Nasib Kyarra, Kakanya yang meninggalkan suami dan juga putrinya. Kyarra harus menikah dengan kakak iparnya demi keserakahan ibunya.
Kyarra melakukannya demi keponakannya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Tetapi banyaknya pertentangan dalam pernikahan mereka, belum lagi Kakak iparnya menganggap bahwa dia menerima pernikahan itu semata-mata hanya ingin memeras.
Kyarra benar-benar terjebak dalam pernikahan yang seharusnya tidak terjadi dan apalagi kontrak yang pasti pengetahuannya antara ibunya dengan Kakak iparnya.
Lalu bagaimana Kyarra yang awalnya hanya menjalankan peran sebagai seorang tante yang menyayangi keponakannya dan saat ini harus menjadi istri dari mantan Kakak iparnya, di tengah banyaknya mimpi yang ingin dia tuju?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9 Hal Tidak Terduga
"Maksud Ibu?" Kyarra saat ini berada di jalan yang tampak menelepon seseorang.
"Benar Bu, uang lesnya sudah kembali dibayarkan, diwalikan oleh ayahnya tuan Alvino," jawab wanita yang menjadi administrasi di bagian tempat les Kelly.
"Begitu...." sahut Kyarra yang terlihat pasrah.
"Baiklah Bu, kalau begitu terima kasih sudah menginformasikan, saya benar-benar minta maaf karena sudah merepotkan," ucap Kyarra.
"Bain Nona Kyarra," sahut sang penelpon yang akhirnya menutup panggilan telepon tersebut.
Kyarra menghela nafas panjang.
"Astagfirullah, mama benar-benar keterlaluan, karena mama semua ini jadi berantakan," batin Kyarra tidak mampu berucap apapun.
Bagaimana tidak setelah ini dia akan disalahkan Alvino, dituduh Alvino yang melakukan semuanya, mungkin saja dituduh korupsi uang les dari Kelly.
Alvino yang berada di kantor yang terlihat frustasi memijat kepalanya.
"Aku tidak tahu mau sampai kapan mereka akan menjadi penipu di dalam keluargaku? yang ada di kepala mereka hanya uang-uang dan uang," ucap Alvino menghela nafas.
"Wanita itu selalu merasa sok pintar, selalu merasa paling benar dan paling tahu seperti apa Kelly, padahal itu adalah anakku dan bagaimanapun hanya ayahnya yang tahu seperti apa dia, wanita itu saja yang sangat berlebihan dan sok tahu," umpat Alvino.
Tok-tok-tok.
"Masuk!" sahut Alvino membuat pintu itu terbuka dan terlihat seorang pria berpakaian rapi menghadap Alvino.
"Ini Pak naskah yang telah diberikan penulis," pria tersebut memberikan lembaran kertas yang tampak rapi disusun memperlihatkan kepada Alvino.
"Saya sudah periksa naskahnya sebelumnya, saya melihat ceritanya lumayan, tetapi besar harapan mereka naskah ini dapat diterima," jawab Alex yang tak lain adalah asistennya.
"Bagaimana dengan universitas Jakarta? bukankah kemarin rektor yang ada di sana mengatakan akan mengirim beberapa naskah dari mahasiswa mereka ke perusahaan kita untuk diperiksa?" tanya Alvino.
"Benar! saya sudah mengabari pihak kampus dan paling lama minggu ini naskahnya akan segera diantarkan ke perusahaan kita, besar harapan pihak kampus jika ada naskah yang baik dan layak untuk diproduksi, mereka berharap semua itu," sahut Alex.
"Kita lihat dulu seperti apa naskahnya nanti," sahut Alvino yang tidak sembarangan memproduksi suatu film karena setiap yang telah diproduksi oleh perusahaannya tidak pernah gagal.
"Hmmmm, ohiya pak, saya sudah menemukan Nyonya Melani!" ucapnya membuat Alvino mengangkat kepala dan melihat serius ke arah Alex.
Alex memperlihatkan ponselnya kepada Alvino yang membuat mata Alvino melihat layar tersebut ternyata Melani terlihat makan bersama seorang pria dengan duduk berdua.
"Di Maroko!" lanjut Alex.
"Kamu tidak perlu melaporkan apapun lagi tentang dia kepada saya? urusan saya dengan dia sudah selesai," ucap Alvino mengalihkan pandangannya untuk kembali memeriksa naskah tersebut.
"Baik. Pak," sahut Alex kemudian langsung pergi.
Alvino menghela nafas, menyandarkan tubuhnya di dinding kursi dengan kepalanya sedikit terangkat dan matanya terpejam.
"Hanya demi uang, kau pergi meninggalkan putrimu, Melani kau akan menyesal melakukan semua ini kepadaku," batin Alvino.
Entahlah bagaimana permasalahan rumah tangga pasangan suami istri itu yang membuat Melani melarikan diri ke luar negeri dan meninggalkan anak bersama suaminya sehingga Alvino mengambil tindakan untuk mengajukan perceraian ke pengadilan.
