Indonesia
NovelToon NovelToon
Sebening Dukamu

Sebening Dukamu

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Obsesi / Spiritual / One Night Stand / Tamat
Popularitas:321.6k
Nilai: 5
Nama Author: Alinatasya21

Tiara Chandani Putri terpaksa menikah dengan seorang pemuda yang tidak dicintai olehnya, lantaran terjebak cinta satu malam dengan seorang pemuda yang bernama Gala Abiseka Giyantara disebuah cafe ternama dikotanya. Ia dijebak oleh sahabatnya yang bernama Viola Arzeta. Viola yang sangat iri dengan ketenaran dan kecantikan serta pesona Tiara yang kerapkali menjadi momok menakutkan baginya, ia pun merasa kalah saing dengan Tiara yang selalu disanjung dan digandrungi oleh para lelaki dimana pun Tiara berpijak. Sehingga terbesitlah pikiran kotor Viola untuk menjebak Tiara lewat minuman yang telah dicampuri obat perangsang olehnya. Bagaimanakah Tiara mengatasi kemelut hidupnya? sedangkan ia sendiri sudah memiliki calon suami yang sangat dicintai olehnya, yakni Brama Adyaksa Kyswara. Sebelum ia sendiri terjebak bersama Gala Abiseka Giyantara? mari simak kisahnya dalam novel "SEBENING DUKA MU!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alinatasya21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Kenangan Termanis

"Maa syaa Allah, ini terlalu berlebihan Mas! Tiara butuh waktu satu bulan untuk menghabiskannya!" pekik Tiara histeris.

"Ini semua untuk mu, Dek! Mas belikan spesial untuk mu." Brama kembali menampakkan senyum termanisnya ketika melihat calon istrinya nampak senang dan bahagia dengan pemberian darinya.

"Terimakasih, Mas. Belum menikah saja, perlakuan Mas sudah semanis ini!" ucap Tiara spontan, ia pun mengatupkan mulutnya sebab terlalu berlebihan meluahkan rasa gembiranya.

"Sama-sama, Dek. Jika sudah menikah, insya Allah semuanya akan lebih manis dari ini!" Brama meyakinkan Tiara. Membuat Tiara diam sejenak, Tiara baru menyadari jika dirinya sudah kotor dan ternoda.

Tiara kembali murung dan tertunduk lesu, ingin rasanya ia memutar waktu agar peristiwa na'as itu tidak menimpanya.

"Kalau saja, malam itu aku tidak pergi menemani Viola menghadiri acara ultah laki-laki bejat itu. Tentu nasib ku tidak akan seburuk ini!" bathin Tiara dengan merem*as jemari tangannya sendiri menahan semua sesak di dadanya.

"Ada apa, Dek? kenapa dirimu tiba-tiba terlihat murung? apa semua buah tangan yang ku berikan ini tidak menarik perhatian mu? apa Mas ganti dengan makanan dan cemilan yang baru ya?" Brama nampak ikut sedih melihat kekalutan yang tergambar dari wajah Tiara.

"Ini sudah sangat luar biasa Mas, maaf aku terharu. Semoga semua ini bisa menjadi kenangan termanis untuk kita!" Tiara nampak mengusap sudut matanya yang mulai berembun.

"Tiara, kau menangis? maafkan Mas jika ada untaian kata yang melukai perasaan mu tanpa sadar ku! bagi mas apapun yang berhubungan denganmu adalah kenangan yang termanis. Jadi, tidak ada hal yang buruk disaat bersama mu!" ucap Brama yang tidak mengerti duduk permasalahan yang kini dialami oleh Tiara calon istrinya.

Ingin sekali Brama menghapus air mata calon isterinya tersebut, namun Brama sadar jika mereka belum menikah.

Bagi Brama tidak lah pantas seorang laki-laki muslim menyentuh wanita yang bukan mahramnya. Sekalipun, wanita tersebut sudah di khitbah olehnya. Bisa melihat Tiara dari jarak dekat seperti ini pun Brama sudah merasa sangat bersyukur. Melihat namun tak menyentuh, bagi Brama itu tak apa-apa. Meskipun ia sangat sadar, sesadar-sadarnya kerapkali bersua pun tidak baik untuk jantung hatinya dan juga penglihatannya.

Sebab, bagaimana pun jika laki-laki dan wanita yang bukan mahramnya sering bertemu seperti ini dapat memicu godaan yang sangat berat. Orang ketiganya, yakni makhluk bernama syaitan dapat dipastikan kerap kali menggoda manusia untuk melakukan hal yang keji.

