Indonesia
NovelToon NovelToon
KAKAK TIRIKU JODOHKU

KAKAK TIRIKU JODOHKU

Status: tamat
Genre:Teen / Action / Romantis / Tamat
Popularitas:718.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Lusica Jung 2

Aster Jung adalah gadis cantik dan satu-satunya putri dalam keluarga Jung. Aster memiliki teman masa kecil bernama Zian Rey. Awalnya semua baik-baik saja tapi persahabatan mereka perlahan merenggang saat keduanya beranjak remaja hingga Rey dan Aster menjadi musuh bebuyutan.

"Zian Rey, aku tidak akan pernah kalah darimu. Akan ku buktikan pada dunia jika aku lebih baik darimu."

Banyak yang menyayangkan renggangnya persahabatan mereka termasuk keluarga besar Rey dan Aster. Mereka ingin mereka bisa bersatu. Hingga sebuah keputusan besar pun diambil, Aster dan Rey menjadi saudara tiri.

Dan seiring berjalannya waktu benih-benih cinta tumbuh di hati mereka berdua. Rey dan Aster saling mencintai namun sama-sama tidak ada yang menyadari perasaan masing-masing. Dan Rey baru menyadari betapa besar arti kehadiran Aster setelah wanita itu pergi dari hidupnya.

Enam tahun kemudian Aster kembali dengan seorang gadis kecil bernama Hanyeon.

"Sebenarnya dia adalah Putri kandungmu. Benih yang malam itu kau tanam di dalam rahimku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 "Ciuman Tiba-Tiba"

Lia menatap pantulan dirinya di cermin. Keadaannya benar-benar berantakan, V dan Felix tidak hanya mengganggunya tapi juga nyaris membuat buta mata kanannya. Tampak sebuah perban menutup mata kanan Lia yang mengalami cidera karna ulah V dan Felix yang terlewat bar-bar. Rambut sebahunya terpaksa harus di potong super pendek karna permen karet yang nyangkut pada rambutnya.

Beberapa memar juga tampak pada wajahnya, Lia terjatuh saat berusaha membalas mereka berdua. Wajahnya membentur lantai sementara mata kanannya berbenturan dengan ujung meja. Sudah dua hari Lia tidak masuk kuliah karna hal tersebut.

"Kau ingin balas dendam?" Lia menoleh dan menatap datar pada sosok pria yang berjalan menghampirinya. Memar terlihat jelas pada wajahnya, bahkan dia berjalan dengan bantuan tongkat.

"Ya, aku ingin balas dendam pada mereka terutama mantan kekasihmu itu. Karna dia keadaanku menjadi seburuk ini, dan aku tidak terima karna, Rey, begitu membelanya." Tutur Lia berapi-api. Hoya mendaratkan pantatnya pada sofa di ruangan tersebut.

"Kau sudah memiliki rencana?" Tanyanya memastikan. Lia menyeringai tajam.

"Tentu saja, bahkan aku sudah menyiapkan sebuah akuarium raksasa untuk menenggelamkannya. Yang perlu kita lakukan sekarang hanyalah menyewa orang untuk menculiknya dan selanjutnya serahkan padaku." Ujar Lia dengan seringai yang sama.

"Lakukan sesuai keinginanmu. Aku mendukungmu sepenuhnya." Seringai Lia semakin tajam dan mengerikan, dengan dukungan dan bantuan Hoya maka semakin mudah dia melancarkan rencananya untuk menyingkirkan Jessica.

Lia tidak akan melepaskan Aster lagi kali ini, dia tidak akan kalah dari gadis itu untuk yang kesekian kalinya. Dan dia akan menghalalkan segala cara untuk menyingkirkan Aster.

Sementara itu, dua pemuda terlihat membekab mulutnya setelah mendengar percakapan antara Lia dan Hoya. Jimin dan Ren menyelinap masuk ke dalam apartemen wanita itu dan meletakkan beberapa camera di sana, V dan Felix tidak ingin kehilangan info apapun tentang wanita itu dan mereka yakin bila Lia masih akan terus merencanakan hal busuk untuk Aster.

