Axel lelaki tanpan namun penakut dan juga sering di bully di sekolah karna dulu ia tidak pernah keluar dari rumah juga begitu manja. Sedangkan kembaran nya Axella wanita tangguh yang tidak mengenal kata takut sedikit pun karna ia terpisah dari saudara memilih tinggal bersama kakek dan nenek nya di luar negeri.
Bagaimana kisah kedua nya saat kembali di pertemukan?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon H.Elisha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
"Xella sebaik nya kita menemani Bryan saja di dalam kasihan dia di sana sendirian"ujar Axel.
"Biarkan saja kita tidak mengenal nya"ujar Axella acuh.
"Walaupun tidak mengenal nya dia teman sekolah kita juga"ujar Axel lagi membuat Axella menghela nafas kasar di buat nya.
"Baiklah kali ini saja kau berbuat baik pada orang lain begitu jika tidak kau mana mau aku menuruti nya,sudah membantu nya sampai ke rumah sakit saja sudah kan"ucap Axella.
"Kau memang yang terbaik"ucap Axel menggenggam tangan Axella kembali masuk ke dalam ruangan Bryan.
"Kembali lagi"tanya Bryan datar membuat Axella ingin sekali memukul kepala pria itu.
"Kami tidak jadi pergi kau kan lagi sakit jika butuh sesuatu pasti kau tidak bisa sendiri maka nya kami kembali menemani mu"ujar Axel dengan tulus.
"Aku bisa sendiri kalian pergi lah"ujar Bryan.
"Cih saudara ku sudah berbaik hati ingin membantu mu di sini tapi kau begitu saja mengusir kami"sinis Axella.
"Ayo pulang kita tidak ada urusan nya dengan dia bukan kah dia mengatakan bisa sendiri"ujar Axella lagi menarik tangan Axel dengan paksa dari sana dengan dongkol.
Axel yang di tarik diam saja ikut melangkah tidak mau membuat Axella kesal pada nya karna tadi ia sudah meminta masuk ke dalam walaupun niat baik nya di tolak.
"Lebih baik kita pulang saja aku jadi tidak berniat kemana pun"ujar Axella di angguki Axel.
Axella pun melajukan mobil nya menuju rumah karna saat ini mereka sudah ada di dalam mobil. Kedua nya diam saja tanpa bicara hingga akhir nya mereka tiba di rumah.
"Xella"panggil kakek Axella membuat langkah kedua orang tersebut berhenti.
"Ada apa kek"tanya Axella melihat wajah serius sang kakek.
"Seperti nya papi mu akan kita bawa ke rumah sakit karna kondisi nya semakin lemah dari tadi"ujar kakek Axella.
"Kalau begitu ayo kita bawa sekarang"ujar Axella menjadi panik begitu Axel.
"Sebentar lagi ambulan akan datang juga bersama dokter untuk berjaga-jaga"ujar kakek Axella sedikit membuat Axella tenang.
"Kita ada masalah saat ini"ujar kakek Axella menatap Axel dan Axella bergantian.
"Masalah apa"tanya Axella.
"Seperti nya mami kalian memberikan data penting pada lawan perusahaan kita hingga perusahaan dalam masalah"ujar kakek Axella.
"Bodoh sekali jika mami memberikan nya"ujar Axella kesal.
"Tapi kenapa dia memberikan nya pada lawan perusahaan kita"tanya Axella membuat sang kakek menghela nafas kasar.
"Dia selingkuhan mami mu maka dari itu data dari perusahaan hilang"ujar kakek Axella membuat Axella dan Axel diam.
"Jadi apa yang bisa Axella lakukan"tanya Axella berubah serius.
"Perusahaan di sini kakek akan urus tapi perusahaan di luar salah satu dari kalian yang akan mengurus nya"ujar kakek Axella.
"Tapi bagaimana dengan sekolah kami kek"ujar Axella membuat sang kakek mencibir cucu nya itu.
"Saat genting begini otak mu berputar juga masalah sekolah saat sekolah otak mu tidak ada di sana malah di luar kalau gak tidur"ujar kakek Axella di jawab cengengesan tak jelas oleh Axella.
