Seorang gadis bernama Kinara Stevania Wijaya yang harus rela menggantikan posisi kakaknya Levina Nindia Wijaya sebagai mempelai wanita saat hari pernikahan kakaknya dengan pria bernama Cakra Aditama.
Kinara menggantikan posisi kakaknya karena pada saat hari pernikahan sang kakak kabur, karena tidak setuju dijodohkan dengan pria yang belum ia kenal.kedua keluarga tidak memiliki pilihan lain, sehingga terjadilah pernikahan antara Cakra dan Kinara
bagaimana kah kelanjutan dari pernikahan yang tidak dilandasi cinta itu?
jangan lupa mampir dan beri kritik, saran serta dukungan ya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sputri_23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Daren lagi
Warning...
Wajib buat yang baca untuk like, komen berupa saran atau kritik ya biar author makin semangat up episode nya.Semoga nggak membosankan ya alurnya.
"kalo gitu aku nanti sarapannya di sekolah juga deh"ucap Kinara
"loh kenapa"tanya Cakra
"kan mas sarapan di kantor, masa aku sarapan sendirian sih di dapur"Kinara
"astaga Ra tinggal sarapan aja"Cakra
"males"Kinara
"udah mas ayo berangkat, hari ini aku sama kamu aja ya mas.lagi males bawa motor"Kinara
"iya.ini uang sakunya jangan lupa sampai sekolah sarapan, jangan telat makan"ucap Cakra sambil mengambil uang lembaran seratus ribu dari dalam dompetnya kemudian memberikannya kepada Kinara.
"astaga mas.kebanyakan ini mah"Kinara
"nggak papa, simpan aja sisanya"Cakra
"iya"Kinara
Akhirnya mereka pun turun dan bergegas masuk ke mobil untuk berangkat.Cakra mengemudikan mobil sedikit kencang karena ia tahu Kinara sudah terlambat, namun ia tetap memperhatikan keselamatan mereka.
"Ra kira kira kakak kamu punya uang buat kebutuhan dia?"tanya Cakra kepada Kinara dalam perjalanan yang tengah membaca buku pelajaran.Kinara yang mendengar pertanyaan Cakra pun menoleh.
"iya juga ya mas.nggak tau aku nggak nanya"Kinara tersenyum menampakan giginya yang rapi.
"astaga Ra.tanyain coba nanti kalo misalnya dia mau kasih aja beberapa dari uang belanja kamu, nanti mas ganti"Cakra.
Sebenarnya Cakra bukan memikirkan Nindi, lebih tepatnya ia hanya prihatin karena Nindi tinggal dirumahnya tanpa ia bekerja.sudah jelas kalau dia tidak memiliki pegangan uang.
"iya mas nanti aku tanyain.tapi aku masih males ngomong sama kak Nindi, aku nggak suka sama sikap dia ke mas"ucap Kinara jujur
"iya mas tau itu, tapi dia masih kakak kamu Ra, mungkin sifat dia memang begitu.ambil sisi positifnya saja lagian dia cuma tinggal beberapa hari di rumah kan, sebelum dia memutuskan untuk kembali ke rumah mama dan papa.anggap saja dia tamu yang harus kita terima dengan baik"jelas Cakra
"iya mas, makasi udah peduli sama keluarga aku"Kinara
"keluarga kamu keluarga mas juga.oh ya nanti kalau kamu libur kita jalan jalan ke rumah bunda dan ayah ya.mas udah lama nggak ke sana"Cakra
"iya mas.kenapa nggak pas weekend aja kita ke sana?"tanya Kinara
"kalau weekend itu mas maunya istirahat di rumah sama kamu sambil habiskan waktu berdua sayang.itu beda"Cakra menatap Kinara sekilas kemudian kembali fokus menyetir.
"dihh dasar mas Cakra gila"Kinara
"ngomong ngomong ya Ra"ucapan Cakra di jeda
"apa?"Kinara menaikan alisnya tanda ingin tahu
"kamu akhir akhir ini bicaranya jauh lebih kalem, halus, dan dan berbeda sekali waktu kita pertama kali bertemu"Cakra tersenyum menatap Kinara
"ya iyalah orang dipaksa terbiasa sama keadaan"Kinara
"terpaksa terpaksa, udah kaya merasa paling menderita banget ya Ra"Cakra
"ya terus mau mas Cakra apa?mau aku yang lalu lalu itu?"tanya Kinara
"jangan dong.udah bagus yang sekarang"Cakra
"ohh brarti yang kemarin jelek ya.oke mas cukup tau aja"Kinara memalingkan wajahnya
"eh eh bukan gitu sayang, ngambek lagi dong?udah bujuknya susah.masa mau bikin suaminya frustasi"Cakra
"oh mas Cakra frustasi ya hadapin aku.oke, nggak usah ajak aku ngomong lagi"Kinara
"heh bukan gitu sayang"Cakra tiba tiba memberhentikan mobilnya di pinggir jalan membuat Kinara menoleh.