"Hyung, tunggu apa lagi. Kita harus memberi tau, Rey, Hyung mengenai rencana busuk penyihir itu supaya dia bisa lebih menjaga, Aster, Nunna." Ucap Ren yang sefikiran dengan Jimin

Jimin mengangguk kemudian mencari kontak nomor Rey lalu mengirimkan video tersebut padanya. Video terkirim dan Jimin yakin jika Rey tidak akan tinggal diam setelah dia melihat video tersebut. "Hyung, aku lapar." Renggek Ren sambil memegangi perutnya. Jimin mendengus geli

"Dasar perut karet. Ya sudah kaja keluar dan beli malanan." Ren tersenyum lebar "Oke."

🌹🌹🌹

Ting..!!

Rey yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung disambut dengan dentingan pada ponselnya yang menandakan satu oesan masuk. Meletakkan handuk kecil yang dia gunakan untuk menggeringkan rambutnya ke atas tempat tidur. Kemudian Rey mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja. Matanya memicing. "Jimin, tumben bocah itu mengirim pesan. Tidak biasanya." Kemudian Rey membuka video tersebut.

Rahang Rey mengeras setelah melihat isi dalam video tersebut dan menggeram pelan. "Mereka berdua benar-benar sudah bosan hidup rupanya." Geram Rey dengan suara rendah tapi terdengar berbahaya.

Tokk..!! Tokk..!! Tokk..!!

"Rey, kau sudah tidur?" Teriak Aster dari luar kamar Rey.

"Masuklah, pintunya tidak di kunci." Setelah mendapatkan ijin dari sang empunya kamar. Aster segera membuka pintu didepannya lalu masuk ke dalam. Terlihat Rey yang berdiri dan hanya menatapnya datar.

Aster menghampiri Rey dengan wajah memelas. "Apa lagi?" Tanya Rey datar.

"Laper, temani aku keluar membeli makan." Renggek Aster sambil berpupil eyes.

"Iya tapi tidak usah memasang muka menggelikan seperti itu." Rey menggetuk kening Aster dengan telunjuknya

"Menyebalkan, inikan jurus ampuhku untuk membujukmu." Dumal Aster sambil mencerutkan bibirnya. Rey terkekeh geli, dengan gemas ia mencubil pipi Aster dan membuat gadis itu memekik. "Aduh ... Rey, sakit." Jerit Aster sambil mengusap pipinya yang dicubit oleh Rey.

Blussshh..!

Pipi Aster tiba-tiba memerah dan memanas karna cubitan Rey di tambah dengan senyum manisnya yang langkah. Rey menyambar jaket kulitnya kemudian memakainya sebagai luaran kaos tanpa lengannya.

Rey mengendarai mobil sportnya dengan kecepatan sedang, dia tidak ingin membuat histeris penumpang disampingnya apalagi sampai mengeluarkan berbagai sumpah serapanya.

Jalanan kota Seoul saat malam hari memang sangat berbeda dengan ketika siang hari. Lampu-lampu kota telah dinyalakan untuk menerangi kota dan membuatnya lebih hidup. Sesekali Rey menggulirkan pandangannya pada gadis yang duduk disampingnya, wajahnya terlihat berseri-seri. Aster sangat takjub dengan pemandangan kota Seoul saat malam hari.

"Rey, lihatlah di sana. Sepertinya akan ada festifal malam ini?" ucap Aster melihat lautan manusia yang berjajar di tepi sungai Han.

"Kau ingin ke sana?" Tawar Rey. Aster mengangguk antusias.

Rey menepikan mobilnya tak jauh dari lokasi. Keduanya berjalan beriringan menuju keramaian. Tak ingin terlewat moment yang indah itu. Aster menarik lengan Rey dan membawanya ke depan agar dia bisa lebih leluasa melihat ketika kembang api diluncurkan.

Riuh kembang api turut memeriahkan Festival musim panas tahun ini. Suara para manusia yang berbincang dan berdecak kagum oleh indahnya warna-warni kembang api yang menghiasi langit Seoul malam ini. Setiap orang yang berada di sana menikmati festival termasuk Aster dan Rey. Aster begitu antusias, kedua iris hazelnya berbinar melihat warna-warni yang membingkai langit.

"Rey, look." seru Aster sambi menunjuk langit malam yang dihiasi warna-warnai kembang api. "Bukankah sangat indah?" lanjutnya tanpa menatap lawan bicaranya. "Kau tau, saat masih kecil dulu aku selalu ingin pergi melihat Festival musim panas bersamamu. Tapi Ibu dan ayah tidak pernah mengijinkannya, mereka takut jika kita akan hilang ditengah keramaian.

