Indonesia
NovelToon NovelToon
Kisah Cinta

Kisah Cinta

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:776
Nilai: 5
Nama Author: Riyakim

Berawal dari Juan yang tidak bisa menerima Airin di hidup nya karena masih menyimpan cinta masa lalunya yang telah pergi menikah dengan orang lain . Ia pun di jodohkan dengan wanita yang sudah menolongnya saat dia mengalami kecelakaan , lambat Laun dia terbiasa bersama gadis pilihan orang tuanya . Airin dan Juan berlatar belakang sangat berbeda jauh , seperti langit dan bumi , namun cinta sejati membawa mereka untuk bersatu dalam ikatan pernikahan perjodohan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riyakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18). Nah loh

Juan masih merasa ada yang aneh. Perasaan familiar terhadap sosok yang berlari keluar perpustakaan tadi terus menghantuinya.

"Amara, maaf ya, gue tinggal sebentar. Kayaknya gue harus mastiin sesuatu."

Amara tersenyum mengerti "Oke, Juan. Hati-hati ya."

Juan beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar perpustakaan. Ia mencoba mencari sosok yang tadi dilihatnya, namun tidak berhasil.

Ia berjalan menyusuri jalanan di sekitar perpustakaan, berharap bisa menemukan petunjuk.

Tiba-tiba, matanya tertuju pada sebuah gelang yang tergeletak di trotoar. Gelang itu tampak familiar baginya.

Juan memungut gelang itu dan memerhatikannya dengan seksama. Ia terkejut saat menyadari, gelang itu adalah milik Airin.

"Airin? Jadi, tadi itu Airin?" Juan bergumam pada dirinya sendiri

Juan merasa bersalah dan khawatir. Ia tahu, Airin pasti salah paham melihatnya bersama Amara.

Tanpa berpikir panjang, Juan berlari mencari Airin. Ia ingin menjelaskan semuanya dan meminta maaf atas kesalahpahaman ini.

Setelah beberapa saat mencari, Juan akhirnya menemukan Airin duduk seorang diri di taman, dengan wajah yang sembab karena menangis.

"Airin! Lo kenapa? Lo baik-baik aja?" Tanya Juan dengan nada khawatir .

Airin terkejut melihat Juan. Ia berusaha menghapus air matanya dan berpura-pura tegar.

"Gue nggak apa-apa. Lo ngapain di sini?" jawab Airin dengan suara bergetar.

"Gue lihat lo tadi di perpustakaan. Gue tahu lo pasti salah paham."

Airin menatap Juan dengan sinis "Salah paham? Salah paham apa? Lo udah bahagia sama cewek lain kan?"

Juan menghela napas "Airin, dengerin gue dulu. Amara itu cuma teman. Gue ketemu dia di perpustakaan, dan kita cuma ngobrol biasa."

"Tapi, lo ketawa-ketawa sama dia! Lo nggak pernah ketawa kayak gitu sama gue lagi!"

Juan merasa bersalah. Ia tahu, Airin terluka karena perbuatannya.

"Gue minta maaf, Airin. Gue tahu gue salah. Gue udah nyakitin lo." ucap Juan dengan nada menyesal.

Baik, mari kita lanjutkan dengan upaya Juan untuk meyakinkan Airin dan meminta maaf:

 

Juan berlutut di hadapan Airin "Airin, gue beneran minta maaf. Gue nggak ada maksud buat nyakitin lo. Gue cuma lagi butuh teman buat ngobrol setelah semua yang terjadi."

Airin memalingkan wajahnya "Tapi, kenapa harus sama dia? Kenapa nggak sama gue?"

"Gue... gue nggak tahu harus ngomong apa sama lo. Gue takut lo marah, gue takut lo kecewa."

"Lo udah bikin gue kecewa, Juan. Lo udah bikin gue ngerasa nggak berarti." dengan air mata yang kembali menetes

Juan menggenggam tangan Airin "Airin, lo salah. Lo selalu berarti buat gue. Lo itu sahabat terbaik gue. Gue nggak mau kehilangan lo."

Airin menarik tangannya, "Sahabat? oh jadi Lo cuma anggap gue sahabat doang . Lo tega bohongin gue? kemarin ngotot minta ke Zayyan kalo Lo mau sama gue . kok sekarang ninggalin gue?"

"Gue tahu gue salah. Gue janji, gue nggak akan ngulanginnya lagi. Tolong maafin gue, Airin."

Juan menatap Airin dengan tatapan memohon. Ia benar-benar menyesal atas perbuatannya.

Airin terdiam sejenak, menimbang-nimbang perkataan Juan. Ia masih merasa sakit hati, namun ia juga tidak ingin kehilangan orang yang dia suka .

"Gue... gue butuh waktu buat mikir." ucap Airin dengan suara lirih

Juan mengangguk "Gue ngerti. Gue akan kasih lo waktu. Tapi, tolong jangan jauhin gue. Gue nggak bisa hidup tanpa lo."

Juan berdiri dan memberikan gelang Airin yang tadi ditemukannya.

"Ini gelang lo. Gue nemuin ini di dekat perpustakaan." menyodorkan gelang milik Airin.

Airin menerima gelang itu dengan tangan gemetar.

"Gue akan pergi sekarang. Lo istirahat ya. Kalau lo butuh apa-apa, jangan sungkan buat hubungin gue."

Juan berbalik dan pergi meninggalkan Airin. Ia berharap, Airin bisa memaafkannya dan mereka bisa kembali menjadi sahabat seperti dulu.

Airin menatap gelang di tangannya, air matanya kembali menetes. Ia merasa bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

Langkah jua terhenti berbalik memandang Airin yang hanya menunduk, dia berharap Airin memanggilnya dan mau memaafkannya tapi Airin sama sekali tidak menoleh ke arahnya . Juan meneruskan langkahnya dengan pelan meninggalkan Airin yang masih berdiri disana. Ia paham . Bahwa Airin butuh waktu untuk memaafkan nya .

