Indonesia
NovelToon NovelToon
GADIS SANG PENYELAMAT ( APOCALYPSE )

GADIS SANG PENYELAMAT ( APOCALYPSE )

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sci-Fi / Zombie
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Seorang gadis cantik yang bernama Ruby Sterling sedang duduk termenung di atas sebuah jembatan.

Dia sangat putus asa, kemana lagi dirinya harus mencari biaya pengobatan untuk Neneknya yang sedang berjuang menahan rasa sakit.

Ruby hanya tinggal dengan Neneknya, dia tidak punya keluarga atau kerabat. Di mana lagi dia harus meminta bantuan?

Dia bekerja sebagai Karyawan di sebuah Supermarket dengan gaji yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Ruby sangat bersedih, saat dia ingin menyerah, seseorang datang menghampirinya dan memberinya sebuah buku Novel.

"Ketulusan! Kerja sama! Menolong! Adalah kunci untuk kembali!"

Ruby menatapnya dengan bingung, orang itu pergi begitu saja setelah mangatakan kalimat yang tidak dia mengerti.

Orang itu berbalik dan kembali berkata "Jika kamu berhasil, maka semuanya akan baik-baik saja!"

Ruby hanya diam mematung, Siapa dia? Apa maksud dari perkataannya? Apa yang akan baik-baik saja? Apa yang harus dia lakukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Suara Tangisan

Keesokan harinya, saat mereka sarapan bersama terdengar ketukan pintu gerbang. Seketika membuat mereka semua waspada, takutnya orang yang datang adalah para penyintas yang berniat jahat.

Jack meminta semua untuk diam dan tidak menimbulkan suara. Dia sendiri yang akan pergi mengeceknya Keluar.

Jack berjalan dengan pelan, dia tidak langsung membuka pintu gerbang, dia mengintip di lubang kecil.

Ternyata yang datang adalah Mohan dan keempat temannya. Jack membuka pintu dan langsung mempersilahkan mereka masuk.

Ruby menyambut mereka dengan ramah, dan mengajak untuk sarapan bersama. "Bagaimana kondisi di tempat kalian?"

"Haaahh..!" Mohan menghela nafas panjang sambil menggeleng. "Sama saja, di sana sudah sepi, entah mereka pergi ke mana!" jelasnya.

"Oh. Mungkin mereka pergi mengungsi di pangakalan terdekat!" Tebak Ruby.

"Ya. Kami juga bertemu beberapa orang dari pihak Militer, mereka mengajak kami untuk pergi ke pangakalan!"

"Lalu. Kenapa kalian tidak ikut? Bukankah di sana sangat aman! Ada banyak anggota militer yang menjaga pangkalan itu!" Dokter Wiliam bertanya dengan bingung.

"Benar! Kenapa kalian malah datang kemari?" Ruby juga penasaran. "Aku nggak bisa jamin kalian aman kalau ikut denganku!"

Mohan menatap teman-temannya satu persatu. Dia sudah meminta mereka untuk pergi ke pangakalan Militer, dan dirinya yang ikut Ruby, tapi keempat temannya tidak ingin berpisah.

"Kami sudah janji untuk datang!" Dia tidak ingin ingkar janji, Ruby sudah menyelamatkan mereka. "Kita bisa berjuang bersama!"

Ruby tersenyum kecil, dia memang tidak salah untuk mengajaknya bergabung ke Timnya. "Hm baiklah. Kalau begitu kita sarapan lalu mengantar ketiga anak ini pulang!"

Mohan dan yang lainnya mengangguk setuju. Sarapan pagi itu hanya sebuah roti dan susu hangat. Dia tidak lupa memperlihatkan barang-barang yang sempat mereka kumpulkan ditengah jalan.

***

Alamat rumah ketiga anak kecil itu berbeda-beda. Ruby mengantar yang rumahnya paling dekat terlebih dahulu.

Mohan mengusulkan untuk berpencar, dia dan keempat temannya akan mengantar satu orang agar cepat selesai.

"Baik. Tapi ingat, apapun yang terjadi, keselamatan kalian lebih utama!" kata Ruby sambil memberi mereka satu tas yang berisi beberapa makanan, obat-obatan dan juga pistol.

