Indonesia
NovelToon NovelToon
Kasih Fana Dikisah Gam

Kasih Fana Dikisah Gam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Pelakor / Suami Tak Berguna / Poligami / Cerai / Janda
Popularitas:15.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fahrian Ar-tago

Tiga bulan berlalu setelah pembebasan militer di Aceh karna marak-nya GAM.

Beberapa jam lagi Zahara sampai dikampung halaman suami yang sudah dia rindukan selama ini. Zahara bergantian memandangi kedua anaknya dengan senyum mengembang. Mereka terpaksa berpisah karna pengusiran Suku selain Aceh kala itu.

Bermodalkan alamat di secarik kertas, Zahara mengetuk pintu-kepintu bertanya tentang alamat ditangannya.

"Zein Hasibuan nak? " Ujar seorang wanita paruh baya itu memastikan, Saat mendengar cerita Zahara.

"Disini ada satu orang yang bernama Zein... Tapi, dia akan menikah sebentar lagi, dia belum pernah menikah" Tuturnya lembut.

Dengan perasaan terguncang Zahara berusaha agar tetap tenang meminta diantarkan ketempat yang dimaksud. Seraya berharap dia salah orang.

Zahara berusaha berpikir positif. Tapi, semakin dia berpikir positif semakin berdegup kencang jantung-nya.

Bagai disambar petir, Zahara langsung terduduk lemas seketika melihat seseorang yang berada dibalik pintu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fahrian Ar-tago, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Tetap dirumah Ya

Dua minggu berlalu....

Kini Zein tekun belajar ibadah dan belajar mengaji Al-quran bersama-sama didalam masjid. Lukman dan Salman juga ikut serta membimbing Zein agar ibadah-nya semakin baik.

Alhasil, Zahara dan Zein menjadi lebih sering bertemu karna kegiatan didalam masjid yang mereka lakukan. Meski, sering kali hanya bisa saling bertatapan secara malu-malu.

Hati Zahara yang seutuhnya milik Zein tak bisa melihat kearah orang lain lagi. Setelah melihat pembuktian dari Zein pada dua minggu yang lalu membuat-nya tak ingin menikah dengan pria yang sama sekali tak ia cintai.

"Zahara" Zein menghentikan langkah Zein yang hendak membuka gerbang masjid karna aktivitas sudah siap.

"Iya bg Zein" Ucap Zahara ramah dengan kehadiran Zein dihadapan-nya.

"Zahara... Salma" Zein menatap mereka bergantian.

"Saya dengan Lukman besok ingin berjamu kerumah kalian, apa boleh? " tanya Zein dengan Lukman disamping-nya tanpa bicara sama sekali.

"Ohh boleh bg, datang aja gak usah sungkan" Ucap Salma

"Besok jangan ke mana-mana dulu ya Salma" Ucap Lukman seketika dengan senyuman manis.

Salma yang melihat senyuman itu sedikit bingung dan hanya mengangguk tanda iya.

"Kamu juga jangan kemana-mana dulu Zahara" Tambah Zein

"Oh iya bg" Ucap Zahara dengan senyuman yang sumringah.

"Kalau begitu kami pamit dulu ya bg" Ucap Salma dengan sedikit menunduk kepala

"Iya hati-hati" Ucap Lukman dan Zein bersamaan dengan membalas tunduk mereka berdua sopan.

"Ngomong-ngomong mereke mau ngapain ya Zahara, sampe harus minta ijin segala" Tanya Salma kepada Zahara yang juga sama bingungnya dengan dirinya.

Zahara yang sama sekali tak tau, hanya mengangkat kedua bajunya tanda tak tau.

Pagi hari tiba, Zahara dan Salma yang sejak tadi subuh sudah bangun dan membersihkan seluruh rumah. Kini, merapikan diri karna sesuai janji dari Lukman dan Zein. Mereka akan datang pagi ini untuk sekedar berjamu.

"Mak, nanti ada yang mau datang... Mamak juga ikut temanin kami diruang tamu ya" Ucap Zahara sopan kepada ibunya yang sedang duduk di dapur.