Oke, mari kita lanjutkan dengan adegan Zayyan dan Shine yang tidak sengaja melihat pertengkaran Juan dan Airin:

Di kejauhan, Zayyan dan Shine sedang berjalan bersama. Mereka baru saja selesai membicarakan tentang perasaan Zayyan yang sebenarnya.

"Jadi, kamu beneran suka sama Airin? Padahal, aku udah lama suka sama kamu." ucap Shine dengan lembut.

Zayyan menghela napas "Gue minta maaf, Shine. Gue nggak bisa bohong sama perasaan gue sendiri. Gue sayang sama lo sebagai sahabat, tapi gue cinta sama Airin."

"Gue ngerti. Nggak apa-apa. Mungkin emang bukan gue yang terbaik buat lo." ucap Shine tersenyum pahit.

Saat mereka sedang berbicara, mata Zayyan tertuju pada sosok Juan dan Airin yang sedang bertengkar di kejauhan.

Zayyan terkejut melihat ada Airin dan Juan yang sedang bertengkar ."Itu kan Juan sama Airin? Mereka kenapa?"

Zayyan dan Shine mendekat perlahan, mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi.

Mereka melihat Juan berlutut di hadapan Airin, memohon maaf dengan wajah yang penuh penyesalan. Airin tampak marah dan kecewa.

"Kayaknya mereka lagi berantem hebat." bisik shine

Zayyan merasa bersalah "Ini pasti gara-gara gue. Gue yang udah bikin semua ini jadi kacau."

Zayyan ingin menghampiri mereka, namun Shine menahannya.

"Jangan ikut campur, Zay. Ini urusan mereka. Biarin mereka selesain sendiri."

"Tapi, gue nggak bisa diem aja. Gue takut terjadi apa-apa sama mereka."

"Lo harus percaya sama mereka. Mereka pasti bisa nyelesaiin masalah ini dengan baik."

Zayyan terdiam. Ia tahu, Shine benar. Ia harus memberikan mereka ruang untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri.

Namun, dalam hatinya, Zayyan merasa sangat bersalah dan bertanggung jawab atas apa yang sedang terjadi.

Setelah melihat Juan pergi, Airin terduduk lemas di bangku taman, menangis seorang diri.

Zayyan begitu khawatir . "Gue nggak tahan ngeliat Airin kayak gitu. Gue harus nyamperin dia."

Zayyan melepaskan tangan Shine dan berjalan menghampiri Airin. Shine hanya bisa menatap Zayyan dengan tatapan sedih.

Zayyan mendekati Airin yang sedang duduk seorang diri di bangku taman, menangis tersedu-sedu.

"Rin... lo nggak apa-apa?" Panggil Zayyan dengan nada lembut

Airin terkejut mendengar suara Zayyan. Ia berusaha menghapus air matanya dan berpura-pura tegar.

"Gue nggak apa-apa. Lo ngapain di sini?" sahut Airin .

Zayyan duduk di samping Airin "Gue lihat lo sama Juan tadi. Gue tahu pasti ada sesuatu yang terjadi."

Airin terdiam, tidak menjawab pertanyaan Zayyan.

"Lo bisa cerita sama gue, Rin. Gue siap dengerin semuanya." Ucap Zayyan dengan hati-hati.

Airin menatap Zayyan dengan tatapan kosong. Ia merasa lelah dan tidak tahu harus berbuat apa.

"Semuanya salah gue, Zay. Gue udah bikin semua orang sakit hati." ucap Airin dengan suara yang begitu lirih.

"Nggak, Rin. Lo nggak salah. Ini bukan salah siapa-siapa. Ini cuma masalah perasaan yang rumit."

Airin menangis semakin deras. "Tapi, gue udah nyakitin Juan. Gue udah bikin lo sama Shine jadi nggak enak. Gue nggak tahu harus gimana lagi."

Zayyan merangkul Airin sambil mengusap pundak nya dengan lembut "Ssst... jangan nyalahin diri lo sendiri. Semua orang pernah bikin kesalahan. Yang penting, lo belajar dari kesalahan itu dan berusaha jadi lebih baik."

Airin memeluk Zayyan erat-erat, meluapkan semua kesedihan dan kekecewaannya.

Zayyan mencoba menenangkannya "Udah, Rin. Jangan nangis lagi. Gue ada di sini buat lo. Gue akan selalu ada buat lo."

Airin merasa sedikit tenang dalam pelukan Zayyan. Ia tahu, Zayyan adalah sahabat yang selalu bisa diandalkan.

 

 

1
So sweet, Airin fell in love with Juan 🥰
Baca dari awal lagi rasanya nyesek banget liat Juan 🥺
Aaaaaaaa ceritanya bagus banget dek 🥰 pokoknya tancap gas terus untuk cerita selanjutnya. I'm waiting for my aunt's favorite nephew's new work /Kiss//Kiss//Kiss//Rose//Rose/
Riyakim: aah iya eon makasih /Drool/
total 1 replies
♡お前のペンデハ♡
Pokoknya karya ini singkatnya kereeeeen banget! Makasih author sudah membuat karya yang luar biasa😄
Riyakim: maksih banyak tapi masih pemula /Whimper/
total 1 replies
Zoe El Quesito
Gak sabar nunggu lanjutannya, thor. Ceritanya keren banget!
Riyakim: pantengin aja terus /Kiss/
total 1 replies
juan carlos vasquez paredes
Aduh penasaran banget dengan kelanjutan ceritanya thor!
Riyakim: jangan penasaran nanti jadi Kunti /Chuckle/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!