Mohan tampak sangat terkejut saat Ruby memberitahunya dengan berbisik. Dia jadi penasaran latar belakang keluarga Ruby, orang yang bisa dengan mudah mendapatkan pistol hanya kalangan atas.

Ruby juga mengatakan, jika tidak ada orang yang mereka temui, maka harus mengajak anak kecil itu kembali bersama.

Manda dan Dokter Wiliam tinggal di rumah bersama Tante Jen. Takutnya adalagi orang yang datang.

Ruby dan Jack membawa dua anak kecil. Gadis kecil itu bernama Misel dan Zoya, sepanjang jalan, keduanya hanya terus terdiam melihat banyak bangkai zombie.

"Katanya ada petugas yang akan membersihkan bangkai zombie! Tapi lihatlah, bangkai zombie nya sudah menumpuk!" gerutu jack dengan kesal.

"Hmm.. Siapa juga yang sudi mengambil tugas seperti itu! Kecuali mereka terpaksa!" balas Ruby yang memang dari awal tidak percaya dengan omongan polisi sebelumnya.

Grrr-Khhh....

Grrr-Khhh....

Obrolan mereka terhenti saat melihat beberapa zombie berada tidak jauh dari mereka. Zombie-zombie itu terlihat sedang mengerumuni sesuatu.

Crasss...

Crasss....

Mata Ruby membulat, isi dalam perutnya bergejolak. Ini pertama kalinya dia melihat Zombie makan tubuh manusia.

"Tutup mata kalian!" pinta Jack yang juga sudah tidak tahan dengan rasa mualnya.

Jack membuka penutup mulutnya dan akhirnya mengeluarkan semua sarapan yang belum lama masuk.

Weeekkk.. Uweeekkk...

Ruby tetap berdiri menatap sekitar, mereka tidak boleh lengah sedikitpun. "Kak Jack minumlah! Kita harus pergi dari sini!"

Jack bisa tahan dengan bau busuk dari bangkai zombie. Tapi yang membuatnya mual adalah organ tubuh Manusi yang digerogoti oleh zombie.

Setelah minum dan merasa baikan, mereka segera cari jalan yang lain, karena tempat itu tidak akan lama lagi di kepung oleh segerombolan zombie karena bau darah manusia yang mereka mangsa.

"Misel. Apa kamu tau jalan menuju rumahmu?" tanya Ruby dengan pelan.

Misel tidak langsung menjawab, dia melihat sekitar untuk mengingat di mana mereka sekarang. "Kak, kita sekarang di jalan apa?"

"Jalan Biru!" Ruby hanya melihat jalan yang tertera di beberapa spanduk di toko-toko.

"Oh. Kalau begitu lewat sana!" tunjuknya. "Kita harus melewati sebuah jembatan.

Dari ingatan pemilik tubuh, dia langsung tahu jembatan mana yang Misel maksud. Mereka bertiga pergi menjauh dari tempat tersebut.

Mereka sesekali bertemu dengan para penyintas sedang melawan zombie. Tapi Ruby tidak punya waktu untuk membantu, dia harus mengurus anak kecil itu lebih dulu.

Saat tiba di jembatan, ada banyak mobil terparkir liar. Dan beberapa zombie berkeliaran.

Saat mereka tiba di tengah-tengah jembatan, terlihat zombie-zombie itu sedang mengerumuni satu mobil, mereka terlihat berusaha untuk masuk.

"Mungkin ada sesuatu di dalam mobil yang menarik perhatian mereka!" kata Jack dengan waspada.

"Itu suara tangisan! Kak Jack, ada balita di dalam mobil!" Ruby sangat yakin dengan pendengarannya.

"Apa kita harus membantunya?" Tanya Jack.

Ruby melihat jumlah zombie tidak terlalu banyak akhirnya setuju untuk membantu. Sebelum itu, dia memasukkan Misel dan Zoya ke dalam sebuah mobil yang masih memiliki kunci.

"Jangan bergerak atau bersuara sedikitpun!" Ruby memperingati mereka sebelum dia pergi.

Kedua anak itu hanya bisa mengangguk dengan patuh. Mereka duduk sambil meringkuk, tidak berani melihat keluar.