"Siapa? " Tanya ibu Zahara

"Yang muallaf kemarin mak, sama temannya, kata mau main-main kesini" Jelas Zahara

"Kok bisa dia mau main-main kerumah, kalian dekat? " Selidik ibu Zahara kembali

"Enggak sih mak, cuman mau silaturahmi aja mungkin" Ucap Zahara

"Oh iya iya" Ucap Ibu Zahara hanya mengangguk pelan.

Salma datang dari arah depan dengan langkah yang tergesa-gesa menuju dapur untuk menemui Zahara yang sedang membuat teh.

"Zahara... Zahara"

"Iya kenapa sal?" Tanya Zahara dan lanjut mengaduk teh setelah melihat wahah Salma.

"Zein sama Lukman terus si Salman udah datang, mereka didepan" Ucap Salma memberitahu

"Oh iya, cepat juga yah" Ucap Zahara dan memperbaiki jilbabnya yang dia ikat kebelakang kepala hendak menuju kedepan untuk menyambut kedatangan mereka.

"Mak, yuk mak" Ajak Zahara pada ivunya yang juga langsung berdiri setelah mendengar berita dari Salma

"Mereka bawa bapakku juga kesini" Salma mencoba menjelaskan

"Ya gak papa kan harus ada marham juga, gak enak juga nanti kalo cuman ada mamak-ku" Ujar Zahara

"Bukan itu masalah-nya Zahara.... Mereka juga bawa tetua-tetua kampung, pak imam masjid sama ketua pemuda pemudi" Jelas Salma dengan mata yang melotot

"Lah kok? " Zahara juga ikut heran mendengar penuturan dari sahabatnya ini.

Dengan langkah yang pelan dan pikiran yang bingung, Zahara menuju depan rumah bersama Salma dan ibu-nya. tiba saat dirinya berdiri didepan pintu, matanya mendapati banyak segerombolan orang yang sangat penting didalam kampung ini sudah berbaris dihalaman rumah menunggu untuk dipersilahkan masuk oleh sang tuan rumah.

1
Anonim
sesak bacanya....lanjut thor
Firdaus Saleh: teruskan
total 2 replies
Aranta Rian
semangat author
Aranta Rian
kasihan si kecil
Aranta Rian
parah.... mereka betul2 gak berprikemanusiaan
Aranta Rian
cinta Zein emang gak bisa diragukan
Chusnul Chotimah
benar2 sadis,tak berperikemanusiaan..sepertinya mereka turunan2 PKi
Ati Nurhayati
saya pernah berada diposisi ini saya bisa merasakan penderitaan ketika tahun tersebut
Fahrian: alhamdulillah syukurlah kalau begitu kak
total 5 replies
Yosfi Sofianti
Luar biasa
Fahrian: makasih bintang lima nya kakak🥰🥰
total 1 replies
Chusnul Chotimah
tentara mcm apa itu???
Chandra Dollores
kejam!!!!
Chusnul Chotimah
sedih kali thorrrr,,apakah ini gambaran sebenarnya pemerintahan kita wkt ada GAM?
Fahrian: haha iya kakak.
Makanya author cuman bisa kirim satu bab perhari karna harus menyesuaikan cerita fakta lapangan sama yang di beritakan. tapi, tolong terus support author ya kakak🧡🤍❤
total 1 replies
Chandra Dollores
aq ikut sedih... sedih.. bangett.. sedih kenapa up nya cuma 1 bab..
Chandra Dollores: turut sedih ya..
semoga membaik kembali
total 2 replies
Aranta Rian
btw semangat author😍😍😍
Aranta Rian
ternyata ini fakta tentang Zein
Aranta Rian
astajimmmm gak bisa bayangin gimana capeknya Zein yang terus bolak balik buat sholat
Aranta Rian
masa tahun 2003 buk mega wati kan ya yang jabat?
iya ga sih?
Aranta Rian
emang kenapa kalo ngaku aja gitu?.
lagi kangen-kangennya kayaknya orang tua si Zein gak bakal marah deh
Aranta Rian
gak kebayang gimana rasa sesak tiba harus pisah sama orang yang kita sayang
Aranta Rian
murah banget ya mas yang dijual
Chusnul Chotimah
semangat thorrrr,,
Fahrian: makasih dukungan-nya kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!