Guanlin, Bad boy sekolah yang mencintai sahabatnya sendiri, sahabat wanita satu-satunya yang ia milki. gadis itu bernama Liyan, gadis cantik yang menyukai pria bernama Baejin, ia tidak pernah sadar dengan perasaan Guanlin padanya.
Akankah Liyan sadar dengan perasaan Guanlin? lalu bagaimana dengan kehidupan Guanlin yang dikelilingi banyak musuh?
akankah Liyan terseret dalam masalah yang Guanin dan bagaimana dengan Baejin?
apakah ia akan membalas perasaan Liyan? miliki dengan para musuhnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NihaOsh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16 SUKA?
Setelah dari uks, Guanlin langsung kembali ke kelasnya.
Guanlin terduduk, kemudian ia mengingat tentang semalam, ia ingat saat papanya menunjukan foto dirinya yang sedang berada di eldo. Dari mana papanya mendapatkan foto itu? Bahkan semua temannya tidak tahu rumah Guanlin atau pun tentang keluarga Guanlin. Liyan saja yang benar-benar sudah dekat dengannya belum pernah di ajak main kerumahnya.
Guanlin menoleh saat merasakan seseorang duduk disampingnya. Kemudian orang itu menyodorkan kotak makan kearahnya, Guanlin pun menerimanya, gadis itu Niha.
"Lo udah gak apa-apa?"
Guanlin mengerutkan dahinya "gue emang gak apa-apa"
"Gue tau lo sakit, gue pengen nyamperin lo, tapi ada Liyan" gumam Niha, wajahnya terlihat sendu.
Guanlin tak menyahut, ia malah memakan makanan pemberian Niha.
Keduanya tak ada yang bersuara, Niha sedang berkecamuk dengan fikirannya sendiri, ia cemburu melihat Guanlin yang sangat dekat dengan Liyan, ia ingin berada di posisi Liyan yang selalu mendapatkan senyuman Guanlin, bahkan tawaannya.
Niha tiba-tiba saja pergi tanpa mengatakan apapun, Guanlin sempat terheran, namun ia kembali melahap makanannya.
.
.
.
Niha sekarang tengah terduduk di kursi pinggiran lapangan bersama Liyan. Ya, Niha meminta Liyan menemuinya disini.
"Ada apa? Tumbenan lo ngajak ketemu begini" tanya Liyan.
"Gue cemburu liat lo sama Guanlin" gumam Niha, dan hal itu membuat Liyan terkejut.
"L-lo beneran suka sama Guanlin?"
"Ya. Gue suka sama dia. Gimana sama lo? Lo suka sama Guanlin?"
Liyan terlihat bimbang, ia bingung untuk menjawab apa, ia tidak menyukai Guanlin dalam artian cinta, tapi jika ia mengatakan tidak rasanya tidak rela jika Niha mengambil Guanlin dari dirinya. Katakanlah dirinya labil, ia tidak bisa menentukan perasaannya sendiri, padahal ia sering kali berucap bahwa dirinya menyukai Baejin, tapi jika sudah di hadapkan dengan seperti ini ia benar-benar bingung untuk berkata apa.
"Jadi, beneran lo suka sama Guanlin? Bukannya lo suka sama Baejin yah? Tapi gak mungkin lo suka sama dua orang sekaligus Li" ujar Niha.
"Gue, gue cuma nganggap Guanlin sebagai temen" gumam Liyan, dan hal itu membuat Niha tersenyum.
"Kalo gitu bantuin gue deket sama Guanlin, dan lo...emh jangan terlalu deket sama Guanlin"
Liyan tidak suka dengan perkataan Niha, seolah olah Niha lah yang mengatur pertemanannya dengan Guanlin.
"Gue tau lo marah, gue tau Li. Gue bisa ngerasain gimana rasanya lo harus gak deket-deket sama temen lo sendiri, tapi tolong bantu gue. Gue suka banget sama Guanlin" lanjut Niha.
