" aku akan menerima ujian takdirku selagi aku mampu ,namun jika takdir tak menginginkan ku maka aku akan menyerah dan pergii " arabella ayunisa
" lakukanlah apapun yang ingin takdir lakukan,tapi ku mohon tolong jangan hapus arabella dalam garis takdirku " ludwighe staindfol
pernikahan yang diawali dengan perjodohan diantara ludwighe dan arabella membawa perubahan pada garis takdir , kehidupan yang awalnya kacau pada akhirnya menemukan sedikit harapannya ,
namun setiap kehidupan selalu memiliki ujian takdirnya sendiri ,dan itulah yang terjadi pada pernikahan Antara ludwighe dan arabella.
akankah arabella mampu membawa cinta untuk pernikahan nya ataukah pada akhirnya Bella akan menyerah pada cinta itu sendiri.
ayo baca cerita selengkapnya,dan ikuti kisah merubah takdir ludwighe dan bella
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Wangshu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB : 15
seorang gadis cantik tengah duduk sendirian di dalam sebuah restoran mewah.
Tak lama kemudian seorang gadis muda yang seusianya datang menghampiri nya.
" hai , maaf ya lama macet banget di jalan " ucap gadis itu.
" iya gak apa-apa,lagian aku juga baru datang" ucapnya.
" hemm ,tumben banget kamu ada waktu biasanya kn sibuk ngejar - ngejar si dokter dingin itu kn " ucap gadis muda tersebut.
" nama dia Justin Cika ,bukan dokter dingin " ucap dara
" ya, ya ,ya ," ucap Cika sambil memutar bola matanya malas.
Ternyata ke dua gadis itu adalah dara dan sahabat nya Cika .
" lagian ya ra, menurut aku ni ya udah deh kamu gak usah lagi ngejar - ngejar si Justin itu lebih baik kamu tu fokus aja sama Davin " ucap Cika yang sebenarnya gedek lihat tingkah sahabatnya itu.
" apaan sih cik, aku tu cintanya sama Justin bukan Davin ,lagian Davin terlalu posesif " ucap dara .
" gini nih kalau otak cuma di pakek setengah, padahal ya dimana lagi coba dapat cowok spek Davin gitu ,udah ganteng ,tajir melintir, cinta banget lagi sma cweknya " ucap Cika.
" Justin juga ganteng ,tajir juga " ucap dara.
" iya tapi dia gak cinta sama kamu kan ,cuma bisa bikin kamu sedih terus" ucap Cika dengan sewotnya.
" ia udah lah gak usah bahas itu, lebih baik sekarang kita makan aja laper nih" ucap dara
" yaudah deh aku juga udah laper banget ini " ucap Cika kemudian mereka memesan makanan dan sembari menunggu makanannya di hidangkan mereka pun berbincang-bincang dengan di barengi candaan.
Sementara tanpa mereka sadari seseorang tengah mengawasi mereka dari kejauhan dan memastikan bahwa mereka aman dan baik baik saja.
sekitar 1 jam berlalu barulah Cika dan dara ke luar dari restoran tersebut.
" kita belanja dulu di mall sebrang yok dar" ajak Cika memang di sebrang restoran tersebut ada sebuah mall yang tergolong besar dan mewah juga.
" heem boleh juga tu ,pas banget aku juga lagi senggang,yaudah yok" ucap dara kemudian mereka berdua berjalan menuju mall tersebut karna letaknya pun tak jauh jadilah Cika dan dara memutuskan untuk berjalan kaki saja ,toh hanya tinggal nyebrang jalan saja,
pikir mereka.
saat akan menyebrang jalan tiba-tiba Cika menghentikan langkahnya dan itu membuat dara heran.
" ehh tunggu deh ,aduh kayaknya black card ku tinggal di mobil deh ,tunggu ya Dar aku ambil dulu " ucap Cika yang langsung berlari meninggalkan dara.
" astaga Cika kamu ini emang ceroboh banget ya" ucap dara sambil geleng-geleng kepala.
