Sebut saja namanya Yoga dari awal berkenalan Yoga seperti tertarik dengan Olivia.
Namun sifat cuek Olivia yang membuat Yoga semakin ingin mendekati wanita tersebut.
Pada suatu hari mereka makan siang bersama itu pun karena teman Olivia yang bernama Clara mengajak nya makan di rumah makan nya.
Dan ternyata Clara juga mengundang Yoga.
"Duduklah, Lo gelisah banget."tegur Clara ke Yoga
"Oh iya kenalin ini Olivia dan dia juga punya cafe lain waktu kita mampir ke cafe nya ya."seru Clara.
Yoga hanya melirik kesamping saja dan Oliv hanya cuek saja tanpa ingin melihat wajah tampan tersebut.
Bagi nya lelaki sama saja tidak ada yang setia.
Selesai makan yoga pamit karena harus kembali mengerjakan pekerjaan nya.
Oliv enggan menanggapi nya bahkan hanya tersenyum saja tanpa menyapa.
Malam hari nya ketika sedang berkumpul di tempat biasa mereka nongkrong tiba-tiba Clara datang bersama yoga.
"Kucrut di telpon susah banget deh."sapa Clara.
"Sorry hape gue tadi gue silent."sahut Oliv
Clara dan Yoga
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon na4vR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Selama perjalanan pulang menuju apartemen baik Oliv mau pun yoga lebih banyak diam dan hanya sesekali yoga melirik ke arah Oliv.
Oliv hanya memandang jendela kaca mobil, dia melihat lampu-lampu jalanan.
ada rasa sepi di hati nya, sakit dan entah rasa sesal dalam diri nya yang kadang membuat dia ingin marah.
"tumben diam? tiba-tiba yoga bertanya memecahkan keheningan di dalam mobil.
"ngga apa-apa hanya lagi gak enak badan aja."jawab Oliv tanpa melihat wajah yoga
"kenapa harus datang kan bisa istirahat."ujar yoga.
"Lo tau Clara kek gimana kan? seru Oliv sambil memicingkan mata nya.
"iya juga sih dan gue masih jaga rahasia kalo Lo tinggal satu apartemen sama gue."info yoga.
"ya..ya.. makasih banyak dan Lo orang yang bisa jaga rahasia."sahut Oliv sambil tersenyum
jantung yoga berdetak kencang ketika melihat wanita di samping nya tersenyum.
"Lo masih inget mantan Lo? eh salah suami Lo? tanya yoga
"sudah ngga cuma yang gue inget tinggal sesal aja."jawab Oliv
"sesal tak kan ada artinya juga, yang sudah terjadi ya terjadilah tinggal bagaimana Lo melanjutkan hidup Lo yang sekarang dan nanti."ujar yoga.
"iya gue tau itu dan gue gak pernah melihat lagi ke belakang."ucap Oliv.
tidak lama mereka pun sampai di apartemen dan yoga langsung mencari tempat parkir.
"kita bareng aja naik nya!! boleh kan gue main ke unit Lo? tanya yoga
"hmmm ya boleh."sahut Oliv setengah meragu
karena saat ini Oliv sedang ingin sendiri dan entah kenapa dia merasa sedih.
Mereka berdua pun langsung masuk ke dalam lift, entah keberanian dari mana tiba-tiba yoga menggenggam jemari Oliv.
Oliv masih belum sepenuhnya sadar sampai akhir nya dia menyadari jika tangan nya ada yang menggenggam.
Oliv segera melepaskan jemari tangan yoga
"maaf gak enak di lihat orang dan kita kan bukan pasangan."ujar Oliv
"maaf ya."ucap yoga dan dia merasa baru ini benar-benar di tolak seorang wanita.
sampai di unit Oliv mempersilahkan yoga duduk dan tidak lupa Oliv membawakan sebotol air mineral.
mereka berdua duduk di depan tv sambil menyaksikan film.
lama kelamaan mereka berdua duduk semakin rapat dan tangan yoga sudah ada di pundak oliv.
selama film berlangsung kadang Oliv teriak karena dia paling tidak suka menonton horor.
Yoga mulai mencium dan membelai rambut Oliv, mata nya terus memandang wajah cantik wanita di hadapannya itu.
sampai akhirnya yoga bisa mencium pipi Oliv dan Oliv sedikit menggeser duduk nya.
"maaf kan , gue terbawa suasana."ucap yoga.
Oliv hanya menganggukkan kepala saja dan kembali menatap televisi.
Dan malam pun semakin larut, Oliv dan yoga masih menonton televisi karena film nya belum selesai.
pada akhirnya yoga bisa memeluk Oliv dan mencium serta membelai rambut nya lagi.
Oliv pun memandang wajah tampan yoga dan entah siapa yang memulai bibir mereka sudah bertautan bahkan saling mengecap.
awal nya Oliv diam karena dia merasa kaget tapi bibir yoga terus menerobos dan tidak tinggal diam terus ******* bibir Oliv sampai akhir nya Oliv pun membalas ciuman tersebut.
"maaf sepertinya ini salah."ujar Oliv
"ngga ada yang salah dari awal lihat Lo, gue sudah sangat menyukai Lo."terang yoga.
Oliv hanya diam dan enggan menjawab apa yang yoga katakan karena buat Oliv ini sudah salah jalan.