Indonesia
NovelToon NovelToon
The CEO'S Speed Limit

The CEO'S Speed Limit

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: seasoulune

Raelyn Elamora, mahasiswi cerdas yang keras kepala dan doyan balapan liar, mendadak lemas saat sang papa menjodohkannya demi melunasi utang. Calon suaminya adalah Alvarez Arran Danadiaksa CEO muda super dingin dan cekatan yang menguasai bisnis sekota. Raelyn bersumpah tidak akan tunduk pada si "balok es," sementara Alvarez punya seribu cara pintar untuk menjinakkan istri liarnya. Apakah si kepala batu bisa meluluhkan hati si raja es?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seasoulune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 5

Seminggu berlalu sejak obrolan panas di kantin kampus. Kehidupan Raelyn Elamora yang biasanya jungkir balik kini benar-benar terasa terbalik seratus delapan puluh derajat.

Gadis yang biasanya baru pulang ke rumah saat azan subuh berkumandang, kini harus sudah duduk manis di ruang tengah tawang sebelum jarum jam menunjukkan pukul sebelas malam.

Aturan jam malam dari Alvarez benar-benar menjadi momok yang menyebalkan baginya. Hari itu, sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Raelyn.

Ada agenda balapan besar malam ini. Teman-teman satu tongkrongannya terus membujuknya melalui grup pesan singkat.

"Lyn, lo gak kangen aspal apa? Datang aja, nonton doang kok, gak usah turun balapan!" paksa salah satu temannya.

Raelyn menatap layar ponselnya dengan bimbang. Sejujurnya, jiwa liarnya meronta-ronta. Namun, bayangan wajah dingin Alvarez yang mengancam akan menguncinya di luar koridor membuatnya ragu.

"Enggak deh. Gue gak bisa. Takut sama Alvarez," balas Raelyn jujur, walau sebenarnya gengsi mengakuinya.

Teman-temannya tidak menyerah begitu saja. Mereka justru tertawa dan mulai memberikan ide konyol yang memprovokasi jiwa pemberontak Raelyn.

"Halah, Lyn! Lo kan ratunya kabur. Dulu bokap lo seketat itu aja bisa lo kibulin. Masa sekarang takluk sama kulkas berjalan? Kabur aja diam-diam pas dia udah tidur!"

Kalimat itu langsung menyentil ego Raelyn. Benar juga. Meloloskan diri dari pengawasan ketat adalah keahlian utamanya sejak zaman SMA.

Setelah menimbang-nimbang risiko, Raelyn akhirnya mengiyakan dan mulai menyusun strategi.Tepat pukul dua belas malam, suasana tawang sudah sangat sepi.

Raelyn tahu biasanya Alvarez sudah terlelap di kamarnya setelah jam tersebut. Dengan gerakan seringan kucing, Raelyn membuka jendela kamarnya yang terhubung dengan area balkon darurat.

Dia mengendap-endap keluar, melompati pembatas, dan berhasil meloloskan diri ke area parkir bawah tanah tempat motornya disembunyikan.Raelyn tersenyum puas, merasa dirinya menang.

Namun, yang tidak disadari oleh gadis cerdas itu, salah satu penjaga keamanan berbadan tegap di sudut halaman tawang memperhatikan seluruh pergerakannya dengan jelas. Penjaga itu langsung merogoh walkie-talkie dan menghubungi jalur privat sang tuan muda.

"Lapor, Pak. Ibu Muda baru saja keluar diam-diam lewat jendela samping dan membawa motornya," lapor sang penjaga dengan sigap.

Di dalam kamar utamanya, Alvarez sebenarnya belum tidur. Pria itu sedang duduk di depan laptopnya. Mendengar laporan itu, Alvarez tidak terkejut sama sekali.

Dia sudah menduga sifat keras kepala istrinya tidak akan bertahan lama dalam sangkar. Sebuah ide licik melintas di benak jeniusnya.

"Biarkan saja," jawab Alvarez dingin melalui pengeras suara ponselnya.

"Baik, Pak."

...----------------...

Sesampainya di arena balap liar yang terletak di jalur lingkar luar kota, senyum Raelyn langsung merekah lebar. Suasana di sana sudah sangat ramai. Bau bensin, raungan mesin, dan musik yang berdentum keras membuat energinya yang sempat padam kembali membara.

Dia tampak sangat senang dan bersemangat, menyapa teman-temannya dengan tawa lepas.

Namun, kegembiraan Raelyn tidak berlangsung lama. Di tempat lain, Alvarez sedang menatap layar iPad-nya yang menampilkan titik GPS motor Raelyn. Pria itu menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan maksud tersembunyi.

Alvarez memutuskan untuk memberi istri kecilnya sebuah pelajaran yang tidak akan pernah dia lupakan. Alvarez menekan sebuah nomor di ponselnya.

