Indonesia
NovelToon NovelToon
Balas Dendam Sang Mawar Hitam

Balas Dendam Sang Mawar Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Bertahun-tahun setelah sebuah pembantaian menghapus keluarga Black Rose dari dunia mafia, Elena kembali dengan identitas sebagai seorang pelayan.

Tidak seorang pun tahu siapa dirinya atau alasan sebenarnya ia memasuki keluarga Bianchi.

Namun, putra pertama keluarga Bianchi, Leon mulai mencurigai wanita itu. Kebiasaan aneh dan tato yang wanita itu miliki, membangkitkan potongan ingatan dari masa lalu yang tidak pernah bisa ia pahami.

Sampai sebuah kesalahpahaman memaksa mereka untuk menikah.

Leon melihat kesempatan untuk mengawasi Elena lebih dekat. Sementara Elena menerima pernikahan itu demi satu tujuan yaitu membalas dendam.

Dua orang dengan tujuan tersembunyi terikat dalam satu pernikahan.

Dan, tanpa mereka sadari, pernikahan itu akan membuka rahasia yang menghubungkan masa lalu mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Target Sebenarnya

Para bodyguard segera membentuk lingkaran perlindungan di sekitar Elena dan Maria. Senjata mereka terangkat, sementara mata terus menyapu setiap sudut area parkir, mencari keberadaan musuh yang tidak terlihat.

Elena juga merunduk di balik perlindungan mereka. Namun, ia tidak hanya diam menunggu. Ekor matanya terus bergerak, mengamati gedung-gedung di sekitar pusat perbelanjaan, mencari tempat di mana mereka bersembunyi?

Tembakan sebelumnya terdengar begitu akurat. Dan, itu bukan tembakan sembarangan.

Elena mengangkat pandangan sedikit. Gedung di seberang area parkir menarik perhatiannya.

Di salah satu lantai atas, sesuatu tampak memantulkan cahaya.

Elena menyipitkan mata.

Pantulan itu hanya muncul sesaat, tetapi cukup untuk membuatnya memahami situasinya.

"Sial! Penembak jitu," batin Elena. Ia mengepalkan tangannya. "Kalau begini, bagaimana kami bisa keluar dari sini?"

Tiba-tiba, tembakan kembali terdengar.

DOR!

Salah seorang bodyguard yang berdiri di sisi luar barikade tiba-tiba terhuyung sebelum jatuh ke tanah. Darah segera mengalir dari tubuhnya.

"Aaaa!" Maria menjerit ketakutan.

Belum sempat para bodyguard bereaksi, suara tembakan kedua kembali memecah udara, di susul tembakan ketiga.

DOR! DOR!

Dua bodyguard lainnya jatuh, tak bernyawa.

"Lindungi Nyonya!"

Para bodyguard semakin merapatkan barisan.

"Sial!" Salah seorang dari mereka menggeram. "Kalau terus begini, kita semua bisa mati!"

"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" sahut yang lain. "Kita bahkan tidak tahu posisi mereka!"

Elena tetap diam. Pikirannya berpacu. Ada sesuatu yang terasa janggal.

Ini pertama kalinya ia melihat musuh berani menyerang secara terbuka seperti ini. Apakah seseorang membocorkan informasi tentang keberadaan mereka?

Tapi, dengan penjagaan sebanyak ini, musuh tidak perlu menunggu bocoran informasi. Mereka hanya perlu mengamati pergerakan rombongan.

Tetapi, kenapa baru sekarang?

Elena menggigit bibir bawahnya. Ia kembali mengingat saat mereka berbelanja sampai keluar dari restoran.

Sosok mencurigakan yang ia lihat berulang kali, jelas mengikuti mereka. Tapi, tatapannya saat itu seperti bukan mengawasi, melainkan...

Kedua mata langsung Elena membelalak sempurna saat menyadari sesuatu.

"Jangan-jangan... " Ia menatap ke arah mobil mereka. Kemudian, pandangannya beralih pada beberapa mobil lain yang terparkir tidak jauh dari sana.

Sebuah kesimpulan perlahan terbentuk di kepalanya. Target mereka mungkin bukan Maria, tapi dirinya. Dan, pria yang mengikuti mereka, hanya ingin memastikan target mereka.

Elena ingin memastikan dugaannya. Perlahan, ia menegakkan tubuhnya sedikit dan—

DOR!

