Indonesia
NovelToon NovelToon
The CEO'S Speed Limit

The CEO'S Speed Limit

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: seasoulune

Raelyn Elamora, mahasiswi cerdas yang keras kepala dan doyan balapan liar, mendadak lemas saat sang papa menjodohkannya demi melunasi utang. Calon suaminya adalah Alvarez Arran Danadiaksa CEO muda super dingin dan cekatan yang menguasai bisnis sekota. Raelyn bersumpah tidak akan tunduk pada si "balok es," sementara Alvarez punya seribu cara pintar untuk menjinakkan istri liarnya. Apakah si kepala batu bisa meluluhkan hati si raja es?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seasoulune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 18

Setelah kedua orang tua Alvarez pamit untuk bersantai di area balkon, Alvarez kembali membopong Raelyn masuk ke dalam kamar utama. Begitu tubuhnya mendarat di atas kasur, Raelyn langsung melemparkan botol jamu kesuburan pemberian mertuanya ke atas nakas dengan wajah ditekuk.

Alvarez berjalan mendekati nakas, mengambil botol kaca berisi cairan cokelat pekat itu, lalu memutarnya perlahan di depan wajah Raelyn.

"Kenapa tidak langsung diminum? Mama sudah bersusah payah membawanya dari Bali," ucap Alvarez, suaranya datar namun ada nada geli yang tertahan.

"Lo aja yang minum! Ogah gue. Bau jamunya aja udah aneh begini, pasti rasanya pahit banget!" ketus Raelyn, melipat tangan di dada dan membuang muka.

Alvarez menyunggingkan senyum tipis jenis senyuman meremehkan yang paling dibenci Raelyn.

"Katanya ratu jalanan. Berani balapan liar, berani jatuh dari motor sampai badannya lecet-lecet. Tapi giliran disuruh minum jamu botolan saja langsung ciut. Ternyata keberanian seorang Raelyn Elamora cuma sebatas itu."

Kata-kata Alvarez langsung menyentil ego dan sifat keras kepala Raelyn. Gadis itu menoleh cepat, matanya menyipit tajam menatap suaminya.

"Lo bilang apa? Gue ciut? Heh, gak ada kamusnya ya di hidup gue kata takut! Siniin jamunya!" sentak Raelyn berapi-api.

Raelyn merebut botol itu dari tangan Alvarez dengan kasar. Dia membuka tutupnya, lalu tanpa berpikir panjang lagi langsung meneggak cairan pekat itu dalam sekali hentakan besar.

Glek... glek...

Detik berikutnya, wajah Raelyn langsung berubah drastis. Matanya membelalak, tenggorokannya terasa seperti terbakar, dan rasa pahit yang teramat sangat langsung menjalar di seluruh lidahnya. Rasa jamu itu seribu kali lebih mengerikan dari ramuan obat apapun yang pernah dia minum seumur hidupnya.

"Uekkk! Pahit banget, gila!" teriak Raelyn histeris, langsung meletakkan botol itu dengan kasar dan menjulurkan lidahnya keluar dengan ekspresi wajah yang sangat tersiksa.

"Air! Al, ambil air! Lidah gue mau mati!"

Alvarez terkekeh renyah, sebuah pemandangan yang sangat langka. Dengan santai, dia mengambil segelas air putih hangat di atas nakas dan menyerahkannya kepada Raelyn.

Raelyn menyambar gelas itu dan meminumnya dengan brutal hingga tandas. Setelah napasnya kembali teratur, dia menatap Alvarez dengan pandangan penuh dendam.

"Lo sengaja ya provokasi gue?! Puas lo liat gue kesiksa begini?!"

"Aku tidak memaksamu, Raelyn. Kamu sendiri yang gengsi dibilang penakut," jawab Alvarez santai, mendudukkan diri di tepi ranjang dengan melipat kaki. "Lagipula, jamu itu bagus untukmu. Biar keinginan Mama cepat terwujud."

Wajah Raelyn yang tadinya pucat karena rasa pahit, mendadak kembali berubah menjadi merah padam karena malu. "Keinginan Mama yang mana?! Jangan mulai deh ya, Al!"

"Keinginan punya cucu," ucap Alvarez pelan, memajukan tubuhnya sedikit ke arah Raelyn dengan tatapan mata yang mendadak berubah menjadi sangat intens dan dalam. "Memangnya kamu tidak mau mewujudkannya?"

Deg.

Jantung Raelyn langsung berdegup dengan kecepatan yang sangat tidak wajar. Jarak wajah mereka yang dekat membuat atmosfer di dalam kamar mendadak terasa begitu sesak. Sifat ngeyel Raelyn mendadak lumpuh total oleh serangan kata-kata santai dari sang suami.

"P-perjanjian kita kan cuma bisnis! Lo jangan ngelunjak ya, Al!" sahut Raelyn gagap, buru-buru menarik selimut tebalnya hingga sebatas dada untuk menyembunyikan detak jantungnya yang berisik.

Alvarez menatap gadis di depannya lekat-lekat, lalu seulas senyum tulus yang sangat tampan terukir di bibirnya.

"Perjanjian di atas kertas bisa diubah kapan saja, Raelyn. Tergantung bagaimana perasaan kita yang menjalaninya."

Setelah mengucapkan kalimat yang sukses membuat pikiran Raelyn blank total seperti sistem komputer yang terserang virus, Alvarez berdiri dari kasur dan berjalan menuju sofa untuk mengambil laptop kerjanya, meninggalkan Raelyn yang hanya bisa mematung di bawah selimut dengan pipi yang memerah sempurna.

1
Muchammad Shobris
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!