Seorang pria sukses namun tak juga kunjung menikah dan harus bertunangan dengan seorang wanita yang yang sebenarnya dia tidak cinta dan hanya berpura-pura mencintai wanita pilihan orang tuanya.
Cintanya sebenarnya terpaut pada sang adik dari sang tunangan. Dia juga tahu kalau tunangan nya itu tidak sungguh -sungguh mencintai dirinya.
Namun sebuah kecelakaan yang dia alami menjadi jalan nya melepaskan sang tunangan.
Dia dipaksakan untuk terus melakukan pesta pernikahan dengan adik sang mantan tunangan. Dia merasa senang dengan pernikahan itu karena memang itu yang dia inginkan.
Apakah pernikahan itu berjalan sesuai keinginannya dan apakah sang adik mantan tunangan mau menerima dia sebagai suami?
Ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juwita Simangunsong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Pagi pun tiba Ciko dan Aira sudah bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit begitu juga dengan pak Adrian dan ibu Lastri.
Sedangkan pak Permana dan ibu Asri langsung menuju rumah sakit dimana Aira akan diperiksa dan menunggu Aira di sana. Karena semalam mereka pulang kerumah mereka setelah jam dua belas malam.
Di tengah jalan pak Adrian langsung menghubungi pihak rumah sakit untuk menyiapkan Dokter kandungan terbaik untuk memeriksa Aira karena yang ada di kandungan Aira saat ini adalah penerus Dirgantara Grup.
Setelah pemeriksaan dan tahu kalau Aira benar-benar hamil dan kehamilannya sudah menginjak usia dua bulan.
Aira dan Ciko di perbolehkan pulang dan ditengah perjalanan Aira melihat seekor anjing yang berwarna putih bersih milik seseorang yang ada di seberang jalan yang sedang menikmati makanan di seberang sana.
Ciko yang melihat itu langsung bertanya " Sayang kamu mau makan di sana?".
" Tidak aku mau anjing lucu itu sayang ". kata Aira sambil menunjuk ke arah seberang sana
" Anjing?". Ciko mengerenyitkan dahinya heran dengan permintaan Aira.
" Iya sayang aku mau seekor anjing yang lucu itu". kata Aira tersenyum sambil memasang wajah manja.
" Ya nanti aku carikan yang lebih bagus".kata Ciko sambil mencubit pipi Aira pelan.
" Tapi aku maunya sekarang mas". rengek Aira.
" Kamu kok tumben minta sesuatu maksa begini tidak seperti biasanya". Ciko semakin heran.
" Aku maunya sekarang titik".
" Iya iya sekarang kita pergi ketempat penjualan anjing. Jangan cemberut lagi ya sayang". bujuk Ciko pada Aira.
Akhirnya Ciko mengarah ke tempat penjualan anjing dan hewan lucu lainnya . Tidak menunggu waktu yang lama akhirnya mereka sampai di tempat penjualan hewan.
Ciko sudah mendapat sebuah anjing lucu berwarna putih.
" Aira ini anjing nya kamu suka tidak?". kata Ciko.
" Nggak ahh aku malas kita pulang sekarang aku sudah tidak mood lagi. Lagian aku ngeri nanti digigit". Aira pergi melengos ke parkiran menuju mobil.
Ciko langsung cepat -cepat mengembalikan anjing ke penjaga toko nya dan langsung menyusul Aira ke parkiran.
" Kenapa kamu tidak jadi beli anjing nya?".
" Aku sudah tidak mau ya sudah jalan dong mas , sekarang aku lapar". Aira berkata seperti tidak berdosa. Mendengar ucapan Aira Ciko hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Entah kenapa istrinya mood berubah dengan cepat.
" Apa ini yang namanya ngidam ya". kata Ciko dalam hati
Dirumah keluarga Permana.
" Ibu...Ayah ... aku pulang. Ibu ... ibu dimana?". seorang gadis mencari - cari keberadaan ibu Asri. Namun Bu Asri dan pak Permana tidak menjawab.
Si gadis cantik itu terus mencari ke halaman belakang dan di situ dia mendapatkan sosok orang tua yang di cari-cari sedari tadi.
" Aya ... ibu ternyata kalian disini?". sapa gadis itu dengan rasa gembira karena bisa bertemu dengan orang tua yang sudah dia tinggalkan selama enam bulan.
"Maya ". kata pak Permana dan Bu Asri bersamaan.
" Iya aku Maya putri kalian". seru Maya.
" Kamu baru pulang nak?". ibu Asri langsung menuju Maya dan memeluk anaknya itu.
" Iya ibu aku kangen sama kalian , apa kalian juga kangen sama aku?". kata Maya.
" Tentu sayang ibu juga sangat merindukan kamu. Kamu sudah makan nak?". kata Asri.
" Belum Bu aku juga lapar dan aku juga sangat merindukan masakan ibu".
" Ya kalau begitu kamu makan dulu! Kebetulan hari ini ibu memasak makanan kesukaan kamu".
" Ibu masak rendang daging dan sayur cap-cai?".
" Iya nak kamu makan dulu ya. Ibu mau panggil ayah kamu untuk makan juga". Asri pergi menjemput pak Permana yang sedari tadi menahan amarahnya pada Maya.
" Yah ... ayo kita makan siang dulu kebetulan Maya juga ada".
