Indonesia
NovelToon NovelToon
Hi My Lord

Hi My Lord

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Ibu susu / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Aku punya segalanya, kecuali izin untuk mencintaimu." — Arthur
______

"Hi, Mr. Lord! Aku bukan siapa-siapamu, tapi mulutku masih hafal cara memanggilmu." — Snow
_______

Benedictus Arthur Blackwood, pewaris tunggal kerajaan yang dingin dan tegas, terpaksa menikahi sahabatnya—Dixie Savea Lopez—akibat ancaman bunuh diri yang manipulatif.
Meski terikat pernikahan tanpa cinta dan tanpa sentuhan, takdir kembali mempermainkannya saat sang putra butuh asupan ibu susu.

Lima tahun berlalu sejak malam terlarang di Hampshire, wanita tanpa nama yang pergi meninggalkan Arthur tanpa patah kata kini hadir di hadapannya sebagai "Snow"—ibu susu yang dipillih oleh istrinya sendiri.

Di tengah intrik politik istana, kecurigaan Savea, dan rahasia masa lalu yang membakar, Arthur harus berjuang menahan diri dari Rasa kepemilikan mendalam pada Snow.

Sebuah kisah romansa terlarang tentang takdir, dominasi, dan rasa cinta yang terperangkap di balik dinding emas kehormatan kerajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#13

Matahari pagi menyusup dari celah tirai sutra tebal, menjatuhkan berkas cahaya yang menghantam kelopak mata Savea. Wanita itu mengerang pelan, terbangun dengan denyutan hebat di pelipisnya. Kepalanya terasa sangat berat, seolah-olah dipukuli dari dalam oleh kenangan dan kegagalan siasatnya semalam.

Savea meraba dahinya yang dingin, merutuki pikirannya sendiri yang tak kunjung menyisakan ruang tenang. Sepanjang malam, otaknya dipenuhi oleh keyakinan gila bahwa Benedictus Arthur Blackwood—pria yang menjadi pusat dunianya—bukanlah pria normal selama ini.

Semua memori masa lalu berputar di kepalanya bagai kaset rusak. Sejak usianya tiga belas tahun, Savea telah menaruh hati pada Arthur. Ia rela melakukan apa saja demi bisa diterima di lingkaran terdekat pria itu, menjadi sosok teman yang hangat dan bergabung bersama Arthur serta tiga sahabat kecil mereka: Aldrick, Matthias, dan Razeena.

Sejak usia belia itu, hidupnya dipenuhi oleh perjuangan gigih yang berakar dari obsesi gila untuk memiliki sang Pangeran Blackwood yang sempurna.

Hingga akhirnya, tiga tahun lalu ia resmi menyandang gelar sebagai istri Arthur. Namun, pernikahan itu hanyalah sangkar emas yang dingin. Arthur tak pernah menyentuhnya—bahkan satu kali pun.

Ingatan Savea melayang pada luka-luka yang ia ciptakan sendiri. Bayi mereka yang tiada dalam kandungan, percobaan berulang kali meracuni Arthur dengan zat kimia perangsang, hingga kecelakaan maut empat tahun lalu saat ia memanfaatkan posisi Arthur yang menabrak pelayan hingga tewas untuk dijadikan kartu AS paling mematikan. Semua kejahatan itu ia lakukan demi satu hal: cinta dan kepemilikan mutlak atas Arthur.

Guna mempertahankan posisi itu di hadapan keluarga inti kerajaan, Savea terus menenun siasat rahasia. Obsesi telah merusak nuraninya hingga ia tak lagi mengenali batas kewarasan.

Kesimpulan terakhir yang ia tarik kini hanya satu: untuk membuktikan bahwa suaminya seorang Impoten atau mungkin seorang gay, ia butuh perantara. Bukan lewat dirinya yang selalu ditolak, melainkan lewat Snow. Lagi pula, Snow hanyalah gadis miskin yang dicampakkan masa lalunya. Mana mungkin wanita serendah itu sanggup menolak pesona Arthur?

Setetes air mata frustrasi menetes membahasi pipinya yang pucat. Dengan jemari gemetar, Savea meraih laci meja samping tempat tidur, mengambil botol obat penenang, dan langsung menelan dua butir tablet tanpa air minum.

