Indonesia
NovelToon NovelToon
Last Love From The Ceo

Last Love From The Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:125.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elaine

Image cover credit by Pinterest.

Kisah tentang hubungan Martin dan Riana.
apakah mereka bisa bersatu selamanya? atau Riana hanya akan memanfaatkan keberadaan masing-masing?
ikuti ceritanya ya teman-teman supaya tidak penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elaine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 18

Mobil Sam melaju dengan kecepatan sedang sehingga butuh

waktu 20 menit untuk sampai ke kedai makan yang sering kami kunjungi.

“Selamat datang.” Ujar Bibi Liu.

“Halo Bi.” Ujarku kemudian berjalan ke tempat duduk yang

biasa kami tempati.

“Kalian sudah datang? Mau pesan apa hari ini?” tanya Bibi

Liu sambil memegang pena dan kertas untuk mencatat.

“Seperti biasa aja Bi.” Ujar Sam.

“Sebentar Bi, hari ini aku ingin mengganti menu.” Ujarku

dengan cepat sebelum Bibi Liu pergi.

“Boleh, kamu ingin pesan apa?” tanya Bibi Liu lagi.

“Aku hari ini ingin makan yang pedas Bi, lebih pedas lebih

bagus.” Jawabku dengan menatap kearah Sam.

Sam mengerti dengan maksud tatapanku.

Aku sedang ingin bermakan pedas dan berharap Sam tidak

menolaknya. Bagaimanapun juga Sam adalah seorang dokter dan dia tidak akan

mengizinkanku makan yang pedas mengingat penyakit lambungku itu.

Sam menghela napas kemudian dia menatap Bibi liu dan

berkata.

“Buatkan untuknya Bi. Dia sedang ingin menyiksa lambungnya.”

Bibi Liu mengangguk dan pergi ke belakang untuk memasak.

“Bukankah kau sudah pernah berjanji tidak akan menyiksa

lambungmu lagi.”

“Aku tidak menyiksa, aku hanya ingin makan yang pedas.”

“tidak menyiksa? Baiklah jika tidak menyiksa. Jangan sampai

kamu masuk Rumah Sakit.”

“Jahat banget nih orang.”

“Biarin jahat, toh kamu sendiri juga.”

Belum selesai bicara, Bibi Liu datang dengan masakan yang

sudah siap. Setelah di tata di meja, aku langsung mengambil peralatan makan dan

berkata.

“Tenanglah, aku tau batasku.” Ujarku kemudian langsung

melahap satu suapan nasi.

Sam menghela napas ringan kemudian baru memulai makan.

Tidak lama, 1 isi meja makan ludes di habisi kami berdua.

“Masakan Bibi Liu tidak pernah berubah selalu enak.”

“Ya selalu enak dan bisa mengubah moodmu menjadi lebih

baik.”

“Iya loh, entah kenapa setiap kali suasana hatiku buruk

pasti aku ke sini.”

“Ayok aku antarkan kamu pulang, besok malam kita akan berangkat

ke Kota B.”

“Baiklah kalo begitu.”

Sam mengantarkanku pulang dan dia kembali ke Rumah Sakit

karena mendapat panggilan dari sana.

Sam melaju dengan cepat untuk segera tiba di Rumah Sakit.

“Bagaimana keadaan pasien?” tanya Sam kepada Suster yang

berdiri di sampingnya itu.

“Kritis dok.”

Dengan langkah besar, Sam segera ke ruangan pasien dan

memeriksanya.

“Apa sudah menghubungi keluarganya?”

“Sudah Dok, mereka sedang di jalan menuju ke sini.”

“Baik, kabari mereka bahwa besok pagi pasien harus segera di

operasi jika tidak dia akan koma.”

“Baik Dok.” ujar Suster langsung meninggalkan Sam.

Sam berjalan ke dalam ruangannya dan mengeluarkan ponsel

miliknya.

“Riana.”

“Iya, kenapa Sam?”

“Maaf, aku harus membatalkan keberangkatan kita besok karena

besok pagi aku akan melalukan operasi.”

“Tidak usah di batalkan Sam, besok aku akan berangkat

sendiri.”

“Tapi kita sudah berjanji untuk.”

“Sudahlah, aku besok akan pergi ke Kota B sendiri dan kamu

tinggallah di sini karena banyak orang yang membutuhkanmu untuk menolongnya.”

“Baiklah kalo begitu aku akan mengirimkan tiketnya ke

ponselmu.”

“Ok.”

“Besok kamu hati-hati ya, aku akan berpesan kepada Papa dan

Mama untuk menjemputmu di bandara.”

“Baiklah, kalo begitu aku mau istrirahat dulu.”

……….

Tok..Tok..Tok..

Seseorang mengetuk pintu kantor Martin.

Tidak menunggu jawaban dari dalam, dia langsung mendorong

pintu dan berjalan masuk ke dalam ruangan.

“Presdir, tiket ke Kota B untuk besok pagi sudah saya pesan

dan saya juga sudah mengatur jadwal anda selama berada di sana.” Ujarnya dengan

hormat.

“Hmm.”

“Kalo begitu saya permisi dulu.”

“Tunggu Ethan!”

“Iya Presdir, ada yang bisa saya bantu?”

“Siapkan mobil, aku mau ke Rumah Sakit sebentar.”

“Baik Presdir.” ujar Ethan, Sekretaris andalan Martin.

Martin beranjak dan mengambil jas miliknya yang di gantung

di belakang kursinya itu. Dia mengenakannya setelah itu dengan tegap dan penuh

dengan charisma dia berjalan meninggalkan kantor.

1
Herlin Tan
lnjut dong
Herlin Tan
bikin kepo
Evi Va
koq lama up nya nech .....
iska sari putri asih
lama bgt
Herlin Tan
lanjut donh
Squidd
Sabar yaa kak, akan sgera sy update krn skrg lg ngurusin ujian dl 🙏🏻🙏🏻
Yuniarti Kartika Sari
klo ga bisa update udh ditamatin ajh..dri pda terbengkalai ceritanya...yg ada readers nya udh keburu lupa SMA jln ceritanya
hepy nurika
yuk..lanjut..penasaran nih
Astri Desi
lanjut author semangat
Umaiza
Orang udah ciuman kok kesalahpahaman..
Itu mah kenikmatan...heheh
Umaiza
Aku suka kalo ceritanya kyk gini..
Disakitin trus pria yg nyakitin ditinggalin.
Trus nti dapet penggantinya yg 1000 x lebih baik...
Yuniarti Kartika Sari
sering2 up nya Thor biar ga lupa SM cerita awalnya
hepy nurika
up...up..up...
Dianita Evi Susanti
Up nya lama takut kelupaan..sampai bisa dsambi baca 2 novel selesai lho
Dianita Evi Susanti: Bener kan aku lupa..blank...g tau nich cerita kemarin kenapa..masa iya mau diulang bacanya
total 1 replies
iska sari putri asih
lmabanget up ya,nungvuin dr kmrn2 nich
Marwati Cirebon
asikkk,lanjut
jumil (Juanda & Mila )
lanjut othor 😘😘🥰😘
Azis Tan
Asyiik
jumil (Juanda & Mila )
sepi banget thor
~ning nong~
kaya aneh povnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!