Indonesia
NovelToon NovelToon
Kau Selingkuh, Aku Balas Selingkuh.

Kau Selingkuh, Aku Balas Selingkuh.

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Vea Vivie

Andriana Arnova harus menyaksikan pengkhianatan suaminya dengan kakak iparnya sendiri.
Namun bukan marah, minta cerai yang ia lakukan, melainkan membalasnya dengan kegilaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Rasa sakit, kecewa dan dendam di dadanya telah merubah dunianya.
Demi membalas dendam atas pengkhianatan suaminya, ia rela mengorbankan karir yang selama ini ia bangun dengan susah payah.
Baginya setiap kerugian harus ada bayarannya dan setiap rasa sakit harus ada pembalasan yang akan lebih menyakitkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vea Vivie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Andriana duduk bersama nyonya Rosa (mama mertuanya) di depan pusara yang tanahnya masih basah.

Tangan lembutnya terus menggenggam tangan mertuanya agar tetap kuat .

"An, maafkan mama, sudah terlalu banyak membuatmu terluka, mama hanya ingin di sisa hidup mama ini melihat keluarga Wijaya utuh, damai, harmonis dan penuh cinta" Ucap Rosa menunduk dengan mata mulai meremang.

Dada Andriana seperti terhimpit dinding besar, sesak penuh rasa bersalah. Biarpun bukan mama kandungnya, Rosa sudah merawatnya hingga dewasa, memberikan kasih sayang layaknya seorang ibu dan pendidikan yang baik hingga ia lulus dari kedokteran.

Andriana menoleh, menatap wajah sayu yang tidak lagi muda, kondisinya memang tidak baik tapi hatinya sungguh kuat menghadapi pahitnya hidup ini.

Rosa sudah kehilangan putra sulungnya karena dipenjara, menantunya yang dulu sempat ia banggakan sebagai contoh yang baik bagi adik adiknya, panutan keluarga yang harmonis, kini sudah hancur, Saskia tewas dengan tragis, kedua cucunya dalam kondisi trauma mental yang cukup memperihatinkan.

Dalam kondisi jantungnya yang kini dalam masa penyembuhan, Rosa berusaha untuk tegar dan kuat meskipun kadang terasa sesak.

(Awalnya semua peristiwa ingin dirahasiakan dari Rosa mengingat kondisi jantungnya dan usianya yang mungkin akan sangat berbahaya, tapi media sosial, tidak bisa disembunyikan darinya, akhirnya ia tahu semuanya).

"Ma, kita pulang yuk, kak Saskia sudah tenang di sisinya, kita harus tetap kuat ma untuk mencari pembunuh yang sebenarnya karena Andriana yakin mas Adit tidak bersalah" Ucap Andriana kemudian memapah mama mertuanya itu untuk pulang segera.

'Ma, maafkan Andriana yang pernah egois dan tidak memikirkan hati mama. Andriana menyesal telah pergi terlalu jauh dari hati mas Arnold, tidak seharusnya Andriana membalas pengkhianatan mas Arnold dengan pengkhianatan. Seharusnya Andriana lebih sabar dan memikirkan perasaan mama.

Sekarang Saskia meninggal, mas Adit dipenjara, keluarga Wijaya benar benar hancur karena Andriana ' .

Andriana tertunduk sambil terus merutuki dirinya yang egois.

Tak lama kemudian terdengar suara seseorang memanggil dari seberang.

"Andriana! Mama!"

Andriana menoleh ke arah sumber suara

"Mas Arnold, mas Adit!".

Andriana dan Rosa terdiam dan saling melemparkan pandangan, keduanya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Adit" Ucap Rosa sambil berjalan ke arah Adit dan Arnold yang masih berdiri di samping mobil.

Mereka berjalan menghampiri.

"Ma, maafkan Adit" Ucap Adit sambil mencium lembut tangan Rosa.

"Adit, mama tahu kamu tidak bersalah" jawab Rosa sambil tersenyum, mengusap wajah putra sulungnya.

"Mas Adit, apa pembunuh kak Saskia sudah ketemu?" Tanya Andriana antusias.

"Entahlah An, mereka mengatakan ada yang menjaminku dan aku bisa bebas bersyarat, selama pembunuh sesungguhnya belum ditemukan aku harus tetap berada di kota ini" Jawab Adit tenang.

"Baguslah mas, tapi siapa yang menjaminmu mas?"

"Entahlah An mereka merahasiakannya"

"Sudahlah sayang itu tidak penting sekarang kita pulang dan bicarakan saja di rumah" Sahut Arnold.

Dan mereka pun pulang ke rumah besar keluarga Wijaya.

Malam harinya, Andriana sengaja tidak melihat ponselnya karena ingin menghindari Devan. Ia merasa hubungannya selama ini sudah terlalu jauh hingga perasaannya selalu ingin bersamanya.Ia ingin melupakan Devan dalam hidupnya dan fokus menjalani perannya sebagai istrinya Arnold, tapi kenyataannya di manapun ia menatap bayangan wajah tampan Devan selalu ada.

"Hahhh tidak tidak tidak, kamu harus melupakannya Andriana" Gumamnya sambil menepuk kepalanya sendiri.

