Indonesia
NovelToon NovelToon
BLACK AND WHITE

BLACK AND WHITE

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Chicklit / Enemy to Lovers
Popularitas:407
Nilai: 5
Nama Author: Bubble🫧

Pout for Me, Little Mouse.

Keylana Reinhardt, Putri seorang raja perbankan lokal Jerman, diatur ke dalam pertunangan dengan Julian Donnersmarck -- Seorang Miliarder muda dari Berlin yang arogan, pragmatis dan bergaul dengan bebas.

Setelah disatukan, mereka tinggal bersama di Berlin, Kota kelahiran Julian. Tidak ada satu hari pun tanpa perdebatan. Julian tidak meninggalkan kebiasaan moral yang buruk sedangkan Keylana tak kalah nakal, memanggil Julian dengan nama depannya.

Ini tentang Rasionalitas yang terus dipertanyakan dan Perasaan yang dianggap tidak penting.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubble🫧, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Mabuk Dan Gila

Penthouse sunyi di malam hari, Pikiran Lana larut dalam buku yang ia baca. hujan diluar memberikan kenyamanan fisik dan pikiran. lampu meja menyala di sampingnya yang duduk bersandar di tepi tempat tidur, Jam demi jam berlalu.

"Sial," Julian muncul di ambang pintu tampak acak-acakan dari gala. dasinya kendur, rambutnya tidak tertata seperti sebelumnya. Tangannya memegang pintu untuk menopang diri.

"Kau tidak tau betapa sulitnya duduk disana sambil memikirkan mu duduk patuh disini." Suaranya tidak jelas karena terlalu banyak minum di pesta.

"Kau mabuk berat? lagi?" Lana mendongak, jengkel melihatnya.

Julian mendorong dirinya dari bingkai pintu, melihatnya keseluruhan penampilan Lana. Roknya tergelincir tinggi di paha, rambutnya yang terurai jatuh di pundak. "Kau terlalu cantik seperti itu. apakah kau merindukanku?" Julian mendekat, menyentuh lutut Lana.

"Jangan bercanda, kau mabuk berat. pergilah mandi, kau bau alkohol." Lana menggerutu memiringkan wajah Julian yang mendekat ke wajahnya.

Kekesalan dan ketidaksabaran di wajah Julian yang mabuk, menangkap kedua tangan Lana hingga buku itu jatuh di karpet. "Kau seharusnya ada disana agar aku bisa menunjukkan milikku," Suaranya seperti gumaman karena mabuk. "Aku harus menghukum mu karena itu."

"Jangan bercanda, Julian. lepaskan tanganku." Lana memalingkan wajahnya ketika wajah Julian mendekat hendak menciumnya. tangan dan tubuhnya meronta di bawah tubuh Julian yang berat dengan otot dan tenaga pria dewasa.

Mata Julian sayu karena mabuk melihat Lana melakukan pemberontakan kecilnya, wajahnya yang arogan memerah dan bingung karena efek alkohol namun niatnya jelas. Cengkeramannya pada pergelangan tangan Lana sedikit meningkat, "Kau tidak mau?" gumamnya.

"Tidak! aku tidak mau, aku sudah mengatakannya berkali-kali."

Cengkeraman Julian semakin kuat, berdecak jengkel sambil menekan tubuhnya sehingga Lana tidak bisa meronta melepaskan diri. "Kau tunangan ku, bukan? aku berhak untuk ini."

"Untuk apa?! ada perbedaan antara Pernikahan dan pertunangan."

"Ya, kita akan menikah." gumamnya, menempelkan bibirnya ke bibir Lana.

"Mmm, Dengarkan aku!" Sial, pria ini mabuk. membuatnya lebih konyol daripada saat sadar sepenuhnya.

Lana membuka mulutnya memberikan akses, lidah Julian masuk menguasai mulut Lana, melepaskan dasi dan kancing jasnya dengan kasar.

"Hei, Dengarkan aku.." Lana berbicara saat bibir mereka berpisah. "Kau mabuk, kau harus mandi lalu minum aspirin."

"Aku tidak butuh." gumam Julian melemparkan dasi dan jas nya, berlutut di antara Lana.

Lana bangkit dan duduk menyentuh tangan Julian, "Ayolah, aku bisa... membuat sup untukmu?" bujuknya.

Julian tidak mempedulikannya dan menangkap bibir Lana kembali.

"Julian..." bujuk Lana, Pria ini tidak akan mendengar dengan mudah. mungkin aku bisa menyingkirkannya dengan cara lain.

"Sayang, biarkan aku merawat mu. kau akan sakit kepala." Lana membelai rambutnya. "Ayo, mandi air hangat."

Julian menikmati sentuhan rambut Lana seperti kucing, memejamkan mata dengan manja.

"Baiklah," Julian mendengkur setuju. berdiri pergi ke kamar mandi dengan sempoyongan, Lana mengikutinya ke kamar mandi.

Julian melepaskan semua pakaian tanpa peringatan di tengah kamar mandi membuat Lana memalingkan wajahnya. Julian mandi di bawah pancuran sementara Lana mengobrak-abrik kotak obat mencari aspirin.

