Indonesia
NovelToon NovelToon
Sang Pembuat Luka

Sang Pembuat Luka

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Pihak Ketiga / Tamat
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tama!

Alia, seorang siswi SMA yang cantik dan pintar, hidup bahagia bersama Rangga, cowok populer di sekolahnya. Namun, kebahagiaan itu sirna ketika Alia mengetahui Rangga memiliki pacar lain. Alia merasa dihianati dan terluka.

Terpuruk dan tak bisa hidup tanpa Rangga, Alia bertemu dengan Leo, seorang siswa pendiam di sekolahnya. Leo menarik perhatian Alia dengan sifatnya yang jujur dan perhatian yang diberikan kepadanya. Namun, Alia masih terlalu terluka untuk memulai hubungan baru.

Sementara itu, Rangga berusaha mendekati Alia kembali dan meminta maaf atas kesalahannya. Alia bingung dan harus memilih antara Rangga atau Leo. Di tengah konflik perasaannya, Alia menemukan kebenaran tentang pengkhianatan Rangga yang lebih dalam.

Dalam perjalanan mencari jati diri dan memutuskan hubungannya dengan Rangga, Alia mendapat dukungan dari keluarga dan teman-temannya. Ia belajar untuk memaafkan dan memilih untuk melanjutkan hidup meskipun pernah patah hati.

Akankah Alia memilih untuk memaafkan Rangga atau memberi kesempatan pada Leo? Bagaimana Alia memulihkan luka hatinya dan mengambil keputusan yang tepat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tama!, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Dukungan keluarga dan teman

“Alia, maafkan aku. Aku tahu aku telah melakukan kesalahan besar dengan berselingkuh dengan Rangga. Aku sangat menyesal dan merasa sangat bersalah. Aku tidak bisa lagi menanggung semua ini. Aku sudah memutuskan untuk mengakhiri hidupku. Aku minta maaf untuk segala sakit hati yang telah kusediakan untukmu dan untuk semua orang yang aku sayangi. Tolong jangan menyalahkan siapapun. Ini semua adalah kesalahan dan tanggung jawabku. Aku hanya ingin beristirahat sekarang dan tidak ingin menimbulkan masalah lagi. Terima kasih untuk segalanya, Alia. Sampai jumpa di kehidupan selanjutnya."

Alia terduduk lemas di sofa ketika membaca pesan dari Ayu. Alia mencoba menelpon Ayu tapi panggilan hanya dialihkan ke operator terus menerus, sampai ia mendengar berita yang menghancurkan itu, berita tentang kematian Ayu. Tangannya gemetar saat menatap ponselnya yang bergetar di atas meja, menampilkan sebuah berita di internet yang mengabarkan kabar duka tersebut.

Ayu, selingkuhan Rangga yang sedang hamil, telah meninggal dunia. Alia merasakan seketika dunianya runtuh. Dia merasa sangat sedih, marah, dan kecewa dengan Rangga dan dirinya sendiri.

Dia teringat saat pertama kali mengetahui perselingkuhan Rangga dan Ayu, semuanya begitu menyakitkan. Alia merasa seperti tercecer dalam kegelapan tanpa ada yang bisa dilakukan. Dan kini, Ayu yang hamil anak Rangga, telah pergi meninggalkan dunia ini.

Alia merasakan getaran emosi yang tak terkendali. Dia merasa tak berdaya karena Ayu telah pergi, dan bayi yang masih ada dalam kandungannya juga tidak memiliki kesempatan untuk hidup. Dia merasa kehilangan dan takut akan masa depan.

Dia ingin mengadu kepada orang yang paling dekat dengannya, ibunya. Alia memeluk ibunya, menangis di pundaknya. "Ibu, aku sangat sedih, bagaimana bisa begini?" tanya Alia dengan suara yang serak.

Ibunya memeluknya dengan erat, "Anakku, mari berdoa bersama. Ayu mungkin sudah pergi, tetapi Tuhan pasti telah mempertimbangkan segala sesuatunya dengan adil dan bijaksana. Dan, yang paling penting, kamu harus tetap kuat dan tegar menghadapi semuanya," ujar ibunya.

Alia masih terus menangis dalam pelukan ibunya, ia mengingat kejadian kemarin dimana Ayu meminta pertolongannya untuk membantunya membujuk Rangga agar dapat bertanggung jawab, beluk sempat Alia untuk membantu tapi Ayu sudah memilih jalannya sendiri dengan mengakhiri hidupnya sendiri.

Keesokan harinya Alia berjalan dengan perlahan di koridor sekolah menuju ke kelasnya, tak tahu harus berbuat apa setelah mendengar kabar tentang kematian Ayu. Hati Alia terasa sangat hancur dan sedih karena selama ini ia tidak pernah bisa menerima perselingkuhan yang dilakukan Rangga.

Dalam perjalanan, Alia bertemu dengan sahabatnya, Sari. Melihat Alia menangis, Sari segera mendekatinya dan memeluknya.

"Sudahlah, jangan menangis. Ceritakan padaku apa yang terjadi," ujar Sari dengan suara lembut.

Alia mengangguk, lalu mengambil nafas dalam-dalam. Dia merasa harus mengeluarkan semua rasa sakit yang ada di hatinya.

"Ayu... dia meninggal," ucap Alia dengan suara terbata-bata.

Sari langsung terkejut dan heran, "Ayu siapa? Kenapa kamu sampai sedih seperti ini?"