"Lo barusan udah bilang, kalo lo cuma nganggap Guanlin sebagai temen, gue bakal percaya sama lo. Tolong jangan khianatin kepercayaan gue ke lo Li. Karena gue lagi berusaha dapetin Guanlin, semoga lo bisa bantu gue buat dapetin Guanlin juga" ujar Niha.
"Kalo gue bisa" gumam Liyan.
Niha tersenyum "makasih ya Li"
Liyan mengangguk kecil.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Liyan...."
Liyan tersenyum saat mendapati Guanlin yang sedang berjalan ke arahnya.
"Gue cari-cari, taunya udah disini. Ayo pulang!" Ajak Guanlin seraya merangkul Liyan.
"Gue pulang sama kak Arkan, tapi dianya gak tau kemana. Niha pulang sendiri tuh, ajakin pulang bareng gih" ujar Liyan seraya menunjuk Niha yang tengah duduk di dekat pos security seraya bermain ponsel.
"Gue maunya sama lo"
"Aelah, udah sono. Kasian si Niha kagak ada temen"
"Biarin aja sih, dia temennya banyak"
"Tau aja lo, merhatiin ya? Hahaha" liyan teetawa senang.
"Li, lo nyebelin banget sih. Bodo amat, pokoknya gue maunya pulang sama lo titik" ujar Guanlin seraya menarik Liyan yang masih dalam rangkulannya ke parkiran sekolah.
"Ahh sakit lin... Lepasin"
"Bilang iya dulu mau pulang sama gue"
"Ih gak mau..maunya sama kak Arkan"
"Harus mau sama gue"
"Guanlin lo cerewet ih....lepasin"
"Terus aja ngerengek, gak bakal gue lepasin sebelum lo bilang iya"
"Ah malesin ah...guanlin jangan gini ih, serius leher gue sakit"
"Bodo. Apa perlu gue kencengin?"
"Jangan!!- iya iya kita pulang bareng"
Guanlin pun melepaskan rangkulannya.
"Tapi boong... Hahhaa bye Guanlin" seru liyan seraya berlari menjauh dari Guanlin, dan Guanlin tampak mendengus lirih.
Ia pun pergi keparkiran sendiri untuk mengambil motornya. Sesudah mengambil motornya, Guanlin menghentikan motornya tepat di depan Niha.
"Bareng gak?" Tanya Guanlin.
Niha mendongak "b-bareng? Pulang bareng?"
Guanlin mengangguk kecil.
"Apa gak ngerepotin?"
"Gak mau juga gakpapa" gumam Guanlin.
"Eh gue mau, gue mau kok. Soalnya papa gak bisa jemput sekarang"
"Yauda naek"
Niha mengangguk, ia pun duduk di belakang Guanlin. Ini pertama kalinya Niha berada dalam satu motor bersama guanlin. Benar-benar dekat.
"Rumah lo di gunung putri kan?"
"Kok lo tau?"
"Gue sering liat lo disana"
"O-oh... Eumh kalo rumah lo dimana?"
"Citeureup"
"Kok? Rumah gue lebih jauh dari sekolah loh, dan rumah lo deket dari sekolah. Kenapa lo nganterin gue?" Tanya Niha, ia sedikit menahan senyum. Karena ia berfikir Guanlin mulai perhatian padanya.
"Disuruh Liyan"
Jawaban Guanlin mampu membuat Niha menarik senyumnya, ternyata bukan karena perhatian, tetapi Liyan yang menyuruh, dan Guanlin menurut saja saat Liyan yang menyuruh? Huhh... Bucin.
Beberapa menit mereka hanya diam, dan tak lama kemudian Guanlin menghentikan motornya di depan rumah Niha yang berada di pinggir jalan.
Niha turun dari motor Guanlin "makasih ya lin. Mau mampir dulu gak?"
"Kapan-kapan aja, gue pergi dulu"
"Iya hati-hati"
Niha tersenyum, tak di pungkiri hatinya merasa senang walaupun Guanlin hanya mengantarnya pulang.
.
.
.
.
Tbc
Aku mampir
Next yh
Feedback "sweet17" ditunggu
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