"Jadi bagaimana"tanya kakek Axella kini kembali serius.
"Axella yang akan pergi ke sana kek"ujar Axella tidak mau mengambil resiko jika Axel yang pergi.
"Baiklah jika kau yang akan pergi sekarang pergi berkemas satu jam dari sekarang kau akan berangkat"ujar kakek Axella.
"Baik kek"ujar Axella melangkah dengan cepat menuju kamar nya.
"Axel juga akan ikut membantu Axella kek"ujar Axel.
"Kalau kalian berdua pergi siapa yang akan menjaga papi kalian di rumah sakit"ujar kakek Axella.
"Biarkan saja mereka berdua pergi aku dan Mirna yang akan menjaga Alex di rumah sakit"ujar nenek Axella yang baru saja datang.
"Tapii.."
"Pergi juga ke kamar mu Axel berkemas sekarang"suruh nenek Axella pada cucu lelaki nya tersebut.
"Iya nek"ujar Axel segera ke kamar nya juga.
"Bagaimana bisa kau meminta Axel pergi juga kau kan tahu bagaimana anak itu dia belum saat nya ikut andil"ujar kakek Axella bukan nya ia tidak percaya pada kecerdasan Axel namun ia kurang percaya jika Axel bisa menjaga diri nya kalau Axella ia tidak akan ragu melepas cucu nya itu karna sudah ada bekal berbeda dengan Axel.
"Maka dari itu kita bisa membiarkan nya pergi untuk melatih diri nya juga agar sedikit demi sedikit rasa takut nya akan hilang, Axella juga ada bersama nya aku yakin mereka akan saling melindungi"ujar nenek Axella.
"Dimana wanita itu sekarang"tanya nenek Axella mengalihkan pembicaraan.
"Masih di kota itu anak buah ku tidak akan membiarkan nya pergi"ujar kakek Axella.
"Kau juga mencabut dana dari butik nya itu"tanya nenek Axella.
"Tentu saja"ujar kakek Axella cepat mana mungkin ia memberiarkan wanita itu tenang setelah apa yang ia lakukan meski pun bukan sepenuh nya kesalahan wanita namun tetap saja harus mendapatkan ganjaran nya bukan.
Tak lama Axella datang dengan membawa koper di tangan nya menghampiri kakek dan nenek nya.
"Kau akan pergi dengan Axel tunggu dia turun"ujar nenek Axella.
"Kenapa Axel ikut nek disana tidak akan terjamin tanpa ada kekerasan"ujar Axella.
"Nenek tahu itu tapi nenek yakin kalian bisa dan saling menjaga"ujar sang nenek menatap wajah cantik cucu nya itu membuat Axella terdiam mendengar nya.
"Sebelum kalian pergi pamit dulu pada papi kalian"ujar sang nenek lagi.
"Iya nek"ucap Axella menganggguk.
"Ayo aku sudah siap"ujar Axel membaw koper nya juga.
"Kita pamit pada papi dulu"ucap Axella di angguki Axel.
Kedua nya pun segera pergi ke lantai dua untuk pamit lebih dulu pada sang papi yang ada di kamar.
"Papi"panggil Axella membuka pintu kamar dan masuk ke dalam di ikuti Axel dari belakang nya.
"Kalian sudah kembali"tanya papi Alex lemah.
"Hehe iya pi"ujar Axella.
"Kami ke sini mau pamit sama papi"sambung Axella lagi.
"Mau kemana lagi Xella di rumah saja kalau pulang sekolah belajar yang rajin"ujar papi Axel.
"Ck kami bukan anak kecil lagi pi yang terus di rumah kami juga butuh teman dan bergaul bukan di rumah terus"ujar Axella ketus.
"Axella"ujar nenek Axella yang baru saja datang.
"Ya sudah kami pamit dulu jaga diri papi baik-baik di sini"ujar Axella mencium tangan sang papi di ikuti Axel walaupun agak ragu dan takut namun ia tetap melakukan nya tanpa berkata apapun.