Laura Keisha Givarro, namanya atau akrab disapa Rara.
Mungkin Kebanyakan nama Laura adalah perempuan yang baik, lembut, rendah hati, namun kenyataannya berbanding terbalik dengan Laura yang oleh satu ini. dia sosok perempuan badgirl. Sifat nya dingin dan cuek. Tidak suka mengenal orang baru. Dia adalah perempuan yang cantik. Bahkan banyak sekali pria yang mengaguminya.
Kisah asmara yang menurut mereka adalah sebuah kebahagiaan. Namun, bagi Rara kisah asmara hanyalah sebuah jurang yang akan terus dan terus mengenalkannya pada luka.
Penasaran kisah lengkap nya?? Segera baca dan jangan lupa like, komen dan vote nya yah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leonet05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
...Hargai apa yang kamu miliki saat ini. Ingat, kebahagiaan tidak akan pernah datang kepada mereka yang tidak menghargai apa yang telah mereka miliki....
...~Yogi Fernanda Alvero~...
Bel pulang sekolah pun berbunyi. Seluruh siswa berhamburan pergi ke parkiran sekedar untuk mengambil kendaraan mereka masing-masing dan kembali ke rumah mereka.
Sama juga halnya dengan Rara dan Yogi mereka telah sampai di parkiran di mana tempat motor Yogi terparkir di sana.
Seperti biasa Yogi akan mengantarkan Rara pulang terlebih dahulu sebelum ia juga kembali ke rumahnya. Namun, saat ini yang membedakan adalah status mereka yang telah resmi menjadi sepasang kekasih tadi malam. Ah rasanya bahagia sekali saat bisa bersama dengan seseorang yang disayangi.
Begitu pun yang dirasakan oleh dua remaja yang sedang dalam mode bucin tingkat akut. Muehehe maklum pasangan baru masih banyak manis-manisnya. Kek aku kan manisnya.
Plakkk sadar woee jangan halu mulu
Oke back to story
Yogi pun memberikan sebuah helm kepada Rara. Kemudian memasang helmnya ke kepalanya sendiri. Setelah Rara telah mendapatkan posisi nyaman diatas motornya. Ia pun menarik kedua tangan Rara memeluknya.
"Pegangan yang erat, aku ngebut ini," ucapnya setelah tangan Rara telah melingkar pinggangnya. Hahaha alibinya aja ngebut padahal lagi nyari kesempatan didalam kesempitan. Sa ae Lo Yog.
Setelah itu Yogi mulai melajukan kendaraannya membelah kota yang menjadi ibu kota saat ini. Dia tampak bahagia akhirnya bisa bersama dengan wanita yang ia sayangi setelah mamanya.
Namun akankah mereka selalu bisa bersama? Kita tidak tau jodoh, umur, maut hanya Allah yang tau. Dan tugas kita sebagai manusia hanya bisa menjalani skenario dari-Nya dengan memohon setiap detiknya.
Jangan sedih, tetap semangat. Cinta tak harus memiliki bukan? Tuhan tau yang terbaik untuk kita. Jadi jangan putus asa tetap semangat. Apapun yang akan terjadi nantinya jangan pernah salahkan takdir.
Tak berapa akhirnya mereka telah sampai dipekarangan rumah Rara. Rara pun turun dari motor Yogi lalu menyerahkan helm yang baru saja ia pakai kepada Yogi.
"Mampir dulu Yog?" Tawar Rara sambil tersenyum ke arah Yogi.
"Kapan-kapan aja ya Ra. Soalnya udah mau sore," balas Yogi juga tersenyum ke arah Rara.
"Oh yaudah hati-hati di jalan ya," ucap Rara masih mempertahankan senyumnya yang tak pernah pudar.
"Pasti. Yaudah masuk gih habis itu mandi lalu makan terus istirahat kamu pasti capek kan."
"Yaudah aku masuk ya." ucap Rara yang dibalas anggukan dari Yogi. Rara pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumahnya.
Yogi masih setia memandang punggung Rara yang sudah tampak memasuki rumah. Sekedar memastikan bahwa gadisnya benar-benar aman. Setelah Rara sudah tidak terlihat lagi ia pun mulai melajukan kembali motornya pulang ke rumahnya.
Sesampainya di rumah. Setelah memarkirkan motornya di garasi ia mulai masuk ke dalam rumah tak lupa mengucapkan salam. Terlihatlah dipandangannya Yugo tengah duduk disofa ruang utama sembari menatapnya.
"Kenapa lo natap gue kek gitu bang?" Ucap Yogi heran. Apa ada yang salah dengan dirinya? Entahlah
"Lo gak rindu gitu sama gue? Gue aja rindu sama lo. Bahkan kita baru ngobrol pas di kantin tadi. Itu aja lo lebih fokus sama pacar baru lo itu," ucap Yugo sambil terus menatap adiknya itu.