Tembakan langsung melesat ke arahnya.

Elena segera merundukkan tubuhnya kembali sehingga peluru justru mengenai bodyguard yang berada di dekatnya.

Brukh!

Maria menoleh, menatap Elena dengan wajah pucat.

"Elena, apa yang kamu lakukan?"

Elena tidak menjawab. Ia menatap bodyguard yang jatuh bersimbah darah. Lalu, senyum tipis muncul di sudut bibirnya.

"Ternyata benar. Mereka memang mengincarku."

Ia menatap gedung di seberang. Kemudian beralih pada deretan mobil yang terparkir beberapa meter dari mereka.

Lalu, sebuah ide muncul di kepalanya. Ia menoleh kepada para bodyguard.

"Dengarkan aku! Kalian lindungi Nyonya sampai ke mobil. Aku akan mengalihkan perhatian mereka," seru Elena.

Salah seorang bodyguard menatap Elena tajam. "Jangan gila!"

Elena menatap mereka dengan tenang. "Target mereka adalah aku. Kalau aku bergerak ke arah yang berbeda, kalian punya kesempatan membawa Nyonya keluar dari sini."

"Tidak!" Maria langsung menggenggam lengan Elena. "Jangan lakukan itu!"

Elena berbalik dan menatap wanita itu. "Nyonya tenang saja." Ia menggenggam tangan Maria yang gemetar. "Saya akan baik-baik saja."

"Tapi, mereka membawa senjata! Kita bahkan tidak tahu di mana mereka."

Elena tersenyum tipis. "Saya tahu. Justru karena itu, Anda harus segera pergi dari sini."

Ia kemudian menatap para bodyguard. "Begitu aku keluar dari barikade, aku akan berlari menuju deretan mobil di sana." Elena menunjuk beberapa kendaraan yang terparkir di sisi lain.

"Kalian tunggu sampai mereka menembak. Setelah perhatian mereka teralihkan, segera bawa Nyonya menuju mobil."

Para bodyguard saling berpandangan. Wajah mereka jelas tampak ragu. Beberapa bahkan mengira Elena hanya ingin menyelamatkan dirinya sendiri.

Elena langsung menyadari keraguan itu.

"Kenapa kalian diam?" seru Elena dengan suara meninggi. "Target mereka adalah aku!"

Ia menatap mereka satu per satu. "Kalau kalian tidak percaya, lihat sendiri."

Tanpa memberi kesempatan siapa pun untuk menghentikannya, Elena tiba-tiba keluar dari barikade.

"Elena!" teriak Maria.

Elena langsung berlari secepat mungkin menuju deretan mobil dan—

DOR! DOR! DOR!

Rentetan tembakan kembali terdengar.

Para bodyguard tersentak. Mereka melihat beberapa peluru menghantam kendaraan di sekitar Elena. Lalu, salah seorang bodyguard segera memberi aba-aba.

"Sekarang! Bawa Nyonya ke mobil!"

Dua bodyguard langsung menarik Maria dan membawanya menuju kendaraan, sementara beberapa lainnya memberikan perlindungan.

Elena terus berlari. Ia sengaja berpindah arah setiap beberapa langkah, membuat penembak jitu kesulitan mengunci posisinya.

Sementara itu, para bodyguard berhasil membawa Maria masuk ke dalam mobil.

"Cepat!"

Mesin mobil langsung dinyalakan. Kendaraan melesat meninggalkan area parkir. Tapi, sebelum mobil itu benar-benar menjauh, Maria sempat menoleh, menatap dengan khawatir.

"Elena!" teriaknya.

Sementara itu, Elena masih berdiri di antara deretan kendaraan, memperhatikan mobil yang membawa Maria semakin menjauh.

Sedetik kemudian, senyum tipis muncul di wajahnya.

"Sekarang, giliranku." Elena mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.

"Arah jam satu."

Tidak lama setelah itu, suara tembakan terdengar.

DOR!

Tapi, kali ini bukan Elena yang menjadi sasaran.

Dari kejauhan, tubuh sang penembak jitu terlihat terhuyung sebelum akhirnya ambruk di balik pembatas gedung.

Elena tersenyum tipis. "Bagus." Ia menyimpan kembali ponselnya lalu, segera meninggalkan area parkir.

