Ivy Zhang, seorang pengacara cerdas, akhirnya ingin mengakhiri pernikahannya dengan Leo Fung setelah kehilangan bayi mereka.
Namun Leo, suami yang masih mencintainya, menolak melepaskan Ivy.
Di saat yang sama, Calvin Duan, pria berkuasa sekaligus rival Leo, tiba-tiba menjadikan Ivy sebagai pengacara pribadinya. Dengan tujuan yang sulit ditebak, Calvin menyeret Ivy ke dalam perseteruan dengan suaminya sendiri.
Di antara suami yang berkuasa dan klien yang tak kalah berkuasa, siapa yang harus dibela Ivy?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
“Nona Xie, jangan lupa, ini adalah kantor pengacara. Apa yang baru saja kau lakukan bisa kuanggap sebagai tindakan yang mengganggu kenyamananku. Aku bisa mengambil langkah hukum terhadapmu,” ancam Ivy dengan tenang.
“Ivy Zhang, tidak perlu berpura-pura kuat ketika sebenarnya kau sedang terluka,” ujar Yulia meremehkan. “Kita sama-sama wanita. Tidak mendapatkan perhatian dari suami sendiri pasti menyakitkan. Tapi apa boleh buat, suamimu ternyata lebih tertarik kepadaku.”
Ivy menatapnya tanpa ekspresi.
“Lalu? Walaupun kau tahu Leo sudah menikah, kau tetap ingin merebutnya?”
“Benar!” jawab Yulia tanpa ragu.
Ivy justru tersenyum.
Ia kemudian menekan tombol telepon di meja kerjanya.
“Hallo, ini bagian kepolisian,” terdengar suara seorang petugas dari seberang telepon.
“Saya Ivy Zhang. Saya ingin melaporkan seorang wanita bernama Yulia Xie karena telah mengganggu kenyamanan saya dan mengusik rumah tangga saya,” ujar Ivy tenang.
Wajah Yulia langsung berubah.
“Ivy Zhang!” serunya kesal.
Ada sedikit kecemasan yang mulai terlihat di matanya.
Namun, Ivy tetap tenang seolah tidak terjadi apa-apa.
“Untuk apa kau melakukan ini? Keluarga Fung pasti akan menjaminku keluar. Leo juga tidak mungkin tega membiarkanku berada di penjara.”
Yulia mencoba terdengar percaya diri.
Ivy tersenyum tipis.
“Kalau begitu, hubungi saja Leo dan minta dia menolongmu.”
Yulia terdiam.
“Apakah kau tidak takut tindakanmu ini sama saja dengan menantang keluarga Fung?” tanyanya.
“Aku hanya ingin memberi pelajaran kepada orang yang menggangguku,” jawab Ivy santai. “Tenang saja. Kalau kau benar-benar membutuhkan seseorang untuk menjaminmu, aku bisa meminta bantuan suamiku.”
Yulia menatap Ivy dengan tidak percaya.
“Kau memang gila.”
Ivy kembali duduk di kursinya.
“Nona Xie, apa yang kau pelajari selama pendidikanmu?”
Yulia mengerutkan kening.
Ivy melanjutkan dengan nada dingin.
“Menggoda suami orang, lalu merasa bangga karena bisa berada di sisinya?”
Tatapan Ivy semakin tajam.
“Padahal sampai sekarang kau tidak memiliki status apa pun dalam hidup Leo selain seorang wanita dari masa lalunya.”
Wajah Yulia berubah merah karena tersinggung.
“Jadi, sebelum datang menemuiku lagi, sebaiknya gunakan cara yang lebih masuk akal jika ingin membuatku menyerah. Jangan buang waktuku hanya untuk membicarakan sesuatu yang tidak penting.”
Beberapa saat kemudian, beberapa petugas datang ke kantor Ivy dan membawa Yulia pergi secara paksa.
“Ivy Zhang! Aku tidak akan melepaskanmu! Kau akan menyesal!” bentak Yulia sambil berusaha melepaskan tangannya yang ditahan oleh petugas.
Ivy hanya tersenyum tenang.
“Tenang saja. Tunggu kabar baik dari suamiku. Mungkin saja dia akan segera datang menemuimu.”