Bukan nomor sembarang orang, melainkan nomor langsung milik Kepala Kepolisian Sektor wilayah tersebut yang kebetulan adalah salah satu rekan bisnis keluarganya.

"Halo, Pak. Saya ingin melaporkan ada kegiatan balap liar yang sangat mengganggu di jalur lingkar luar malam ini. Tolong tertibkan semuanya. Tangkap semua orang yang ada di sana, terutama seorang gadis dengan jaket jins longgar dan motor sport hitam. Pastikan dia dibawa ke kantor," ucap Alvarez dengan nada tenang namun mutlak.

Hanya butuh waktu lima belas menit setelah telepon itu ditutup, skenario Alvarez berjalan dengan sempurna.

WIIUURRRR! WIIUURRRR!

Lampu sirine merah-biru mendadak menyala dari berbagai penjuru, mengepung arena balap liar tersebut. Puluhan mobil polisi merangsek masuk ke tengah kerumunan.

"Polisi! Bubar woi, ada razia besar-besaran!" teriak massa berhamburan.

Raelyn tersentak panik. Dia mencoba menghidupkan motornya, namun jalur keluar sudah diblokir rapat oleh truk dalmas. Sesuai dengan rencana matang Alvarez, Raelyn, sahabat yang mengajaknya, serta beberapa orang lainnya langsung diringkus petugas tanpa ampun.

Mereka digiring masuk ke dalam mobil polisi dan dibawa menuju kantor markas besar. Sesampainya di kantor polisi, atmosfer mendadak mencekam.

Wajah teman-teman Raelyn tampak pucat pasi, beberapa bahkan ada yang menangis karena ketakutan. Namun, Raelyn justru tampak biasa saja secara fisik, walau hatinya dongkol setengah mati.

Dia duduk di bangku kayu panjang dengan melipat tangan di dada.

Sialan. Siapa sih yang berani cepu? Gak mungkin polisi tahu jam segini kita ada di sini kalau gak ada yang bocorin! batin Raelyn penuh dendam.

Setelah didata dan dimintai penjelasan panjang lebar oleh petugas, sang polisi mengetuk meja dengan pulpen.

"Sekarang, kalian telepon wali atau orang tua masing-masing untuk menjemput. Tidak ada wali yang datang menjamin, berarti kalian tidak boleh pulang dan terpaksa menginap di sel tahanan malam ini."

Kalimat itu bagaikan petir di siang bolong bagi Raelyn.

Mati gue! Kalau sampai Papa tahu, beliau bisa jantungan lagi! Gue harus telepon siapa? Masa... masa gue harus telepon Alvarez?! batin Raelyn frustrasi.

Dengan sisa-sisa keberaniannya, Raelyn mengambil ponselnya yang disita sementara untuk menghubungi Alvarez. Dia menekan tombol panggil.

Tut... tut... tut... Tidak diangkat.

Raelyn mencoba lagi sampai lima kali, namun hasilnya tetap sama. Alvarez sengaja mengabaikannya untuk memperpanjang efek jera.

Satu jam berlalu. Orang tua dari teman-teman Raelyn satu per satu mulai berdatangan dengan wajah marah dan panik.

"Lyn, bokap gue udah dateng. Kita pulang duluan ya? Lo beneran gak apa-apa?" tanya temannya dengan rasa bersalah sebelum melangkah pergi.

Raelyn memaksakan sebuah senyuman tipis. "Iya... santai aja, bentar lagi jemputan gue dateng kok."

Namun, ucapan itu bohong besar. Hingga dua jam berikutnya, Raelyn hanya bisa duduk sendirian di pojok ruangan yang dingin, memeluk lututnya sendiri sembari menahan kantuk dan amarah yang menumpuk.

Tepat saat jarum jam menunjukkan pukul tiga pagi, pintu masuk kantor polisi terbuka. Langkah kaki yang tegas terdengar menggema. Raelyn mendongak dan mendapati Alvarez akhirnya datang.

Pria itu tidak memakai jas rapinya, melainkan pakaian kasual berupa kaos hitam yang dibalut jaket kulit hitam, membuat karismanya terlihat berkali-kali lipat lebih mengintimidasi.

"Lama banget sih datangnya!" gerutu Raelyn ketus saat Alvarez berjalan melewatinya.

Alvarez bahkan tidak melirik Raelyn sama sekali. Dia langsung menemui petugas polisi di meja depan, menandatangani beberapa berkas jaminan, dan berbicara formal selama beberapa menit.

Setelah urusan administrasi selesai, Alvarez berbalik dan menatap Raelyn datar. "Ayo pulang."

Di dalam mobil mewah Alvarez, perjalanan pulang terasa sangat mencekam. Raelyn memasang wajah ketat, melirik ke luar jendela dengan kedua tangan dilipat di dada. Dia mendiamkan Alvarez total, merasa bahwa suaminya sengaja membuatnya menunggu lama sebagai bentuk hukuman.

bersambung......

1
Muchammad Shobris
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!