Namun tanpa dara sadari ada sebuah pengendara motor yang melaju dengan kecepatan tinggi,dara yang berdiri di pinggir jalan tak menyadarinya ia sibuk menatap ke arah parkiran tempat Cika berada sehingga tidak menyadari pengendara motor tersebut.
" dara awasss.." dara terkejut saat mendengar teriakan Cika
Dengan cepat ia menoleh ke depan namun tiba-tiba
brughh...
Kejadian nya begitu cepat hingga dara tak sempat menghindar ,sehingga tubuhnya terserempet oleh pengendara motor yang melaju dengan kecepatan tinggi itu.
" aaahhkkk" rintih dara
Cika berlari ke arah dara dengan cepat ia membantu sahabatnya itu.
" astaga dara kamu gak apa-apa, kepala kamu berdarah " histeris Cika .
Semua orang berbondong-bondong mendekati Cika dan dara .
" ini temanya kenapa mbak" ucap seorang ibu - ibu
" buk tolong bantu saya ,teman saya ke serempet motor buk " ucap Cika dengan cepat beberapa orang membantu dara dan Cika .
" bawa ke rumah sakit aja dek temannya ,lumayan parah itu lukanya" ucap seorang bapak satpam.
" iya pak , terimakasih ya sudah bantu saya dan teman saya ,kalau begitu kami permisi dulu" ucap Cika
" iya dek hati hati" ucap bapak satpam tersebut.
Setelah kepergian Cika dan dara seorang pria dengan pakaian serba hitam yang sedari tadi mengawasi dara dan Cika ,segera berlalu ke sebuah mobil di tempat parkir khusus.
" hallo bos " ucap sang pria
" ada apa " ucap seseorang di sebrang telpon
" maaf kan saya bos , nona dara terserempet motor saat akan pergi ke mall di sebrang restoran " ucap pria tersebut dengan keringat yang sudah membasahi wajahnya yang mulai terlihat pucat itu.
Tak ada balasan yang ada hanya keheningan yang mencekam hingga beberapa detik kemudian terdengar suara gebrakan yang sangat keras hingga membuat siapapun yang mendengarnya dapat menyimpulkan bahwa orang tersebut tengah marah besar saat ini.
" bagaimana mungkin itu bisa terjadi ,apa saja kerjamu sialan aku membayar mu untuk memastikan dia baik - baik saja bukan lalai seperti ini" amuk orang di sebrang telpon
" ma- af kan sa- ya tuan Davin ,saya mengaku salah saya siap menerima hukuman" ucap pria tersebut dengan suara yang gemetar.
" kirimkan lokasi rumah sakitnya lalu segera kembali dan jemput hukumanmu " ucap Davin dengan suara yang sangat dingin dan datar.
Kemudian panggilan itu langsung ia matikan dengan tergesa Davin menuruni anak tangga ia keluar dari mansion dan menuju rumah sakit yang barusan anak buahnya kirimkan alamat nya.
Sedangkan Cika dan dara saat ini tengah berada di rumah sakit.
Dara telah selesai di obatin oleh dokter dan dia di suruh untuk beristirahat terlebih dahulu.
" dara maafin aku ya ,karna aku kamu jadi kayak gini " ucap Cika sungguh ia merasa sangat bersalah andai saja ia tak meninggalkan dara sendirian di pinggir jalan dan andai saja mereka langsung pulang dan tak pergi ke mall itu pasti semua ini gak akan terjadi.
" apaan sih Cika ,ini itu bukan salah kamu udah ah jangan sedih gitu ,jelek tau " ucap dara mencoba menghibur sahabat nya itu.
Cika tersenyum hatinya sedikit lebih lega setelah mendengar perkataan dara.
Tiba-tiba pintu ruangan di ketuk dari luar
Tok tok tok
Dara dan Cika saling pandang mereka heran karna biasanya dokter dan suster tak mengetuk pintu seperti itu.
