Indonesia
NovelToon NovelToon
Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ikri Sa'ati

Mati karena diabaikan oleh keluarganya, mati karena diabaikan bahkan dikhianati oleh sang suami, lelaki yang paling dicintai, mati akibat fitnah, kebusukan dan kelicikan saudara tiri dan ibu tirinya.
Mati sebagai orang hukuman yang benar-benar hina, mati di ujung pedang tajam sang algojo.
Tapi...
Dia punya kesempatan kedua untuk hidup, punya kesempatan untuk mengubah takdir buruknya di masa lalu.
Maka kesempatan kedua itu dia manfaatkan sebaik-baiknya untuk membalas dendam terhadap semua orang yang telah membuatnya hancur dan sakit hati....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikri Sa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAN 19. Ada Apa dengan Anak ini?

Tampak Ling Qingxue berdiri di barisan paling belakang bersama Liu Xui. Diam laksana patung arca, begitu tenang seolah tidak ada satu pun atau siapa pun yang bisa membuatnya resah.

Auranya begitu kuat, wajah di balik cadarnya begitu datar begitu dingin, tanpa ada tekanan emosi atau kesedihan yang mendalam. Sorot sepasang mata indahnya begitu dingin, sulit terbaca apa yang tengah dipikirkan.

Sementara di barisan paling depan, tampak Su Zhu mu, Su Yinfei berdiri dengan anggun mempesona, tubuhnya yang sedikit semok berbalut gaun mewah nan indah berbahan sutra. Senyumnya terus terkembang, terselip rasa bangga sebagai nyonya seorang jenderal yang tidak bisa dia sembunyikan.

Sedangkan di sebelahnya, tampak Ling Yaofei yang berdiri dengan sedikit bertingkah, beberapa kali merapikan gaun dan rambutnya agar lebih percaya diri, berusaha ingin tampil lebih sempurna.

"Da Gege, Er Gege, apakah... aku sudah tampak cantik?" tanyanya dengan gaya dan suara manja, sepasang mata beningnya berbinar penuh harap.

"Tentu saja kamu cantik, Yao mei," sahut Ling Yujian seraya tersenyum bangga, menatap lembut sang adik kesayangan seraya mengelus kepalanya penuh kasih.

"Kamu yang paling cantik di seluruh kotaraja ini, Yao'er," Ling Yuchen memuji lebih ekstrim lagi, membuat Ling Yaofei semakin berbinar bangga.

Akan tetapi Ling Yaofei tidak terlalu mengharapkan sanjungan kedua kakaknya itu. Yang dia inginkan adalah reaksi Ling Qingxue terhadap sanjungan itu. Dia ingin agar gadis bodoh itu semakin sakit hati lagi cemburu karena begitu dekatnya dia dengan Ling Yujian dan Ling Yuchen.

Pada kehidupan yang dulu, momen-momen seperti ini selalu menjadi pemicu bagi Ling Qingxue untuk bereaksi dengan brutal. Dia pasti akan mengamuk, mengacaukan acara.

Yang pada akhirnya membuat Ling Yujian maupun Ling Yuchen semakin membencinya, membuat Jenderal Ling Guojin semakin marah dan menghukumnya.

Tapi kali ini berbeda bukan?

Ling Qingxue berdiri diam saja laksana patung, sama sekali tidak terpengaruh dengan adegan itu seolah tidak melihat dan tidak mendengarnya.

Ling Qingxue hanya menyunggingkan senyum kecil dari balik cadarnya, terkesan mengejek, membuat Ling Yaofei tampak kesal saat melihat fenomena itu.

Kenapa gadis jelek itu tidak berbuat keributan kali ini? Kenapa dia tidak marah dan iri? Kenapa bisa begini?

Ling Yaofei ingin melakukan serangan liciknya, ingin memprovokasi agar Ling Qingxue bertingkah bodoh di momen besar ini. Namun belum juga niat busuknya terlaksana.....

Tap! Tap! Tap...!

Seketika terdengar derap langkah kaki kuda yang teratur dari arah gerbang utama kediaman.

Tampak gerbang utama dibuka dengan amat lebar, menampilkan pasukan berkuda yang berbaris rapi melangkah teratur memasuki kediaman Jenderal Ling Guojin.

Di posisi paling depan, di barisan paling depan, tampak lelaki paruh baya namun masih tampak gagah penuh keagungan dan kewibawaan yang tinggi. Tubuhnya yang tegap berbalut jubah perang berwarna kuning keemasan. Tatapannya begitu tajam menatap ke depan.

