Indonesia
NovelToon NovelToon
Dinikahi Calon Ipar

Dinikahi Calon Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:32.9k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Ini bukan tentang pengkhianatan atau perselingkuhan.

Ditinggal kabur calon suami sehari sebelum pernikahan demi wanita lain adalah hal memalukan bagi Kanaya. Namun, terjebak dalam pernikahan darurat dengan Yudha, calon adik iparnya yang 7 tahun lebih muda dari usianya, jauh di luar bayangannya.

Tanpa cinta, tanpa persiapan, dia harus memulai hidup seatap dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi adiknya.

Inilah kisah dua jiwa yang dipaksa bersatu demi sebuah nama baik. Apa yang terjadi dengan kisah mereka setelah menikah? Akankah rumah tangga mereka bisa bertahan? Apakah rasa cinta akhirnya tumbuh di antara mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bantu Aku, Yud!"

Yudha sedang sibuk mengotak-atik desain undangan virtual untuk acaranya nanti. Tak semua karyawan ia undang, tamunya sangat selektif, hanya sekitar lima puluh orang. Yudha sengaja lebih banyak mengundang para eksekutif perusahaan, jajaran staf inti dari beberapa divisi, serta tim yang berada di bawah kepemimpinannya langsung.

Setelah selesai membuat draf, ia mengirimkannya kepada Kanaya. Yudha ingin istrinya itu ikut andil dan memilih desain mana yang paling disukainya.

Tok tok tok

Yudha spontan menoleh ke arah pintu begitu mendengar ketukan dari luar. Sosok Ayumi melangkah masuk sambil mendekap arsip di dadanya.

"Ada apa, Yum?" tanya Yudha, langsung mengalihkan fokus.

"Ini ada proposal dari tim marketing, expo akhir tahun nanti, Pak," ujar Ayumi seraya menyerahkan dokumen tersebut kepada Yudha.

"Oke, nanti saya cek lagi." Yudha menerima dokumen itu, membolak-baliknya sekilas, lalu meletakkannya di meja kerja. "Kamu boleh kembali ke mejamu," lanjutnya kemudian dengan nada formal.

"Umm... maaf, Pak. Apa saya ada salah?" Ayumi memberanikan diri untuk bertanya. Sejak Yudha kembali dari cuti, sikap pria itu berubah total. Ayumi didera rasa khawatir jika ada kelalaian yang ia perbuat hingga membuat Yudha terkesan menjaga jarak dengannya.

Yudha mengerutkan kening, menatap Ayumi lurus-lurus.

"Memang kamu buat salah apa?" tanya Yudha, berpura-pura tidak paham. Padahal, ia tahu betul ke mana arah pertanyaan Ayumi.

"Pak Yudha biasanya banyak bercanda. Sekarang... terasa beda," sahut Ayumi, suaranya mencicit pelan.

"Oh, soal itu..." Yudha mengulum senyum tipis, menyembunyikan pergulatan batinnya. "Nanti kamu juga akan tahu sendiri. Yang pasti, sekarang saya tidak bisa seperti dulu lagi."

Jawaban itu bukannya menenangkan, malah membuat Ayumi semakin penasaran. Alih-alih mendapatkan kejelasan, ia justru disuguhi teka-teki baru.

"Ya sudah, kamu kembali dulu ke mejamu." Karena Ayumi masih bergeming di tempatnya, Yudha kembali memberi isyarat halus agar wanita itu segera meninggalkan ruangannya.

"Oh, i-iya, Pak. Permisi..." Ayumi berbalik, melangkah keluar dari ruang kerja Yudha dengan bahu yang merosot kecewa.

Yudha menatap punggung Ayumi hingga bayangan wanita itu menghilang di balik pintu.

"Maaf, Yum. Semoga kamu mendapatkan pria yang benar-benar mencintaimu," bisik Yudha sambil mengembuskan napas panjang.

Sejujurnya, ada rasa bersalah yang mengganjal di dadanya. Dulu, ia seolah memberikan harapan palsu pada Ayumi. Jika saja Yogi tidak kabur dan meninggalkan Kanaya, Yudha mungkin masih akan terus mengejar Ayumi. Namun, takdir menjungkirbalikkan segalanya. Walau pernikahan ini berawal dari keterpaksaan, Kanaya kini adalah istri sahnya.

Ddrrtt... Ddrrtt...

