"Kenapa hanya karna anak ini terlahir sebagai wanita sampai di buang begitu saja? kau ibu yang tak perasaan" teriak nya sambil mengutuk perbuatan seseorang wanita yang membuang bayi nya di pinggir sungai
Penasaran dengan cerita ini yuk mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua belas
"Lepaskan aku.... aku ini pangeran keempat, apa yang kalian lakukan? ayah... ibu... lihat dua prajurit bodoh ini, menarik tubuh ku" teriak Pangeran keempat. Raja Cao dan ke empat adiknya langsung tersadar, mereka melupakan para penghianat. Raja Cao melotot melihat kearah jendral muda milik nya.
"Lempar kan mereka ke penjara bawah tanah.... mereka akan di hukum besok pagi, setelah itu semua selesai. buang semua keluarga nya, ke tanah tak perhuni" ucap Raja Cao. semua keluarga Zhou melotot, mereka berteriak tidak terima karena di perlakukan seperti itu.
"Raja Cao.... kau jangan lupa dengan balas Budi mendiang ayah ku" teriak Menteri Zhou. Raja Cao langsung menatap tajam kearah lelaki paruh baya itu, Raja Cao pun berdiri dan berjalan mendekati Menteri Zhou.
BUG
BRAK
UHUK
"Suamiku.....Ayah..... kakek......" teriak nyonya tua Zhou. anak-anaknya dan para cucunya, mereka terkejut dan tak menyangka kalau Raja Cao akan melakukan sesuatu yang begitu tega pada Menteri Zhou. semua keluarga Zhou menatap Raja Cao dengan tatapan tak percaya, wajah Raja Cao begitu merah. dia sangat muak dengan tingkah laku menteri Zhou yang begitu percaya diri.
"Jaga batasan mu Tua Bangka.... aku tidak pernah berhutang Budi pada mu atau keluarga mu.... aku mau menikahi putri jalang mu itu, karena dia menekan ku... kalian merasa hidup kalian begitu aman? salah, kebusukan kalian belum terbongkar selama ini" ucap dingin Raja Cao. semua keluarga Zhou bergetar, Pangeran keempat pun terkejut. Raja Cao tak pernah berbicara begitu kasar pada keluarga ibunya, sekarang Raja Cao. sangat marah dan murka.
"A ayah..." gumam Pangeran keempat.Raja Cao menatap tajam kepada nya, Raja Cao menunjukkan pangeran keempat yang dia kira putranya. ternyata itu hanya anak haram dari wanita licik yang menjebak nya, Raja Cao mendekati Pangeran keempat.
PLAK
"Mulai hari ini Pangeran keempat... bukan lagi seorang pangeran, aku Raja Cao... menarik gelarnya, dan memberitahu kepada kalian semua! kalau pangeran keempat bukan putra Raja ini.... dia hanya putra dari wanita hina dan lelaki rendahan, nyonya Zhou Pertama sudah melakukan perzinahan dengan seorang laki-laki yang tidak memiliki tahta dan darah bangsawan di kerajaan Cao ini..... mulai saat ini Selir Zhou pun di hapus dari Harem Raja ini" teriak Raja Cao. dengan marah.
DEG
"Ti tidak..... ayah aku putra mu, aku putra keempat mu ayah. Jangan buang aku... aku minta maaf ayah tolong jangan buang aku ayah" teriak histeris pangeran keempat, semua tamu undangan saling tatap. keluarga Zhou pun menegang mereka tak menyangka kalau kehidupan mereka akan hancur di depan mata, mereka mencari keberadaan Selir Zhou. tanpa mereka sadari, dari mereka tiba pun, ternyata selir Zhou tak menampakkan wajah. Menteri Zhou yang tadi terlempar pun langsung berdiri dengan susah payah, dia menahan rasa sakit di tubuh nya. dia pun langsung mendekati Raja Cao.
"Tidak.... aku yakin anda salah paham yang mulia Raja Cao, mendiang ayah ku itu. teman baik mendiang kakek mu... Anda jangan percaya dengan hasutan orang lain, hamba yakin mereka sangat tidak terima dengan kekeluargaan yang kita jalani Yang Mulia" ucap Menteri Zhou. dia mencoba untuk menutup kesalahan yang sudah terbongkar, Raja Cao terkekeh kecil.
"Kau kira aku tidak mengetahui semua nya? kau salah Menteri Zhou, aku mengetahui semua nya...... kau akan terus membodohi ku lagi? seperti ayah mu yang pembunuh itu..... prajurit bawa semua keluarga Zhou.... aku tidak akan melepaskan mereka sedikit pun, aku menarik hukuman pengasingan di tanah kosong" teriak Raja Cao.
"Tidakkkk....... lepaskan aku... Yang mulia anda salah paham" teriak menteri Zhou yang di tarik paksa oleh dua prajurit. keluarga Zhou pun ikut memohon, pangeran keempat terus meronta-ronta. dia memohon kepada Nyonya Anhi Cao.
"Bibi.... tolong aku, aku ini keponakan mu... ayah telah terhasut bibi" teriak pangeran keempat. You you yang mendengar itu hanya memutar mata nya.
"Telhacut tatanya? telhacut gigi mu.....
BERSAMBUNG.....
bisikan tak kasat meta = Hantu atau Jin
kalau gitu, aku panggil Jin You aja 🤣
malah yg kena pamannya🤣🤣