"Ini dia, aku akan... mengambil beberapa apel untuk mu." Lana keluar dari kamar dengan cepat. meninggalkan Julian yang mandi.

Lana berada dapur steril mewah itu untuk waktu yang lama. ia bisa mendengarkan suara air lalu pintu terbuka. Lana duduk diam di kursi sarapan. tidak ada tanda-tanda Julian menyusul atau suaranya menuntut memanggilnya.

Lima menit lalu sepuluh. Lana bergerak naik tangga perlahan sambil mencari tanda-tanda suara Julian. sepi. saat membuka pintu, Lana melihatnya sudah ambruk di tempat tidur. botol aspirin masih terbuka di meja rias dengan gelas air yang berkurang isinya.

Huh... untungnya dia tidur. malam ini bukan perang atau pertikaian. bagus.

Lana bergerak diam-diam menaikkan kaki Julian yang menjuntai agar berada di atas tempat tidur. pria itu hanya mengenakan handuk yang diikat rendah di pinggulnya. rambut dan tubuhnya masih basah karena mandi. Lana menyelimutinya dan mematikan lampu. meninggalkan pria itu tidur di kamar utama.

Pagi hari datang sinar matahari yang menyelinap melalui sela tirai, Julian mengerang karena sakit kepala, duduk menopang sikunya di lutut yang ditekuk. memindai sekelilingnya. ingatan semalam, Menghadiri gala dan minum sampai mabuk berat lalu mengemudi seperti orang gila.

Tapi kekesalan muncul saat mengingat Lana semalam, pandai sekali menghindar saat suasana menjadi nyata. Julian menendang selimut dan berdiri, meraih jubah sutra gelap dan mengenakannya mencari tanda-tanda Lana. Gadis itu selalu menolak hubungan intim bahkan memiliki taktik memecahkan masalah sekarang.

"Keylana?!" Suaranya keras tapi tidak menggelegar seperti biasa karena sisa tidur dan mabuk.

Panggilannya berulang dua kali sampai akhirnya Lana muncul di pintu, masih mengantuk menggosok matanya dengan buku jari.

"Darimana saja kau?!"

"Tentu saja tidur!"

Julian mendekat dan menangkap dagunya dengan kasar. "Mengapa kau menghindar?! mengapa kau bersikap seolah tidak menginginkannya semalam?!"

"Apakah kau gila?" Lana mendorong tubuh pria itu, Julian menangkap pinggang Lana.

"Ya aku gila!" bentaknya. "Dengar, Aku calon suami mu. aku berhak atas dirimu. lupakan ikatan konyol pertunangan. kita akan menjadi suami istri pada akhirnya." Ia mendekatkan bibirnya ke bibir Lana, matanya tajam dan penuh kekesalan.

"Jika kau gila pergi ke dokter. Mereka pasti tau cara mengatasi mu."

Mata Julian berkilat murka dan melemparkan Lana ke tempat tidur secepat kilat membuat Lana terkesiap, menahannya dengan tubuh besarnya.

"Dengarkan baik-baik," Bisiknya di telinga Lana sambil menahan dagu gadis itu. "Aku tidak peduli dengan omong kosong 'Menunggu pernikahan untuk tidur bersama', Aku tidak percaya dengan tradisi kuno, kita hidup di zaman ini."

Bahu Lana begidik merinding. Pria ini, selalu tidak bisa berkompromi apalagi untuk urusan kesenangan. Lana menganut norma dan Julian adalah anjing gila.

"Kau juga menginginkannya Lana, jangan coba-coba menyangkal. Saat kau menginginkannya dan datang padaku, aku akan membuatmu memohon dengan putus asa." Gigi Julian menggores daun telinga Lana. "Aku tidak akan membuat ini mudah. lihat apakah kau akan mengikuti pedoman kuno atau bergabung denganku."

Julian melepaskan dagunya dan keluar dari kamar, ia berhenti sejenak di ambang pintu melirik penampilan acak-acakan Lana. rahangnya menegang lalu pergi membanting pintu di belakangnya meninggalkan Lana disana yang terpaku.

Dinamika hubungan mereka tidaklah baik. Sangat buruk, keduanya berasal dari Keluarga yang sama berpengaruhnya tapi sifat anak-anaknya berbeda. Keylana adalah gadis yang penurut, lucu tapi tidak kalah kritis. Keluarga Reinhardt adalah Oldmoney yang mewarisi tradisi aristokrat yang menjaga nama baik dan tingkah laku yang halus.

Julian sebaliknya, Pria bertangan besi yang mengubah warisan keluarga menjadi perusahaan multi-miliar dollar. pergaulan bebas dengan sosialita, kurang peduli dengan penilaian media tapi sukses dalam pengambilan keputusan dan rencana bisnis berisiko tinggi.

Nama baik Reinhardt seharusnya menjadi pendukung dalam menciptakan reputasi lanjutan dalam persatuan keluarga konglomerat. begitulah rencana dari kakek Julian dan kakek Lana yang telah lama bersahabat. Tapi kedua cucu mereka tidak serasi.

1
Jordin Yanti
semangat yha kakak othor ❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!