Indonesia
NovelToon NovelToon
Serving The Ruthless Boss

Serving The Ruthless Boss

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Fantasi
Popularitas:363
Nilai: 5
Nama Author: seasoulune

Alesia Fiore mengira hidupnya di Korea Selatan sudah berada di titik paling damai. Demi memperbaiki ekonomi keluarga yang ironisnya hanya peduli pada uang kirimannya Alesia rela bekerja keras bagai kuda selama satu tahun sebagai admin pemasaran di Aetheris Games. Biarpun sering lembur, ia bahagia karena memiliki lingkungan kerja yang sehat dan sahabat-sahabat yang suportif.

Namun, kedamaian itu hancur berantakan saat takdir membawa Dante Luca Alessio masuk ke hidupnya.

Dimulailah hari-hari penuh kesialan, kejengkelan, dan kesalahpahaman kocak bagi Alesia yang harus melayani segala tuntutan ajaib dari bos barunya yang ruthless. Sanggupkah Alesia bertahan demi pundi-pundi won, atau justru benci di antara mereka berubah menjadi benih-benih cinta yang tak terduga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seasoulune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27

Malam semakin larut saat Rey memutuskan untuk keluar dari apartemennya. Pikiran tentang masa lalu dan foto lama orang tuanya masih menyisakan sesak di dada.

Dengan jaket kasual yang membalut tubuh tegapnya, ia berjalan menyusuri trotoar kawasan Hongdae yang masih menyisakan gemerlap malam, berharap embusan angin musim gugur bisa sedikit mengusir kesedihannya.

Namun, lamunan Rey seketika buyar saat sepasang langkah kaki yang kacau bergerak mendekat dari arah depan.

Seorang gadis berambut panjang tampak berjalan dengan tubuh yang limbung sempurna, sementara seorang gadis lain di sebelahnya kepayahan memegangi pundaknya agar tidak ambruk ke aspal.

Bruk!

Karena langkah yang tidak sinkron, gadis yang memapah itu tidak sengaja menyenggol lengan Rey dengan cukup keras hingga tubuh mereka sedikit terguncang.

"Eh... maaf!" ucap gadis itu terburu-buru, suaranya terdengar sangat panik dan penuh rasa bersalah.

Gadis itu mendongak untuk memastikan kondisi orang yang baru saja ditabraknya. Begitu sepasang matanya menangkap siluet wajah rupawan dengan garis rahang tegas yang sangat familier, ia langsung terperangah. Pria itu adalah asisten pribadi CEO mereka.

"Maaf, Pak Rey!" ucap Hana dengan mata membelalak kaget, buru-buru membungkukkan badannya sekilas sembari tetap menahan tubuh temannya yang mulai merosot.

Rey sempat tertegun, namun senyuman ramah andalannya langsung terukir di wajahnya.

"Iya, tidak apa-apa. Ini... teman kamu kenapa?" tanya Rey, melirik ke arah gadis yang kepalanya sudah terkulai lemas di pundak Hana.

Gadis itu tidak lain adalah Min-ji. Wajahnya sudah merah padam dengan mata terpejam rapat, sesekali meracaukan kata-kata tidak jelas akibat pengaruh alkohol.

Hana mengembuskan napas pendek dengan wajah pasrah.

"Sedikit mabuk, Pak. Tadi kami bertiga dengan Fiore sempat merayakan bonus, tapi Fiore pulang duluan karena kakinya masih sakit. Ternyata anak ini malah nambah minum sendiri sampai sekacau ini."

Melihat kepayahan Hana yang bertubuh mungil harus memapah Min-ji yang terkulai seperti karung beras, Rey merasa tidak tega. Kesedihan yang menggelayuti hatinya sejak tadi mendadak berganti dengan rasa iba yang menggelikan.

"Mau saya antar?" tawar Rey dengan nada suara yang melembut.

Hana menatap Rey dengan binar harapan di matanya, namun ia buru-buru menahannya karena merasa sungkan.

"Eh? Emangnya gak merepotkan Bapak? Ini sudah malam sekali."

"Sama sekali tidak merepotkan," sahut Rey.

"Kebetulan saya parkir tidak jauh dari sini. Saya ambil mobil dulu, ya. Kalian tunggu di depan lobi gedung itu saja agar tidak kedinginan."

"Iya, Pak. Terima kasih banyak," ucap Hana tulus.

Begitu Rey berbalik pergi untuk mengambil mobilnya, Hana langsung menatap Min-ji dengan gemas, mencubit pelan pipi temannya yang sudah mati rasa itu.

"Aduh, Min-ji! Kamu merepotkan banget sih! Segala pakai mabuk berat begini, mana yang nolongin malah asisten bos lagi!"

Tak lama kemudian, sebuah mobil sedan perak milik Rey berhenti tepat di depan mereka. Rey turun dari kursi kemudi dengan cekatan, lalu membuka pintu penumpang belakang.

Dengan sigap, pria itu membantu Hana mengangkat dan memasukkan tubuh Min-ji yang sudah lemas ke dalam mobil, memastikan kepalanya bersandar dengan aman di kursi.

Setelah Hana ikut masuk dan duduk di kursi depan samping kemudi, mobil pun perlahan melaju membelah jalanan malam.

Suasana di dalam mobil awalnya cukup tenang, hingga tiba-tiba Min-ji yang duduk di belakang mulai bergerak gelisah. Ia menggerakkan tangannya ke leher, menarik-narik kerah blusnya dengan kasar.

"Hana-ya... panas banget... gerah!" racau Min-ji dengan suara serak, bersiap untuk membuka kancing bajunya di kursi belakang.

Hana yang melihat hal itu melalui kaca spion dalam langsung panik setengah mati. Ia membalikkan badannya ke belakang, menahan tangan Min-ji dengan heboh.

"Eh! Jangan buka baju di sini, Min-ji! Astaga, sadar kamu!" Hana kemudian menoleh ke arah Rey dengan wajah yang sudah merah padam karena malu.

"Maaf ya, Pak Rey... dia kalau sudah mabuk memang suka lepas kendali."

Rey melirik dari sudut matanya, lalu menyunggingkan sebuah senyuman smirk tipis yang sangat menawan namun sarat akan rasa geli.

"Iya, tidak apa-apa. Anggap saja saya tidak melihat."

bersambung.....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!