Indonesia
NovelToon NovelToon
Tenda Biru

Tenda Biru

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:77.5k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Aku usaha, kamu juga usaha. Kita sama-sama berusaha demi mewujudkan wedding dream kita."

Demi janji itu, Rhea rela menjadi TKI dan mengubur mimpinya untuk bekerja di perusahaan yang sangat ia inginkan.

Saat pulang, tenda biru justru berdiri di depan rumah Oza. Pria yang sangat ia cintai itu menikahi Trisna, sahabat yang paling ia percaya.

Rhea berlari dengan air mata berurai, ketika ia memutuskan mengakhiri hidupnya, seseorang menahan tubuhnya dan menariknya.

"Jangan bertindak bodoh. Jangan hanya karena manusia, kamu rela memberikan nyawa."

Sejak hari itu, takdirnya berubah. Akankah pengkhianatan itu menjadi akhir hidupnya, atau awal dari kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tenda Biru 17

Sepuluh hari total Rhea berada di Prancis, ia melalukan segala hal rangkaian pekerjaan bersama dengan Tono dan Nayaka. Ia juga mendapatkan pengalaman mengenal negara tersebut dari Tono saat waktu bebas datang. Kini Rhea sudah berada di Bandara International Soekarno-Hatta. Ia tengah duduk di mobil dan bersiap untuk pulang.

"Kata Pak Bos, Mbak Rhea bisa libur dua hari. Itu bonus karena pekerjaan Mbak Rhea sangat bagus."

Mata Rhea bersinar cerah mendengar bahwa dirinya mendapatkan waktu libur. Ini benar-benar sebuah hal baik karena dia bisa beritirahat lebih dulu sebelum benar-benar kembali ke LT.

"Oh iya Pak Tono, nanti pekerjaan saya apa di kantor kalau tidak menerjemahkan urusan perusahaan?"

Ketika melamar, Rhea memang melihat lowongan yang dibutuhkan adalah staf khusus yang menguasai minimal 3 bahasa. Tapi pada dasarnya Rhea sendiri masih belum tahu apa job desk dari posisi tersebut.

"Jangan dipikirkan sekarang, yang penting Mbak Rhea istirahat dulu aja. Nanti kalau udah masuk, baru Mbak Rhea akan diberi penjelasannya."

"Baik Pak Tono, terimakasih."

Mobil telah sampai di depan rumah, Rhea turun dari mobil dan Tono membantu mengeluarkan koper serta barang Rhea yang lainnya.

Awalnya Tono ingin membantu membawakan barang itu hingga ke depan pintu rumah, tapi Rhea menolak. Dirinya lelah, dan Tono pasti juga sama sehingga ia meminta Tono untuk bergegas pulang.

"Sampai bertemu dua hari lagi kantor, Mbak Rhea. Assalamualaikum."

"Waalaikum salam, siap Pak Tono."

Tono menutup kaca jendela dan mobil yang membawanya langsung pergi meninggalkan halaman rumah Rhea.

Ceklek

"Rhe?"

Lavia muncul dari dalam rumah, dia berjalan cepat menghampiri Rhea dan memeluk sang adik ipar dengan erat.

"Gimana, semua lancar? Mbak kaget banget pas kamu ngasih tahu kalau langsung ke Prancis," ucap Lavia. Dia menuntun Rhea masuk ke rumah.

"Hahaha, jangankan Mbak. Aku aja yang ngejalanin kaget banget Mbak. Tapi so far, seruuuu banget. Aaah luar biasa," jawab Rhea dengan wajah yang riang. Lavia bisa merasakan bahwa Rhea benar-benar menikmati momen perjalanan bisnis ini.

Lavia bersyukur karena kekhawatirannya bersama Radit ternyata sia-sia. Saat Rhea memberi kabar bahwa dari Singapura langsung akan terbang ke Eropa, Radit bahkan sempat akan menyusul untuk meminta penjelasan. Namun Lavia melarang, ia berkata pada suaminya untuk percaya dengan adiknya.

Dan sekarang buktinya bisa dilihat langsung oleh matanya. Adiknya yang waktu itu kembali dengan keadaan berantakan, kini kembali dengan senyuman dan semangat.

"Alhamdulillah, kamu baik-baik saja Dek," ucap Lavia.