"Aku harus apa, Arthur?" bisik Savea lirih pada kehampaan kamar. "Jika jiwamu tidak bisa kumiliki... maka biarkan fisikmu saja yang kupenjara. Aku merelakan dirimu dengan siapa pun. Dan jika terbukti kau memang bukan pria normal... bukankah itu berarti kita akan selamanya bersama? Tidak akan ada wanita lain yang menginginkanmu. Hanya aku... hanya Savea Lopez yang mau menerimamu."

Mengabaikan rasa pusing yang tersisa, Savea berdiri dan melangkah keluar menuju kamar pribadi Arthur di ujung koridor. Namun, ruangan itu kosong. Ranjangnya tertata rapi tanpa cela.

Savea memanggil salah satu pelayan yang sedang menyapu koridor.

"Di mana Arthur?" tanya Savea dengan nada datar yang dingin.

Pelayan itu menunduk dalam-dalam. "Pangeran Arthur sedang berolahraga pagi di halaman terbuka Istana Sayap Barat, Nyonya."

"Sendiri?"

"Beliau... didampingi oleh Pengasuh Ava dan Ibu Susu Snow yang membawa Tuan Muda Ocean, Nyonya," jawab pelayan itu ragu-ragu.

brak!

Savea menghentakkan kakinya keras ke lantai marmar. Rasa cemburu gila mendadak meledak di dalam dadanya, menghancurkan seluruh benteng kontrol dirinya. Pengasuh rendahan dan ibu susu miskin itu... berani-beraninya membawa Ocean keluar saat Arthur sedang berolahraga!

Dalam benaknya, saat Arthur berolahraga dengan tubuh terpapar peluh, para pelayan rendahan pasti akan menatap fisik suaminya dengan pandangan gairah yang menjijikkan.

Dengan langkah lebar dan napas memburu, Savea berlari menuju halaman Sayap Barat.

Pemandangan di halaman rumput hijau itu bagaikan kiamat kecil baginya.

Di bawah pendar matahari pagi, Arthur berdiri tanpa seragam militernya—hanya mengenakan kaus ketat yang basah oleh peluh tipis.

Pria itu tampak sangat dekat dengan Snow. Bahkan, matanya menangkap momen di mana Arthur mengambil alih Ocean dari dekapan Snow, menggendong bayi dua bulan itu dengan gestur yang teramat lembut dan penuh kehangatan alami.

"ARTHUR!" jerit Savea histeris, suaranya melengking membelah keheningan pagi.

Ava, pengasuh yang berdiri tak jauh dari mereka, tersentak kaget hingga jantungnya serasa hampir melompat keluar. "N-Nyonya Savea..." gumamnya ketakutan sambil merapat mundur.

Savea melangkah mendekat bagai kesetanan, matanya menyala tajam. "Apa-apaan kalian semua di sini?! Siapa yang memberi kalian izin membawa putraku ke luar rumah pagi-pagi begini?!"

Snow tetap tenang, perlahan menundukkan kepala tanpa bersuara. Arthur menyipitkan mata, memeluk Ocean sedikit lebih erat di dadanya.

"Aku yang meminta mereka ke sini, Savea," ucap Arthur dengan suara dingin dan berat. "Hentikan teriakanmu. Kau membuat Ocean terkejut."

"Membuat Ocean terkejut?!" Savea terkekeh sumbang, air mata kemarahan menggenang di pelupuk matanya. Ia melangkah satu tapak lagi hingga berdiri sangat dekat di hadapan suaminya.

"Kau lebih memikirkan bayi ini daripada meladeni istri sahmu sendiri, Arthur? Kau bahkan tidak berada di kamarmu saat aku bangun!"

"Aku hanya berolahraga pagi. Jangan mulai membuat drama di depan para pelayan," balas Arthur datar, hendak memalingkan wajahnya.

Namun, gerakan kepala Arthur membuat kerah kausnya sedikit tersingkap di bawah paparan sinar matahari pagi. Tatapan mata Savea yang menyala mendadak terkunci rapat pada ceruk leher sebelah kiri suaminya.

Di kulit leher Arthur yang seputih porselen, tercetak dua tanda kemerahan pekat—ruam ciuman hangat yang masih sangat baru dan jelas bukan akibat gigitan serangga.