Grrr-Khhh....

Grrr-Khhh....

Ruby mengeluarkan pedangnya dan mulai membasmi para zombie dari arah belakang. Adanya kegaduhan, membangunkan para zombie dari berbagai tempat.

Clas...

Jleb....

krek....

krak....

Ruby mengayunkan pedangnya dengan lincah. Satu kali tebasan bisa membunuh tiga zombie sekaligus.

Slaasssh....

Bleeerrr.....

Darah berbau busuk dan angin berhembus kencang, menggoyangkan ujung jubah yang dipakai Ruby.

Grrr-Khhh....

Ruby mengencangkan pegangan pada gagang pedangnya. Saat zombi terdepan merentangkan tangan keriput, dia melangkah maju.

Gerakannya bukan seperti orang yang takut lagi, melainkan seperti orang yang sudah hafal jalan kematian.

Grrr-Khhh....

Dia menunduk saat gigi tajam mencoba menggigit bahunya, lalu dengan satu ayunan kuat, pedangnya membelok leher makhluk itu. Suara serak terdengar, tubuh itu jatuh terguling ke samping tanpa nyawa lagi.

Satu per satu mereka mendekat, menumpuk di depannya seperti gelombang kotor. Ruby berputar, menebas kaki yang melangkah, memukul rahang yang menganga, memecahkan tengkorak yang mencoba mendekat.

Setiap kali satu jatuh, dua lagi datang menggantikannya, namun ia tidak pernah mundur selangkah pun.

"KAK JACK DI BELAKANG...!" Ruby berteriak memperingati Jack.

Keringat membasahi dahinya, napasnya mulai terengah, lengan kanannya terasa perih karena terus-menerus mengayun pedang.

Darah busuk memercik ke wajah dan pakaiannya, lengket dan menyengat. Satu per satu, puluhan tubuh itu akhirnya tergeletak diam di atas permukaan jembatan.

Suara erangan dan langkah berat perlahan lenyap, hanya menyisakan suara angin yang kembali berhembus tenang, dan bunyi pedang yang tergenggam lemah di tangan Ruby.

Ia berdiri tegak di tengah tumpukan mayat, napasnya masih terengah, matanya menatap tajam ke arah ujung jembatan yang sepi. Tidak ada lagi yang bergerak. Tidak ada lagi ancaman yang bisa lewat.

Dengan perlahan, ia mengusap darah di pipinya, lalu menoleh ke belakang kerah belakang.

"Kak Jack! Kamu baik-baik saja kan?" Ruby bertanya saat melihat Jack tepar di atas tumpukan mayat.

Jack hanya mengangkat jempolnya sebagai jawaban, jika dirinya baik-baik saja. Bayangkan, hampir Seratus zombie yang mereka bunuh.

Tok Tok Tok.....

"Kalian keluarlah..!"

.

.

.

.

.

1
Dandelion
ohhh Tuhan...di gantung lagi sama ka othor nya...
Dandelion
next ka
Dandelion
berasa kurang banyak bacanya...😁
next ka...
Dandelion
seru2 semoga orang2 yg di tolong oleh tim ruby di bawa keperkebunan milik ruby...
next ka...
Dandelion
next ka
Dandelion
lanjut kq
Dandelion
next ka
Dandelion
double up dong ka...
Dandelion
lanjut ka
Dandelion
next ka
Dandelion
hmmmm...nggak berasa bacanya...berasa kurang trs 😁
next ka
Dandelion
double up dong ka...
Dandelion
makin seru dan menegangkan ceritanya
next ka
Dandelion
lanjut ka...
Dandelion
next ka
Dandelion
seru...seru...seru...
next ka
Dandelion
bener2 menegangkan ceritanya 😁
next ka..
Dandelion
knp novel ka othor yg ini bikin menegangkan...serasa ikut terbawa suasana mengerikan 😁
lebih seram dr cerita horror...next ka...
Fii: makasih kk🙏 jangan lupa ajak teman2nya mampir kk 😊
total 1 replies
Dandelion
ceritanya bikin dag dig dug ...serasa ikut jd spt ruby..😁
next ka
Dandelion
wahhh jd ikut deg2an 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!