Indonesia
NovelToon NovelToon
Dinikahi Calon Ipar

Dinikahi Calon Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Ini bukan tentang pengkhianatan atau perselingkuhan.

Ditinggal kabur calon suami sehari sebelum pernikahan demi wanita lain adalah hal memalukan bagi Kanaya. Namun, terjebak dalam pernikahan darurat dengan Yudha, calon adik iparnya yang 7 tahun lebih muda dari usianya, jauh di luar bayangannya.

Tanpa cinta, tanpa persiapan, dia harus memulai hidup seatap dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi adiknya.

Inilah kisah dua jiwa yang dipaksa bersatu demi sebuah nama baik. Apa yang terjadi dengan kisah mereka setelah menikah? Akankah rumah tangga mereka bisa bertahan? Apakah rasa cinta akhirnya tumbuh di antara mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bantu Aku, Yud!"

Yudha sedang sibuk mengotak-atik desain undangan virtual untuk acaranya nanti. Tak semua karyawan ia undang, tamunya sangat selektif, hanya sekitar lima puluh orang. Yudha sengaja lebih banyak mengundang para eksekutif perusahaan, jajaran staf inti dari beberapa divisi, serta tim yang berada di bawah kepemimpinannya langsung.

Setelah selesai membuat draf, ia mengirimkannya kepada Kanaya. Yudha ingin istrinya itu ikut andil dan memilih desain mana yang paling disukainya.

Tok tok tok

Yudha spontan menoleh ke arah pintu begitu mendengar ketukan dari luar. Sosok Ayumi melangkah masuk sambil mendekap arsip di dadanya.

"Ada apa, Yum?" tanya Yudha, langsung mengalihkan fokus.

"Ini ada proposal dari tim marketing, expo akhir tahun nanti, Pak," ujar Ayumi seraya menyerahkan dokumen tersebut kepada Yudha.

"Oke, nanti saya cek lagi." Yudha menerima dokumen itu, membolak-baliknya sekilas, lalu meletakkannya di meja kerja. "Kamu boleh kembali ke mejamu," lanjutnya kemudian dengan nada formal.

"Umm... maaf, Pak. Apa saya ada salah?" Ayumi memberanikan diri untuk bertanya. Sejak Yudha kembali dari cuti, sikap pria itu berubah total. Ayumi didera rasa khawatir jika ada kelalaian yang ia perbuat hingga membuat Yudha terkesan menjaga jarak dengannya.

Yudha mengerutkan kening, menatap Ayumi lurus-lurus.

"Memang kamu buat salah apa?" tanya Yudha, berpura-pura tidak paham. Padahal, ia tahu betul ke mana arah pertanyaan Ayumi.

"Pak Yudha biasanya banyak bercanda. Sekarang... terasa beda," sahut Ayumi, suaranya mencicit pelan.

"Oh, soal itu..." Yudha mengulum senyum tipis, menyembunyikan pergulatan batinnya. "Nanti kamu juga akan tahu sendiri. Yang pasti, sekarang saya tidak bisa seperti dulu lagi."

Jawaban itu bukannya menenangkan, malah membuat Ayumi semakin penasaran. Alih-alih mendapatkan kejelasan, ia justru disuguhi teka-teki baru.

"Ya sudah, kamu kembali dulu ke mejamu." Karena Ayumi masih bergeming di tempatnya, Yudha kembali memberi isyarat halus agar wanita itu segera meninggalkan ruangannya.

"Oh, i-iya, Pak. Permisi..." Ayumi berbalik, melangkah keluar dari ruang kerja Yudha dengan bahu yang merosot kecewa.

Yudha menatap punggung Ayumi hingga bayangan wanita itu menghilang di balik pintu.

"Maaf, Yum. Semoga kamu mendapatkan pria yang benar-benar mencintaimu," bisik Yudha sambil mengembuskan napas panjang.

