Indonesia
NovelToon NovelToon
A, B ,C ,D I LOVE YOU

A, B ,C ,D I LOVE YOU

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / One Night Stand / Playboy / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:22.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kerincing_kaki

Mihrimah tidak pernah menyangka kalau keputusannya untuk mencoba minum alkohol malam itu nantinya akan membawanya kepada nasib baru dalam hidupnya. Niat hati ingin menghilangkan stres di kepalanya, ternyata kepergiannya bersama temannya ke klub malam itu justru adalah awal mula hidupnya akan berubah total karena seorang lelaki bernama Bian yang akan mulai merecoki hidupnya kini dan nanti. Bagaimana bisa? Ikuti kisah Mihrimah si gadis yang menyedihkan dan kurang beruntung sejak kecil dan Bian seorang CEO yang arogan dan sering sesuka hati. Selamat membaca ♡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kerincing_kaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TUJUH BELAS

Mihrimah tersanjung dengan apa yang Bian lakukan untuknya. Bian bahkan rela membela dirinya dan berdebat dengan mamanya demi dirinya.

"Aku mencintaimu."Mihrimah memeluk Bian dari belakang saat mereka berjalan menuju parkiran mobil. Jantung Bian berdebar, langkahnya terhenti. Dia bahagia karena Mihrimah akhirnya mengucapkan kalimat cinta untuknya.

Bian memegang lingkaran tangan Mihrimah di perutnya lalu berbalik.

"Aku mencintaimu juga Rima, aku bahkan rela di siksa seisi neraka demi dirimu. " Kata Bian dengan nada yang serius. Mihrimah menatap wajah Bian, pria yang selalu melindunginya itu, pria yang selalu ada untuk dirinya.

Mihrimah kemudian mengecup kedua pipi Bian. Bian tersenyum dan mereka berpelukan.

"Kita menikah saja." Ajak Bian mendadak.

"Sekarang?" Kata Mihrimah dengan ekspresi terkejut mendengar ajakan Bian.

"Iya. Sekarang juga." Sahut Bian menyakinkan Mihrimah. Bian kemudian masuk ke dalam mobil diikuti oleh Mihrimah. Kali ini Bian menyetir mobilnya sendiri. Dia meminta para ajudannya untuk tidak mengikutinya kali ini.

"Aku pergi ke luar kota. Aku pastikam kondisiku akan baik-baik saja. Kalau ada apa-apa aku akan lekas menghubungi kalian. Tolong jangan ikuti kami. Besok kami pasti pulang." Perintah Bian kepada para ajudannya sebelum berlalu pergi mengendarai mobilnya.

Mobil berjalan menuju ke luar kota, sebuah tempat yang tidak tercemar dengan hiruk pikuknya kota. Bian dan Mihrimah kemudian memutuskan untuk menuju ke sebuah rumah sederhana di balik bukit yang tidak begitu ramai penduduknya.

Mereka turun dari dalam mobil, seorang penjaga rumah menghampiri mereka

Bian menghampiri si penjaga rumah berbicara lumayan lama, Bian kemudian memanggil Mihrimah yang sedari tadi berdiri di samping mobil untuk mendekat.

"Kasihan sekali kalian, nak, orangtua kalian sudah tiada. Mari masuk." Ucap si penjaga rumah yang percaya dengan perkataan Bian bahwa mereka adalah suami istri yang tidak memiliki keluarga lagi. Mihrimah mengerutkan dahi keheranan, sementara Bian langsung memberi isyarat agar Mihrimah tetap diam saja.

" Kalian boleh tinggal di sini. Semoga rumahtangga kalian bahagia." Ucapnya yang yakin kalau Bian berkata jujur. Bian mengaku kalau mereka sama-sama pendatang yang tidak memiliki sanak saudara dan orangtua karena terkena musibah bencana alam. Mihrimah sampai geleng-geleng kepala menyaksikan kelihaian Bian untuk menutupi fakta sebenarnya.

Mihrimah dan Bian terpaksa bersandiwara agar bisa tinggal di situ untuk sementara waktu.

"Besok kita harus segera bertemu dengan pemuka agama di tempat ini dan menikah." Ucap Bian saat keduanya makan malam dengan menu seadanya. Mihirmah mengangguk, memang baginya lebih cepat pastilah lebih baik.

Malam itu langit tidak berbintang, udara malam juga terasa sangat dingin. Mihrimah memeluk Bian yang sudah tertidur duluan. Dia berharap esok pagi rencana mereka berjalan seperti harapan mereka berdua.

Matahari sudah tampak, Bian dan Mihrimah bergegas menuju ke sebuah tempat yang dapat meresmikan hubungan mereka menjadi sah. Mobil melaju dengan kecepatan lumayan. Sepanjang perjalanan Mihrimah memandangi Bian yang tampak semakin tampan karena wajahnya bahagia dan penuh senyuman.

Mobil kemudian berhenti ketika sebuah mobil berwarna putih nampak sengaja memepet mereka. Bian dan Mihrimah kebingungan. Tiba-tiba keluarlah sosok mama Bian dengan beberapa ajudannya yang betubuh besar-besar.

"Keluar!" Perintah mamanya sangat marah sambil menggebrak kap mobil depan. Sementara para ajudannya sudah berdiri mengelilingi mobil mereka. Bian mau tidak mau harus keluar dari mobil. Sementara di sampingnya Mihrimah mulai takut dan cemas dengan kondisi mereka.

" Tenang saja. " Kata-kata Bian barusan tidak sama sekali menghilangkan rasa takut di hati Mihrimah.

