Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM PINTAR MENJADI SUPERSTAR

SISTEM PINTAR MENJADI SUPERSTAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Stevan Alvaro kehilangan segalanya dalam semalam ketika sebuah konspirasi menghancurkan pita suaranya dan merenggut mimpinya menjadi penyanyi besar, yang disusul oleh pengkhianatan kekasihnya yang memilih pergi meninggalkannya di titik terendah. Namun, di saat dunia seakan runtuh, sebuah suara misterius dari Sistem Pintar bangkit di dalam benaknya, memberinya kemampuan absolut dalam komposisi, produksi, dan penguasaan alat musik meski tanpa suara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Suasana di dalam ruang rapat utama panitia Festival Musik Nusantara terasa sangat panas dan tegang.

Meja bundar besar yang terbuat dari kayu mahoni itu dikelilingi oleh belasan wajah serius.

Ketua panitia pusat, seorang pria berkumis tebal bernama Pak Budi, duduk di ujung meja dengan raut wajah sangat pusing.

"Kalian tahu kan tagar The Zeros Penipu sudah menjadi trending nomor satu selama dua hari berturut-turut?" ucap Pak Budi sambil memijat pelipisnya.

Di seberang mejanya, Pak Surya duduk bersandar dengan gaya yang sangat santai dan angkuh.

Dion dan Natasha duduk tepat di samping manajer mereka, berusaha menyembunyikan senyum licik di wajah mereka.

Sementara itu, di sudut meja yang lain, Stevan dan Clara duduk bersebelahan.

Clara masih mengenakan topeng porselennya dan menundukkan kepalanya dalam-dalam karena merasa sangat tertekan.

Stevan sendiri tetap mempertahankan penampilannya dengan topi hitam dan masker medis yang menutupi separuh wajahnya.

"Masyarakat menuntut kita untuk mendiskualifikasi peserta yang menggunakan trik lipsync di panggung audisi, Pak Budi," ucap Pak Surya dengan nada memprovokasi.

"Sebagai label besar yang selalu mengirimkan artis berkualitas, kami merasa dirugikan jika harus bersaing dengan musisi palsu."

Dion langsung ikut mengangguk setuju dan menimpali ucapan manajernya itu.

"Benar sekali, ini sangat tidak adil bagi kami yang bernyanyi secara live," tambah Dion dengan wajah dibuat seolah-olah ia adalah korban.

"Suara meledak di tengah panggung tanpa mikrofon aktif itu sudah jelas bukti peretasan audio ilegal."

Pak Budi menghela napas panjang dan menatap ke arah Stevan dan Clara dengan pandangan menuntut penjelasan.

"Bagaimana tanggapan kalian, The Zeros?" tanya Pak Budi dengan suara berat.

"Panitia belum mengambil keputusan diskualifikasi karena kami ingin mendengar pembelaan kalian terlebih dahulu."

Clara membuka mulutnya mencoba untuk berbicara, namun suaranya tersangkut di tenggorokan karena rasa takut yang mendadak muncul.

Ia melirik ke arah Stevan yang masih duduk tenang seperti patung es di sebelahnya.

Stevan sama sekali tidak terlihat panik atau terintimidasi oleh tekanan orang-orang di ruangan itu.

Ia mengambil ponselnya, mengetik beberapa kalimat dengan kecepatan kilat, lalu menyodorkannya ke arah Pak Budi.

Pak Budi mencondongkan tubuhnya ke depan untuk membaca tulisan di layar ponsel Stevan.

"Tuduhan lipsync itu tidak berdasar. Kami bisa membuktikan keaslian suara kami di babak semifinal nanti," baca Pak Budi dengan suara keras.

Mendengar hal itu, Pak Surya langsung tertawa meledak dengan sangat meremehkan.

"Hahaha! Membuktikan bagaimana?" tantang Pak Surya sambil menggebrak meja dengan pelan.

"Kalian pasti akan menyiapkan trik peretasan baru lagi, kan?"

"Tidak ada yang percaya pada penyanyi bertopeng yang selalu bersembunyi di balik komputer!"

Dion ikut tersenyum mengejek sambil melipat tangannya di depan dada.

"Kalian seharusnya mundur saja secara baik-baik sebelum kami membongkar semua trik kotor kalian di atas panggung," ancam Dion dengan suara rendah.

Stevan menatap Dion dengan pandangan yang sangat dingin, sebuah tatapan yang membuat Dion tiba-tiba merinding tanpa alasan.

Stevan menarik kembali ponselnya dan mengetikkan sebuah pesan baru yang lebih panjang.

Ia kemudian menekan sebuah tombol putar di layar ponselnya dengan sangat santai.

Kresek... kresek...

Suara rekaman audio yang tidak terlalu jernih namun sangat bisa dipahami tiba-tiba keluar dari speaker kecil ponsel Stevan.

"Pak Surya sudah membayarmu ratusan juta untuk menyingkirkan lalat-lalat indie itu!"

"Jaga sikapmu, anak muda! Kau pikir aku sengaja meloloskan mereka?!"

Wajah Dion seketika berubah pucat pasi seperti selembar kertas HVS yang baru dikeluarkan dari mesin cetak.

Matanya terbelalak sangat lebar menatap ponsel di tangan Stevan.

Pak Surya yang tadinya tertawa angkuh kini membeku di kursinya dengan mulut sedikit terbuka.

Rekaman itu terus berlanjut memutar percakapan rahasia antara Dion dan Pak Barata di taman kampus tempo hari.

"Saat The Zeros naik ke atas panggung, aku akan menyuruh teknisi mematikan jalur mikrofon utama mereka dari ruang kendali."

"Mereka akan terlihat seperti peserta amatir bodoh yang lupa menyalakan mikrofon di panggung besar."

Seluruh ruangan rapat itu mendadak sunyi senyap seolah ada malaikat maut yang baru saja lewat.

Pak Budi, ketua panitia pusat, menatap Pak Surya dan Dion dengan rahang yang mengeras karena amarah.

"Surya... apa maksud dari rekaman ini?" desis Pak Budi dengan suara bergetar menahan marah.

"Kau menyuap ketua juri audisiku untuk menyabotase peserta lain?!"

Keringat dingin sebesar biji jagung mulai menetes dari dahi Pak Surya.

Ia berusaha keras mencari alasan logis namun otaknya tiba-tiba menjadi kosong.

"I-itu fitnah! Rekaman itu pasti hasil editan komputer mereka!" teriak Dion dengan suara melengking panik.

"Pak Budi, kau tidak boleh percaya pada bukti digital yang dimanipulasi oleh peretas seperti mereka!"

1
Rifqy Channel
nah gini dong 😭🙏🤣🤣
Rifqy Channel
tolong dong itu the zeros mereka harus ungkap identitas biar supaya mereka shock itu. jangan pelit dengan hadiah nya lah.
Nissa Safira: Sabar yaa kak🤣🙏
Aku mau mereka shocknya pas lagi di atas tahta, bukan pas masih di tangga. Tunggu final, hadiahnya bukan cuma identitas yang kebuka, tapi satu industri yang runtuh. Janji deh gak bakal pelit hadiahnya🤣🤣🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!