Kayden berada pada titik terburuk hidupnya ketika di mana ia dipecat dari perkerjaan, kekasihnya pun mengkhianatinya. Sang ibu yang juga tengah sakit kritis dan butuh biaya berobat membuat masalahnya semakin pelik.
Namun seolah Tuhan memihak padanya di waktu yang tepat, Kayden tiba-tiba melihat sebuah tampilan hologram yang menawarkan kekayaan dengan kekuatan super. Syaratnya, Kayden harus balas dendam.
Pada detik itu juga, Kayden berubah menjadi yang tak terkalahkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beby_Rexy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selanjutnya, Leon!
Kayden berjalan dengan perasaan puas setelah akhirnya bisa memberikan pelajaran kepada Fredrinn. Walaupun ia tahu pria itu pasti akan menemukan cara untuk membalaskan dendam terhadapnya. Tapi Kayden memang mengharapkan hal itu akan terjadi, agar ia bisa mendapatkan lebih banyak uang dari sistem.
Dengan senang hati, ia akan menerimanya!
Begitu dia tiba di luar kelas, sistem memberinya beberapa pesan.
[Kamu dapat nilai A! Balas dendammu sangat hebat! Neraka memuji kekejamanmu. Kamu lebih dari pantas menjadi iblis!]
[Hadiah sedang dihitung. Mohon tunggu...]
[Hadiah yang diberikan: Anda mendapatkan 280 juta dolar dan 16 poin.]
"Selanjutnya Leon!" kata Kayden sambil tersenyum puas. Di saat yang sama, ia memancarkan niat membunuh yang besar.
Kayden melangkah lebar menuju ruang kelas Leon. Seharusnya dia tidak melangkah terlalu jauh, kan?
Namun, tepat setelah Kayden melangkah beberapa langkah, di sudut pandangannya ia melihat Leon dan teman-temannya. Ada sepuluh orang termasuk Reysa. Ia berdiri di samping Leon, sambil menangis.
Ada bekas memar di wajah Reysa, yang tampaknya baru saja didapat.
Perlu dicatat bahwa tebakan Kayden benar. Memar itu didapat Reysa beberapa detik yang lalu. Itu pasti ia dapatkan dari sang pujaa hati, kan? Dan itu adalah pilihannya sendiri.
Memang benar, karena baru saja beberapa menit yang lalu, saat Reysa berniat ingin bertemu Kayden di kelasnya, tetapi yang ia temui justru Leon dan teman-temannya. Leon lalu menariknya ke samping dan menamparnya dengan keras. Reysa jelas tak berdaya melawan kekuatan Leon. Jadi ia hanya bisa menangis.
Leon juga berkata padanya dengan niat membunuh yang besar, "Hari ini aku akan menghancurkanmu dan bajingan itu! Aku akan memastikan untuk membalas penghinaanmu seribu kali lipat!"
Mendapat tatapan dingin dan sikap kasar dari Leon dan kawan-kawannya, Reysa hanya bisa pasrah, berharap Kayden menyelamatkannya.
Tak lama kemudian, mereka melihat Kayden di kejauhan. Hal ini membuat Leon dan teman-temannya tersenyum puas. Sungguh beruntung mereka menemukan kedua target itu secara bersamaan.
Karena itu, mereka segera mengambil langkah panjang ke arahnya. Dengan gaya berandalan kaya, seolah gedung itu merupakan kekuasaan mutlak mereka.
Begitu tiba di hadapan Kayden, Leon berkata dengan ekspresi penuh kebencian, "Ikut aku sekarang!" Melihat penampilan keren Kayden, semakin menambah rasa bencinya.
Kayden menunjukkan ekspresi dingin saat dia membalas, "Kenapa aku harus ikut denganmu?!"
Mendengar itu, salah satu teman Leon menyela, menatap Kayden dengan ekspresi kesal, "Kamu ini bodoh ya?! Ikuti saja apa kata Leon atau aku akan menghancurkanmu sekarang juga!"
Melihat mereka menatapnya dengan ekspresi penuh kebencian, sepertinya dia dan mereka mempunyai tujuan yang sama!
Namun, tidak seperti Kayden yang ingin menghancurkan Leon dengan mengandalkan dirinya sendiri, Leon membawa semua temannya. Dasar bajingan pengecut!
"Apa mereka mau bawa aku dan Reysa ke tempat terpencil dan menghajar kami berdua di sana?! Bahkan ada kemungkinan mereka akan membunuhku dan Reysa!" tebak Kayden di dalam hati.
Tentu saja, bukannya takut, Kayden malah menerima tawaran Leon. Leon sekali lagi memberinya bantuan besar. Ia bisa dengan bebas menghajar mereka di sana, tanpa mempedulikan mahasiswa atau profesor yang akan melihatnya. Ia tidak perlu menahan diri sama sekali!