"Kamu kenapa sayang?" Tanya Arnold begitu melihat tingkah istrinya.

Andriana tersentak, lalu menatap Arnold sambil tersenyum tipis " Ah tidak mas, tidak apa apa, aku hanya sedikit pusing".

Arnold terdiam sejenak lalu berjalan mendekat dan duduk di samping Andriana, ia genggam tangan lembutnya, tatapannya teduh mengunci pandangan Andriana.

"Sayang, aku mau jujur padamu" Ucapnya.

"Hmm katakan saja".

"Sayang, sebenarnya aku aku aku pernah terlibat perselingkuhan dengan kak Saskia" Ucap Arnold ragu ragu lalu segera menunduk dan bersimpuh di depan kaki Andriana setelah selesai mengatakannya.

Andriana sempat tersentak kaget dengan keberanian Arnold mengatakan tentang perselingkuhannya, namun ia berpikir positif mungkin suaminya sudah tobat setelah kematian Saskia secara tragis.

"Mas, apa yang kamu katakan?"

"Sungguh sayang aku sangat menyesal, aku tidak akan mengulanginya lagi, aku bersumpah hanya akan mencintaimu dan tidak akan selingkuh lagi" Arnold terus merengkuh kedua kaki Andriana berharap maaf darinya.

Andriana menarik nafas panjang, lalu meminta suaminya untuk bangun.

"Mas, bangun lah, baik aku sudah memaafkanmu asal kamu tidak pernah mengulanginya lagi".

Arnold pun beranjak dan menatap lekat wajah istrinya yang ternyata sangatlah cantik bak bidadari, dan sialnya ia baru menyadari sekarang akan kecantikan istrinya itu padahal sudah tinggal bersama selama hampir setengah tahun.

Andriana tersenyum tipis lalu mengangguk perlahan meskipun hatinya masih berkecamuk dengan perasaannya terhadap Devan.

Malam itu untuk pertama kalinya Arnold dan Andriana tidur dengan saling bersebelahan, diam dan sama sama canggung.

"An".

"Hmm ada apa mas"

"Kamu beneran sudah bisa memaafkanku kan?"

"Ehem kenapa mas?"

"Hmm kalau begitu bolehkah aku tidur sambil memelukmu"

Tanpa mengatakan apapun lagi, Andriana mendekatkan tubuhnya pada Arnold agar ia bisa memeluknya dengan mudah.

Dan mereka pun terlelap dengan saling berpelukan.

***

Adit berada di dalam kamarnya sendirian, duduk dengan semua beban pikirannya.

Tiba tiba sebuah notif muncul di layar ponselnya.

Pesan itu datang dari asistennya di perusahaa

Adit membaca semua pesan yang masuk satu persatu, dan ada satu pesan yang belum sempat ia baca namun sudah terhapus tanpa sengaja, dan pesan itu dari Saskia satu jam sebelum dikabarkan tewas di kamar hotel waktu itu.

Adit tersentak, pikirannya semakin yakin ini ada hubungannya dengan pembunuh itu.

Adit segera menghubungi seseorang dan memintanya bertemu malam ini juga.

Namun begitu membuka pintu kamarnya, ia melihat Lena sedang menggendong Daniar yang tidak bisa tidur karena terus mencari mamanya.

Adit terdiam sejenak lalu berjalan mendekatinya, ia sentuh pundak Lena yang membuat pemiliknya terkejut dan menoleh seketika.

"Eh tuan Adit"

"Daniar kenapa Len?" Tanya Adit lembut.

"Saya juga tidak tahu tuan, dari tadi menangis dan terus memanggil manggil mamanya".

Adit mengulurkan tangannya untuk menggendong Daniar " Sini sayang digendong papa ya, kasihan tante Lena sedang hamil adek kamu".

Tentu saja Lena menjadi sangat malu, ia menunduk dengan pipi yang sudah merah merona seperti kepiting rebus.

Adit menggendong dan menimang nimang Daniar, setelah tertidur Adit membawanya masuk ke dalam kamarnya.

"Lho tuan, kenapa nona Daniar dibawa masuk ke dalam kamarnya tuan, akan lebih baik kalau nona kecil tidur di kamarnya sendiri" Protes Lena namun Adit tidak perduli dan tetap menidurkannya di kamarnya.

"Kamu temani dia Len, aku keluar dulu" Ucapnya kemudian melangkah keluar.

Lena pun tidak ada pilihan lain selain mengangguk mengikuti kemauan Adit.

1
Uthie
Cerita yg menarik diawal membacanya.. dan masih berlanjut menyimak 👍👍👍
Uthie
Lanjut Thor 👍👍👍
Uthie
Lohhh.. itu bukan si Saskia?!??
evana gusani
baru mampir
Uthie
Andriana kah??
Uthie
lanjuuttttt
Uthie
lanjut menyimak 👍
Uthie
mampir 👍
Adinda
seharusnya direkam dulu buat dijadiin bukti kalau mau cerai
Vea Vivie: dah gak sempat ,😅
total 1 replies
Della Ivva
Good
Della Ivva
Ehmmmm lanjut
Arra Bella
gass saja van
Arra Bella
lanjut kak, seru nichh.... 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!