" masuk " ucap Cika
Ceklek... Pintu terbuka dan terlihatlah seorang pria tampan dengan rambut acak-acakan dan wajah nya yang penuh dengan kekhawatiran.
pria itu adalah Davin di tangannya ada beberapa bingkisan buah buahan kesukaan dara dan sebuah buket bunga mawar berukuran sedang.
Davin berjalan ke masuk ke dalam ruangan ia tersenyum manis saat melihat sang pujaan hati,namun tatapannya berubah sendu saat melihat luka- luka di tangan dan kaki dara.
" ekhmm ,kalau gitu aku keluar bentar ya Dar " ucap Cika yang langsung berlalu keluar dari ruangan tersebut tak lupa ia menutup pintu kembali.
" sayang kamu gak apa-apa " tanya Davin setelah ia meletakan bingkisan dan buket bunga tersebut ke atas meja nakas.
" ngapain kamu ke sini " ucap dara dingin tak ada senyuman ataupun keramahan dari wajahnya.
" aku khawatir sama kamu sayang , aku langsung ke sini pas tahu kalau kalau ke serempet motor" ucap Davin terlihat sekali dari wajahnya nya yang sendu dan pucat.
" tau dari mana" tanya dara ia menatap datar Davin yang ada di sampingnya ,kejadian ini hanya Cika yang tahu dan sahabatnya itu gak akan ngasih tahu Davin tanpa seizin nya.
" sayang aku.." ucapan Davin langsung di potong oleh dara.
" stop ngawasi aku terus menerus Davin, kamu suruh orang untuk ngikutin aku kan , aku muak lihat tingkah kamu yang kayak gini " ucap dara ia memalingkan wajahnya ke depan.
" maaf sayang aku lakuin ini karna aku khawatir sama keselamatan kamu" ucap Davin pelan dengan lembut ia genggam tangan dara namun dengan cepat dara menepisnya.
" aku gak butuh kamu khawatirin ,aku bisa jaga diri aku sendiri dan stop panggil aku sayang karna kita gak sedekat itu dan kita juga gak ada hubungan apapun" ucap dara dengan tegas.
Davin diam ia menatap dara dengan sendu,
hingga beberapa saat Davin hanya menatap dara tak menyentuh ataupun bergerak dia hanya diam mengamati wajah dara dari samping , kemudian ia bangkit dengan perlahan.
" maaf sayang , aku bawain kamu buket bunga sama buah - buahan kesu....
" keluar" ucap dara , dengan cepat ia memotong perkataan Davin.
rahang Davin mengeras ,tangannya mengepal sangat kuat hingga buku- buku jarinya memutih namun tatapan nya sendu, tak ada kilat amarah di tatapan matanya.
" cepat sembuh sayang " ucapnya yang kemudian berlalu keluar dari ruangan tersebut.
Ternyata di luar ruangan ada Cika sepertinya gadis itu mendengar percakapan mereka .
Davin berhenti beberapa saat di hadapan Cika
" jaga dara baik-baik " ucapnya kemudian berlalu meninggalkan Cika yang hanya bisa mengangguk pelan.
Cika menghembuskan nafas berat saat melihat punggung Davin yang sudah tak terlihat lagi.
" huffff astaga dara bisa - bisanya kamu nyakitin pria sebaik Davin " ucap Cika kemudian ia masuk ke dalam ruangan dara.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sementara itu Ludwighe yang merasa khawatir pada sang istri memutuskan untuk datang ke kediaman orang tuanya.
Setelah sampai di mansion utama dengan cepat ludwighe masuk ke dalam mansion.
Sesampainya di ruang keluarga ludwighe heran melihat ternyata di sana sudah berkumpul keluarga nya
Namun ia tak melihat Bella istrinya .
Hanya ada mommy Maria , Daddy Louis ,Justin dan Aldo bahkan Sintia adik iparnya tak ada.
" mommy , dimana Bella dari tadi aku menelponnya tapi gak bisa" ucap ludwighe pada sang mommy
Mommy Maria hanya diam kedua matanya memerah dan sembab,kamudia ia berdiri menghampiri sang putra dan..