Ponsel di atas meja bergetar nyaring. Dengan gerakan cepat, Yudha meraih benda pipih itu. Sudut bibirnya sempat terangkat, mengira Kanaya yang menghubunginya. Namun, kening Yudha seketika berkerut dalam saat melihat nama yang tertera di layar: Yogi.

Sejak terakhir kali ia menghubungi kakaknya sehari sebelum pernikahan, pria itu bak ditelan bumi. Ponselnya baru aktif sekarang.

"Halo?" sapa Yudha, langsung mendengus kasar.

"Yud, apa kabar?" Suara Yogi mengalun santai di seberang telepon.

"Baik. Mas sendiri gimana? Tiba-tiba hilang tanpa kabar, bikin Papa sama Mama jantungan, dan sukses bikin malu keluarga," semprot Yudha, langsung menumpahkan seluruh unek-unek yang dipendamnya. Kakaknya inilah sumber dari segala kekacauan ini.

"Aku 'kan sudah bilang kalau Wulan kecelakaan," Yogi berkilah, mencoba membela diri.

"Oke, sekarang Mas mau apa?" Walau Yudha tidak menyesal telah menyelamatkan harga diri keluarga dengan menikahi Kanaya, tindakan pengecut kakaknya tetap tidak bisa ia toleransi.

"Aku butuh bantuanmu, Yud," ucap Yogi agak ragu.

"Hmph... bantuan apa lagi? Aku sudah menikahi calon pengantinmu, Mas. Apa itu masih kurang?" Kalimat Yudha telak menyindir.

"Maaf kalau aku jadi menyusahkanmu. Tapi, kalau kamu memang nggak kuat dengan pernikahan itu, sebaiknya kamu cerai saja. Kanaya itu orangnya nggak macam-macam, dia pasti mengerti posisimu," ujar Yogi, memberikan saran yang begitu enteng. Menyuruh adiknya bercerai seolah pernikahan adalah permainan yang bisa ditinggalkan begitu saja, persis seperti yang ia lakukan pada Kanaya.

Yudha terkekeh sinis. "Mas benar, Kanaya memang bukan wanita yang banyak tingkah. Tapi aku heran, kenapa pria sepertimu malah tega meninggalkannya? Aku harap Mas nggak menyesal suatu saat nanti. Dan soal cerai, itu urusanku. Yang pasti, aku nggak akan melakukan hal picik dan pengecut seperti yang Mas lakukan!" tegas Yudha, menolak mentah-mentah saran sang kakak.

"Sekarang, apa lagi yang Mas mau?" tanya Yudha tanpa basa-basi.

""Besok masa cutiku sudah habis. Aku harus masuk kantor, tapi semua pakaian kerjaku masih di rumah. Situasinya belum kondusif kalau aku harus pulang sekarang. Kamu bisa bantu aku? Tolong bawakan pakaian kerja, sepatu, sama laptopku." Yogi memaparkan daftar kebutuhannya tanpa rasa bersalah.

"Kenapa Mas nggak datang sendiri ke rumah dan ambil barang-barangmu?" Yudha menolak keras untuk menjadi kaki tangan Yogi kali ini. Sikap Yogi justru semakin menegaskan betapa pengecutnya pria itu.

"Aku 'kan sudah bilang, Yud, saat ini bukan waktu yang tepat untuk aku kembali ke rumah!" Yogi meninggikan nada suaranya, mengulang kalimat yang tadi dirasanya diabaikan oleh sang adik.

"Maaf, Mas. Kali ini aku nggak bisa bantu. Kalau aku nekat mengeluarkan barang-barangmu dari rumah, Papa pasti akan mengamuk dan menganggapku melindungi tindakanmu." Yudha sudah bulat dengan keputusannya. Ia tidak sudi lagi menjadi pion dalam permainan egois Yogi.

"Lalu Mas harus minta bantuan siapa lagi, Yud?" Suara Yogi kini terdengar mulai putus asa mendapati penolakan keras dari adiknya.

"Mereka sudah bekerja dengan sangat baik, jangan seret mereka ke dalam masalahmu hanya karena Mas ingin lari dari tanggung jawab," potong Yudha tajam,

❤️❤️❤️

Bersambung...

