Indonesia
NovelToon NovelToon
Secret Girl

Secret Girl

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi
Popularitas:33.3k
Nilai: 5
Nama Author: SilvermistBell

- Secret Series Book 1 : Secret Girl -

Jane Carter Berrlyne/Jane Carter Bells adalah seorang perempuan sederhana yang penuh dengan rahasia, keras kepala, dan tidak seperti remaja perempuan pada umumnya karena ia bekerja sebagai agent rahasia di ZO-1. Suatu hari ia mendapatkan misi untuk melindungi teman masa kecilnya, Dean Joseph Curtis, yang menjadi target untuk sebuah kode spesial peluncuran nuklir oleh kelompok bernama 'Zero'.

Selama Jane melakukan misinya, Dean berhasil mengetahui kalau Jane adalah seorang agent rahasia yang harus menjadi bodyguard pribadinya. Bukan hanya itu, sebuah rahasia yang berhasil disembunyikan selama bertahun-tahun mulai terbuka dan membuat kaget Jane maupun Dean. Sampai akhirnya, semua yang telah terjadi selama misi ini di luar perkiraan mereka berdua...


"You can't change it, until you do it." - Jane Carter Berrlyne

"You never know something, until you learn about it." - Dean Joseph Curtis

(disclaimer photo background cover from google)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SilvermistBell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15

(Jane...)

"Oh nice..." kataku dengan kesal dan menatap James sadis.

Aku tidak tahu apa yang terjadi tetapi begitu kembali ke kelas, Ms.Payton menggabungkanku dengan James, Dean, dan Raine dalam satu kelompok praktikum hari ini. Kami akan membuat eksperimen sederhana yaitu membelah ikan. Hal ini membuatku senang, senang karena bukan kodok yang akan kami belah melainkan ikan yang akan kami belah. Selain senang, aku juga merasa kesal saat menyadari Raine menghalangiku dengan berbagai trick busuknya yang membuatku merasakan panas di kepalaku. Ia menuang bajuku dengan cairan garam dan sesekali mendorongku menjauh dari Dean. Hal ini juga membuatku beberapa kali menekan organ ikan tanpa disengaja dan mencium bau amis di sekitar pergelangan tangan sweater-ku.

"Ms. Payton!" aku melambaikan tanganku dan menangkap perhatian Ms.Payton ke arahku.

"Ya Jane?"

"Aku tidak bisa melanjutkan eksperimen ini. Bajuku basah dengan larutan garam dan sekarang berbau amis karena Cathraine mencoba menjauhkanku dari Dean dengan darah ikan maupun larutan garam. Bisakah aku ijin untuk keluar untuk mengganti bajuku?"

Ms.Payton menatapku dengan pandangan kasihannya dan memperbolehkanku keluar kelas. Aku merasakan pandangan Raine yang mulai menusuk punggungku dan beberapa murid bersorak-sorai yang tidak aku mengerti mengapa mereka melakukan hal itu. Aku berjalan ke arah lokerku berada dan mengambil baju ganti yang selalu kusediakan di dalam loker. Aku pergi ke toilet terdekat dan menukar baju seragamku dengan sweater berwarna maroon yang hangat.

Aku kembali ke loker dan melihat jam tanganku. Jam 10.00 adalah waktunya istirahat. Aku tidak perlu kembali ke kelas jadi aku memutuskan untuk berjalan ke arah kantin dan melihat seluruh tempat duduk yang tersedia. Mataku menangkap lambai-an tangan Dean dari sudut ruangan, di mana menjadi tempat duduk favorite kami untuk makan bersama. Aku tersenyum dan menghampiri Dean yang menyodorkanku sebuah sandwich tuna kesukaanku.

"Kuharap ini bisa menebus kesalahanku." Dean tersenyum kecil.

Aku mengangkat sebelah alis mataku dan melihatnya dengan bingung, "kesalahan?"

"Oh. James menceritakan semuanya padaku."

"James Holmes!" aku menaikan nadaku dan melihat sekeliling mencari pria yang sudah membocorkan segalanya.

"Hei." Dean tertawa kecil dan menggenggam telapak tanganku dengan lembut, "it's okay.."

Aku terus mencari pria itu dan tidak menemukannya. Lihat saja nanti kalau kami bertemu..

"James tidak ada di kantin, Jane. Aku memintanya membawa Raine pergi dariku supaya aku bisa berbicara denganmu."

Kali ini perhatianku kembali kepada Dean dan menyadari ia menatapku dengan sangat cerah, "aku minta maaf atas semuanya." suara Dean terdengar sangat tulus dan membuatku mengangguk kecil. Aku menggigit sandwich tunaku dan berbicara dengan Dean seperti biasa lagi.

---

"Tanganku yang terluka bukan kakiku." aku menatap Mr.Harrold dengan pandangan memohon.

Mr.Harrold adalah guru olahraga kami dan sekarang kami akan lari mengitari lapangan dan mengambil bendera di garis finish. Mr.Harrold mempertimbangkan sesuatu di pikirannya dan akhirnya mengangguk. Membuat aku berteriak gembira dan Dean bergumam kesal.

