Mempuanyai penyakit yang paling di takuti oleh siapa pun di dunia ini. Siapa pun pasti tidak ada yang mau memiliki penyakit seperti itu.Hemofilia, Gangguan ketika darah tidak membeku secara normal.
Jika darah tidak dapat membeku dengan baik, perdarahan berlebih (eksternal dan internal) terjadi setelah cedera atau kerusakan.
Disaat harapan untuk hidup seorang Sena syakila yang sudah tidak ada lagi. Dia adalah salah satu pasie hemofilia, dia mendapatkan semangat hidup ketika melihat seorang pria yang selalu lewat di depan rumahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NMY_YEOJA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 18
Di saat yang lain melakukan pemanasan dengan serius di tengah lapangan , Sena justru tidak berkonsentrasi sama sekali . Ia sibuk dengan kegiatan nya mengamati lapangan . Kepala nya tidak henti bergerak menoleh ke sana kemari . Dari semua siswa dari kelas 2A dan 2C yang mendapat jam olahraga yang sama , satu orang yang selalu menarik perhatian nya tidak juga terlihat . Tatapannya kini teralih pada guru olahraga yang baru saja datang setelah tadi pergi selama 15 menit dengan seorang siswa yang mengekor di belakang nya .
Sena mengerjap saat melihat Rangga di sana , laki-laki itu masih memakai seragam nya lengkap tanpa mengganti nya dengan seragam olahraga .
"Hari ini kalian akan bermain bola berpasangan . selama permainan berlangsung kalian tidak boleh melepas kan genggaman tangan pasangan kalian !" seru guru olahraga .
" Dan aturan nya adalah siswa perempuan kelas 2A akan berpasangan dengan siswa laki-laki dari kelas 2C dan begitu sebaliknya" lanjut guru olahraga yang dibalas seruan heboh oleh para murid nya .
Guru Olahraga terlihat menoleh ke arah Rangga
"Dan kamu berlari keliling lapangan sampai aku memintamu untuk berhenti "
Dan benar saja , saat ini tatapan heran dari seluruh murid di sana mulai menghujani Rangga. Sedang kan yang bersangkutan masih tetap menunjuk kan tatapan datarnya , meskipun dalam hati ia tidak berhenti merutuk ,
"Sial"
Seluruh siswa terlihat menikmati permainan . Tidak henti sorak-sorai menambah suasana ramai pada lapangan itu . Beda hal nya dengan Rangga , dia harus berlari mengitari lapangan, sedang kan yang lain asyik bermain bola .
Dan yang lebih parah nya lagi adalah saat Rangga tahu kalau Sena dipasangkan dengan Rendra ! Ugh, Rangga tidak suka ini , apalagi saat dia melihat sendiri bagaimana mereka berbagi tawa saat bekerja sama mengejar bola dan jangan lupakan genggaman tangan itu .
Rangga mengeram dalam hati , kenapa harus orang konyol itu ?! Dan apa itu, kenapa Si Gadis susu tertawa lepas seperti itu ? Ugh, entah sudah berapa kali lagi Rangga mendengus kesal?!
Saat Rangga sadar bahwa Ia mendapat satu lirikan dari Sena yang memandang nya kikuk , saat itu juga ia langsung membuang pandangan nya ke arah lain . Laki-laki itu terus saja berlari meskipun peluh terus saja menetes dari pelipis nya .
Permainan baru berhenti saat guru olahraga meniupkan peluit nya dan memerintah kan para murid nya untuk beristirahat .
Tanpa menunggu banyak waktu mereka berlalu membubar kan diri , memilih mengistirahat kan badan nya di pinggir lapangan sedangkan guru olahraga berjalan ke arah Rangga yang masih berlari .
" Hai kamu , berhentilah silakan istirahat" sontak Rangga menghenti kan lari nya saat guru olahraga menghampiri nya .
" Akan ada hukuman lebih dari ini jika kamu kembali mengulangi kesalahan mu lagi" ancaman guru olahraga itu sambil berlalu .
Rangga yang masih terengah hanya memutar kedua bola mata nya . Kemudian ia berjalan menghampiri seorang murid perempuan yang duduk sendirian di pojok lapangan dengan ditemani sebotol minuman dingin . Rangga sedikit mengernit namun setelah itu ia beranjak mendekati sang gadis dan menduduki diri nya di sebelah gadis itu .