Itulah sosok Jenderal Ling Guojing, seorang Jenderal Besar Kerajaan.

Serentak semua orang yang ada di pelataran depan itu langsung menyungkur berlutut, menjurah hormat penuh sikap takzim.

"Salam sejahtera selalu tercurah kepada Da Jiang Jun!"

Terdengar suara para pelayan, semua prajurit penjaga, dan seluruh keluarga begitu serentak menyambut kedatangan sang jenderal.

Tak terkecuali, Ling Qingxue juga ikut berlutut, namun sepasang mata beningnya tetap dibiarkan sedikit terangkat, menatap dingin ke arah Jenderal Ling Guojin, orang tua yang pernah dikagumi setengah mati.

Pada kehidupan yang dulu, dia pasti melompat kegirangan akan kedatangan sang ayah dan selalu berusaha untuk menarik perhatiannya.

Namun sekarang tidak ada lagi rasa itu di dalam dirinya, seolah telah mati, atau tidak pernah ada.

Jenderal Ling Guojin segera turun dari kudanya dengan tangkas dan ringan. Setelah menyuruh semua orang yang berlutut untuk berdiri, dia lalu melangkah ringan menuju keluarganya setelah kudanya telah diambil alih.

"Die di!"

Seru Ling Yaofei yang berlari kecil penuh kegirangan dengan mata berbinar berkaca-kaca. Lalu langsung menenggelamkan tubuh rampingnya dalam pelukan sang ayah.

"Aku amat merindukanmu, Die," desahnya penuh haru dan bahagia.

"Die di juga amat merindukanmu," balas Jenderal Ling seraya tersenyum lembut dan membelai rambut halus putri kesayangannya penuh kasih sayang.

Kemudian Ling Yaofei melepas pelukan pada sang ayah, terus merangkul lengannya penuh kemanjaan sambil melirik pada Ling Qingxue, berharap memicu reaksi pada gadis itu.

Namun tidak ada apapun yang ditunjukkan oleh Ling Qingxue selain hanya sikap dingin yang membuat Ling Yaofei memendam rasa kesal yang sangat.

Ada apa dengan gadis bodoh ini?

Ling Guojin kemudian beralih menatap kedua putra kebanggaannya, tersenyum puas melihat pertumbuhan mereka yang sesuai harapannya, lalu dia berkata penuh nada bangga.

"Kalian sudah tumbuh dengan dewasa, membuat Fu qin amat senang...."

"Kami selalu berusaha sebaik mungkin agar membuat Anda bangga, Fu qin," sambut Ling Yujian dengan hangat seraya tersenyum tipis.

"Kami akan terus belajar dan berlatih agar bisa berjuang bersamamu, Die," sambut Ling Yuchen juga tak mau kalah, menunjukkan sikap hormat sebagai anak yang berbakti.

Melihat sikap kedua putranya itu, membuat Ling Qingxue semakin tersenyum bangga.

★☆★☆

Namun ketika giliran pandangannya jatuh pada sosok Ling Qingxue, putri pertamanya, sepasang alis sedikit berkerut, merasakan suatu keanehan.

Gadis itu dilihatnya hanya berdiri tenang dalam diam, cukup jauh dari hadapannya, hal itu amat tidak biasa.

"Ling Qingxue?" tegur Ling Guojin memanggil dengan nada ragu dan sedikit canggung.

Pada kejadian yang sudah-sudah, di momen seperti ini, biasanya Ling Qingxue berlari dan mencoba menarik perhatiannya.

Namun yang dilihatnya sekarang, gadis itu hanya diam saja, bersikap seolah keberadaannya bukan sosok yang penting.

Menyadari Jenderal Ling Guojin kini berpusat padanya, Ling Qingxue tetap tenang, hanya memberikan reaksi biasa namun bukan hal yang biasa.

Perlahan dia menundukkan kepala sedikit, memberi hormat seadanya, lalu berkata bernada kalem tapi dingin.

"Selamat atas kedatangan Anda kembali, Da Jiang jun Da ren!"

Jenderal Ling Guojin langsung terkejut dalam diam. Menatap Ling Qingxue begitu lekat begitu intens.

Kenapa anak ini tiba-tiba bersikap formal kepadaku? Seolah menganggap aku ini orang lain. Batin Ling Guojin dengan rasa heran.

Sementara suasana di tempat itu seketika berubah sedikit tegang. Semua pelayan dan semua prajurit penjaga yang ada di situ ikut terkejut seraya menatap Ling Qingxue dengan penuh rasa ngeri.