"Berdiri di garis start Ms.Bells!" Mr.Harrold berlari ke arah tengah lapangan dan bersiap-siap memperhatikan semua murid yang akan berlari.

“Oh, lihat! Anak kecil!” aku mencubit kedua pipi Dean dengan cukup sadis saat melihatnya kesal karena aku diperbolehkan ikut pelajaran olahraga. Percaya atau tidak wajahnya saat kesal itu mengingatkanku pada anak kecil yang berusia 3-5 tahun.

Ia menatapku datar dan melepas tanganku dari pipinya, “kau harus mentraktirku sandwich kali ini.”

Perkataannya membuatku melihatnya dengan senyum usil yang menghias wajahku, “jika aku kalah.” kataku pelan sebelum berlari ke arah garis start yang sudah penuh dengan murid-murid lain.

---

Satu hal yang perlu dicatat di sini.. Jangan mengajak Dean taruhan apapun!

Dia teralu sempurna dalam segala hal, membuatku menyesal harus membuat perjanjian tidak tertulis tentang sandwich. Permasalahannya adalah perjanjian yang kami buat adalah perjanjian tidak tertulis dan tidak sah. Hal ini membuat Dean dapat mengubah peraturan perjanjian dengan sangat mudah. Aku menggembungkan kedua pipiku saat menyadari betapa buruknya hukuman yang kuterima. Sebenarnya bukan buruk, tapi hukuman itu akan lebih sederhana bagiku jika status kami masih sahabat, tapi sekarang status kami berubah dan hukuman ini membuatku bingung harus melakukan apa. Dean mungkin bisa saja santai dan mengajakku pergi bersama sepulang sekolah tapi tidak untukku yang bingung harus bagaimana. Apa yang harus kulakukan saat kencan? Aku menggigit bibir bawahku pelan dan semakin tenggelam dalam pikiranku.

“Ms.Bells!” suara bas yang tegas dikeluarkan Mr.Stone membuatku mengangkat kepalaku dan melihatnya.

“Ya?”

Ia berdeham pelan dan menutup bukunya, “Apa yang baru saja kubahas Ms.Bells?”

Aku mengerutkan keningku dan menatapnya ragu. “Hm.."

"Perhatikan lebih baik Ms.Bells. Jam pelajaran tambahan untukmu sepulang sekolah." Mr.Stone merapikan bukunya dan kami mendengar bel sekolah berbunyi. Aku bergumam pelan dan berdiri. "Ruang serbaguna Ms.Bells." Mr.Stone memimpin jalan dan aku mengikutinya.

"Hei."

Aku menoleh dan melihat Dean yang berjalan di sampingku. Aku menunjuk Mr.Stone dengan tanganku dan mendekati telinga Dean, "aku akan terlambat, Mr.Stone menghukumku."

Dean mengangguk mengerti dan menunjuk kantin yang tidak jauh dari kami, "kutunggu di kantin".

Aku mengangguk dengan semangat dan berlari kecil mengejar Mr.Stone yang sudah hilang di koridor timur. Aku menghela nafas singkat dan membuka pintu di hadapanku dengan pelan. Aku mencoba meyakinkan pikiranku tentang pelajaran tambahan pertama yang akan kujalani, tidak akan seburuk itu kan? Maksudku ini kelas tambahan bukan kelas hukuman kan?

Aku membuka bukuku dan mendengarkan Mr.Stone dengan baik. Sesekali aku mencatat ucapannya yang menurutku penting dan mungkin akan muncul di ulangannya nanti. Sesekali mataku melihat ke arah jendela untuk memastikan Dean masih menungguku dan tidak meninggalkanku. Aku menghela nafas lega begitu Mr.Stone selesai mengajarkanku pelajaran tambahan dan mempersilahkan aku keluar ruangan. Aku mengucapkan terima kasih padanya karena tidak menghukumku dan masih bersifat baik dengan memberiku sebuah kelas tambahan.

Aku adalah orang yang menganut sistem pelajaran = misi, jadi mau tidak mau aku harus menjalaninya. Walaupun harus aku akui aku seringkali malas dan sering bolos karena misiku. Tapi sebagai murid, aku harus bisa belajar dengan baik.

Aku melihat jam tanganku dan berlari ke arah kantin. Mataku mencari sosok Dean dan menemukannya sedang tertidur. Aku tersenyum kecil dan membeli minuman kaleng yang ada di mesin dekatku. Mochacino adalah kesukaannya. Aku menempelkan kaleng dingin itu ke pipinya dan ia membuka matanya dengan kaget, "Oh God." Matanya melihat minuman kaleng itu beberapa menit dan beralih padaku yang ada di hadapannya, "Jane.".

Aku tertawa kecil melihat reaksinya yang dari dulu tidak pernah berubah. Dean butuh proses 'loading' jika ia baru bangun tidur.

