Indonesia
NovelToon NovelToon
Langit Angkasa

Langit Angkasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Teen / Cintamanis / Cintapertama
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ambar Wati

Langit Angkasa.Seorang aktor sekaligus penyanyi yang sedang naik daun saat ini.Wajahnya begitu tampan dan rupawan membuat hampir semua gadis tergila-gila kepadanya,tapi tidak dengan Bintang.Gadis itu sama sekali tidak tertarik dan bahkan menolak untuk duduk satu bangku dengan Langit.Merasa terhina dengan sikap Bintang,Langit bertekat untuk membuat Bintang jatuh cinta kepadanya.

Berhasilkah Langit membuat Bintang jatuh cinta kepadanya...??Ataukah justru Langit yang malah terjebak oleh permainannya sendiri dan jatuh cinta kepada Bintang...??Simak terus kisahnya agar tidak ketinggalan....!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ambar Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 18

Langit dan Bintang memasuki sebuah restoran yang terletak di kawasan pantai.Langit sengaja memilih tempat di sudut ruangan agar tidak terlalu tampak oleh banyak orang.Tak lupa dia mengenakan topi,masker serta kacamata hitamnya agar tidak ada orang yang mengenalinya.

"Di sini aman kok...Minimal buka masker lo lah,,biar bisa makan...!!"ucap Bintang.

Dia merasa sedikit risih melihat Langit yang tampak seperti seorang penjahat karena semua wajahnya tertutup.

Langit pun menuruti Bintang.Pria itu membuka maskernya agar bisa makan dengan leluasa.

Setelah selesai makan,keduanya berjalan-jalan di pantai.Mereka berjalan menyusuri pantai sambil menikmati hembusan angin yang bertiup sepoi-sepoi.Setelah lelah,keduanya pun duduk dan memesan es kelapa muda untuk menghilangkan rasa dahaga.

"Lo...kapan mau balik ke Jakarta...??"tanya Langit sembari menyeruput es kelapa mudanya.

"Gak tau gue...Gue masih belum siap balik ke sekolah lagi...."jawab Bintang.Memang,peristiwa pembullyan itu membuatnya merasa enggan untuk kembali ke sekolah.

"Sorry ya...gara-gara gue,,lo jadi dibully...."ucap Langit merasa bersalah.Dia tidak menyangka Stella akan berbuat sejauh itu.Padahal Langit tidak cukup dekat dengan Stella.Bagaimana bisa gadis itu mengclaim dirinya sebagai pacar.

"Ini bukan salah lo...."jawab Bintang.Dia tidak bisa menyalahkan Langit atas apa yang telah dialaminya karena Langit pun tidak tahu apa yang terjadi.

Suasana sejenak menjadi hening.Mereka sama-sama terhanyut dalam pikirannya masing-masing.

"Balik ya...gue janji akan lindungin lo dari mereka...!!"ucap Langit.

Bintang tampak bimbang.Dia ingin kembali bersekolah,namun di satu sisi dia masih merasa takut jika kejadian itu akan terulang kembali.Apalagi jika Stella sampai menyebarkan videonya.

Langit menggenggam tangan Bintang membuat gadis itu reflek menoleh ke arah Langit yang duduk di sebelahnya.

"Gue kesepian kalo lo gak ada...gue gak punya temen di sekolah selain lo...."ucap Langit membuat Bintang mengerutkan keningnya.

"Bukannya lo punya banyak fans...??"balas Langit.Bagaimana bisa pria itu merasa kesepian sementara seisi kelas,bahkan seisi sekolah begitu memujanya.

Langit menghela nafas pelan."Mereka cuman kagum sama gue karena gue selebriti...Di depan mereka,gue dituntut harus sempurna dan sesuai ekspektasi mereka...Sedangkan sama lo,gue bisa jadi diri gue sendiri...."ucapnya panjang lebar.

Memang,selama ini Langit selalu bersikap ramah dan lembut dihadapan para fans nya.Namun itu semua hanya pencitraan saja.Itu bukanlah sifat asli Langit.

Langit bisa menjadi dirinya sendiri hanya saat di hadapan Bintang.Dia sendiri juga tidal tahu kenapa.Mungkin karena sejak pertama kali mereka bertemu,Bintang tidak mengetahui bahwa Langit adalah artis.Dan yang pasti gadis itu bukanlah fans maupun hattersnya.Jadi dia tidak perlu bersandiwara.

"Langit...."

Bintang merasa dilema.Jika diingat-ingat,pertemuan pertamanya dengan Langit memang sangat menyebalkan.Namun selama ini,pria itu selalu ada di saat-saat Bintang sedang terpuruk.Langit juga merupakan satu-satunya orang yang mengetahui semua tentang kehidupannya.

Sejenak mata keduanya saling beradu.Entah kenapa Bintang merasakan getaran aneh di dalam dadanya.Begitu pun dengan Langit.Pria itu merasakan hal yang tak biasa.Namun dia sendiri tidak bisa menyimpulkan perasaan apa yang tengah dirasakannya saat ini.

Tiba-tiba pandangan Langit tertuju pada bibir Bintang yang sedikit terbuka membuat pria itu kini merasa gelisah.Lagi-lagi Langit merasa jika bibir Bintang sangatlah seksi.Dan sialnya,Langit begitu ingin mengecupnya walau sebentar saja.

"Ck...sial..."umpat Langit dengan pelan.Pria itu segera berdiri dan mengusap wajahnya.Sementara itu,Bintang menatap Langit dengan heran melihat perubahan sikap Langit yang tiba-tiba.Namun,gadis itu hanya diam dan tidak menanyakan apapun.

"Udah sore...Balik yuk...!!Gue juga harus balik ke Jakarta...."ajak Langit.

