Kisah seorang Aluna merubah dirinya menjadi iana, karena derita dan ditolong oleh satu keluarga. Membuatnya kembali bertemu pria yang selama ini ia hindari.
Siapa sangka karena Ananda Hiko ditinggal mati sang istri karena kecelakaan, ia kembali hidup dengan identitas baru bernama Kelvin.
Pertemuan mereka kembali, ditakdirkan meski sejauh manapun mereka merubah dirinya, akan tetapi alam memang menyurati jika mereka jodoh.
Simak kisahnya ya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oktiyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KENAPA HARUS DIA
Seminggu kemudian iana dan Amel mendatangi pernikahan sang sahabat.
ia menatap jelas wajah Rian. Entah keterpaksaan atau memang sengaja, ia akui memang bukanlah jodohnya.
"Selamat atas pernikahan kalian." ucap iana.
Melin merasa memang telah merebut pria yang iana sukai, Jelas ia tak ingin iana selalu beruntung, Rian ada dalam genggamannya.
hanya permintaan maaf dalam hati Melin pada iana.
"Amel, iana makasih udah datang."
iana dan Amel tersenyum, ia juga bicara jika kita selalu selamanya sahabat baik. Dan akan selalu bersama kapapun dalam keadaan apapun.
Dua jam berlalu iana menerima undangan pernikahan perjodohan Amel pada iana.
"Hay! Aku turut bahagia untuk kalian." lirih iana.
"Sekali lagi selamat ya, aku ga sangka kalian bisa berjodoh. Samawa ya buat kalian berdua." ujar kembali iana dan Amel.
Beberapa saat raut wajah Rian hanya diam saja, sekalipun ia menikahi Melin, ia tidak akan pernah menyentuhnya sesuai janji cintanya pada iana. Bahkan, bukan lagi soal benar melakukan yang jelas ia tidak ada perasaan apapun.
Amel dan iana juga ikut menyalami keluarga lain, dengan sopan santun mereka mencicipi sedikit jamuan, hingga lepas beberapa jam mereka pulang. Tentunya Amel dengan jemputan seorang pria, dan iana dengan taksi.
Hingga mereka pun berpisah, iana amat kesal dan berkecamuk ia pergi ke suatu bar, berniat bertemu Reno untuk mengambil mesin coffe mini yang Reno janjikan memberikan harga terjangkau, akan tetapi Reno berada di Bar, usaha orangtuanya. Jadi iana berfikir sekalian saja ia lewat.
Namun sampai disana, ia tak sengaja menatap beberapa teman sekolahnya dahulu.
Hera .. Sein.. lirih iana dengan meneguk beberapa minum. Merekapun ikut bergabung, tak terasa iana semakin kacau dalam bicara sehingga Hera dan Sein menjahili seorang gadis yang selalu mempesona dikampus.
"Taruh ini diminumannya cepat!" ucap Hera pada Sein.
"Sudah bawa saja dia ketempat kamar utama. Aku yakin setelah mengantar gadis ini hidupnya akan hancur, ingat perintah Shasa. Kita dapat bonus double kan nanti." merekapun saling Tos dan tertawa senang.
iana tak sadarkan diri, setengah jam berlalu ia bangun dengan pusing. Tubuhnya merasa panas segera ia berlari ke kamar kecil. Ketika ia mendobrak sebuah pintu yang terkunci dan sulit ia merasa kesal. Lima belas menit kemudian dia tertegun ketika menatap satu pria masuk dan menghampirinya.
"Siapa kamu?" tanya iana.
"Heuum..dasar ******. Kau berpura pura ya?"
iana terkesiap meski tubuhnya panas, ia sepenuhnya jelas mengingat pria tinggi, hidung mancung dan tampan namun amat flat dingin. Aroma tubuhnya ketika mendekat membuat panas dingin. Pria itu semakin dekat dan mencengkram iana dengan buas.
"Tidak.. jangan lakukan itu, saya bukan.. anda pasti salah sangka Tuan.. tolong..heuum."
iana sulit bernafas, hingga dimalam itu ia terkapar dan tertidur.
"Siaal... dia benar gadis!" pria itupun pergi meninggalkan iana dikamar sendiri.
iana masih samar samar, membuka mata perlahan. Ingatan itu membuatnya mengingat Ananda Hiko si pria yang memintanya melahirkan anak, tapi ia kabur karena kematiaan sang mama. Terlebih saat tahu, ananda Hiko mempunyai istri, sahabat kecil dulu ia tidak tega dan menatapnya.
"Aku yakin bukan dia, itu hanya mirip. Tunggu, ada apa denganku. Apakah aku ..?" menatap bulat Iana, ketika melihat pakaiannya berantakan.
Iana mencoba bersandar, ia menatap alu lalang tempat. Benarkah, ia dikerjai seseorang atau ...?!
Tbc.