa Modern / Cintapertama / Pengganti / Tamat
Popularitas:44.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dwi Mar'atush S

"Jika seseorang yang selalu mengganggu hidupmu tiba-tiba menghilang. Pasti merasa sendiri bukan?

Kamu akan menyadari betapa pentingnya orang itu saat sudah benar-benar pergi darimu."

Hinana Arizawa seorang gadis yang berprofesi sebagai model dan tidak mempercayai siapapun. Hingga takdirnya bertemu dengan seorang Ren yang bekerja sebagai designer dan mengubah hidupnya.


alur : maju-mundur, mundur-mundur-maju.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Mar'atush S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Shota membuka pintu dan sudah menemukan Hinana sedang menangis, salju sedang turun sangat dan Hinana hanya memakai sebuah mantel punya Ren.

Shota mendekat kearah Hinana dengan memakaikan payung, persis saat Shota bertemu Hinana pertama kali.

"maaf." ucap Shota lirih, ia tidak menyangka jika perbuatannya sudah menyakiti orang lain.

"pulanglah Hinana, kau bisa kembali jika benar-benar sembuh." Shota meninggalkan payung untuk Hinana, sedangkan Hinana masih menangis tak menanggapi Shota sama sekali.

(flash back)

Pertama kali Shota melihat Hinana di halte bus dan sedang bermain salju, Shota melihat senyum Hinana.

"beautiful." lirih Shota saat melihat Hinana bermain salju.

Shota memutuskan keluar dari mobil dan memberikan payung untuk Hinana.

"terima kasih." ucap Hinana dan Shota tersenyum.

Shota menatap wajah Hinana sangat lama agar bisa mengingat kembali saat bertemu.

Ia sengaja memberikan payungnya agar suatu saat bisa bertemu kembali.

Di Paris ada pepatah saat kau bertemu seseorang saat salju pertama turun, Kita akan bertemu di hari selanjutnya. Dan Shota percaya itu.

(back to time)

"Ren kau baik-baik saja." tanya Tsubaki dan menghampiri Ren yang baru keluar dari ruangannya.

"hem, aku akan kembali."

"biar ku antar kau. Ayo."

"tidak perlu. Aku bisa kembali sendiri."

"tapi Ren kau sangat tidak baik-baik saja." sahut Emi.

"kau antarkan saja Hinana pulang, lukanya sangat memar." ucap Ren pada Tsubaki kemudian Tsubaki mengantar Ren hingga naik taksi.

"hati-hati, kabari aku kalau sudah sampai." ucap Tsubaki. Ren tak mengatakan apapun, ia melihat ke arah atap.

"kau tak perlu khawatir, akan ku jaga dia untukmu." Tsubaki mengerti perasaan Ren.

"terima kasih."

Hinana pulang ke rumah bersama Arumi, tubuhnya sangat basah karena terlalu lama berada di salju.

"Hinana kau sangat basah ada apakah?" tanya Miyo yang sangat khawatir.

"bibi aku Arumi teman Hinana. Biarkan Hinana istirahat."

"iya kau benar. Keiko, Keiko."

"iya bu." tak butuh waktu lama Keiko segera datang setelah mendengar panggilan ibunya.

"bantu Hinana ganti pakaiannya." ucap Miyo kemudian mengajak Arumi duduk bersama.

Hinana dengan langkah yang gontai berjalan menuju kamarnya, pikiran kacau dan hatinya sangat hancur.

Hinana masih teringat ucapan Shota dan tatapan matanya.

"AARGH..." Hinana berteriak dan membanting fotonya dengannya Yukiatsu.

"kak Hinana, tenanglah." ucap Keiko dan memeluk Hinana. Dari tadi Keiko ada di belakang Hinana ,dan melihat Hinana mengambil sebuah foto di kopernya.

"kau Brengsek Yukiatsu semua ini salahmu." umpat Hinana dan menendang fotonya yang sudah rusak.

Hinana merasa kecewa pada dirinya, karena patah hati dia menjadi monster dan menyakiti orang tak bersalah.

Sementara Keiko juga ikut menangis melihat kondisi Hinana.

Keiko tahu jika tiap malam Hinana masih melihat foto pertunangannya dengan Yukiatsu, tapi Hinana tak pernah berkata apapun.

"apa tidak terjadi apa-apa dengannya." tanya Arumi dengan hati-hati karena mendengar teriakan Hinana.

"biarkan saja. Hinana akhirnya mengeluarkan emosinya. Terima kasih sudah berteman dengannya." jawab Miyo.

"eh kau tak perlu berterima kasih."

"Hinana selalu memendam semua kesedihannya selama ini, aku merasa lega saat melihat bisa menangis, tersenyum dan tertawa lagi." ucap Miyo.

Arumi juga sependapat dengan Bibi Miyo, karena selama ini Hinana tak pernah menunjukkan apa yang ia rasakan.

*******************

"apa ini?" tanya Shota saat melihat Hinana meletakkan amplop coklat di mejanya.

"surat pengunduran diri." jawab Hinana kemudian keluar dari ruangan Direktur.

Hinana membereskan barang-barangnya dan memasukkan ke dalam kardus.

"apa tidak ada pertimbangan lagi Hinana?" tanya Arumi dan membantu Hinana.

"sudah ku putuskan, dan ini yang terbaik."

"Hinana.." ucap Arumi yang merengek.

"nanti akan ada pengganti yang lebih baik dari aku. Tapi aku berterima kasih padamu. Terima kasih sudah memahamiku."

"berjanjilah kita menjadi teman dan saling menghubungi satu sama lain." Arumi menunjukkan jari kelingkingnya.