Sejujurnya, ada rasa bersalah yang mengganjal di dadanya. Dulu, ia seolah memberikan harapan palsu pada Ayumi. Jika saja Yogi tidak kabur dan meninggalkan Kanaya, Yudha mungkin masih akan terus mengejar Ayumi. Namun, takdir menjungkirbalikkan segalanya. Walau pernikahan ini berawal dari keterpaksaan, Kanaya kini adalah istri sahnya.

Ddrrtt... Ddrrtt...

Ponsel di atas meja bergetar nyaring. Dengan gerakan cepat, Yudha meraih benda pipih itu. Sudut bibirnya sempat terangkat, mengira Kanaya yang menghubunginya. Namun, kening Yudha seketika berkerut dalam saat melihat nama yang tertera di layar: Yogi.

Sejak terakhir kali ia menghubungi kakaknya sehari sebelum pernikahan, pria itu bak ditelan bumi. Ponselnya baru aktif sekarang.

"Halo?" sapa Yudha, langsung mendengus kasar.

"Yud, apa kabar?" Suara Yogi mengalun santai di seberang telepon.

"Baik. Mas sendiri gimana? Tiba-tiba hilang tanpa kabar, bikin Papa sama Mama jantungan, dan sukses bikin malu keluarga," semprot Yudha, langsung menumpahkan seluruh unek-unek yang dipendamnya. Kakaknya inilah sumber dari segala kekacauan ini.

"Aku 'kan sudah bilang kalau Wulan kecelakaan," Yogi berkilah, mencoba membela diri.

"Oke, sekarang Mas mau apa?" Walau Yudha tidak menyesal telah menyelamatkan harga diri keluarga dengan menikahi Kanaya, tindakan pengecut kakaknya tetap tidak bisa ia toleransi.

"Aku butuh bantuanmu, Yud," ucap Yogi agak ragu.

"Hmph... bantuan apa lagi? Aku sudah menikahi calon pengantinmu, Mas. Apa itu masih kurang?" Kalimat Yudha telak menyindir.

"Maaf kalau aku jadi menyusahkanmu. Tapi, kalau kamu memang nggak kuat dengan pernikahan itu, sebaiknya kamu cerai saja. Kanaya itu orangnya nggak macam-macam, dia pasti mengerti posisimu," ujar Yogi, memberikan saran yang begitu enteng. Menyuruh adiknya bercerai seolah pernikahan adalah permainan yang bisa ditinggalkan begitu saja, persis seperti yang ia lakukan pada Kanaya.

Yudha terkekeh sinis. "Mas benar, Kanaya memang bukan wanita yang banyak tingkah. Tapi aku heran, kenapa pria sepertimu malah tega meninggalkannya? Aku harap Mas nggak menyesal suatu saat nanti. Dan soal cerai, itu urusanku. Yang pasti, aku nggak akan melakukan hal picik dan pengecut seperti yang Mas lakukan!" tegas Yudha, menolak mentah-mentah saran sang kakak.

"Sekarang, apa lagi yang Mas mau?" tanya Yudha tanpa basa-basi.

""Besok masa cutiku sudah habis. Aku harus masuk kantor, tapi semua pakaian kerjaku masih di rumah. Situasinya belum kondusif kalau aku harus pulang sekarang. Kamu bisa bantu aku? Tolong bawakan pakaian kerja, sepatu, sama laptopku." Yogi memaparkan daftar kebutuhannya tanpa rasa bersalah.

"Kenapa Mas nggak datang sendiri ke rumah dan ambil barang-barangmu?" Yudha menolak keras untuk menjadi kaki tangan Yogi kali ini. Sikap Yogi justru semakin menegaskan betapa pengecutnya pria itu.

"Aku 'kan sudah bilang, Yud, saat ini bukan waktu yang tepat untuk aku kembali ke rumah!" Yogi meninggikan nada suaranya, mengulang kalimat yang tadi dirasanya diabaikan oleh sang adik.