Akan tetapi, Brama mampu menjaga pandangannya dari Tiara. Tak pernah sekalipun ia menyentuh Tiara meski hanya seujung kuku. Brama sangat memuliakan Tiara sebagai seorang wanita yang begitu berarti dalam hidupnya.

"Terimakasih Mas, dirimu telah menerima ku menjadi sosok wanita yang sangat berarti dalam hidupmu. Terima kasih, karena mas Bram telah berkenan untuk menghitbah ku. Andaikan saja, suatu hari nanti Tiara melakukan kesalahan yang tidak berkenan di hati mas. Apakah mas Bram masih tetap memaafkan dan mencintai Tiara seperti ini? atau mas akan pergi dari hidup Tiara?" ucap Tiara yang mulai merasakan kegamangan dalam hatinya.

"Tiara, dengarkan mas! apapun kesalahan yang kau perbuat mas akan tetap menerimamu dalam hidup mas. Jadi, jangan pernah merasa sendiri. Mas akan selalu ada untukmu!" ucap Brama yang tak sampai hati melihat kepedihan yang dirasakan oleh Tiara yang ia sendiri tidak tahu apakah penyebabnya.

Tiara hanya menundukkan wajahnya. Ia tidak sanggup menatap wajah pria ya begitu sangat tulus menyayanginya.

"Ya Allah, bagaimana cara ku menjelaskan pada mas Brama bahwa diriku sudah tidak suci lagi?" batin Tiara menahan kepedihan yang ada di hatinya.

"Jangan menangis lagi, hapus air matamu! sungguh, aku tidak sanggup melihatmu menangis seperti ini!" sela Brama dengan memberikan sapu tangannya pada Tiara.

"Terima kasih Mas, maaf membuat mas khawatir. Tiara sangat terharu dengan perhatian mas, hingga menangis!" bohong Tiara. Ia belum siap untuk berkata jujur pada calon suaminya.

"Maa syaa Allah, mas kira ada sikap mas yang kurang berkenan di hati mu." Brama terlihat lebih tenang ketika mendengar penuturan Tiara.

"Mas adalah lelaki terbaik yang pernah Tiara temui!" terang Tiara dengan menghapus air matanya yang telah menganak sungai.

"Begitu pun dengan Mas, bagi mas Tiara adalah wanita yang sangat berarti dalam hidup mas. Mas berharap waktu akan berputar dengan cepat agar hubungan kita segera halal."

Tiara terlihat sendu, ia tidak bisa harus berkata apa, kecuali menahan rasa sesak di dadanya.

"Daripada bersedih lebih baik ngemil es krim ini, biar adem!" Brama membuka es cream coklat Cornetto dan memberikannya pada Tiara.

"Astaghfirullah, Tiara sampai lupa jika ada banyak model es krim yang mas berikan untuk Tiara. Sebentar, Tiara simpan di freezer dulu."

"Iya silahkan, yang ini untuk mas ya? Biar bisa menikmati es krim couple seperti punya mu." Brama sengaja menghibur Tiara.

Tiara pun mengangguk setuju, sambil menampakkan deretan gigi putihnya yang terlihat manis dengan senyuman di wajahnya.

"Mas Bram baik sekali!" gumam Tiara sambil menyimpan macam-macam es krim yang di belikan oleh Brama padanya.

"Maa syaa Allah, mas Bram memperlakukan diri ku sangat manis sekali. Ada aneka macam-macam coklat juga. Snacknya juga banyak, satu bulan ini aku layaknya anak kecil di suguhi cemilan seperti ini!" Tiara terkekeh sambil menata semua pemberian Brama dikulkasnya.

Tiara pun kembali keluar toko, sebab ia meninggalkan Brama yang sedang duduk manis di kursi sambil menunggu Tiara selesai menaruh cemilannya di kulkas.

"Sudah selesai?" tanya Brama sambil menyesap es krim Cornetto-nya di tetesan terakhir.

"Ya, cepat sekali Mas, baru di tinggal sebentar sudah habis saja es krimnya!" celoteh Tiara yang hendak memakan es krimnya yang ia tinggalkan tadi.

"Maaf, es krimnya terasa nikmat. Entah mengapa jika bersama dengan mu Mas selalu memiliki semangat untuk melakukan hal apapun. Termasuk ngemil, hal yang sangat jarang sekali aku lakukan!" ujar Brama jujur.

Tiara merasa sangat tersanjung mendengar ucapan Brama, "Ternyata pak dokter pandai ngegombal juga!" celutuk Tiara sambil menyesap es krimnya yang sudah mencair.

"Hitung-hitung menjadi calon suami idaman!" Brama tidak bosan-bosannya untuk sekedar berkelakar dengan calon istrinya.