Darah di dalam tubuh Savea serasa berhenti mengalir. Dunianya runtuh dalam sekedip mata. Kegilaan di dalam dadanya seketika mendidih mendapati bukti keintiman fisik tersebut.

"Apa... apa yang ada di lehermu itu, Arthur?" bisik Savea dengan suara bergetar hebat, menunjuk leher suaminya dengan jari yang gemetaran.

Arthur reflek meraba lehernya sendiri, lalu menarik kerah kausnya ke atas dengan wajah tanpa ekspresi. "Bukan hal yang perlu kau pertanyakan."

"Bukan hal yang perlu kupertanyakan?!" jerit Savea, air matanya akhirnya menetes deras melintasi pipinya yang memerah. "Itu tanda ciuman! Siapa yang menyentuhmu, Arthur?! Siapa?!"

Savea menoleh tajam ke arah Snow dan Ava yang berdiri membisu di samping mereka.

Matanya Kembali membelalak penuh kebencian yang mematikan menatap Snow. "Kau... apakah wanita miskin ini yang menyentuhmu?!"

"Cukup, Savea!" bentak Arthur dengan nada rendah yang amat berbahaya, melangkah maju menutupi keberadaan Snow di belakang tubuh tegapnya. "Jaga mulutmu dan kembali ke kamarmu sekarang juga!"

"Kau membelanya?!" Savea tertawa histeris di tengah tangisnya, dadanya naik turun memburu. "Tiga tahun, Arthur... Tiga tahun aku mengemis sentuhanmu! Aku menunggumu setiap malam di ranjang yang dingin itu, menyalahkan diriku sendiri, berpikir bahwa kau tidak tertarik pada wanita... Tapi pagi ini..."

Savea menatap suaminya dengan pandangan hancur dan penuh obsesi yang kelam.

"Kau membiarkan wanita lain menandaimu seperti binatang... sementara aku bahkan tidak boleh menyentuh lehermu?" bisik Savea dengan suara tercekik, air matanya terus mengalir tanpa henti.

"Kau milikku, Arthur... Kau milikku sejak kita berusia tiga belas tahun! Jika kau bukan milikku, maka kau tidak boleh menjadi milik siapa pun!"

1
Astrid Kucrit
ocean minta adik tuhh 😂😂
Astrid Kucrit
menikah jugaaaa 👏👏
Rosdianah 🌷: yeayyy🥳
total 1 replies
Yusry Ajay
akhirnya snow menikah jg🤗🤗🤗
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Astrid Kucrit
keren raja
Astrid Kucrit
yukk nikah yukk
Astrid Kucrit
yeeaayyyyyyy akhirnyaaaaaa 👏👏
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Astrid Kucrit
di tunggu besok
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
ya kk lanjut besok ditunggu up nya kk Thor 🤗🤗🤗
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Ranita Rani
q kurang paham waktu mundur dlm crta ini,,,,
Ranita Rani
ocean umur brp sih
Rosdianah 🌷: Ocean umur dua bulan sebelumnya ya kak
total 1 replies
Astrid Kucrit
siap2 kaget tur arthur
Rosdianah 🌷: Gedubrak dia🤣
total 1 replies
Astrid Kucrit
jangan berpikir buruk dulu arthur
Astrid Kucrit
silahkan bermimpi savea
Leo
Bener2 cerita yg keren, selalu bikin penasaran
Rosdianah 🌷: ikutin terus cerita nya kak🤭
total 2 replies
Yusry Ajay
savea ga waras..🤔
Rosdianah 🌷: author silent 🤭🤣
total 1 replies
Leo
Bener2 gila nihh savea
Rosdianah 🌷: mau digetok 🤭
total 1 replies
Astrid Kucrit
jangan termakan bualan istrimu
Rosdianah 🌷: nah kasih tau 🤭
total 1 replies
Astrid Kucrit
tunggu tanggal mainnya wanita gila
Rosdianah 🌷: wkwkw🤭
total 1 replies
Hotmayanti Yanti
semoga ocean tidak jadi tumbal,kasian Thor 😭
Rosdianah 🌷: tenang kak🫶
total 1 replies
Leo
Ceritanya keren gak sabar nunggu lanjutnya
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!