"Sayang, kamu tau gak kenapa aku suka memperhatikan kisah cintanya sendal jepit?" kata seorang cewek yang membawa sebuah rantang di tangannya, sambil berlari menghampiri sang cowok yang sedang asik mengerjakan sesuatu di depannya itu. dan hanya melirik sang cewek, tanpa niat membalas.
"Sebab mereka ada dua, gak ada yang namanya pihak ketiga. dan akan bertahan walaupun sendiri." kata cewek itu sambil melihat sang cowok yang masih asik dengan laptopnya. setelah meletakkan rantang di meja sang cowok.
"Ck, percuma gue jauh-jauh kesini tapi ga ada di respon.. bagus tadi gue pergi aja ke kantor angga." merajuk cewek itu dan berjalan pergi namun saat ia ingin membuka pintu ruangan itu, pintunya tidak bisa di buka. dan cewek itu melihat ke arah sang cowok yang ternyata sang cowok sedang berjalan menghampirinya.
"Bukain, gue mau pergi." kata cewek itu saat sang cowok berada di dekatnya.
"Kamu mau kemana, di sini aja." kata cowok itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nonaains, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bully
"Bunda nanti jemput aku kan?" Kata abiyu yang kini sedang berada di depan kelasnya yang baru.
"Kayaknya kak bagus yang jemput kamu sayang. Soalnya bunda udah masuk sekolah lagi." Kata adri sambil mengusap kepala abiyu.
"Yahh, tapi nanti ga telatkan jemput aku-nya?" Kata abiyu yang sedikit sedih.
"Iya, nanti kalau bunda pulang cepat kita jalan-jalan yaa." Kata adri yang mencoba membuat abiyu semangat.
"Seriusan bunda?" Kata abiyu yang mulai semangat.
"Iya, tapi kamu yang semangat ya belajarnya." Kata adri.
"Siap bunda, aku sekarang mau belajar dulu yaa, dadah bunda." Kata adri lalu masuk kekelasnya, dan adri hanya melambaikan tangannya saja lalu pergi dari sana menuju mobilnya.
"Jalan kak, ke sekolah gue." kata adri setelah masuk kedalam mobilnya dan bagus menjalankan mobilnya menuju sekolah adri.
"Non udah sampai." kata bagus setelah beberapa menit melakukan perjalanan.
"Oke, terimakasih. Ooh iya, nanti tolong jemputin abiyu ya kak. Jangan sampai telat, dan satu lagi abiyu itu anak angkat gue. Jadi jangan mikir yang ngga-ngga, gue bisa aja bilang aunty kalau lo mikir kalau gue ini anak yang gak baik-baik." kata adri sebelum turun dari mobil lalu membuka pintu mobilnya, "Sama nanti, gak perlu jemput gue." sambung adri setelah turun dari mobil dan menutupnya.
Setelah menutup pintu mobilnya adri langsun berjalan menuju pagar sekolah yang sudah di tutup rapi oleh pak memet, dan adri meminta pak memet untuk membukakan gerbangnya. Lalu adri berjalan menuju ruang kepsek untuk mengecek berkasnya dan juga mengecek pekerjaan azka. Sesampainya adri di depan pintu kepsek,adri langsung masuk saja tanpa permisi terlebih dahulu dan membuat orang yang ada didalam ruangan itu terkejut.
"Apa lo, mau gue turunin gaji lo?" kata adri saat melihat azka yang ingin memarahinya, namun tidak jadi karena azka telah melihat siapa orang itu.
'Gak hanya turun gaji, bisa-bisa turun jabatan juga ntar gue.' batin azka.
"Nah tuh tau. Oh iya, gimana pekerjaan lo? ga ada masalah kan? sama gimana tugas masukin dua anak curut lagi?" kata adri yang duduk di sofa yang ada di ruangan itu dan tidak lupa dengan makanan yang ada di meja itu dimakan oleh adri.
"Baik semua, ga ada hambatan dan masalah. Palingan masalah dateng itu karena nona aja, dan riko sama rio barusan masuk kedalam kelas, 15 menit yang lalu ada kali." kata azka sambil menggelengkan kepala yang melihat tingkah nonanya itu.
"Bagus-bagus, gak salah orang gue milih lo jadi kepsek di sekolah ini." kata adri sambil memakan snacknya itu.
"Oh iya nona, seper-" kata azka terputus
"Kenapa? gue gak mau denger cerita yang bisa bikin gue manas pagi-pagi ya." kata adri cepat
"Sabar nona, saya belum selesai ngomongnya. Sepertinya sekolah kita akan di jadikan tuan rumah pada acara lomba-lomba nasional dan internasional beberapa bulan kemudian. dan saya perlu persetujuan dari nona." kata azka yang menjelaskan ke adri.
