Indonesia
NovelToon NovelToon
Musuh Jadi Suami

Musuh Jadi Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa03

Fatma Sari, seorang mahasiswi lulusan terbaik bekerja di sebuah perusahaan yang di pimpin oleh Jefri perdinan musuh bebuyutannya sewaktu sekolah SMA dulu, hingga kuliah. Jefri Perdinan adalah seorang lelaki yang yang arrogan, cuek dan dingin. Namun, tidak dengan Fatma Sari, mereka berdua kerap kali adu mulut, meski sedang di kantor. Hingga akhirnya perasaan suka muncul dalam hati mereka berdua, dan memutuskan untuk menikah, meski banyak yang tidak menyukai hubungan mereka berdua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15 Jadi Keluarga

pagi ini, Fatma merasa badannya sudah agak enakan. Fatma berencana akan bekerja lagi, kemudian mengajak ibunya untuk segera pindah dari rumah orang tuanya Jefri.

Karena Fatma merasa kurang etis jika harus terua menumpang di rumah orang, ya meskipun seluruh keluarga Jefri baik kepada Fatma dan ibunya. Namun, Fatma tetap merasa akan menjadi beban bagi orang lain, jika dirinya tetap berada di sana.

Seringkali Lasmini ataupun Fatma hendak membantu pekerjaan ART di rumah itu, tapi selalu di larang oleh Ema. Katanya, semua sudah ada tugasnya masing- masing. Jadi, Lasmini dan Fatma duduk- santai saja. Bahkan kalau ingin apa- apa, Ema menyuruh mereka minta saja kepada para ART itu.

Fatma mencoba merayu ibunya agar mau pindah dari rumah itu.

"Bu, kalau kita pindah dari sini gimana?".

"Loh kenapa nak?". Tanya Lasmini keheranan dengan pertanyaan putrinya.

"Fatma nggak enak hati bu tinggal di sini. Maksudnya bukan nggak nyaman sih, tapi lebih tepatnya karena kita nggak melakukan apa pun. Fatma merasa kalau kita jadi beban di sini". Jelas Fatma.

Fatma sengaja mengajak ibunya mengobrol di dalam kamarnya dan mengunci pintu kamar, agar tidak ada orang yang mendengar percakapan mereka. Karena tak enak juga jika ada yang punya rumah atau para ART mendengarnya.

Lasmini seakan mengerti dengan ucapan putrinya. Dirinya juga merasa, kalau selama mereka di rumah itu, mereka di perlakukan bak nyonya rumah. Padahal merekan hanya menumpang. Dan tidka boleh melakukan pekerjaan apa pun di rumah itu.

"Bu las, ngaak usah, itu masing- masing sudah ada yang mengerjakanya. Jadi ibu duduk santai aja. Mending kita nge teh aja yuk!". Ucap Ema waktu itu, saat Lasmini hendak menyapu halaman belakang.

Tapi jika mereka pergi dari rumah itu, Ema pasti akan merasa sedih. Tapi tidak ada salahnya toh, mengajukan pendapat.

"Yaudah, nanti ibu coba ngomong sama Bu Ema ya".

"Iya bu". Sahut Fatma.

***

Saat Lasmini hendak berbicara dengan Ema tentang percakapannya tadi dengan putrinya, tiba- tiba saja Lasmini mendadak bungkam. Jujur Lasmini sangat segan untuk mengutarakan keinginannya untuk pergi dari rumah itu. Karena merasa jadi beban bagi keluarga Haris dan Ema.

Lasmini pun urung mengatakan niatnya, dan hendak berbalik kembali ke kamarnya. Namun, saat hendak kembali, Sebuah suara menghentikan langkah Lasmini dan segera membalikkan badannya menghadap ke belakang. Dan ternyata, Ema yang memanggilnya barusan.

Dengan tersenyum canggung, Lasmini segera menghampiri Ema yang juga menghampiri dirinya.

"Bu Las" Panggil Ema. "Ehm, sepertinya lebih cocok kalau aku manggilnya mbak aja deh iya kan. Biar lebih akrab, dan kita juga sudah seperti kakak dan adik". Lanjut Ema tersenyum senang. Tapi tidak dengan Lasmini, dirinya merasa semakin kurang enak dengan perlakuan baik Ema dna keluarganya. Bahkan sekarang mereka di anggap seperti keluarga.

"Ta- tapi...".

"Nggak ada tapi- tapi an. Mbak Las sekarang sudah resmi jadi kakak ku". Ema berucap santai sembari meraih tangan Lasmini yang merasa terharu dengan segala kebaikan Ema.