Tapi, ia tidak lengah. Ia yakin, musuh tidak hanya menyiapkan penembak jitu, melainkan masih ada yang lain.

Elena mempercepat langkahnya. Ia tidak masuk ke gedung atau toko-toko di pinggir jalan untuk berlindung. Sebaliknya, ia memilih menjauh dari pusat keramaian sambil mencari celah untuk melawan.

Beberapa saat kemudian, ia berpapasan dengan seorang pria.

Keduanya tidak saling menyapa. Tapi, saat berpapasan, pria itu diam-diam menyelipkan sesuatu ke tangan Elena.

Sebuah pistol.

Elena menggenggamnya erat tanpa memperlambat langkahnya. Tapi, tidak lama kemudian tembakan kembali terdengar.

DOR!

Elena refleks menundukkan tubuh. Ia segera menoleh ke arah sumber suara. Tidak jauh dari sana, seorang pria berdiri sambil mengarahkan pistol padanya.

"Sial!" Elena langsung berlari saat pria itu kembali melepas tembakan.

DOR! DOR! DOR!

Rentetan tembakan membuat orang-orang sekitar langsung panik. Mereka menjerit dan berhamburan mencari tempat berlindung.

Elena memanfaatkan kekacauan itu. Ia berlari menyusuri jalan, berbelok di antara bangunan, lalu masuk ke area yang lebih sepi.

Sementara itu, pria yang mengejarnya menghubungi temannya.

"Target bergerak ke arah timur. Masuk melalui gang di belakang gedung."

"Baik."

Elena terus berlari. Hingga akhirnya, sampai di sebuah gang sempit yang jauh lebih sepi.

Elena berhenti. Ia membungkuk sambil mengatur napas yang mulai memburu. Tapi, sebelum sempat bergerak lagi, suara langkah kaki terdengar.

Elena perlahan mengangkat kepalanya. Beberapa pria muncul dari ujung gang. Mereka berdiri berjajar, dengan senjata di tangan mereka.

"Mau lari ke mana lagi, hm?"

1
Kustri
pengen'a kasih yg hitam spy sesuai... sayang'a gk ada🌹
+44
bentar lagi.. aku mencintaimu 🌚
Alissia
cemburu bilang dong jangan di geden gengsinya🤣🤣
Kustri
☕lah thor biar kalap UP'a😉
🇦 🇵 🇷 🇾👎
bucin lho kn cmbr kn😃
🇦 🇵 🇷 🇾👎: bnr😫😫😫
total 2 replies
Kustri
cemburu bilang boss! 🤣
💖💖💖
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Gengsi keknya, kak🤭
total 1 replies
Kustri
eummm.... ternyata leon bukan anak kandung victor
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Iyesss
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cp kh mrk
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Coba tebak!😌
total 1 replies
Kustri
owh owh siapa diaaa....
nyogok biar dobel up🤭
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Hari ini, udah q kasih double 😌
total 1 replies
Kustri
mgkin benar the reavan pelaku'a 20th yg lalu leon umur brp🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Gak jauh sama Si El
total 1 replies
Kustri
siapa yg ngasih senjata ke elena!
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Aq/Grin/🤭
total 1 replies
Kustri
mgkin maria dijodohkan & daniel anak kekasih victor🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Bukan gitu 🤧
total 1 replies
Kustri
itu viona apa perawan tua? apa dia gk ada kerjaan lain? apa gk punya tmpt tinggal?
huh benalu menyusahkan👊
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Dia udah berkeluarga 😃. Habis pesta, makanya nginep dulu di rumah mas Piktor🤭
total 1 replies
Kustri
wkwkkkk... kau laki" sejati, gk mgkin akan melewatkan itu🤣🤣🤣
Kustri
tenang leon bs jd el akan membantumu dlm sgl hal
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Atau, sebaliknya 😃
total 1 replies
Kustri
betul kata leon, qu jg bertanya" dr mana keahlian el didpt klo sehari" ada dipanti... tlg beri penjelasan sedikit thor mgkin 1 part u/perjalanan el🥺
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Belum ada penjelasan, tapi udah ada dugaan kalau identitas di palsukan 😌
total 1 replies
Kustri
eummm... daniel si munaf, serakah & pecundang👊👊👊
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
sk crtvny
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Thankiyu, kak 💜
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!