Tanganku terulur untuk memberikan minuman tersebut padanya. Ia membereskan bukunya dan berdiri tepat di sebelahku. Tangannya meraih minuman tersebut dan tangannya satu lagi meraih jemariku. Ia menggenggam tanganku dan kami berjalan keluar sekolah bersama-sama.

Mataku memperhatikan setiap toko yang ada di pinggir jalan dan menunjuk salah satu toko yang biasanya aku dan Dean kunjungi bersama. Mungkin toko ini membosankan bagi orang yang seperti James, Jack, dan mungkin Raine, tapi toko ini tidak membosankan bagiku dan Dean yang merupakan seorang kutu buku. Jemariku menyusuri setiap deret buku dan berusaha mencari buku yang mungkin saja akan aku sukai. Aku mengambil satu buku dan menghampiri Dean yang sudah menungguku di dekat kasir. Beberapa menit kemudian kami sudah kembali berada di jalanan dan menuju tempat tujuan utama kami berada. Aku menatap tampak depan cafe itu dan tersenyum. Cafe yang bertema natural dengan nuansa yang hangat ini menjadi tempat favorite kami. Aku membiarkan Dean membuka pintu di hadapan kami dan mempersilahkan aku masuk duluan.

"Hai Jane!"

Aku melambaikan tangan pada barista yang berdiri di belakang counter dan menunggu pesanan kami. "Hai Vee! Di mana Conner?" sapaku riang untuk perempuan yang berdiri di depanku.

"Conner sedang di belakang mengurus barang yang baru masuk dari gudang utama." Vee tersenyum dan menunjuk menu di hadapanku, "seperti biasa?"

Aku mengangguk pasti dan menunggu pesanan kami yang langsung diproses oleh Vee.

Viana Johnson dan Conner Johnson adalah sepupu kembarku, ibu mereka adalah kakak ayahku. Perlu dicatat mereka adalah sepupu yang sangat berisik, tidak pernah membosankan, dan sangat penasaran tentang segalanya. Mereka lebih tua dibandingkan denganku. Aku berumur 18 tahun, mereka berumur 22 tahun tapi sifat mereka bagaikan anak umur 10 tahun. Percayalah...

"Vee, gula di depan sudah habis?"

Aku melihat kepala Conner muncul dari sela pintu. "Hai Con!" sapaku riang yang membuat Conner melihat ke arahku dan menyundul kepalanya dengan papan yang mengantung di depan pintu. "Aw.." Ia mengusap-usap kepalanya pelan dan tersenyum kecil melihatku, "Hai Janet!"

Conner memang terbiasa memanggilku Janet dan aku tidak marah kepadanya karena aku sendiri memanggil Conner dengan sebutan Connie.

"Hazelnut dengan 3 shot coffee dan less ice. Lalu, Mochacino dengan 1 shot coffee dan less sugar." Vee memberikan minuman kami yang sudah ia racik. Tanganku meraih dompetku di tas dan mengangkat tanganku untuk memberikan uang. Tanganku terhenti saat melihat Dean mengeluarkan kartu untuk membayar. Ia menunduk dan mendekati telingaku, "biar aku saja yang bayar."

Aku menggeleng dan membuka mulutku untuk menolak.

"Oh! Con! Jane sudah resmi dengan Dean!" Vee berteriak ke arah ruangan di belakangnya dan membuat Conner berlari ke depan kasir.

"Oh God! Congrats!" Conner memelukku dengan sangat erat membuatku kehilangan beberapa oksigen yang kuhirup. Tangannya meraih Dean dan memeluknya dengan sama eratnya.

"Okay tidak usah bayar. Itu pemberian dariku dan Conner!" Vee memberikan kode untuk salah satu pegawainya menggantikan posisinya sebelum akhirnya mendorong aku dan Dean ke arah meja yang ada di sudut cafe dan memaksa kami menceritakan segalanya sampai akhir. Hal ini membuat Dean menyerah dan menceritakan bagaimana kami jadian. Hal ini tentunya membuat wajahku berwarna merah padam. Kami terus menerus berbincang-bincang hingga akhirnya waktu menunjukan pukul 7 malam. Aku mengajak Dean kembali pulang dan ia menyetujuinya, mungkin karena lelah dengan intrograsi yang dilakukan oleh Vee maupun Conner.

---

1
antiloversn
haii kak... aku mampir nihh dikarya kakak udh ku kasi 33 like, 5 rate , sama gifts... feedback jgn lupa mampir juga di karya ku. Kasih 5 rate , sama gifts ya kak di salah satu ceritaku sama 33 likeback👍😄🙏
-"AFFAIR WITH UNCLE++"
-My best friend's Daddy is my husband
-Pengantin Pengganti Tersakiti
AZAMND#03
aq sedikit bingung author sma ceritax??! karna tidak ad penjelasan sebelumx tentang semua pemeran didalam novel in thorr!
AZAMND#03: iya dong!!! selamat truss berkarya authorr!
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!