Halo semuanya, bertemu lagi dengan author cerryblosoom.
Untuk pembaca setia TERLAHIR KEMBALI UNTUK LEBIH MENCINTAIMU. Author kembali dengan season 2 kisah cinta yang manis antara Lily dan Alion.
Setelah melewati berbagai rintangan untuk akhirnya keduanya bersama. Saat ini mereka akan memulai babak baru. Dimana masa depan telah jauh berubah.
Kepercayaan adalah dasar utama dalam sebuah hubungan. Lalu bagaimana jika mulai timbul keretakan. Dari kebohongan kecil bisa merusak segalanya.
Lily yang memiliki rahasia kelahiran kembali. Lalu Alion yang menyembunyikan masa lalu kelam.
!!!!
Bagi pembaca yang baru bergabung, bisa membaca season 1 terlebih dahulu, untuk menghindari kebingungan. Terima kasih.
Selamat membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cerryblosoom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16 FIRASAT
Alion berdiri di dekat jendela kaca. Dia bisa melihat pemandangan dari lantai sepuluh dengan sangat jelas. Pemandangan yang indah, tapi sama sekali tak bisa memperbaiki perasaannya yang sangat buruk.
Dibelakangnya sendiri terlihat beberapa orang yang sibuk dengan dokumen-dokumen. Melihat aura boss yang sangat menakutkan. Bagaimana mereka berani mengendur dari pekerjaan. Bahkan untuk sekedar menghirup udara saja. Rasanya harus sangat pelan agar tak semakin menyinggung boss nya.
Sikap Alion memang berbeda, bahkan saat di Zero dia tak akan sekeras ini. Jujur saja jika tak melihat usia di ktp. Tak akan ada yang menyadari pemuda semuda ini memiliki wibawa seorang boss besar.
Saat hanya ada suara detik jam berganti. Tiba-tiba saja bunyi telepon berdering memenuhi ruangan.
"Siapa yang begitu berani menyalakan ponselnya sekeras ini," batin semua orang mengutuk. Memprovokasi pria di depan mereka, sama saja cari mati namanya.
Hampir saja semua orang jantungan. Karena berfikir ponsel mereka yang berdering. Tapi saat melihat boss mereka memegang ponselnya. Barulah mereka bisa bernafas lega.
Alion yang semula memiliki aura bermusuhan. Dengan cepat melembut, saat melihat siapa yang mengirimkan pesan. Senyum tipis terbentuk ketika jarinya dengan cepat menari di atas layar ponsel.
...Room Chat...
Lily
Apa Lio sudah bangun?
Lily
Ibu dan ayah baru saja kembali. Ibu berkata banyak yang telah menjaga Agas. Jadi mereka memutuskan untuk pulang.
Lily
Sepertinya Lio belum bangun yaa.
^^^Alion^^^
^^^Hmm, aku baru bangun.^^^
Lily
Ah, apa Lily mengganggu?
Alion tak langsung membalas, dia langsung bergerak untuk menelpon Lily.
"Kenapa malah tiba-tiba menelpon?"
Pendengaran semua orang yang cukup tajam. Ditambah Volume suara ponsel Alion yang sedikit kencang. Semua yang berada di kantor bisa mendengar suara seorang gadis dari seberang telepon.
Mendengar boss mereka tengah menelpon seorang gadis, tentu itu sangatlah mengejutkan bagi mereka. Karena selama ini mereka memang tak pernah melihat bos mereka bersama dengan gadis. Jangankan bersama gadis. Terhadap klien wanita saja, dia jaga jarak.
"Hallo, Lio...?"
"Hmm, kamu tak mengganggu. Aku memang sudah bangun dari tadi."
"Kalau hanya ingin bilang begitu, kan bisa lewat chat."
"Aku ingin mendengar suaramu."
"Ohh, begitu rupanya.... Memang Lio sudah merindukanku ya? Padahal kita kan baru berpisah sebentar. Hum,... tapi Lily juga merindukan Lio, sih."
"Benarkah?"
Sudut bibir Alion berkedut, jika tak ada orang di ruangan nya, sudah pasti senyumnya akan melebar.
"Sungguh! Lio harus percaya Lily."
"Baik-baik, aku percaya."
"Lily ayo cepat turun, makanan sudah siapp!!.... Tunggu sebentar Lily akan segera turun, buu,... Lio, ibu memanggilku turun untuk makan."
"Hmm, pergilah."
"Kalau begitu Lily tutup dulu. Lio juga jangan lupa makan."
"Yaa."
Alion kembali memasukkan ponselnya ke dalam sakunya, setelah memastikan telepon sudah tidak tersambung.
Tokk tokk tokk
"Masuk." Alion mengalihkan pandangan pada pintu yang tertutup.