Plak....plakk...
Dua tamparan mommy berikan pada sang putra.
Ludwighe terkejut saat tiba-tiba mendapat tamparan dari mommynya ,pipinya sakit dan kebas sebab tamparan mommy Maria tak main-main.
" dasar anak durhaka, ngapain kamu ke sini hah" teriak mommy Maria dengan air mata berlinang.
" mom tenang lah " ucap Daddy Louis mencoba menenangkan sang istri.
" gimana mommy bisa tenang dad, lihat kelakuan anak durhaka itu" ucap mommy Maria yang masih terisak di dalam pelukan suaminya.
" dad ,mom ini ada apa sebenarnya,kenapa mommy tampar Ludwig" ucap ludwighe yang belum tahu akar masalah nya.
Daddy Louis menatap tajam pada putranya dengan kasar ia lempar beberapa lembar foto ke atas meja.
Brakk...
" jelaskan apa yang terjadi " ucap Daddy Louis dengan nada dinginnya , Daddy Louis adalah orang yang tenang namun jika ia sudah marah maka Justin pun tak akan berani sekedar menatap matanya.
Ludwighe terkejut saat melihat beberapa foto-foto nya dan vanesha berserakan di atas meja .
" dad ,mom ,ini tidak seperti yang kalian pikirkan ini cuma salah paham ,aku bisa menjelaskan nya" ucap ludwighe dengan panik.
" ya,kau memang harus menjelaskannya pada kami semua " ucap Daddy Louis .
" mommy kecewa padamu ludwighe bagaimana mungkin kau bisa melakukan hal seperti ini hah, apa kau tidak memikirkan perasaan istrimu dan perasaan mommy" ucap mommy Maria dengan suara bergetar.
" tidak mom, sungguh ludwighe tak bermaksud seperti itu ,ya vanesha memang sudah kembali ke kota ini tapi tidak dalam kehidupan ku" ucap ludwighe
" Bohong kau berbohong" teriak mommy Maria
Daddy Louis langsung memeluk istrinya kembali.
" vanesha sudah cerita semuanya pada mommy ,dan hiks dan dia juga cerita pada Bella" ucap mommy Maria sembari menangis.
DEG..
ludwighe membeku vanesha menceritakan apa pada sang istri dan mommy nya sampai ke adaan jadi seperti ini.
" van-esha ceri-ta apa" tanya ludwighe dengan terbata-bata.
Mommy Maria menghapus kasar air matanya dan berdiri di hadapan putranya.
" kau ingin tahu semuanya kan , maka dengarkan baik-baik" ucap mommy Maria dengan tegas.
" kekasih mu itu ,sudah mengatakan segalanya tentang kalian ,wanita itu memamerkan apartemen yang kau berikan padanya di depan mommy dan istrimu , dia mengatakan kalau kau sudah memaafkannya , kau selalu menyuruh nya datang ke kantor mu dan makan siang romantis bersama, kau terpaksa menikah dengan Bella dan kau ingin menjadikan nya istrimu , dia mengatakan kalian selalu menghabiskan waktu berdua ,cih sungguh menjijikan " ucap mommy Maria , bagaimana pun ia berusaha menahan tangisnya tapi tetap tak bisa dia tahan.
Rahang ludwighe mengeras , tatapan matanya menggelap ,kedua tangannya ia keplakan dengan kuat .
" ludwighe Daddy tahu kau bukan pria seperti itu , Daddy percaya pada didikan Daddy dan mommy mu selama ini " ucap Daddy Louis dengan tegas.
" dad , itu semua bohong ,aku memang memberikan wanita itu apartemen itu hanya agar dia tidak terus-menerus menggangguku , aku hanya ingin semua baik-baik saja, ludwig sama sekali gak ada niat untuk melakukan hal lain " ucap ludwighe mencoba menjelaskan.
Daddy Louis menatap ludwighe dengan tatapan tajam , ia mencoba mencari kebohongan di wajah sang putra namun tak ada kebohongan yang terpancar di sana.