"Maaf, Mas. Kali ini aku nggak bisa bantu. Kalau aku nekat mengeluarkan barang-barangmu dari rumah, Papa pasti akan mengamuk dan menganggapku melindungi tindakanmu." Yudha sudah bulat dengan keputusannya. Ia tidak sudi lagi menjadi pion dalam permainan egois Yogi.

"Lalu Mas harus minta bantuan siapa lagi, Yud?" Suara Yogi kini terdengar mulai putus asa mendapati penolakan keras dari adiknya.

"Mereka sudah bekerja dengan sangat baik, jangan seret mereka ke dalam masalahmu hanya karena Mas ingin lari dari tanggung jawab," potong Yudha tajam,

❤️❤️❤️

Bersambung...

1
sunaryati jarum
Siapa yang mengatakan pak Yudha apes,itu salah besar.Padahal.malah untung .Tidak keluar biaya sendiri tanpa persiapan dan lamaran langsung menikah.Malah lebih dewasa perempuan itu yang laki dimanja,lho.😉😉
ρυтяσ kang'typo✨
🧐🧐apa Ayumi dengar mereka gosip yaaaa, jangan sampe dia baper donk🤣🤣
ρυтяσ kang'typo✨
heh...ada kang ghibah😏😏😏

apa harus melihat perbedaan usia di saat menikah ya
ρυтяσ kang'typo✨
kenapa tadi u datang Yum kalo u pengen pergi secepat itu, bukan kah u juga penasaran dengan istri Yudha... sabar saja lah jangan terlalu terlihat kalo u itu kecewa banget, ingat jodoh rezeki maut g ada yang tau😇☺
Septi
eh eh eh.. nggak usah komen jelek deh.. kalau nggak tau hubungan mereka kayak gimana
Septi
ya emang niatnya nggak PHP tapi kamu yang deketin.. tetep aja Ayumi mikirnya kamu PHP.. 🤭
sryharty
hey Lusy itu mulut di jaga yah,,kayanya kamu sama Naya aja mukanya masih mudaa. Naya,dan pasti cantikan Naya,,
mau Naya lebih tua dari Yudha apa hak kamu,,toh mereka serasi ko,,
julid amat loh
Teh Fufah
klw ayumyum yg denger pasti masih menyimpan harapan
Teh Fufah
yeaaahhhh gosip nihhhh
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
coba Yudha denger mereka pada bergosip,pasti langsung di skakmat .biasa orang luar cuma denger ceritanya tapi gak tau gimana yang sebenarnya terjadi.
seolah olah Kanaya yang salah padahal pihak keluarga Yogi dan Yudha yang bikin masalah.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
tapi Ayumi sudah terlanjur baper 😁
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
sekate Kate nih pak Yudha kalau ngomong.suka fitnes.belum amnesia kan kalau dia sendiri yang mengajukan diri menggantikan Yogi jadi mempelainya
Septi
sabar Yum. nanti pulang rumah puasin puasin nangis biar lega...
besoknya anggap angin lalu. siapa tau jodoh sebenarnya udah deket
Septi
Langsung tepat sasaran 🤣
Septi
ya ampun candaannya lepas banget.. 😅
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
Ayumi sudah berangan-angan terlalu jauh jadinya dia kecewa ketika yang diharapkan tidak jadi kenyataan.
terima nasib aja ayy,positif thinking aja kalau Yudha bukan jodohmu. jangan coba2 buat nikung ya,..
sryharty
berfikir positif aja yum yum,mungkin bukan jodoh kamu mas Yudha nya.
sryharty
jangan gitu yum,,kan mas yud2 pelum sempet katakan cinta sama kamu,baru mulai pedekate saja
nuraeinieni
kenapa harus sakit hati dan kecewa ayumi,lagi pula kan kamu dan yudha nggak pacaran,baru pedekate.
Teh Fufah
keren kamu nayaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!