"Karena mbak adalah kakak aku, jafi mulai sekarang, kita harus pergi arisan bersama- sama. Yuk! sekarang kita shooping dulu, ntar sore kita pergi arisan bareng". lanjut Ema kemudian mengajak Lasmini shoping dan ke salon.

"Duh, ng nggak usah Bu, saya nggak enak sama Bu ema". Ucap Lasmini merendah diri. "Lagi pula saya sudah banyak merepotkan Bu Ema, saya sudah menumoang di sini. Saya nggak mau Bu, menajdi beban buat Ibu dan keluarga".

"Kenapa panggil ibu lagi?". Lirih Ema. "Mbak Las, aku selama ini pengen banget punya saudara. Sedari aku kecil, aku selalu sendirian, hanya pengasuh yang sering bersamaku. Orang tuaku pun sering ke luar kota mengurus pekerjaan. Dan sekarang aku bertwmu dengan mbak Las, aku ingin sekali kalau mbak Las mau menerimaku sebagao adik mbak Las". Ucap Ema mengiba.

Lasmini yang tak tega melihat Ema pun langsung mengiyakan ajakan Ema, untuk pergi shoping serta pergi ke salon.

"Yasudah, Bu_".

"Jangan panggil Ibu lagi mbak, sekarang kita itu saudara. Mbak panggil aku Ema aja, mbak kakak ku, dan aku adik mbak Las". Ema memotong ucapan Lasmini yang masih memanggilnya Ibu Ema.

Lasmini masih merasa canggung, jika harus menyebutkan langsung nama Ema. Pasalnya, Ema sudah seperti nyonya baginya, sedangkan dirinya hanya orang yang tak berpunya, yang cocoknya jadi ba bu.

"Yauda E-ma". ucap Lasmini terbata. "Kita ke shop, eh shop, apa tadi shop".

"Shoping mbak". sahut Ema tersenyum simpul.

Lasmini merasa bingung dengan yang di katakan Ema tadi. Karena dirinya belum pernah tau yang namanya shoping. dia hanya tau belanja. Namun Lasmini tidak tahu kalau shoping itu artinya belanja.

Akhirnya mereka pun pergi shoping dan ke salon, untuk mengubah penampilan Lasmini. Tak lupa juga mereka mengajak Fatma ikut serta. Meski awalnya Fatma menolak, tapi karena rayuan dan sedikit paksaan dari Ema, akhirnya Fatma pun luluh dan ikut juga.

***

Sesampainya di mall, tempat biasanya Ema shoping. Ema langsung mengajak Fatma dan ibunya untuk memilih barang yang mereka suka. Mulai dari pakaian, tas, sepatu, serta aksesori lainnya.

"Ini mahal- mahal sekali Ema, aku rasa kami nggak perlu membeli barang di sini". Lasmi merasa dirinya tidak cocok belanja di sana. Karna meluhat harga yang wahh sekali. Satu helai pakaian saja bisa menghabiskan uang belanja kebutuhan mereka selama 3 bulan.

"Mbak, jangan lihat harganya. Kalau mbak mau, mbak ambil aja mana yang mbak suka". Kata Ema yang juga mengtakan hal yang sama kepada Fatma. Karena Fatma juga merasa kalau belanja di sana sangat lah mahal.

"Wahhh, ternyata orang mis kin juga bisa belanja di sini ya?". ucap seorang wanita yang tiba- tiba berdiri di dekat Fatma.

1
Dety Kurnia
pntesan gk di tengok ma jefri,katanya kepala HRD kok gk tau alamatnya oon 😅
Jeankoeh Tuuk
lanjutttt
Jeankoeh Tuuk
kasian mama ema
Jeankoeh Tuuk
modus 😊
Jeankoeh Tuuk
kalau dr akarnya sudah jahat, iri dengki ....sampai tua pun tetap
Jeankoeh Tuuk
Bu Ema yg baik
Jeankoeh Tuuk
Krn cemburu .......lupa sopan santun
Jeankoeh Tuuk
bos jefri ......mengulangi masa lalu
Rita Riau
maaf Thor,,, tolong typo nya diperhati kan,,🙏
Asky Arava devendi
hgbgjbghsbdbxbznngn4fbngkhoy9 TTS ushdbf ofjdfnjfjdjf
LOLA SANCHEZ
Keren banget sih, Plot twist-nya bikin baper!
HamNisa: makasih kakak, masih belajar😊
total 1 replies
HamNisa
Terima kasih kakak, saya masih pemula, dannsemoga suka dengan ceritanya
anonymous
Aku merasa sosok karakter dalam cerita yang aku baca ini, seperti terlibat dalam perjuangannya sampai akhir.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!