Bintang pun berdiri dan mengikuti Langit yang berjalan menuju tempat parkir.

"Lo yakin gak mau nginep aja...??Lo baru aja dateng loh...gak capek emang..??"tanya Bintang.

"Gak bisa...Gue nanti malem ada undangan di salah satu stasiun televisi..."jawab Langit.

Bintang hanya ber ooh ria.Dia kemudian mengikuti Langit menuju ke tempat parkir.

.

.

.

Begitu tiba di rumah Bintang,Langit segera berpamitan.Dia harus segera kembali ke Jakarta.

Bintang mengantarkan Langit ke bandara bersama supirnya agar Langit lebih cepat tiba di sana.

"Gue balik dulu ya....!!Lo juga buruan balik ke Jakarta..."pamit Langit kepada Bintang.Pria itu memeluk Bintang.Entah kenapa hatinya begitu berat meninggalkan gadis itu.

Bintang membalas pelukan Langit.Gadis itu pun sepertinya merasa enggan berpisah dengan Langit.

Cukup lama mereka berpelukan hingga tiba saatnya Langit harus naik ke pesawat.Mereka pun saling melepaskan pelukan.Keduanya kini merasa canggung setelah menyadari apa yang baru saja mereka lakukan.

"Gue balik ya...."Langit kembali berpamitan.

Bintang menganggukkan kepalanya."Hati-hati..."balasnya sambil melambaikan tangan ke arah Langit.Dia terus memandang kepergian Langit sampai pria itu menghilang dari pandangannya.

Setelah pesawat yang ditumpangi oleh Langit telah meninggalkan bandara,Bintang pun kembali ke rumahnya bersama sang supir yang sedari tadi setia menunggunya.

Pukul 19.00 WIB,pesawat yang ditumpangi Langit telah mendarat di Bandara.Kini Langit sibuk mencari Bang Ferry yang katanya akan menjemputnya.

"Ya ampun Langit,,wajah kamu pucat banget...."teriak Bang Ferry saat menemukan Langit dengan wajah yang tampak pucat.

Langit mengacuhkan Bang Ferry dan bergegas melangkah menuju mobilnya.Kepalanya terasa sangat berat karena menempuh perjalanan Jakarta-Bali dan Bali-Jakarta dalam satu hari.Tubuhnya terasa sangat lelah dan ingin segera beristirahat.

"Capek kan...??Nekat banget sih sampe nyamperin Bintang ke Bali..."ucap Bang Ferry yang merasa sedikit kesal dengan sifat keras kepala Langit.

"Bang...Lo fokus nyetir aja deh..!!Gue mau tidur bentar...Jangan ganggu...!!"balas Langit.Pria itu langsung memejamkan matanya begitu duduk di jok penumpang.Dia ingin menggunakan waktu luangnya yang sangat sebentar itu untuk beristirahat dengan tenang karena satu jam lagi dia harus sudah menghadiri undangan di salah satu stasiun televisi.

Bang Ferry memanyunkan bibirnya.Namun dia tetap menuruti ucapan Langit.Dia pun fokus mengemudikan mobilnya menuju ke stasiun televisi yang akan didatangi oleh Langit.Bang Fery sudah menyiapkan pakaian dan segala keperluan Langit.Jadi mereka tidak perlu ke apartemen milik Langit dulu karena waktunya tidak akan cukup.Apalagi keadaan jalanan kota Jakarta selalu padat.

.

.

.

"Haaahh....akhirnya gue bisa istirahat..."

Langit menghempaskan tubuhnya di tempat tidurnya yang empuk nan besar itu.Hilang sudah rasa lelah di tubuhnya setelah seharian penuh beraktivitas.

Langit bersiap untuk memejamkan matanya,namun tiba-tiba saja ingatan saat dirinya berpelukan dengan Bintang kembali terlintas di kepalanya.Seketika jantungnya berdegup kencang.

"Haaaish....kenapa sih gue...??"

Langit bermonolog sambil memegangi dadanya.

"Apa gue suka sama dia...??"lirihnya lagi.

Tiba-tiba dia merasa dilema.Dia teringat kepada Kenan yang terang-terangan mengatakan menyukai Bintang.

"Ah...tapi masak gue saingan sama si brengsek itu sih...??"

Langit kembali bermonolog.Dirinya sudah seperti orang gila memikirkan gadis aneh itu.Entah kenapa seperti ada magnet yang membuatnya tidak bisa jauh dari Bintang.Namun di satu sisi,dia merasa tidak enak jika harus bersaing dengan Kenan.

Meskipun mulutnya selalu mengingkari,namun di dalam hati kecil Langit masih menganggap bahwa Kenan adalah sahabatnya.Dan dia akan merasa sangat bersalah jika menghancurkan hati sahabatnya itu.

"Aaaaahhh...sial...!!"umpatnya.Kini dirinya jadi pusing sendiri memikirkan hal itu.

Tak mau semakin pusing,dia segera menutupi seluruh wajahnya dengan selimut.Dia pun berusaha memejamkan matanya.

***

1
Siti Nina
Lanjut dong kak makin seru ceritanya ttp semangat ya kak up nya wlpun yg like nya dikit mungkin blm pda tau klw ceritanya bagus 👍💪🤗
Ambar Wati: terimakasih kk...
total 1 replies
Siti Nina
Bego amat sih bintang mau aja di kerjain si stela 😏
Siti Nina
Padahal bagus ceritanya 👍 tapi yg like nya cuma dikit doang 🤔
Siti Nina
Jangan"bintang mau di jebak 🤔
Siti Nina
Bagus ceritanya 👍👍👍
kagome
Luar biasa
Ambar Wati: terimakasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!