" Aku tidak suka melihat anak itu selalu menyusahkan orang saja. Pergi seenaknya dengan meninggalkan masalah dan pulang juga seenaknya dengan menambah masalah ". kata Permana pada sang istri.
" Sudahlah Yah ... nanti kita nasehati dia". bujuk Asri.
" Aku tidak mau sampai dia buat masalah untuk keluarga Aira dan Ciko Bu".
" Iya Yah... Ayah tenang saja biar ibu yang memberikan nasehat untuk Maya nanti". kata Asri.
Mereka akhirnya makan siang bersama dan Maya terlihat sangat lahap memakan makanannya tidak begitu dengan pak Permana yang hanya mengaduk -aduk makanan yang ada di atas piring nya.
" Ayah makan dulu jangan terlalu ayah nampakkan kemarahan Ayah pada Maya ". bisik Bu Asri.
Akhirnya mereka menyelesaikan makan siang bersama dan setelah itu mereka beristirahat.
Dua hari berlalu ketika sorenya mereka duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi. Secara tiba-tiba Maya bertanya " Bu ... Aira kenapa sejak kepulangan aku Aira tidak ada di rumah? Kemana dia?".
" Dia sudah menikah". jawab Pak Permana ketus.
" Menikah Yah? Menikah dengan siapa Yah? Setahu Maya Aira tidak punya pacar ". Maya tidak percaya kalau adiknya sudah menikah.
" Iya ".
" Siapa yang jadi suami nya Yah?". Maya penasaran.
" Sama lelaki yang kamu tinggalkan enam bulan yang lalu".kata Permana tanpa basa-basi.
" Maksudnya Ciko Yah?". Maya lebih tidak percaya lagi.
" Iya lelaki yang kamu tinggalkan karena dia cacat".
" Aduh kasihan sekali nasibmu Aira menikah dengan lelaki cacat. Dulu kamu menyukai Alex , Alex Mala memilih aku dan sekarang aku capampakkan Ciko kau yang memungutnya. Sungguh kasihan nasib mu adik ku selalu dapat ampas-ampas aku". kata Maya dengan nada sombong.
" Tutup mulut kamu Maya ". kata Permana marah.
" Bagi Ayah Aira adalah pahlawan untuk Ayah dan ibu. Kalau saja dia tidak mau mengantikan posisi kamu mungkin Ayah dan ibu sudah di penjara sekarang". Pak Permana sangat marah pada anak perempuannya yang dengan mudah mengatai anaknya Aira dengan setega itu.
" Dan perlu kamu tahu Ciko tidak cacat dia hanya pura-pura cacat agar dia tahu siapa kamu yang sebenarnya dan apa yang direncanakan oleh Ciko berhasil dia tahu kalau kamu hanya mencintai dirinya dikala dia sempurna. Akhirnya dia tahu yang mana berlian dan yang mana batu koral". kata Permana.
" Jadi Ciko tidak cacat Ayah". Maya merasa emosi mendengar penjelasan dari sang Ayah.
" Iya dia sempurna dan kamu tahu Maya ... Ciko sangat menghormati dan mencintai Aira adikmu". pak Permana semakin memanasi Maya.
Sedangkan Maya yang tidak terima mengepalkan tangan karena geram mendengar penjelasan dari sang Ayah.
" Ibu apakah yang ayah ceritakan pada ku benar adanya?". Maya ingin lebih memperjelas bahwa apa yang didengar itu salah dan ibu Asri hanya mengangguk dan dari anggukkan dari Asri membuat hati Maya semakin terluka. Karena anggukan ibu nya menjawab kebenaran yang pak Adrian katakan.
" Kurang ajar kau Ciko kau telah membohongi aku. Tunggu balasan aku". gumam Maya.
" Kamu jangan ganggu rumah tangga adikmu karena ini semuanya salah kamu". pak Permana memperingati Maya.
" Tapi aku tidak terima Yah ... Ciko membohongi aku dengan berpura-pura cacat. Aku harus buat perhitungan dengan dia". kata Maya dengan nada tinggi di penuhi emosi.
*CINTAI AKU ISTRIKU, konflik istri konflik risa (pemeran utama wanita) melakukan kesalahan fatal, tapi dengan mudah dimaafkan, karakter suami dibuat bodoh dan tidak tegas sama sekali, mudah memaafkan dan Terima saja diperlakukan seperti apapun
*BIARKAN AKU TETAP MENJADI SUAMIMU, ciko (pmeran utama pria) melakukan kesalahan, author buat menderita, menyesal, mengemis maaf, dan berjuang keras dan sangat lama baru dimaafkan, karakter pemeran utama wanita kalian buat tegas, tidak mudah memaafkan dan pergi
banding kesalahan risa dan ciko
*risa, selingkuh terang2an, merendahkan harga diri suami, durhaka, kurang ajar, dia sama sekali tidak menyesal pada suami,
*ciko hanya salah paham
ini sikap egois wanita dibawa kedalam novel, kalau suami salah dia besar2kan dan tidak mudah memaafkan suaminya tapi kalau dia salah mau mudah dimaafkan,
jadi kalau sudah begini adil kah kalian dalam berkarya, thor novel boleh saja bagus dalam segi karya seni tapi sebagai moral novel masih sangat egois dan tidak ada keadilan sama sekali
TU MAYA MAU NGAPAIAN JUGA.