Ivy melambaikan tangannya dengan santai.
Yulia semakin kesal, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa hingga akhirnya dibawa keluar dari ruangan.
Setelah Yulia pergi, Ivy mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Leo.
Di saat yang sama, Leo sedang berada di ruang rapat yang luas.
Beberapa investor penting duduk mengelilingi meja panjang. Rapat berlangsung serius ketika tiba-tiba ponsel Leo yang berada di atas meja bergetar.
Layar ponselnya menyala.
My Wife.
Begitu melihat nama tersebut, Leo langsung mengambil ponselnya dan menjawab panggilan tanpa ragu.
“Hallo, ada apa?” tanyanya.
Suara Ivy terdengar dingin dari seberang.
“Leo Fung, aku tidak peduli kau memiliki berapa banyak wanita di luar sana. Bahkan kalau suatu hari kau mati di pinggir jalan pun, itu bukan urusanku.”
Beberapa investor yang mendengar suara Ivy dari sambungan telepon langsung saling melirik.
Namun, Leo tetap diam.
“Tapi awasi wanita kesayanganmu agar tidak menggangguku lagi,” lanjut Ivy. “Saat ini aku sudah melaporkan dan menuntutnya karena telah mengganggu kenyamananku di kantor.”
Tatapan Leo perlahan berubah serius.
“Aku juga memiliki bukti rekaman atas tindakan yang dia lakukan di kantorku. Kalau kau tidak tega melihatnya berurusan dengan hukum, kau bisa menjaminnya sendiri.”
Ivy berhenti sejenak sebelum memberikan kalimat terakhir.
“Sebagai seorang CEO yang sukses, ternyata mendidik seorang wanita saja kau tidak mampu. Selain suka melampiaskan hasratmu kepada sembarang wanita... apa lagi yang kau bisa."
Tut!
Sambungan langsung terputus.
Leo terdiam.
Ia menatap layar ponselnya dengan sorot mata tajam.
Seluruh ruangan rapat menjadi sunyi. Tidak ada satu pun investor yang berani berbicara.
Leo meletakkan ponselnya perlahan di atas meja.
“Cari tahu siapa yang datang menemui istriku di kantornya.”
“Baik, Tuan,” jawab Wendy.
Leo menyandarkan tubuhnya pada kursi.
***
Kantor Ivy.
Ivy sedang membaca data lengkap mengenai Heng Tuan Group, perusahaan milik Leo Fung yang dalam waktu dekat akan menghadapi tuntutan hukum dari Calvin Duan.
Tatapan Ivy serius saat membaca setiap informasi yang ada di hadapannya.
Ia menutup salah satu berkas, lalu menyandarkan tubuhnya pada kursi.
“Leo Fung, tidak lama lagi kita akan berhadapan sebagai lawan,” gumam Ivy.
Senyum tipis muncul di wajahnya.
“Kali ini aku akan membela klienku sendiri, bukan dirimu.”
Ivy kembali mengambil berkas tersebut dan membacanya dengan lebih teliti.
“Calvin Duan memang pria yang misterius dan sulit ditebak. Tapi setidaknya, dengan kekuasaan dan sumber daya yang dia miliki, aku bisa menggunakannya untuk menghadapi perusahaanmu.”
Tatapan Ivy menjadi semakin tajam.
“Leo Fung, di ruang sidang nanti, aku tidak akan melihatmu sebagai suamiku.”
Ia meletakkan berkas di atas meja.
“Kaulah lawanku.”
Leo Fung — Pebisnis berkuasa yang licik dan kejam kepada siapa pun yang menyinggungnya. Namun, ia selalu sabar menghadapi Ivy, bahkan ketika istrinya melawan, menentang, atau bekerja sama dengan musuhnya.
Calvin Duan — Pebisnis berkuasa dan saingan paling berbahaya Leo Fung di dunia bisnis. Ia sengaja menjadikan Ivy Zhang sebagai pengacara pribadinya. Selain menjadi rival bisnis Leo, Calvin juga menjadi saingan cintanya.
sebagai penyemangat untuk memulai harimu😍😍😍😍😍
tambah lagi dooooong. supaya kita gak nunggu lanjutannya dengan penasaran.🙏🙏🙏🙏🙏