"Ha'a? ooh, jadi tuan rumah. Yaa silahkan aja, toh dengan begitu secara tidak langsung kita mempromosikan sekolah kita dan menambah anak-anak baru buat masuk ke sekolah kita juga memperbanyak pertukaran siswa dan siswi-nya bukan?! lo urus aja deh sebaik-baik lo, sebisa-bisanya lo gimana, gue ngikut aja selagi itu gak merugikan gue ataupu sekolah gue ini." kata adri.
"Tapi saya juga harus dong berdiskusi dengan anda, walaupun orang-orang taunya saya kepsek dan abang (pura-pura) nona."kata azka.
"Tidak masalah toh jaminannya kan kakak lo, dan juga gue udah percaya sama lo. Gue berharap sih lo gak bikin gue kecewa, itu aja udah cukup buat gue." kata adri lalu pergi dari sana menuju rooftop untuk mengadem.
Sesampainya adri di rooftop iya langsung duduk di salah satu kursi yang ada disana. Dan memejamkan matanya lalu membayangkan apa yang akan iya lalukan setelah ini, dan tak lama dari itu ia langsung tertidur pulas. Hingga ia mendengar suara ribut di lapangan yang dimana di sana ada anak yang sedang main basket dan juga sepak bola, lalu adri melihat jam ternyata sudah menunjukkan waktu istirahat.
"Kekantin aja ah, gue laper." kata adri lalu turun dari sana, menuju kantin. Sesampainya adri di kantin, ia melihat ada yang sedang di bully. Dan adri menghampirinya, lalu melihat siapa yang jadi korbannya.
"Satu tetes air jatoh kena dia, jangan salahkan kalau satu jari atau tangan lo patah kena gue." kata adri yang melihat pelaku ingin menumpahkan air ke korban.
"Apa sih lo, jangan ikut campur deh." kata pelaku itu tanpa melihat siapa yang barusan ngomong sama dia, dan teman-teman yang lain sudah pada takut saat melihat adri.
"Lo ngeyel, jangan salahin gue ya kalau abis ini lo masuk rumah sakit." kata adri lalu menarik tangan si korban untuk berlindung di belakangnya. dan saat pelaku itu melihat ke arah adri, dia langsung terkejut dan mundur beberapa langkah ke belakang.
"Kenapa lo? baru takut? tadi kemana aja? gue lagi males berantem sih ini, tapi kalau lo sekali lagi gue liat ngebully adek gue, gue gak segan-segan ngirim lo masuk kerumah sakit. Inget itu, bukan buat lo aja, tapi buat semua yang ada di sini. Gue liat atau dapet laporan ada yang bully zakia, habis kalian sama gue." kata adri dengan dingin dan membuaat yang ada disana pada ketakutan karena aura dari adri.
"Ooh iya, nama lo siapa?" kata adri dan melihat nama gadis itu di bajunya. " Lita pebri winata dari keluarga winata toh. Sini deket gue bentar, ada yang ingin gue sampaiin ke lo. Lo yang kesini baik-baik atau gue tarik lo dengan gak baik-baik." sambung adri dan orang itu menghampiri adri. "Bilangin untuk pemilik pt winata yang baru, kalau masalah dia dan keluarga gue belum selesai, dan gue tunggu pemilik pt winata bersama cewek murahannya itu buat menemui gue, satu minggu dari sekarang." bisik adri ke telinga gadis itu. Lalu adri menarik zakia pergi dari sana.
"Lo kalau di bully ya lawan lah dek, jangan diem aja. Tadi lo bisa kena bully karena apa?" kata adri saat mereka duduk di salah satu kursi kosong yang ada disana.
"Tadi dia yang ngenggol aku, dia juga yang numpahin jusnya ke bajunya sendiri, tapi dia bohong. Seolah-olah dia benar tapi nyatanya gak seperti itu, kak." kata zakia ke adri.
"Ck, nanti kalau ada apa-apa kasih tau gue aja. Udah sana balik ke temen-temen lo, oh iya ada duit jajan ga lo?" kata adri ke zakia sambil melihatnya dari atas ke bawah.
"G-gak ada, tadi abang cuman ngasih dikit aja." kata zakia sambil menunduk.
"Lah, emang om itu ya. Nih ambil buat jajan." kata adri lalu memberi zakia duit berwarna merah sebanyak 5 lembar.
"Kebanyakan kak, 1 lembar aja udah cukup." kata zakia dan ingin mengembalikan sisanya ke adri.
"Ambil aja lah udah, anggep aja duit perkenalan gue yang udah masuk ke keluarga lo." kata adri dan zakia berterimakasih lalu pergi menuju teman-temannya.