Seketika tawa Yogi pecah kemudian dia menghampiri Yugo lalu duduk disampingnya ,
"Hahaha lo kenapa bang. Ngakak anjir."
"Bangsat adek gak ada akhlak emang lo," Ucap Yugo sambil melempar bantal ke arah Yogi yang masih setia ketawa.
Lalu tak lama Intan-mama Yogi dan Yugo- pun datang menghampiri mereka sambil membawa dua gelas jus orange lengkap dengan camilan
"Kalian ini kalo lagi kumpul kok gak ada akur-akurnya sih. Ribut mulu kerjaannya," ucap Intan sambil menggeleng pelan. Ia tak habis pikir dengan kelakuan kedua anaknya itu, ada saja hal yang mereka ributkan.
"Abisnya Yogi bikin Abang kesel mah. Masa dia bilang abang aneh gara-gara abang bilang kalo abang rindu sama ni anak," jelas Yogi lalu kembali melemparkan bantal kearah Yogi yang masing saja ketawa.
"Udah-udah ini minum dulu," ucap intan lalu memberikan satu gelas jus ke arah Yogi lalu satu gelas lagi ke arah Yugo.
"Yup sayang sama mama, mama selalu berhasil ngertiin kita," ujar Yugo setelah meminum seteguk jus buatan mamanya lalu meletakkannya diatas meja lalu memeluk mamanya erat. Yogi pun tersenyum ke arah mereka.
"Iya dong, kaliankan anak kesayangan mama. Mama pasti akan paham dengan apa yang kalian inginkan," ucap Intan tersenyum kearah kedua anaknya.
Ya Allah izinkan aku lebih lama lagi bersama keluargaku. Aku ingin melihat mereka bahagia Tuhan. Jangan biarkan mereka bersedih Ya Allah batin Yogi.
Betapa beruntungnya anak yang masih memiliki kedua orang tua yang menyayangi mereka dan selalu ada untuk mereka.
Namun, kebanyakan dari mereka tidak pernah merasa puas dengan apa yang mereka miliki. Padahal banyak anak diluaran sana yang mengharapkan kasih sayang dari orang tuanya.
Bahkan banyak di antara mereka, jangankan merasakan masakan nikmat ibunya bertemu saja tidak pernah. Syukuri apa yang kamu miliki saat ini. Terkadang sesuatu yang telah hilang akan terasa sangat berarti.
Hargai apa yang kamu miliki saat ini. Ingat, kebahagiaan tidak akan pernah datang kepada mereka yang tidak menghargai apa yang telah mereka miliki.
Jangan pernah bersedih atas kenyataan yang tak sesuai ekspektasi. Terkadang apa yang kita ingin kan bukan yang terbaik. Dan yang Dia beri tak selalu jadi keinginan hati.
Cukup dengan satu kata kita bisa mensyukuri atas nikmat yang telah Dia berikan kepada kita.
Alhamdulillah
"Yogi sini nak peluk sama mama" ucap Intan sambil merentangkan tangan sebelah kirinya mempersilahkan Yogi untuk masuk kedalam pelukannya.
Yogi pun beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri mamanya dan langsung memeluknya. Intan pun memeluk kedua putranya yang hanya berseilisih satu tahun itu dengan kasih sayang.
"Papa gak diajak nih pelukannya?" Ucap Akbar-papa Yogi dan Yugo- yang entah sejak kapan datang.
"Gak papa bau," ucap Yugo dan Yogi Serempak.
Intan pun terkekeh dengan ucapan kedua putranya itu,
"Kalian ini ya bisa aja, udah sana papa mandi."
"Yaudah papa mandi dulu ya," ucap Akbar lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya dan Intan.
"Terimakasih mama, aku menyayangimu," ucap Yogi mengecup pipi sebelah Kiri mamanya diikuti oleh Yugo yang mengecup pipi sebelah kanannya. Lalu mereka berdua kembali ke kamar masing-masing.
Intan tersenyum melihat kelakuan kedua putranya. Semoga saja ia selalu bisa melihat kelaurga besarnya bahagia tanpa kehilangan satu anggota pun. Entah kenapa ia berfirasat bahwa salah satu anggota keluarganya akan pergi. Tapi kemana?
...TBC......
seneng bacanya 😃
sedih bacanyaa..
kalo bisa ekstra partnya happy ending ya thor.. pokoknya rara harus bahagia, titik...
Ups, maksa dikit gak papa lah 😂😂
Soalnya aku udah keburu suka dengan Rara dan yogi 😥😥😥