Delisa dan Nicholas tumbuh bersama meski keduanya sudah menyadari tidak ada ikatan darah diantara mereka. Hal itu sangat terlihat jelas dari fisik mereka yang sangat berbeda. Nicholas Gilbert keturunan bule Inggris sementara Delisa anak yang dirawat oleh Soraya dan James.
Cinta akan menemukan jalannya sendiri, ketika Delisa sudah dijodohkan oleh orang tua yang merawatnya sedari kecil dengan Fredy, anak dari salah satu teman bisnis Jason. Begitu juga Nicholas yang sangat dicintai oleh Jessica, anak dari rekan bisnis James.
Keduanya mampu berkorban, bertahan dan tetap setia dengan perasaan mereka masing-masing walau jarak dan waktu telah memisahkan Delisa dan Nicholas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kuswara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Sempat Delisa menundukkan kepalanya, ingin mengakui pada Mommy Soraya. Tapi, lagi-lagi Delisa harus sadar diri. Siapa dirinya bagi keluarga Gilbert.
Delisa hanya orang beruntung yang dibesarkan oleh mereka karena keadaan yang serba kekurangan saat itu. Terlebih Mamanya sudah harus terlebih dulu mendahui mereka menghadap Tuhan.
Papanya hanya ada dalam pikirannya saja, Delisa tidak berani mencari tahu karena tidak ingin melanggar janjinya pada Daddy James.
"Itu hanya perasaan Mommy saja, mungkin karena kita sudah selalu bersama Mom jadi Nick seperti kehilangan teman atau sahabat baik." elak Delisa sambil tersenyum, membungkus kembali hatinya dengan persaudaraan mereka.
Mommy Soraya segera menghapus air matanya yang jatuh, semua perasaannya menjadi satu. Antara ingin yang terbaik untuk kedua anaknya atau mengikuti rencana Daddy James untuk kedua anaknya yang sudah disusun dari sekarang.
"Terkadang Mommy melihat tatapan mata Nick pada mu sangat berbeda, Mommy sangat risau dengan kalian berdua."
"Kami sudah besar Mom, jangan terus menghiraukan kami yang sudah besar. Aku dan Nick sama-sama ingin kebahagiaan Mommy dan Daddy. Kami tidak pernah ingin mengecewakan kalian berdua." Delisa berusaha menenangkan sang Mommy yang kembali menangis.
Malam ini Delisa melihat sisi lain dari Mommy Soraya, bukan seperti pimpinan sekaligus pemilik sebuah rumah sakit besar di Indonesia. Melainkan sebagai seorang Ibu pada umumnya yang sangat peduli dan sayang pada anak-anaknya.
.....
Tanpa terasa hari besar untuk penerus keluarga James Gilbert hanya tinggal menghitung jam saja, perayaan besar untuk Nick dan Jessica akan di gelar nanti malam di salah satu hotel milik Daddy Sam. Yang akan dilanjutkan di rumah Daddy James untuk beberapa colega besar pada keesokan harinya.
Jessica sangat sudah tidak sabar menanti malam pertunangan dirinya dan Nick. Walau tidak ada wanita yang secara terang-terangan mendekati Nick, tapi Jessica sangat tahu bahwa di luar sana ada begitu banyak wanita yang berlomba untuk merebutkan Nick. Nicholas Gilbert salah satu pria muda yang sangat tampan dan kaya yang menjadi buruan wanita-wanita cantik.
Hanya ada satu wanita yang ada di sekitar Nick yaitu Delisa dan mana mungkin akan menjadi penghalang hubungannya secara Delisa jauh dari katagori wanita cantik yang bisa menggoda Nick. Jadi Jessica tidak perlu merasa takut ataupun khawatir pada sosok Delisa. Malahan Jessica harus bisa mendekati Delisa untuk sang Daddy, karena Daddy Sam sudah memberitahukan isi hatinya pada dirinya.
"Daddy harus siap bersaing dengan para pria muda yang mungkin saat ini sedang mendekati Delisa," Jessica menyemangati sang Daddy yang sedang puber pada kedua pada wanita sebayanya.
"Kau benar sayang, semoga saja Daddy sanggup meyakinkan James supaya mau mempercayakan Delisa pada Daddy. Kau bantu juga bicara pada Soraya." Daddy Sam benar-benar sangat berusaha keras untuk mendapatkan Delisa.
"Iya, Dad. Semoga saja setelah pertunangan ini hubungan ku dan Nick lebih dekat lagi jadi aku juga bisa meminta bantuan Nick."
"Iya kau benar sayang, segeralah taklukkan Nick dengan kecantikan dan pesona seorang Jessica Winsler. Kau tunjukan kehebatan yang lainnya sayang, buat Nick supaya terjerat dengan putri Daddy yang cantik ini." ucap Da Daddy Sam yang diakhiri dengan sebuah tawa.
Jessica pun ikut tertawa bersama Daddy Sam, menanti hari itu tiba.