Mega yang memang dikenal matre dan realistis, mengambil cucunya terlebih dahulu karena mengetahui bahwa Alvino sangat menyayangi Kelly dan walau Alvino juga tidak memiliki waktu untuk Kelly, tetapi mana mungkin terus-menerus membiarkan Kelly bersama dengan Mega.
Mega memanfaatkan kesempatan itu agar mesin ATMnya tidak pernah hilang dan menggantikan putri keduanya untuk menjadi istri Alvino. Sementara perceraian Alvino dan Melani juga belum diketahui apakah sudah resmi atau tidak.
*******
Kyarra berada di dalam kamar bersama dengan Kelly yang saat ini sudah tertidur di atas ranjang. Kyarra menyelimuti Kelly dan kemudian mencium lembut kening Kelly.
"Selamat tidur cantik!" ucapnya begitu lembut.
Kyarra mengambil gelas yang ada di atas nakas dan kemudian keluar dari kamar, Kyarra menghentikan langkahnya ketika melihat Alvino ternyata ada di dapur yang sedang minum.
Kyarra sedikit panik yang menyadari penampilannya, hanya memakai dress piyama panjang dengan lengan satu, di dalam kamar memang sedikit gerah yang membuat Kyarra melepaskan bleazernya.
Kyarra juga mengetahui bahwa Alvino tidak mungkin pulang di jam seperti ini, jadi sekarang dia panik dengan penampilan yang berusaha di tutupi dengan rambutnya yang digerai agar tidak terlalu terlihat bagian dadanya.
Alvino yang sudah selesai minum meletakkan gelas tersebut, kemudian melihat kearah Kyarra. Alvino menghela nafas dan bersandar pada dinding wastafel dengan kedua tangannya dilipat di dadanya.
"Kamu tidak pernah berhenti berusaha untuk menggoda saya," ucap Alvino sudah pasti protes dengan penampilan Kyarra yang terbuka seperti itu.
"Jangan salah paham dulu. Saya juga tidak tahu Kakak akan pulang lebih cepat dari biasanya," jawab Kyarra gugup.
"Kalau memang kamu terbiasa memakai pakaian seperti itu di rumah, dan tidak tahu kalau saya berada di dapur, bukankah ketika kamu melihat saya dan seharusnya kamu langsung lari ke kamar dan bukan malah diam di sana agar saya melihat kamu," ucap Alvin.
"Benar, kenapa juga aku tidak lari, kakiku seperti tertempel oleh lantai," batin Kyarra merasa bodoh.
Alvino membuang nafas berat dan kemudian melangkah menghampiri Kyarra, seketika Kyarra panik dan refleks mundur saat pria di hadapannya itu sudah semakin dekat.
"Ka_ kak...." ucapnya terbata melihat tajamnya tatapan Alvino seakan-akan ingin menerkam dirinya.
"Kamu ingin memiliki anak dari saya? agar keluarga kalian tetap sejahtera?" tanyanya.
Kyarra tidak ragu untuk menggelengkan kepala yang terus mundur perlahan dengan langkah Alvino yang terus maju dan lebih sialnya lagi tubuh Kyarra terbentur dingding sofa yang membuatnya sudah tidak bisa bergerak.
Tetapi langkah Alvino semakin dekat dan refleks membuat tubuh Kyarra hampir saja terjatuh pada sofa, karena terus memaksa untuk mundur dan untung saja lengan Alvino menahan tubuh kecil itu.
Mata Kyarra melotot saat posisinya benar-benar hampir terjatuh dengan posisinya yang saat ini terlihat kayang, Kyarra kesulitan menelan ludah, ketika jarak dirinya dan Alvino benar-benar sangat dekat sehingga nafas mereka saling menerpa.
"Kenapa kamu terus menggoda saya Kyarra?" tanya Alvino dengan suara berat.
"Saya tidak pernah menggoda, jangan terlalu percaya diri," jawabnya membantah.
"Kamu punya pilihan dan kamu tidak melakukannya, jadi bagaimana mungkin saya tidak beranggapan jika kamu menggoda saya, sengaja mencari perhatian dari saya, Kyarra menghadapi wanita seperti kamu sudah biasa dan saya sudah tahu seperti apa kamu," ucap Alvino.
Kyarra benar-benar tidak nyaman dengan posisi tersebut, Alvino sepertinya sengaja melakukannya, yang membuat wajahnya memerah dan takut. Kyarra ingin meloloskan diri dan mencoba untuk mendorong Alvino.
Ternyata apa yang dia lakukan justru membuat tubuhnya jatuh pada sofa dan lebih parahnya lagi Alvino ikut jatuh yang saat ini menindih tubuh Kyarra yang membuat Kyarra semakin kaget dengan mata melotot.
Jika tadi wajah mereka masih ada jarak dan saat ini sudah tidak ada jarak lagi dia wajah mereka.
Alvino menatap wajahnya begitu teliti dengan mata yang berkeliling dan sementara Kyarra yang sejak tadi terjebak di bawah kungkungan itu tampak tidak bisa berbuat apa-apa, jantungnya berdebar kencang yang benar-benar gugup.
Terlihat dari leher Alvino yang tampak menelan ludah. Keduanya menatap begitu lama.
Bersambung......