Tamara yang harus hidup sebatang kara karena di tinggalkan oleh orangtuanya pasca kecelakaan, hingga akhirnya dia bertemu kembali dengan teman masa kecilnya Alex. Alex yang sekarang telah berubah menjadi seorang fuck boy karena orangtuanya selalu tidak mempunyai waktu untuk Alex. Alex yang selalu bermain dengan wanita meskipun dia sebenarnya hanya ingin melampiaskan ke sepian tersebut. dan pada akhirnya Tamara dan Alex di pertemukan kembali. Tamara yang tidak menyangka kalau alex akan berubah sedangkan Alex masih tidak percaya kalau Tamara masih hidup. Tamara yang membenci kehidupan Alex karena Alex selalu mempermainkan hati perempuan demi kesenangan nya sendiri dan dia selal u melampiaskan kemarahannya dengan mabuk mabuk. akankah Tamara bisa membuat Alex menjadi baik dan meninggalkan kebiasaan buruk tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airen_4, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghindar
"akhirnya saya keluar juga dari sana. Saya ngerasa lega bisa menghirup udara lagi. Hufttt" ucap Tamara sambil menghirup udara segar di pagi harinya karena dia telah di perbolehkan untuk pulang.
"ini semua gara gara Alex. gimna dengan kerjaan saya belum lagi dengan sekolah saya. saya beberapa hari ini tidak masuk" ucap Tamara kembali sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Alex yang berada di belakang nya mendengar ucapan Tamara.
"saya ingin kamu tetap mempekerjakan Tamara. Bilang saja kalau beberapa hari itu bonus untuk dia. Dan satu lagi, kamu tidak boleh memberitahukan semuanya kepada Tamara. Paham!!!" ucap Alex kepada Tio atasan Tamara.
Tamara pun hanya menghela nafasnya dan dia juga tidak akan tahu apa yang akan terjadi besoknya. "mudah mudahan besok pak Tio tidak marah" ucap Tamara sambil berdoa dalam hatinya.
Alex yang melihat Tamara berjalan dan ingin pulang dan langsung di halangi oleh Alex.
"kamu ngapain lagi! Sekarang masalah kita kan udah kelar" ucap Tamara.
"hmm, Iyah saya tahu. tapi saya hanya ingin mengucapkan terima kasih sama kamu meskipun kamu itu sangat bodoh" ucap Alex dengan senyuman menggoda.
Tamara kembali menghela nafasnya dengan kasar.
"hufff, kalau saja cuman kamu di dunia ini mending saya ngak bantuin kamu waktu itu" ucap Tamara dengan kesalnya.
Alex yang melihat kekesalan Tamara dan dengan tiba tiba saja Alex mengelus kepala tamara. Dan membuat Tamara kembali merasakan degupan jantung nya berdebar dengan kencang.
akhirnya Tamara pun kembali dan tanpa sengaja dia bertemu dengan dokter Rivan. Dokter Rivan yang sudah lama mencari keberadaan Tamara tetapi tidak kunjung ketemu. Dan bahkan dokter Rivan menyebarkan sebuah foto Tamara tetapi dia sama sekali tidak bisa menemukan Tamara.
"tamaraaaa" panggil dokter Rivan.
Tamara yang sedang berjalan di sebuah tempat pancuran dan ketika dia melihat kearah suara tersebut dia hanya menutup mulutnya.
"dokter Rivan" ucap Tamara dan langsung saja berlari, kabur ketika dokter Rivan ingin menemuinya.
"Tamara...Tamara ...Tamara" panggil dokter Rivan.
tetapi Tamara sama sekali tidak berhenti dan bahkan dia menghindar dan bersembunyi dari kejaran dokter Rivan.
"Tamara. Saya tahu kamu pasti bersembunyi dari om. Tapi om hanya ingin melihat kamu kalau kamu baik baik saja. Om sudah lama mencari kamu" teriak dokter Rivan.
Tamara yang mendengar nya hanya menangis ketika dokter Rivan mengatakan seperti itu.
"maafin Tamara om. Tamara hanya ingin keluarga om bahagia" ucap Tamara sambil menutup mulutnya.
"Tamara..maafin om kalau om belum bisa menjaga dan merawat mu dengan baik. Om hanya ingin bahagia. Dan om hanya ingin suatu saat nanti kamu mendapatkan laki laki yang akan selalu ada untuk kamu" teriak dokter Rivan kembali.
Tamara yang semakin mendengar ucapan dari dokter Rivan semakin merasa bersalah dan dia tidak berhenti menangis.
"semoga kamu baik baik saja Tamara. Kalau kamu butuh apa apa, om selalu ada untuk kamu tamara" teriak dokter rivan kembali karena Tamara tidak kunjung keluar dari tempat persembunyiannya.
akhirnya dokter Rivan pun pergi.
kepergian dokter Rivan, Tamara menggelengkan kepalanya karena apa yang di ucapkan oleh om nya itu dia merasa sangat bersalah.