" Kamu sendirian ? Di mana Zilan ?"
Sena yang masih meneguk minuman nya itu menoleh terkejut ke arah Rangga. ia menaik kan kedua alis nya bingung ,
" Dia pergi ke toilet " ucapnya terbata.
" Kamu terlihat menikmati permainan mu"
" Apa ?" Rena mengejar bingung . Namun ia langsung menyadari saat pandangan rangka tertuju pada satu pria di sana dan Sena hanya bisa menggaruk belakang kepalanya setelah itu .
" Ada apa dengan mu ? Kenapa kamu bisa dihukum ?" tanya Sena mengalihkan pembicaraan .
Rangga meluruskan kedua kakinya dan menghela nafas pendek .
"Aku ketahuan membolos di kantin tadi " ujarnya datar .
" Kamu sering melakukan hal itu ?"
" Terkadang, kalau aku merasa bosan ."
Sena hanya tersenyum kecil mendengar jawaban Rangga. Kemudian ia meraih botol minuman nya dan menyodorkan nya pada Rangga .
Satu lirikan Rangga berikan , " kamu memberi ku minuman sisa?" tanyanya .
"Eoh? Bu- bukan begitu . Ya sudah kalau kamu tidak mau"
Belum sempat senam menarik tangan nya, Rangga sudah lebih dulu mengambil botol minuman itu dan meneguknya sampai habis . Melihat hal itu Sena hanya bisa memandang dengan mata bulat nya .
" Kamu menghabiskan nya?" ucap Sena saat melihat botol nya sudah tidak tidak berisi . Rangga hanya diam tanpa merespon.
" Rangga " Panggil sena pelan
Tangga menoleh , ia melihat Sena Tengah memperhatikan sekitar dengan tatapan ragu .
" Mereka memperhati kan kita "
Dan setelah itu baru Rangga sadari bahwa mereka memang Tengah menjadi pusat perhatian . Rangga tidak memperduli kan tatapan itu justru ia terlihat sangat cuek. Berbeda dengan Sena yang kelihatan agak risih .
" Aku sudah terbiasa akan hal ini " memang mengingat keberadaan nya di sekolah ini sebagai salah satu murid yang terpandang, membuat rangka tidak lagi perlu merasa risih . Karena apapun yang ia lakukan pasti akan menjadi pusat perhatian . padahal Rangga sangat membenci akan hal itu .
Sena hanya bisa tersenyum kecil sebelum akhir nya ia memilih menunduk untuk menutupi perasaan nya .
" Dengan begini mereka akan tahu sendiri nya ."
Sena mengangkat kepalanya dan menatap Rangga yang juga Tengah menatapnya .
" Rangga , kamu menganggapku sebagai apa ?"
Raut data Rangga berubah samar , ia memutar bola matanya dan menatap lurus ke depan ,
" Menurutmu bagaimana ?"
" aku..." Sena tidak melanjutkan ucapannya . dia justru terdiam, bingung untuk menjawab apa.
" Iya benar seperti itu, Kamu Sena , Sena Syakila adalah milik ku mulai dari sekarang " hingga akhir nya Rangga membuka suara sambil terus menatap kedua manik mata senang dan tanpa diduga laki-laki dingin itu memberi kan seulas senyum tipis di akhir kalimatnya .
Melihat itu, Sena tidak bisa berkutik hingga detik-detik berikut nya sampai akhir nya ia mengajak sadar , " aku melihat mu tersenyum "
Rangga sedikit tersentak, ia mengalih kan pandangan nya ke arah lain dan berdecak malas.
Sena hanya tersenyum melihat tingkah Rangga. ternyata Rangga bisa tersenyum , pikirnya . dan dalam hati ia berharap agar ia bisa melihat senyum itu lagi , lebih manis dan lebih tulus dan...
" apa-apaan ini?!"
Suasana itu langsung berubah drastis saat seruan Zilan terdengar di antara mereka .
" Jadi kalian?" Zilan bertanya bingung . namun setelah itu ia berseru senang .
" Kita memiliki pasangan baru di sini !!"
Dan bersamaan dengan itu , terdengar sorak-sorai dari seluruh siswa lainnya . Ya semua yang baru akan segera dimulai .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...