Seorang wanita dengan setelan formal masuk. Baju yang ia kenakan tak seperti sekertaris lain, yang biasanya seksi dan terbuka. Malahan sangat tertutup dari pundak sampai kaki. Dia adalah Sandra sekretaris utama Alion. Sekaligus satu-satunya pekerja perempuan di perusahaan Alion.
Berhubung Rox adalah perusahan yang baru Alion bentuk. Memang masih belum banyak pekerja yang dia butuhkan. Tapi meski begitu jangan salah. Orang-orang yang bekerja disini semua ahli dalam bidangnya. Termasuk Sandra.
Dia merupakan lulusan terbaik dari universitas unggul di negara ini. Dengan nilai yang baik bisa saja dia diterima di perusahaan besar. Tapi dia malah bergabung ke perusahaan yang baru dimulai sebagai sekretaris biasa.
Sandra menutup pintu, lalu berjalan mendekat ke arah Alion. Setelah jarak mereka cukup dekat, Sandra mencondongkan kepalanya semakin mendekat.
"Boss, kapten polisi Luca meminta untuk bertemu," bisik Sandra pelan.
Mencium aroma parfum yang kuat, Alion mundur menjauh. Dia terlalu biasa dengan tubuh gadisnya yang memiliki aroma manis alami. Aroma parfum semacam ini mau tak mau membuatnya mual. Raut wajahnya masih datar seperti biasa, tak menunjukkan masalah apapun. Sikap lembut saat menelpon Lily menghilang seketika.
"Bawa ke ruang rapat," Nadanya masih sedingin biasanya.
Melihat boss nya menjauh, Sandra tak tersinggung. Memanglah ini sikap boss yang biasa. Lagipula dia memang hanya berniat untuk bekerja disini. Jadi tentu saja Sandra tak memikirkan apapun.
"Baik. Apa perlu saya bawakan camilan?"
"Hmm."
"Kalau begitu saya permisi, boss."
'Ceklek' pintu kembali tertutup. Tak lama setelah kepergian Sandra. Alion juga mengikuti dari belakang.
Kepergian Alion, malah membawa diskusi diantara bawahannya. Mereka bertanya-tanya siapa gadis yang dihubungi boss nya. Itu menjadi topik yang sangat menarik. Hingga mereka lupa dokumen ditangan mereka masih belum selesai.
****
"Jadi tak ada yang aneh dari kecelakaan itu?" dahi Alion mengkerut, seolah tak percaya dengan laporan di tangannya. Firasat Alion mengatakan ada sesuatu yang lain dari kecelakaan temannya. Itulah kenapa meski ada laporan nyata di depannya. Dia tetap belum sepenuhnya percaya.
Dan kapten Luca sangat memahami akan ketelitian Alion. Tapi laporannya memang mengatakan hal yang benar.
"Benar, semuanya murni karena kelalaian sopir truk. Aku juga sudah mengecek rekening miliknya dan keluarganya. Tak ada transfer uang dalam jumlah besar. Jadi tak mungkin ada tangan lain dibalik ini."
Alion terus membaca ulang dokumen di tangannya. Dia masih tak merasa yakin.
"Ini aneh. Apa yang dilakukan truk kosong di jalan itu.... Dilihat dari arahnya,... ini bukan arahnya pulang bukan."
"Sopir mengaku akan ke tempat temannya. Dan memang saat aku selidiki. Sopir itu sempat menghubungi setengah jam sebelum kecelakaan," kata kapten Luca memberikan informasi.
Untuk saat ini Alion memang tak bisa membantah lagi. Semua alibi sepertinya sangat tepat. Dia hanya akan menyimpannya nanti, untuk diselidiki lagi.
"Hmm, baiklah. Kalau begitu aku serahkan pada kapten untuk mengurus menurut hukum," kata Alion.
"Jangan khawatir, meski Agas masih di bawah umur dan diduga mengendarai motor dalam kecepatan tinggi. Dia dinyatakan korban dalam kecelakaan ini," balas Luca menenangkan.
Alion mengangguk mengerti, dia memang sudah menebak hasil nya akan seperti ini. Karena posisi truk lawan sepeda motor. Memang itu kelalaian sopir truk nya.
"Ngomong-ngomong perihal penculikan gadis bernama Lily itu. Bagaimana kamu akan menanganinya?"
"Sudah separuh selesai," jawab Alion tak menjelaskan banyak.
Kapten Luca juga tidak memaksa untuk mengetahuinya. Bagaimanapun juga Alion memang berhak membalaskan dendam kekasihnya. Mengingat seringkali hukum tumpul ke atas dan condong ke bawah. Luca rasa tak masalah sekali-sekali melanggar hukum. Selama itu bukan untuk berbuat jahat secara membabi buta.
"Kalau begitu katakan padaku jika kamu butuh bantuan apapun."
"Hmm, terima kasih kapten," balas Alion tak menolak.
raut wajah dan beberapa gerakan jika ada 🤣🤣🤣