[ Fantasi Barat+ Misteri+ Sistem+ Ksatria+ Penyihir+ Abad Pertengahan ]
Agus yang terlibat pinjol akhirnya mati karena kecelakaan, jiwanya terseret ke dalam dunia lain dan menjadi Simon Blake di dunia pedang dan sihir, Simon bangkit dari budak bandit hingga menjadi penyihir terkuat, dengan sistem kemahirannya ia akan mencapai puncak!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arya Walker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bunuh Jordan! Dapatkan Teknik Tinju Riak!
Pertempuran di pos jaga yang terbengkalai itu semakin memanas seiring dengan deru hujan yang kian deras.
Ksatria Jordan meraung marah, wajahnya yang penuh bekas luka kini memerah akibat tekanan Qi Pertempuran yang dipaksakan keluar hingga batas maksimal.
"Kau pikir pedang aneh itu bisa menyelamatkanmu selamanya, bocah?!" teriak Jordan sembari meluncurkan rangkaian pukulan Tinju Riak secara beruntun.
"Hehehe, siapa tau bukan?" Simon terkekeh tipis.
Wuuush! Wuuush! Wuuush!
Udara di sekitar Simon meledak dalam distorsi transparan.
Setiap riak udara yang dihasilkan Jordan membawa daya hancur yang mampu meremukkan tulang manusia biasa.
Namun, Simon bukan lagi ksatria magang biasa, jika itu dulu mungkin perkataan Jordan benar dia bisa mati di bawa tinju ini.
Tapi sekarang, sebagai seorang Ksatria Magang Tingkat 3, kepadatan otot dan kecepatan sarafnya telah melampaui batas manusia fana.
Simon memacu Pernafasan Ular Hitam. Di dalam dadanya, benih berbentuk ular yang samar itu berdenyut kencang, memompa energi ke seluruh pembuluh darahnya.
Ia meliuk di antara riak-riak udara Jordan dengan kelenturan yang tidak masuk akal, bagaikan ular yang menari di tengah badai.
[ Pernafasan Ular Hitam +3 ]
[ Teknik Pedang Silang +2 ]
"Satu celah... aku hanya butuh satu celah untuk mengikis pertahanannya," pikir Simon sembari mata merahnya tetap terkunci pada pergerakan Jordan.
[ Pernafasan Ular Hitam +3 ]
Jordan, yang mulai merasa kelelahan karena konsumsi Qi yang besar, mendadak mengubah pola serangannya.
Ia menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada, menciptakan satu riak raksasa yang bergetar hebat.
"Mati kau dalam Riak Penghancur-ku!"
Gelombang tekanan udara yang masif melesat lurus ke arah Simon, menyapu semua lumpur dan puing di jalurnya.
Simon tidak mundur. Ia justru merendahkan tubuhnya, memegang gagang Pedang Hitam dengan kedua tangan, dan menarik napas dalam-dalam seiring dengan aktivasi karakteristik energi gelap pedang tersebut.
"Potong!" desis Simon.
TEKNIK PEDANG SILANG!
[ Teknik Pedang Silang +5 ]
Teknik Pedang Silang (menengah) 0/300.
Sebuah tebasan vertikal hitam pekat melesat keluar, kekuatan ini tampak berbeda dari sebelumnya, tebasan hitam membelah gelombang riak Jordan tepat di tengahnya.
Tebasan ini tampaknya telah meningkat dari sebelumnya, dia tidak tau apakah ini keberuntungan terobosan dalam pertarungan yang sering ia dengar dari novel yang dia bacanya.
Benturan dua energi yang bertolak belakang itu menciptakan ledakan tekanan yang menghempaskan atap kayu pos jaga yang sudah lapuk tersebut hingga hancur berkeping-keping.
BOOM!
Debu dan uap panas mengepul di tengah hujan.
Jordan terhuyung mundur, napasnya ngap-ngapan.
Matanya membelalak ngeri melihat bilah pedang hitam Simon kini diselimuti kabut korosif yang semakin pekat, seolah-olah senjata itu baru saja memakan sebagian dari Qi pertempurannya.
"Bagaimana mungkin... teknik magang bisa membelah Qi-ku?!" Jordan gemetar, keangkuhannya sebagai Ksatria Formal mulai retak oleh rasa takut yang nyata.
Simon melangkah maju dari balik kabut debu, langkah kakinya mantap meski zirah kulitnya telah sobek di beberapa bagian.
Ia tidak memberikan jawaban. Baginya, Jordan hanyalah salah satu batu loncatan di dunia yang kejam ini.
"Ronde kedua baru saja dimulai, Jordan," ucap Simon dengan suara yang datar dan membekukan darah.
Dengan terobosan teknik pedang silang, akhirnya pertarungan selanjutnya mungkin berjalan dengan berbeda.