"mas jangan berenti, ini sekolah aku masih jauh mana udah telat lagi"Kinara
"makanya jangan ngambek.kalo masih ngambek jangan harap mas jalanin mobilnya"Cakra menatap Kinara.ia berpikir benar benar marah kepadanya, namun ternyata Kinara hanya ingin mengerjainya saja.Kinara menahan tawanya.
"astaga mas, serius amat sih orang aku cuma becanda kok"Kinara tertawa
"Becanda kamu nggak lucu sayang"Cakra menjalankan kembali mobilnya
"lucu dong bagi aku"Kinara
"udah, terserah kamu aja"Cakra
''dih malah dia yang marah"Kinara menatap Cakra yang tengah fokus menyetir
"Dih mas, aku cuma becanda loh tadi.gitu aja marah"Kinara
"mas nggak marah sayang"Cakra
"terus kenapa ekspresinya gitu?"tanya Kinara
"ya mimik wajah mas kan emang gini"Cakra
"iya juga ya.lupa punya suami wajah datar yang pelit senyum"Kinara membuat Cakra menoleh kemudian menyentil keningnya
"sembarangan kamu ya"Cakra
"aduh, sakit mas"Kinara
"makanya jangan ngatain mas"Cakra
Beberapa saat kemudian mobil mereka sampai di depan gerbang sekolah.
"mas, pamit ya"Kinara sambil mencium punggung tangan Kinara yang kemudian Cakra mencium kening istrinya.
"jangan nakal, awas aja kalo deket deket sama bocah kemarin itu"Cakra mengelus pipi Kinara dengan tangannya
"iya mas, takut amat sih"Kinara
"semangat ulangannya"Cakra
"mas juga semangat kerjanya.oh iya nanti pulang sekolah boleh nggak aku jalan sama temen aku?"tanya Kinara membuat Cakra menaikan salah satu alisnya.
"cewek mas, Sita, Siva, dan Indah"Kinara
"iya.tapi nanti pulangnya mas yang jemput.oke?"Cakra
"siap"Kinara kemudian keluar dari mobil, dan Cakra pun pergi.
Dari kejauhan ada seorang pria dengan seragam loreng yang tengah memperhatikan Kinara dan hendak menghampirinya.saat Kinara hendak masuk menuju lingkungan sekolah, tiba tiba pria itu memanggilnya.
"Kinara"teriak pria itu yang ternyata dia adalah Daren.
Daren menunggu kedatangan Kinara di sekolahnya, sejak pagi karena kebetulan ia akan bertugas melewati sekolah Kinara.jadi ia mampir sebentar untuk sekedar bertemu dengan gadis yang ia rindukan.Namun sayangnya ia tidak tahu jika gadis yang ia rindukan dan kejar kejar itu sudah menjadi istri dari pria lain.
"Kak Daren?"Kinara berbalik menatap Daren yang tengah berjalan menghampirinya.
"Kak lo kok ada disini?"tanya Kinara
"iya Ra, saya sedang di tugaskan di suatu tempat untuk memantau kawasan.mumpung melewati sekolah kamu jadi saya mampir dan kebetulan ketemu"Daren tersenyum
"ohh gitu ya tapi ini gue mau masuk kelas kak.soalnya mau ulangan, nggak papa kan gue tinggal ? lagian lo juga mau bertugas"Kinara
"iya Ra nggak papa, yang penting saya sudah ketemu sama kamu"jawab Daren
"yaudah gue masuk ya, bye"Kinara hendak berbalik namun tiba tiba tangannya ditarik oleh Daren membuat tubuh Kinara tertarik dan terbawa ke pelukan Daren.Kini Daren tengah memeluk Kinara karena ia begitu merindukan gadis itu.Sedangkan Kinara terkejut karena Daren tiba tiba memeluknya.
"duh bisa mati gue kalo ada yang liat.apalagi sampe mas Cakra sendiri tau"ucap Kinara dalam hati.Ia kemudian melepas paksa pelukan Daren itu namun Daren memeluknya dengan begitu erat sampai ia tidak bisa melakukan apa apa.
"kak lepasin gue, ini di depan umum gue malu"Kinara mencari alasan
"sebentar saja Ra sebentar saja, saya masih sangat merindukan kamu.saya harap kita bisa kembali seperti dulu lagi"ucap Daren membuat Kinara seketika menggeleng.
"nggak kak gue nggak bisa, plis lepasin gue dan lupain gue."Kinara melepas paksa pelukan Daren yang akhirnya berhasil.
Namun, dari kejauhan beberapa meter ada seseorang yang diam diam mengambil potret Kinara yang tengah dipeluk oleh Daren tadi.entah apa maksud dari orang itu.
"maaf Ra, saya salah.saya tidak bisa menahan diri tadi"Daren
"iya gue maafin tapi lain kali jangan gitu ya kak, gue nggak suka apalagi ini didepan umum"Kinara
yang dibalas anggukan oleh Daren.
"gue masuk dulu.bye"Kinara pergi meninggalkan Daren disana.
semangat thor .