1
Ernalita Sitompul
senangnya jadi Kanaya
sryharty
co cwiit kalian ini
Naya Yuda bener2 terbaik
Rika Fitriana
ajak kanaya main k'rmh mmh yudha biar wulan tambah iri melihat perhatian yudha k'kanaya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Oalah Wulan, Wulan... semoga kelak aku ngga punya menantu kayak Wulan 🥺🥺
Juwitae
Wulan nih penyakit hati di piara.. bahagia selalu Naya dan Yudha
sunaryati jarum
Up rutin lagi, Thoor
sunaryati jarum
Wulan perasaan irimu terhadap perhatian mertuamu kepada Kanaya itu berlebihan.Kamu tidak bekerja kamu bisa memberi perhatian pada dirimu sendiri.Kamu itu di tempat mertua segala kebutuhan rumah tangga tercukupi kamu dan suami hanya mengeluarkan untuk kebutuhan pribadi.Sedsngksn Yudha dan Naya sejak awal perkawinan menanggung semua kebutuhan rumah tangga sendiri, masalah Mbak Atin dipindah karena Naya belum mampu mengerjakan pekerjaan rumah tangga,saat ini bau mengalami morning sicknes.Wulan itu sok- Sokan mengancam pulang ke Bali, memanggil orang tuamu mampu mencukur kebutuhan harian seperti mertuamu.Sudah hidup enak masih kurang.Yogi sekarang terbuka ya sifat asli istrimu
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
disana Wulan selalu diliputi rasa resah gelisah merasa kurang di perhatikan,merasa diabaikan padahal hatinya sendiri yang gak menerima keadaan.sedang Kanaya begitu menikmati masa2 kehamilannya,suami yang perhatian dan pengertian.
Yogi kurang perhatian sama Wulan,sibuk kerja sampai lupa kalau istrinya juga butuh dukungan.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
baru ketahuan kan sisi lain Wulan yang suka iri.
Septi
tahan dulu Yud... sabar🤭
Septi
akhirnya. selamat
ρυтяσ kang'typo✨
Atin g sabar buat cerita masalah tentang Wulan, sampe keceplosan pas di ajak ngobrol sama Kanaya🤭🤭🤭
ρυтяσ kang'typo✨
Wulan lagi hamil tapi pikiran'y selalu negatif, awas loh nanti bahaya g buat kesehatan mu 😌😌
nuraeinieni
jgn di bikin jahat dong thor peran wulannya,,,kasian,di bikin sabar biar wulan nyaman tinggal di rumah mertua.
sunaryati jarum
Dobel up Thoor
sunaryati jarum
Wulan kamu harus tahu diri dan bersabar,juga hilangkan sikapmu yang sombong dan sok berkuasa mentang- mentang menantu dari majikan para ART.Ingat yang membayar gaji ART mertuamu buka Yogi atau kamu.Seharusnya kamu malu Yudha yang muda mandiri kamu masih menumpang,tapi tidak masalah,toh mertuamu juga suka,tapi kehamilan kamu jangan kau jadikan alat untuk mendapatkan kasih sayang seperti yang diterima Kanaya.Asal sifat iri, sombong,sok berkuasa kau hilangkan mertua dan ART respect sama kamu.Ingat kau hamil pikiran ,hati,dan perilaku harus bersih nanti berdampak pada fisik dan aura bayimu.Jika hatimu bersih bayimu juga ceria dan bersinar.Namun jika hatimu penuh dengan iri ,dengki dan sombong, jangan harap bayimu beraura bersinar.Efek jadi menantu kaya jangan untuk sombong,tiru perlakuan ibu mertuamu saat minta ART mengerjakan sesuatu.Tuh Atin di rumah Naya sangat karena terbebas dari sifat arogan dan sombongmu
Ernalita Sitompul
wulan,kamu harus extra sabar,semua itu terjadi bukan niat mertuamu membedakan kalian tp semata mata krn proses awal yang jauh dari biasanya saat pernikahan diantara kalian,mertuamu lebih cemas pd rumahtangga Yudha krn insiden dr Yogi..yakinlah jika wulan tenang dan sabar,perlahan ibu mertuamu akan menyesali tindakannya..
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
lama2 Wulan stres karena terlalu mengharap perhatian lebih.kasihan bayinya kalau ibunya banyak memendam pikiran karena ingin perhatian lebih.nanti jadi iri dengki.jalani sajalah hidupmu,buat dirimu sendiri bahagia tanpa iri melihat orang lain.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Akhirnya sifat asli Wulan lama-lama jadi ketahuan deh 😁
sunaryati jarum: Benar
total 1 replies
Selin Tari
di tahan dulu y papa Yudha 🤭🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!