Tiara terlihat merona mendengar ucapan Brama yang selalu dapat menghibur dan menenangkan jiwanya.

"Mas Brama, sungguh aku takut kehilanganmu. Akan tetapi, aku tidak bisa harus berbuat apa. Bagaimana cara ku menjelaskan tentang kekurangan ku? mungkinkah dirimu masih tetap menerima ku jika dirimu mengetahui hal yang sebenarnya?" Tiara terus berperang dengan perasaannya sendiri.

"Kok melamun lagi, Dek? lihat ada sisa es krim di sudut bibir mu!" ucap Brama dengan senyum termanis ketika melihat kelucuan di wajah yang terkasih.

Tiara terhenyak dari lamunannya, "Apa? Sebelah mana bekas es krimnya Mas?" tanya Tiara dengan mengusap bagian sudut bibirnya yang terlihat belepotan.

"Hemmm, aku suka melihat dirimu apa adanya Tiara. Kau sungguh sangat menggemaskan!" bathin Brama dengan menatap sekilas wajah calon istrinya.

Tanpa disadari oleh kedua pasangan tersebut, ada sepasang mata dari arah seberang jalan menatap ke arah Tiara dengan tatapan benci yang teramat sangat.

"Dasar wanita cent*l, sudah ternoda dan kotor pun masih lengket terus dengan dokter Brama!" cetus Viola Arzeta dengan memukul kemudi mobilnya.

1
Shifa Burhan
kenapa novel selalu membuat pemeran utama wanita seolah wanita paling sempurna, paling baik, ibarat berlian, wanita sholeha, dibuat kayak lelaki yang mendapatkannya adalah lelaki paling beruntung
tapi fajta dalam cerita pemeran utama wanita adalah wanita yabgvpalong banyak melakukan kesalahan fatal dan munafik

contoh tiara seolah wanita paling sholeha, wanita paling baik, wanita paling sempurna, dan lelaki yang mendapatkan tiara adalah lelaki paling beruntung didunia

tapi ini fakta tentang tiara
*istri munafik marah besar karena suami nya ada wanita lain tapi tidak sadar diri kalau dia berkali berharap pada lelaki lain
*istri laknat berstatus istri tapi mengharapkan pria lain
*istri laknat berkali2 mengatakan cerai (dalam islam wanita yang mengatakan satu kali kata cerai saja udah dilaknat, apalagi berkali2, aku bawa agama soalnya author menggambarkan seolah2 tiara adalah wanita paling sholeha)
*istri laknat yang selalu membanggakan pria lain
*istri laknat yang pergi dari rumah
*istri laknat yang selalu meninggikan suara pada suami
*istri laknat selalu membangkang
*istri laknat selalu merendahkan harga diri suaminya
*istri laknat yang membuat suaminya diremehkan pria lain
*istri laknat yang tidak bisa menjaga harga diri suami dan rumah tangganya

wanita kayak gini yang kalian banggakan

miris pola pikir kalian yang menggambarkan wanita sholeha
Zayna Khanza
terlalu cpt abi berkata seperti itu,wajarlah istrimu masih mancintai mantan clon suamix krn bru beberapa waktu klian menikah,seandaix udah berbulan2 atau bertahun
Mommy QieS: Terimakasih, sudah mampir kemari Kak. Setelah hampir tiga bulan author Hiatus baru muncul lagi di sini.😊🙏🙏
total 1 replies
bunda syifa
Luar biasa
Mommy QieS: terima kasih, Kak
total 1 replies
wndanaomi
Luar biasa💗💗💗😇
Mommy QieS: terimakasih kak.😊😘
total 1 replies
Mommy QieS
I Like My Karya
Defan_12
viola, ente bener- bener ye, musuh dalam selimut /Facepalm/ wkwkwkwk
Satti Iyem
masa Alloh taa barokallah ngiri aku ☺☺☺
YuWie
sahabat kok mslah jadi musuh dalam selimut
Mommy QieS: iya kak, teman makan teman
total 1 replies
Lilik Juhariah
sediiiih banget bacanya
Mommy QieS: terimakasih sudah mampir kak
total 1 replies
Sena judifa
muara cinta kita hadir thor
Sena judifa
salah...karena km lah penyebab bram berpisah jika dia tau kekasihx terpaksa tdr bersama Gala
Deliz Diaz Dla FM B
Extra part dong
Sena judifa
muara cinta kita mampir thor
Sena judifa
oh viola ini suka sm Bram y
Sena judifa
jika bram bijak dia bisa menerima tiara
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
Sena judifa
mAmpir thor
Sena judifa
teman macam apa itu
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
Sena judifa
benar2 bs perang dunia nih...muara cinta kita mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!