"Kenapa ma?! Jangan halangi aku." Ucap Bian dengan nada kesal. Mamanya menatap dia dengan pandangan menantang.

"Kau tidak boleh bersamanya!! Pulang sekarang juga!" Balas mamanya masih menggeram. Bian menggeleng dan hendak masuk ke kembali ke dalam mobil.

"Tangkap dia!!" Suara mamanya semakin keras. Para ajudan yang memang sudah siaga langsung sontak secepat kilat mendekati Bian dan menangkapnya yang memberontak. Mihrimah keluar dari mobil untuk melepaskan Bian tapi gagal, dia hanya sendiri. Kejadian terjadi begitu cepatnya. Bian di bawa masuk ke dalam mobil mamanya sementara Mihrimah di tinggal sendirian di samping mobil Bian. Sebelum meninggalkannya mama Bian menatap Mihrimah dengan tatapan sangat meremehkannya.

Mihrimah terdiam, air matanya mengalir. Kini Bian sudah di tahan mamanya sendiri, sementara dirinya? Dia kini sudah di tinggal seorang diri di situ.

Masih dengan perasaan sedih dan syok, Mihrimah menghubungi Zeyn dengan berat hati.

"Aa..aku...hiks...hiks...." Suaranya terhenti, lehernya terasa seperti tercekek karena pahit untuk dilanjutkan.

"Kenapa Rima?Kau dimana?" Suara Zeyn sangat cemas. Setelah berusaha keras menenangkan dirinya, akhirnya Mihrimah menceritakan kalau dia kini seorang diri di sebuah desa karena Bian sudah di bawa pergi oleh mamanya. Zeyn langsung bergegas menuju ke tempat yang Mihrimah ceritakan. Dia tidak berlama-lama untuk menjemput Mihrimah, wanita yang masih sangat dia sukai.

Zeyn muncul dengan suara motornya yang khas. Mihrimah yang melihat Zeyn datang langsung berlari ke arah Zeyn dan jatuh di peluknya.

"Tenanglah... Aku di sini." Kata Zeyn cemas. Mihrimah mulai merasa tenang dan tak sendiri. Dia pun naik ke motor dan pulang bersama Zeyn. Dia ingin lekas lupa dengan apa yang barusan dia alami. Apakah dia dan Bian bisa bersama? Temboknya terlihat begitu tinggi, sulit sekali baginya untuk menembus ke situ. Begitu isi hati Mihrimah yang selalu mengganggunya dan menjebaknya dalam kerisauan.

"Rima, aku menyukaimu. Aku benar-benar serius dengan kata-kataku ini. Aku tidak bisa melihat kau dalam kesulitan saat bersama Bian. Aku mencintaimu, hiduplah denganku." Kata Zeyn sesaat setelah mereka tiba di rumah Mihrimah. Mihrimah yang mendengar pengakuan jujur Zeyn hanya bisa terdiam. Dia merasa seharusnya dia senang dengan ungkapan hati Zeyn itu kepadanya. Memang awalnya dia juga tertari kepada pria itu. Dia sangat baik dan peduli terhadapnya, dia juga tampan. Tapi, entah kenapa kini seluruh pikiran Mihrimah hanya tertuju pada satu orang, Bian....

Mihrimah mematung setelah mendengar kalimat Zeyn barusan.

"Masuklah ke dalam. Tidak usah kau jawab sekarang mengenai ucapanku barusan. Kau pertimbangkan saja dulu. Aku akan menunggu." Kata Zeyn memecah kebekuan di antara mereka berdua. Mihrimah mengangguk, dia mengerti kalau Zeyn tidak akan mendesaknya.

Motor Zeyn sudah meninggalkan halaman rumahnya barusan, dia juga sudah terbaring di dalam kamarnya. Tubuhnya terasa lelah sekali, pikirannya apalagi. Hati dan perasaan Mihrimah sangat ingin tahu tentang kabar Bian sekarang. Tapi, dia tidak tahu harus bagaimana menemui pria itu. Dia bahkan tidak tahu dimana pastinya Bian di bawa.

"Apa besok aku ke apartment nya?" Ucap Mihrimah dengan suara pelan kepada dirinya sendiri.

"Ah... Semoga dia ada di sana." Lanjutnya kemudian.

1
💟노르 아스마💟
Luar biasa
chulee❤️ 🥰
singkat, jelas,, keren
Ayano
Tipo wak di kata saya.
Kurang satu huruf A
Ayano
Plis jan ampe ada yang innalillahi
Ayano
Berasa bakalan tamat dirimu. Jangan bilang gitu di saat denting woi
Ayano
Aku ngerasa kita cuma penonton doang ini
Ayano
Pasangan penganten baru kalau lagi adem gini ya wak
Ayano
Puncak?
Ayano
Mendadak baper 😅
Aku pergi ke pinggir dulu ya
Ayano
Tipo kak. Dengan kedua tangan kali maksudnya
Ayano
Ngajak ribut 🤣🤣🤣
Dilempar dari kamar ama gak dikasih jatah baru tau lu 😅
Ayano
Bahaya banget tipe yang kek gini. Asli..... bikin esmoni banget 😑😑
Ayano
Lagi masa damai ya mereka 🤣🤣🤣
Ayano
wak... salah ketik
Petinggi keknya bukan petinggu😅
Ayano
Aku mau bagian boleh gak?
Ayano
Tapi ngajak kawin dong
Mantap jiwa
Ayano
Aku menyebut ini pengekangan
Kerincing_kaki
yoiii wakkk
Kerincing_kaki
yuhuu
Ayano
Kalo murahan ngapain dikejar. Bloso
Kerincing_kaki: ihikkkk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!