Ling Yaofei langsung melepaskan rangkulannya pada lengan ayahnya saking terkejutnya. Sepasang matanya langsung membulat dalam rasa tidak percaya.

Kenapa Ling Qingxue memanggil ayah dengan sebutan formal seperti itu?

Namun diam-diam Ling Yaofei tersenyum di balik niat busuknya, dia ingin melihat betapa kali ini gadis bodoh itu pasti akan dihukum.

Sedangkan Ling Yujian maupun Ling Yuchen sempat saling melempar pandang sejenak, sorot mata mereka jelas kaget dengan sikap yang ditunjukkan oleh Ling Qingxue barusan.

Ling Yujian sempat mengernyitkan kedua alisnya, dia sungguh merasakan jika Ling Qingxue benar-benar berubah, sampai pun pada ayah mereka.

Sementara Jenderal Ling Guojin masih saja terpaku diam, tidak percaya dengan sikap putri pertamanya, menyapanya dengan sikap dingin dan datar. Bahkan lebih daripada itu, Ling Qingxue memanggilnya dengan sebutan formal.

Ada apa dengan anak ini?

Su Yinfei, yang sejak tadi hanya diam saja memperhatikan kejadian yang tidak biasa ini, segera melangkah dengan sikap anggun, mendekati Jenderal Ling Guojin sambil tersenyum lembut.

"Lao ye, kamu pasti lelah akibat menempuh perjalanan panjang," ucapnya penuh lembut lembut seakan tampil menenangkan suaminya. "Kita masuk dulu ke aula utama!"

Ucapan itu sukses menyadarkan Jenderal Ling Guojin dari jeratan sikap Ling Qingxue yang tidak biasa.

Dia segera mengangguk kecil seraya tersenyum lembut pada sang istri, lalu mulai melangkah menuju aula utama, dikuti oleh Ling Yaofei yang kembali bergelayut manja pada ayahnya.

Ling Yujian dan Ling Yuchen mengikuti dari belakang, sementara pikiran mereka masih diusik oleh kejadian barusan.

Sementara Ling Qingxue masih berdiri diam sambil sedikit tertunduk. Begitu rombongan itu sedikit jauh, dia baru ikut melangkah dengan tenang.

Liu Xui yang juga ikut berjalan dan tetap berada di sampingnya, menggigit bibir bawahnya melihat kejadian ini dengan mata yang berkaca-kaca.

Shao jie benar-benar tidak mengharapkan apapun lagi dari keluarganya....

Sejurus kemudian, Ling Qingxue yang diikuti Liu Xui mengikuti rombongan itu dalam diam, dengan ekspresi dingin dari balik cadarnya.

★☆★☆★

1
Adi Sudiro
terlalu mlibet padahal cerita nya menarik.....
Ds Phone
hidup nya makin menikat
Ds Phone
betul tak ada guna nya sama sekali
Adhie: betul kaka, tak ada guna lagi beri hadiah
total 1 replies
Ds Phone
kalau ambil kesah pun tak siapa ambil pedulik
Ds Phone
perubahan bangun dari mati
Ds Phone
ada kekuatan pada diri nya
Ds Phone
suka fitanah orang ambik tu sebagai balasan
Adhie: itu balasan masih ringan
total 1 replies
Ds Phone
dia dah tak takut sesiapa pun
Adhie: betul sekali
total 1 replies
Ds Phone
nampak sanyat bohong
Ds Phone
apa yang taruh
Adhie: coba dilihat kaka
total 1 replies
Ds Phone
pelayan setia nya begitu sayang pada nya
Adhie: benar, dialah yang paling setia padanya. makanya dia juga dibekali kekuatan
total 1 replies
Ds Phone
memang manusia satan
Ds Phone
dia akan uasa sendiri
Ds Phone
dia macam pecaya diri
Ds Phone
dia dah mula berani
Adhie: harus lah kaka....
total 1 replies
Ds Phone
bermula hidup baru semula
Muft Smoker
waaah udh byk nii kemampuan Shao jie miliki ,, mantaf laaa
Adhie: assiiiaap...
total 3 replies
Muft Smoker
semngat Shao jie ,,
kumpulkan kekuatan byk2 ,,
biar gx perlu pake byk tenaga buat ngebalas perbuatan mereka ,,
dan buat mereka menyesal ,,
Adhie: siap kaka...
total 1 replies
Hatijah Cantik
sikap keluarga itu sama sekali tidak masuk akal .
Hatijah Cantik
lanjut
Adhie: lanjut....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!