"maafin Tamara,.om. Om Rivan sangat baik sama Tamara..tapi Tamara tidak bisa selalu bergantung kepada om. semoga om juga panjang umur dan tetap bahagia" ucap Tamara menangis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tamara pun kembali ke kosannya setelah beberapa menit melamun di tempat taman itu.
"saya harus bagaimana. saya ngak mungkin bisa pergi ke sekolah lagi. Apa yang harus saya lakukan?" ucap Tamara karena merasa takut kalau kalau dia di keluarkan dari sekolah.
Sementara Alex yang sudah berada di mansionnya.
Paman tino yang juga sudah berada di mansion sedang menunggu kedatangan keponakannya.
"Alex. paman ingin berbicara kepada kamu" panggil paman Tino
Alex langsung saja mendekati pamannya.
"ada apa paman?" tanya Alex sambil duduk.
"paman ingin kamu berkata dengan jujur" ucap paman Tino seperti menginterogasi Alex. Alex yang penasaran karena tatapan dari pamannya itu.
"ada apa paman? Kenapa paman seperti menginterogasi Alex? apakah Alex ada salah paman?" ucap Alex.
"ngak. paman hanya ingin kamu berkata dengan jujur. siapa yang memberikan obat itu kepada kamu? Dan sudah berapa lama kamu mengkonsumsi obat itu?" tanya paman Tino.
Alex terdiam sejenak.
Dan dia pun mencoba mengingat ingat kembali masa lalu nya separo.
"Alex juga kurang mengingatnya paman. Tapi yang jelas Alex di kasih obat itu oleh papa dan katanya itu adalah obat untuk mengurangi rasa sakit kepala Alex paman" jawab Alex.
Paman Tino menggelengkan kepalanya.
"trus sudah berapa lama kamu mengkonsumsi obat itu?" tanya paman Tino kembali.
"hmm, Alex sudah lama mengkonsumi itu paman. sejak paman pergi waktu itu" jawab Alex
paman Tino kembali menggelengkan kepalanya.
"keterlaluan Adiguna. Dasar laki laki brengsek dia" teriak paman Tino dalam hatinya.
Alex yang melihat ekspresi kemarahan yang terpancar dari wajah paman nya merasa penasaran.
"ada apa paman? kenapa paman menanyakan itu?" tanya Alex.
Paman Tino mendekati Alex.
"Alex. Kamu itu adalah keponakan paman satu satunya dan paman akan selalu menjaga kamu apa pun yang terjadi dengan kamu" ucap paman Tino.
Alex yang semakin penasaran dengan cerita paman nya itu semakin kebingungan.
"ada apa sebenarnya paman? apakah paman menyembunyikan sesuatu dari Alex" tanya Alex.
paman Tino terdiam sejenak dan dia pun memegang kepalan tangan nya berharap Alex bisa mengontrol emosi supaya tidak menimbulkan kesakitan.
"paman harap kamu bisa mengontrol emosi mu" ucap paman Tino berharap Alex bisa menerima semuanya.
"kamu tahu obat yang kamu Konsumi selama ini" tanya paman Tino
Alex mengangguk tidak mengetahui.
"obat yang kamu Konsumi selama ini adalah obat untuk menghilangkan ingatan mu perlahan lahan" ucap paman Tino.
Alex yang terdiam sejenak dan dia langsung saja menatap paman nya dengan penuh amarah.
"maksud paman apa? Setahu Alex itu adalah obat yang sangat manjur untuk kesembuhan Alex" jawab Alex yang masih bisa mengontrol emosinya.
"ngak Alex. setelah kita membawa teman kamu itu ke rumah sakit kamu tiba tiba pingsan karena siksaan dari sakit kepala mu" ucap paman Tino mengingat kejadian di rumah sakit.
"hmm, dan kamu tahu. karena paman sering melihat kamu meminum obat itu paman kira itu hanya obat vitamin. Tapi ketika paman bilang kepada dokter bahwa dokter yang selalu merawat kamu tidak pernah memberikan obat kepada kamu" ucap paman Tino
Alex pun kebingungan dan dia mempercayai apa yang di berikan oleh papa adiguna.
"dan ketika itu juga paman menyuruh salah satu anak buah mu untuk membawa obat yang sering kamu minum itu" ucap paman Tino kembali.
Paman Tino membenarkan duduk nya dan kembali menatap keponakannya itu.
"dan obat itu yang membuat sakit kepala kamu tidak bisa sembuh. dan sepertinya papa mu itu sedang membuat kamu menghilangkan barang bukti atau sesuatu yang bersangkutan dengan nya" ucap paman Tino
Alex menatap paman Tino mencerna ucapan dari paman nya itu.
"maksud dari paman. Alex hilang ingatan dan tidak bisa mengingat masa lalu Alex karena obat yang di kasih oleh papa?" tanya Alex.
Paman Tino mengangguk kan kepalanya.
"Iyah benar" ucapnya