Malam hari suasana rumah itu terasa begitu hangat. Radit dan Lavia sangat bersemangat mendengarkan cerita Rhea. Tak hanya itu, mereka juga tidak menyangka bahwa Rhea membawa banyak oleh-oleh terutama untuk anak dalam kandungan Lavia.

"Tapi semua ini uang dari mana, Rhe? Pasti kan harganya mahal-mahal," ucap Radit sambil menjembreng beberapa benda yang diberikan oleh Rhea. Paling banyak adalah pakaian.

"Iya Rhe, mesk tag harganya sudah kamu buang, Mbak yakin ini pasti mahal-mahal," imbuh Lavia. Keningnya berkerut menatap ke arah Rhea.

Rhea tersenyum lebar, dia lalu menggelengkan kepalanya.

"Nggak pakai uang aku kok Mas Radit, Mbak Lavia, semua itu bonus dari Pak Bos karena kerjaan ku bagus. Jadi jangan risau oke."

"Seharusnya kamu tabung, Dek," sahut Lavia. Wajahnya menjadi sedikit muram.

"Tabungan ya, aku kan masih punya. Tabungan ku lumayan banyak Mbak, kan uang yang aku kumpulin nggak jadi kepake. Jadi anggap aja ini bentuk rasa syukurku karena bisa bekerja di tempat yang sangat aku inginkan."

Mata Lavia terasa panas, tanpa sadar bulir bening itu meluncur. Ia menghapusnya cepat, dan beranjak dari tempat duduknya untuk menghampiri Rhea. Dengan posisi berdiri, Lavia memeluk Rhea.

"Terimakasih Dek, semoga dengan pekerjaan baru ini kamu semakin bahagia. Semoga setelah ini hanya akan ada hal baik untuk mu."

Aamiin.

Rhea balik memeluk Lavia, Radit yang melihat pemandangan itu tentu tak ingin ketinggalan. Dia bangkit dari duduknya dan memeluk dua wanita paling berharga dalam hidupnya..

"Mas bahagia memiliki kalian dalam hidup. Semoga kita selalu bersama seperti ini untuk waktu yang lama."

Rhea menganggukkan kepalanya, keluarga memang adalah harta paling berharga dalam hidup. Dan dia pun juga ingin terus bersama Radit dan Lavia, karena memang hanya mereka berdua yang tulus kepada dirinya.

Malam ini, setelah banyaknya malam dia tidak tidur di kamarnya, Rhea memejamkan matanya dengan cepat. Dia tak kesulitan tidur, dan bahkan sama sekali tak bermimpi sehingga pagi hari di sepertiga malam, Rhea bisa terbangun seperti biasanya untuk menjalankan sholat sunah.

"Ya Rabb, matikan lah rasa ini untuk dia. Hapuskan semua rasa cinta dan sayang yang pernah kumiliki untuknya. Kuatkan lah hamba jika suatu saat bertemu kembali dengan mereka. Hamba hanya makhluk lemah, sehingga hamba mohon Daya dan kekuatan dari Mu, Ya Rabb. Aamin."

Rhea sepenuhnya sadar bahwa LT adalah tempat dimana dia dengan mudah akan bertemu dengan Oza dan Trisna karena memang di sana lah mereka bekerja. Sekarang Rhea masih belum tahu bagaimana dia nanti akan menghadapi dua orang itu. Sehingga memohon untuk dikuatkan adalah hal yang paling tepat.

Mentari bersinar cerah, Rhea keluar dari rumah dan berdiri di halaman dengan tersenyum lebar. Ia membiarkan wajahnya terkena sinar matahari yang hangat.

"Mau sarapan apa Rhe?" tanya Lavia yang muncul dari dalam rumah.

"Lontong sayur, kita beli aja ya Mbak. Mbak nggak usah masak. Dan kalau sempat biar aku aja yang masak. Kandungan Mbak Lavia udah masuk ke tujuh bulan, past sedikit sulit untuk aktivitas."

"Aiih Mbak baik-baik aja kok."

Rhea menggelengkan kepalanya, dia menggamit lengan Lavia dan membawanya berjalan menuju ke penjual lontong sayur. Tak hanya tu, Rhea juga sekalian belanja di tukang sayur yang ditemukan di jalan.