Oleh karena itu, Kayden mengangguk setuju, mengikuti mereka.
Pada titik ini, Leon tersenyum puas. “Apa bajingan ini benar-benar idiot?! Dia hanya mengikutiku tanpa curiga?! Habislah kamu!” batin Leon, tak sabar sekali ingin menghancurkan Kayden.
Bodohnya, dia sama sekali tidak tahu kalau dia sedang berjalan ke jurang neraka! “Akan kubuat kamu merasakan apa itu neraka yang sebenarnya!” pikir Kayden.
Pada titik ini, mereka tiba di sebuah gudang. Gudang itu adalah tempat penyimpanan barang-barang rusak.
Reysa, yang dibawa ke tempat itu, merinding sekujur tubuhnya. Ia merasakan bahaya yang kuat, membuatnya merasa sangat gelisah. Ia bertanya dengan wajah ketakutan, "Kenapa kita di sini, Leon?! Apa yang ingin kamu lakukan padaku dan Kayden?!"
Melihat sekeliling, dan menyadari bahwa tidak ada orang di sekitar mereka, Leon tertawa sambil membalas, "Kalian penasaran apa yang akan kulakukan padamu dan bajingan ini?! Tentu saja, aku akan menyiksa kalian berdua sampai kalian berharap mati! Ini konsekuensi karena mempermalukanku di depan banyak orang!"
"K-kamu... Apa kamu gila, Leon?! Kamu ingin menyiksaku dan Kayden?! Aku akan melaporkan ini ke kepala sekolah!" kata Reysa dengan nada panik, sambil melangkah lebar untuk pergi.
Namun, kedua sahabat Leon segera menghalangi jalannya, sambil menatapnya dengan senyum jahat.
"Kamu pikir aku akan membiarkanmu pergi begitu saja, Jalang?! Aku tidak akan membiarkanmu meminta bantuan! Ah, kamu mungkin bisa meminta bantuan di rumah sakit nanti!" jawab Leon dengan senyum dingin.
Delapan temannya mengangguk setuju. Mereka akan membawa keduanya ke rumah sakit! Tentu saja, itu pun kalau mereka bisa menahan diri. Ada kemungkinan mereka akan kehilangan kendali dan mengakibatkan kematian Kayden dan Reysa, kan?
Sejujurnya, itu tergantung pada suasana hati mereka.
Pada titik ini, Leon duduk di tumpukan kursi rongsokan. Ia menyalakan rokoknya, menatap keduanya dengan dingin, dan berkata, "Telanjangi mereka, lalu paksa mereka berhubungan seks di sini! Tentu saja, ini harus direkam dan disebarluaskan! Aku ingin seluruh dunia tahu aib mereka sebelum aku menghancurkan mereka!"
Mendengar itu, teman-teman Leon tersenyum puas. Mereka tahu Leon memang orang yang sangat kejam, tapi mereka tidak menyangka dia akan sekejam ini! Padahal Reysa adalah wanitanya, lho!
Dia benar-benar membalas penghinaan yang diterimanya seribu kali lipat!
Di sisi lain, Reysa sangat ketakutan. Ia menjawab dengan nada panik, "Apa kamu benar-benar gila, Leon?! Kamu bisa dipenjara karena ini! Ini kejahatan!"
Leon tertawa sambil menjawab, "Mau laporin aku ke polisi?! Hahaha, tahu tidak seberapa berpengaruh keluargaku?! Kamu pikir aku takut hukum?! Kamu harus tahu kalau hukum ada di bawah kakiku, dan tidak ada polisi yang bisa menangkapku! Aku kebal hukum!" bantahnya dengan arogansi.
Dia adalah mahasiswa terkaya di Universitas Corholt! Dia berasal dari Keluarga Cedric! Semua orang tahu siapa keluarga Cedric!
Meskipun Keluarga Cedric tidak termasuk dalam 10 keluarga teratas di Kota Corholt, namun masih termasuk dalam 100 teratas!
Tentu saja, pengaruh Keluarga Cedric sangat besar, termasuk di kepolisian. Karena itu, Leon sama sekali tidak takut dengan ancaman Reysa. Ia memiliki kendali untuk membersihkan namanya.
Pada titik ini, Leon memberi sinyal kepada teman-temannya untuk memulai rencananya. Ia sudah lelah dengan semua omong kosong ini dan ingin segera menyelesaikannya!
Agar Kayden dan Reysa menyadari bahwa Leon sama sekali tidak boleh diganggu, apalagi sampai dipermalukan! Di hadapan banyak mahasiswa pula! Apa mereka tidak memikirkan muka Leon sebagai putra dari keluarga kaya di kota ini. Jadi rasakan saja!