Alia kemudian menceritakan semuanya pada Sari, dari perselingkuhan Rangga hingga Ayu yang meminta pertolongannya sampai kematian Ayu yang sedang mengandung anak Rangga.

Mendengar cerita tersebut, Sari merasa sangat sedih. Dia bisa merasakan rasa sakit hati Alia dan betapa sedihnya hati Alia yang harus menghadapi kenyataan pahit seperti itu.

"Aku nggak tahu harus bilang apa, Alia. Kamu pasti merasa sangat sedih," ucap Sari dengan suara lembut.

"Sedih, kecewa, dan marah. Semuanya bercampur jadi satu," jawab Alia, air matanya mengalir deras.

Sari lalu memeluk Alia erat-erat, memberikan dukungan dan kekuatan. "Aku di sini, Alia. Aku akan selalu ada untukmu," ujarnya.

Alia tersenyum terharu mendengar kata-kata sahabatnya. Meski hatinya masih penuh duka dan kesedihan, tetapi Alia merasa sedikit lebih baik setelah curhat dengan Sari. Ia merasa sangat beruntung memiliki sahabat yang selalu siap mendengarkan dan memberikan dukungan pada dirinya.

"Aku tahu kamu pasti tahu tentang keadaan Ayu sebenarnyat, Rangga. Apa yang kamu pikirkan, mengapa kamu tidak mempunyai hati. Setidaknya untuk darah dagingmu sendiri,” ujar Alia dengab penuh kemarahan pada Rangga.

Hubungan Alia dan Rangga semakin rumit ketika Ayu hamil anak Rangga. Rangga menolak untuk mengakui anak tersebut, dan Alia merasa semakin terluka.

"Bagaimana kamu bisa membiarkan Ayu seperti itu saat ia mengandung anakmu, Rangga? Kamu yabg berselingkuh di belakangku sudah membuatku sakit hati, tapi hal ini membuatku lebih tersakiti,” ujar Alia dengan perasaan yang bergejolak.

Namun, Rangga tetap tidak mengindahkan perkataan Alia, dia hanya diam dan menatap Alia. Akhirnya, Alia merasa sudah tidak tahan lagi dan memutuskan hubungannya dengan Rangga.

"Aku sudah lelah, Rangga. Aku memang mencintaimu, tapi aku tidak bisa membiarkanmu terus menyakiti aku. Ini saatnya aku mencari kebahagiaanku dan memulai hidupku sendiri," ujar Alia saat mengambil keputusan berani itu.

"Maafkan aku, Rangga. Tapi aku harus berjuang untuk mencari kebahagiaanku sendiri. Aku tidak bisa lagi membiarkan diriku terus tersakiti," lanjut Alia saat memutuskan hubungannya dengan Rangga.

Walau hatinya masih terluka dan sedih, Alia merasa lega setelah memutuskan hubungan dengan Rangga. Dia tahu bahwa ini adalah keputusan terbaik untuk dirinya sendiri, dan dia bersumpah untuk bangkit dari kehancurannya dan menemukan kebahagiaannya sendiri.

Alia merasa bahwa hidupnya tidak lagi memiliki arah setelah peristiwa demi peristiwa yang terjadi kepadanya beberapa akhir ini. Dia tahu, ia sangat mencintai Rangga dan merasa bahwa hubungannya sudah terlalu lama untuk berakhir seperti ini. Namun, Alia tahu bahwa dia tidak bisa terus membiarkan Rangga membuatnya terus terluka.

Alia merasa perlu untuk memulai perjalanan pencarian jati dirinya sendiri. Dia mulai mencoba untuk menghibur dirinya sendiri bahkan berbicara dengan psikolog yang merupakan kenalan ibunya untuk membantu mengatasi rasa sakitnya.

Namun, meskipun Alia mencoba untuk menemukan dirinya sendiri, dia masih merasa sangat sedih dan terluka oleh apa yang terjadi dengan Rangga dan Ayu. Setiap kali dia melihat Rangga, dia merasa bahwa hatinya berdebar kencang dan perasaannya bergejolak.

"Kenapa harus begini? Aku mencintaimu, Rangga. Tapi kamu membuatku terus tersakiti," batin Alia saat mencoba meredakan perasaannya yang terlalu emosional.

Alia merasa bahwa dia harus membuat keputusan yang sulit tentang hubungannya dengan Rangga. Dia tahu bahwa dia tidak bisa terus menerima perlakuan buruk dari Rangga dan tetap membiarkan Rangga bermain dengan perasaannya.

Akhirnya, setelah berjuang untuk mencari jati dirinya, Alia membuat keputusan untuk mengakhiri hubungannya dengan Rangga. Meskipun hatinya masih sedih dan terluka, Alia tahu bahwa ini adalah keputusan terbaik untuk dirinya sendiri.

Alia merasa sedih karena kehilangan orang yang dicintainya, tetapi dia tahu bahwa ini adalah kesempatan baginya untuk memulai hidup baru dan menemukan kebahagiaannya sendiri. Dia bersumpah untuk terus mengejar impian dan mencari kebahagiaannya sendiri, meskipun ada rasa sakit yang masih membayangi hatinya.

1
🍾⃝ Viͩvᷞiͧaᷠnͣε Wʝყ
ceritanya menarik semangat buat melanjutkan
Tama!: Terima kasih kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!