Lavia melihat Rhea secara seksama, ia menggenggam tangannya sendri dengan erat seraya mengucapkan syukur atas perubahan Rhea yang begitu besar.

Setengah hari di rumah, Rhea banyak melakukan kegiatan mulai dari membersihkan kamarnya sampai memasak. Selepas sholat luhur, dia baru membuka ponselnya. Matanya membulat sempurna saat melihat banyak panggilan masuk dari Tono. Ia semakin panik saat membaca pesan dari asisten bos tersebut.

"Pak Tono, assalamualaikum. Maaf saya tidak tahu kalau bapak menghubungi saya," ucap Rhea dengan dada yang berdegup kencang.

"Waalaikum salam, nggak apa Mbak. santai aja. Saya yang minta maaf. Soalnya ini kan hari libur Mbak Rhea. Hanya saja begini, apa Mbak bisa ke kantor sekarang. Ada hal yang harus dibahas."

"Bisa. saya akan ke sana sekarang."

Rhea mematikan panggilan tersebut. Dia bergegas mengganti pakaiannya sambil memesan ojek online. Sata selesai berpakaian, tukang ojek tersebut juga sudah datang.

"Rhe kemana?"

"Ke kantor, bos nyuruh datang."

Rhea tak banyak menjelaskan dia bergegas menuju ke LT. Ia juga meminta tukang ojek itu untuk melaju lebih cepat. Sesampainya di LT, Rhea langsung menghubungi Tono. Rhea diminta untuk menuju lantai paling atas, dimana Tono sudah menunggu di depan lift.

"Maaf Pak Tono," ucapnya penuh dengan penyesalan.

"Nggak Mbak, aku yang minta maaf. Mari Mbak, Pak Bos sudah menunggu," jawab Tono. Dia membimbing Rhea menuju ke ruangan Nayaka.

Di dalam ruangan, Nayaka tampak duduk di kursi kebesarannya. Nama Nayaka tertulis di sebuah papan, dan di bawah nama itu tertulis huruf CEO.

"Selamat siang Pak."

"Ya, duduk. Kita akan membuat laporan tentang dua pertemuan kemarin. Maaf karena menganggu waktu liburmu."

"T-tidak, saya tidak apa-apa. Silakan dimulai."

TBC

1
Esther
yah unboxing di kantor ini....awas gak bisa jalan nanti Rhea😄
dewi rofiqoh
Mimik cucu dulu ah dedek🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
tanggung jawab ka pada penasaran nih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
wiiihhh dah ad sinyal lampu ijo
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
heeeyyyy nayaka ingat km LG kerja,NNT ad gangguan loh,
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
emng sengaja kyknya nih biar km g mau kerja lg
D_wiwied
yaaah tanggung amat thor 😆😆
lanjutin napa, kasian loh itu Nayaka dah nunggu lama momen ini 🤭🤭
GiZaNyA
gas pol Nayaka sampe gol yesss... 🤣🤣🤣
GiZaNyA
astagaaaa Othooorrrrr... gimana iniiii masa langsung di skip... 🤣🤣🤣
Icha Arlita
males ngebayangin sendiri, ayo ngebayangin bareng bareng 🤣🤣🤣
Bunda HB
hmmmmm pgi2 udh buat mrinding aja thor....😅😅😅
Lela Angraini
hdeeehhh pagi" dah haredang aja lah othor ini
ind@h
pagi² sudah dibikin panas dingin...🤭
ElHi
maem permen lolipop kaaakkk........kan biar santuyy dulu gitu lohh....Nayaka punya kok..tenang azaah....dah bayangin itu aja dah🤣🤣🤣🤣
falea sezi
kebayang muka nya pas blg yankk🤣🤣 q yg baper loo rea🤣🤭
dewi rofiqoh
Dah mulai bucin dan posesif niiih nayaka 🤭🤭🤭🤭
GiZaNyA
wihhh langsung ada huru-hara di hati Oza pastinya kalau tau Rhea nikah sama bos mereka sendiri.. 🤣🤣
GiZaNyA
intinya selamat yaa Nayaka Rhea... sekarang tinggal bikin geger orang sekantor yesss... 🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
kyknya nikmat bngt lihat penderitaan orang km tono
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
apa hak lu,ngatur dan tanya tanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!