Dan saat itu aku berfikir jika hal tersebut tak adil bagiku. Tapi aku tidak perlu merasa sedih lagi karna malam ini aku bisa berdiri bersamamu di sini. Dan tentu ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan." ujar Aster panjang lebar.

Rey terpaku melihat senyum lembut yang tersungging disudut bibir Aster. Bibirnya sedikit terbuka seolah memanggil Rey untuk segera melahapnya. Dan entah dorongan dari mana tiba-tiba Rey menarik lengan Aster kemudian menelusupkan jari-jarinya diantara helaian panjangnya, menekan tengkuknya dan selanjutnya Aster merasakan sebuah benda lunak dan basah menyapu permukaan bibirnya disusul lum*tan-lum*tan kecil pada bibir atas dan bawahnya.

Kedua mata Aster membulat sempurna, terkejut dan tidak percaya karna Rey mencium tepat dibibirnya. Antara percaya dan tidak percaya, semua terjadi begitu saja. Ingin mempercayainya tapi yang terjadi seperti mimpi, ingin menganggap mimpi tapi yang terjadi benar-benar nyata.

Aster menutup matanya dan berseru dalam hati. 'Ya Tuhan, cabut saja nyawaku detik ini juga.' Jeritnya membatin. Meskipun Rey menciumnya di tengah keramaian, tapi tak ada satu orang pun yang peduli dan menghiraukannya karna semua orang sibuk dengan kemeriahan Festival yang ada.

Dan Rey segera mengakhiri tautan bibirnya ketika dia menyadari kesalahannya tersebut. "Aster, aku." ucapnya tertahan. "Re-Rey, tiba-tiba aku merasa haus dan ... hiks. A-aku pergi membeli minum dulu ne." Wajah Aster memerah padam bahkan penyakit cegukannya sampai kambuh.

Tak ingin terlihat semakin konyol, buru-buru Aster meninggalkan Rey begitu saja. Aster menghentikan langkahnya di bawah sebuah pohon sakura, salah satu tangannya mencengkram dadanya yang berdegup sangat kencang. Hampir saja jantungnya melompat keluar karna hal tak terduga yang Rey lakukan.

Rey tiba-tiba menciumnya, parahnya lagi ciuman itu tepat pada bibir ranumnya. Namun di sisi lain jiwa batinnya berteriak tak karuan "Ya, Tuhan, debaran apa ini sebenarnya?"

.

.

.

BERSAMBUNG.

."

1
Rohimatul Amanah
Luar biasa
EndRu
ada Luhan dan Jessika di sini .. hemmm
EndRu
Aster kok bermarga Xi
Dan typo lain . ada Jian juga. haduh
EndRu
Tiba tiba ada Jia. Jesica
typo Thor 🙏
EndRu
visual Rry pakai eyepact seperti apa ya
EndRu
Drakor nya keren banget
EndRu
sering banget typo Jessika.. terus siapa lagi.itu
EndRu
Rey kayak Ketua mafia ya
EndRu
dijadikan berkedel mereka nanti. beraninya mengusik Rey
EndRu
misal pakai pengawal mungkin lebih aman Rey
EndRu
mbayangin cantik dan nggemesinjya Hanyeon
EndRu
perjuangan Aster luar biasa.
Rey akan selalu merasa bersalah mengingat beratnya perjuangan Aster. berbahagialah sekarang
EndRu
haru begini...
rengekan sang putri akhirnya membuat Naluri seorang Ibu luluh..
keputusan yang tepat Aster.
putrimu berhak tahu siapa ayahnya
EndRu
Nyesek yak
EndRu
mewek aku Kak 😭😭😭
EndRu
baru NGEH..
Choa ternyata laki laki
Ellnara: Choa itu cewek kakak
total 1 replies
EndRu
ini kayaknya nih sengaja deh. ditinggal berdua di rumah biar akur gitu..
EndRu
aria6 mana tahu klo kamu sebenarnya memendam rasa kepada adik tiri mu sendiri Rey
EndRu
Rey ga ambil fotonya Aster nih. kan cakep tuh
EndRu
ini di negeri mana ya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!