"maaf, aku pergi dulu sekarang. Daah." Hinana membawa kardus barangnya, meskipun kesusahan dengan satu tangan tapi Hinana tak mau di bantu.

Sementara Shota merasa kepalanya akan pecah, Hinana keluar tentu saja kerja sama dengan Brand Comme des Garcons akan berantakan.

"Shota." panggil Arumi saat bertemu di lobi.

"ada apa?"

"aku mendengarnya, kau salah tapi kau membuatnya seakan bersalah."

"aku tak mengerti maksud perkataanmu." Shota melanjutkan berjalan menuju kafe.

"kau menghalangi mereka untuk festival Tokyo Summer, kau pikir aku tidak tahu?" Arumi mendekati Shota yang berhenti kembali.

"semua itu bukan urusanmu, pergilah Arumi jangan ganggu aku."

"itu urusanku, karena kau menghancurkan mimpiku juga. Kau tidak tahu betapa senangnya aku saat Ren mengajakku. Tokyo Summer adalah mimpiku, meskipun aku tidak berharap menang tapi itulah tujuanku."

"jika itu impianmu jangan mengajak mengajak Ren."

"justru Ren lah yang mengajakku." teriak Arumi dengan sedikit menangis.

"apa kau tak pernah punya harapan? Bagaimana perasaanmu jika harapanmu di hancurkan oleh orang yang kau sayangi? Kau tidak tahu berapa banyak karya Ren, apa yang di inginkan Ren? Ren ingin setidaknya salah satu saja karyanya di pasarkan, meskipun hanya sebentar." Arumi meninggalkan Shota setelah puas mengatakan apa yang sesak di dadanya.

"impian? Aku punya banyak impian tapi harus mengakhirinya." lirih Shota saat Arumi meninggalkannya.

Pertemuan yang akan datang Nona Sawako akan datang ke kantor Ren, dan projectnya akan di serahkan pada Emi.

Namun semuanya tidak berjalan lancar, Nona Sawako tidak puas dengan hasilnya. Karena saat kerja sama dengan Hinana designya bertema hitam dan putih.

"dengan berat hati saya selaku wakil Direktur brand Comme des Garcons mengundurkan diri dari project ini, terima kasih atas kerja samanya." Ucap Sawako saat meeting berlangsung.

"Nona Sawako, tunggu sebentar." Shota mengejar Sawako yang keluar.

"ada apa?"

"bisakah kau mempertimbangkan kembali?"

"sebenarnya sudah, saat kerja sama dengan Nona Emi aku merasa tidak satu pemikiran. Ide-ide yang ku harapkan tidak tersampaikan."

"iya aku tahu, karena Nona Emi baru bekerja sama dengan anda."

" I know Shota, tapi separuh design kita sudah masuk pada permintaan. Maaf sekali lagi Shota." Sawako meninggalkan Shota.

Shota memegangi kepalanya, semuanya telah kacau.

"halo ada apa ayah." jawab Shota saat ponselnya berdering.

"datanglah ke rumah sakit, oh iya Shota sekalian bawa dokumen perusahaan."

"baiklah ayah." jawab Shota dan mengakhiri panggilannya.

Dengan cepat Shota mengendarai mobilnya menuju rumah sakit.

Hinana berjalan menuju Apartemennya, kali ini ia memutuskan untuk tinggal sendiri. Tapi bibinya yang tidak tega akhirnya menyuruh Keiko untuk tinggal dengan Hinana.

"sudah selesai kurapikan." ucap Keiko dengan semangatnya.

"terima kasih, Keiko apa kau serius untuk tinggal disini?"

" tentu saja, aku akan kuliah di Sapporo dan jaraknya akan sangat dekat dari sini. Apa Onii-san keberatan?"

" tentu saja tidak."

"tenang saja aku tidak akan mengganggumu, setelah ini apa yang akan kau lakukan?"

"entahlah, mungkin mencari pekerjaan."

" baiklah aku akan membantumu." balas Keiko dengan senyumnya.

1
Faizl Asdr
kok gantung siii kapan kelanjutanya
Lisa Kusmiran07
kok gantung sih,
Syifaa
ren ganteng banget kak semangatt
Suherni 123
shota kok gitu ninggalin ren begitu saja
Suherni 123
kasian Nana,sana sini pada ngejepit
Suherni 123
itu si Sawa ga punya perasaan ya
ngomongin aja mantan nya Nana
Suherni 123
kayaknya ren punya penyakit ya ga boleh sampai kelelahan
Suherni 123
serasa nonton drama 🤭
Ayano
Kupikir Ren bakalan mokad 😱😭😭😭
Ayano
Sekarang malah jadi panik woi 😱😱
Ayano
Manis kan 🤗🤗
Ren kalau boleh dikarungin sih aku karungin terus ku jodohin ama kucingku 🤣🤣
Ayano
Ehem!!!
Wak wak, di sini panas wak 🤣🤣🤣
Ayano
Efek dendam karena pas jadi model harus tahan napsu
Ayano
Mungkin bukan hal yang tepat cuma keknya jika opportunity yang ditawarkan Bagus ambil aja Hinana
Ayano
Ngajak ribut😅😅
Belum pernah buat dan disuruh bikin seminggu. Mau minta tolong jin 🤣🤣
Ayano
Kamu tuh lelah mental dan fisik
Jan dipaksain. Kita bukan kuda. Juga aja perlu istirahat
Ayano
Kalimat yang penuh dengan Cinta
Ayano
Asisten jenius yang suka jadi mobil kucing di IG bukan😅😅
Ayano
Jan satu
Dua sini dua. Aku juga butuh
Ayano
Kukira emang ada kecelakaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!