Jordan menggeram, kembali menyelimuti tinjunya dengan riak energi yang lebih gelap dan tidak stabil, menandakan bahwa ia siap mempertaruhkan nyawanya dalam benturan terakhir.
Simon pun membetulkan posisi topeng gagaknya, bersiap untuk serangan pamungkas yang akan mengakhiri pertarungan berdarah ini.
Ksatria Jordan menggeram rendah, matanya yang merah akibat tekanan Qi menatap Simon dengan kebencian yang murni, ia berharap bisa mencincang Simon hingga tak tersisa di dunia.
Ia menyadari bahwa jika ia tidak segera menyelesaikan pertarungan ini, Qi pertempurannya akan habis seiring berjalannya pertarungan.
"Akan kuhancurkan kau bersama pedang terkutuk itu!" raung Jordan.
Ia memusatkan seluruh sisa Qi Pertempuran ke kedua tinjunya, membuat udara di sekelilingnya bergetar hebat hingga menciptakan suara berdengung yang memekakkan telinga.
TINJU RIAK: GELOMBANG PENGHANCUR!
Jordan melayangkan pukulan ganda ke arah tanah.
Seketika, riak udara yang sangat masif meledak dari titik tumbukan, merambat melalui tanah dan udara secara bersamaan, menghancurkan sisa-siga pagar kayu dan ubin batu di sekitar Simon.
Simon tidak mundur.
Ia justru memacu Pernafasan Ular Hitam hingga ke batas maksimal. Benih ular di dadanya kembali berdenyut dengan liar, menyalurkan kekuatan secara paksa ke seluruh ototnya yang kini sepadat baja.
"Sekarang!" Simon akhirnya melihat celah.
Simon melesat maju dengan kecepatan yang eksplosif, tubuhnya meliuk menghindari pusat riak udara.
Ia mengayunkan pedang hitamnya dalam satu tebasan horizontal membawanya ke arah Kekuatan Riak jordan.
TEKNIK PEDANG SILANG: RIAK KEMATIAN!
CLANG!
Bilah pedang hitam Simon beradu langsung dengan tinju Jordan yang dilapisi Qi.
Namun, kali ini kekuatan korosif pedang hitam itu bekerja lebih cepat, menetralkan pelindung Qi Jordan dalam sekejap.
Pedang Simon membelah riak udara musuh dan menebas dalam ke arah dada Jordan.
"Ugh!" Jordan terbelalak saat merasakan sensasi dingin menusuk jantungnya.
"Tidak mungkin! Aku mati di tangan bocah sepertimu!!, aku tidak berdamai!" Ruang Jordan.
Ia mencoba membalas dengan satu pukulan jarak dekat, namun Simon lebih cepat. Simon melepaskan pegangan pedangnya sejenak dan menghantamkan telapak tangannya ke wajah Jordan menggunakan tinjunya.
KRAK!
Tengkorak Jordan retak seketika.
Tubuh kekarnya terlempar ke belakang, menghantam pilar batu pos jaga hingga runtuh, sebelum akhirnya ia jatuh tak bernyawa di atas tanah berlumpur.
Simon terengah-engah, uap putih mengepul dari tubuhnya, melihat Jordan tidak bergerak dia terdiam sejenak, memulihkan sedikit staminanya.
[ Pernafasan Ular Hitam +5 ]
Barulah ketika ia selesai beristirahat, Simon segera menghampiri jasad Jordan dengan langkah yang terburu-buru bersiap untuk melooting tubuhnya hal ini sudah menjadi ciri khasnya.
Simon merogoh kantong zirah Jordan dan menemukan tumpukan koin emas sekitar 20 koin emas, dengan ini dia bisa membeli ramuan ksatria lagi di toko martin.
Selain itu ada sebuah gulungan kulit binatang yang masih hangat karena sisa-sisa energi Qi.
Saat jemarinya menyentuh gulungan itu, Simon segera membukanya dan membaca yang ada di dalamnya.
Jadi begitu!
Ternyata gulungan binatang ini menampilkan sebuah teknik tinju riak, Simon yakin bahwa teknik inilah yang di gunakan Jordan dalam pertarungan.
Menurut Simon teknik ini sangat kuat karena dirinya telah merasakannya sendiri tadi.
"Bagus. Dengan teknik ini, aku memiliki serangan jarak dekat dan menengah tanpa harus bergantung pada pedang," gumam Simon puas.
Ia memasukkan koin emas dan gulungan tersebut ke balik jubahnya, lalu membetulkan posisi topeng gagaknya.
"Lebih baik cari tempat untuk beristirahat dulu, kekacauan disini pasti akan menarik perhatian Baron wilde."
"Sebaiknya aku pergi dari sini."
Sembari berdiri di tengah reruntuhan pos jaga Wilde, Simon menatap langit malam. Dengan jatuhnya Ksatria Jordan, Simon akhirnya menyelesaikan misi pertamanya.
Ia segera membawa bukti kematian Jordan lalu pergi dari pos penjagaan ini.