Indonesia
NovelToon NovelToon
Tunangan Palsu Tuan Muda Mafia

Tunangan Palsu Tuan Muda Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: lizzy Bae

Anya, seorang wanita biasa yang hidupnya tenang, terpaksa terjebak dalam kesepakatan berbahaya untuk menjadi tunangan palsu Kenji, Tuan Muda dari klan mafia paling ditakuti, selama enam bulan demi melunasi utang ayahnya.
Rencananya tampak sederhana, hanya perlu berpura-pura jatuh cinta di depan publik, namun Anya segera menyadari bahwa hidup di sisi Kenji berarti menghadapi dunia yang gelap dan mematikan, di mana pengkhianatan, pertumpahan darah, dan ancaman dari geng rival menjadi makanan sehari-hari.
Anya harus berjuang bertahan hidup di jaring kekejaman mafia sambil melawan perasaan terlarang yang mulai tumbuh untuk pria berbahaya yang hidupnya selalu berlumuran darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizzy Bae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Pria itu berbalik dan berjalan menghampiri Anya yang masih berdiri kaku di dekat panggung.

"Kau aman sekarang," ucap Kenji dengan suara yang jauh lebih lembut dari sebelumnya.

Kenji mengulurkan tangan kanannya ke arah gadis itu.

Anya melihat tangan besar yang sedikit ternoda bubuk mesiu itu lalu tersenyum tipis.

Dia menyambut uluran tangan Kenji dan membiarkan pria itu menariknya ke dalam pelukan singkat yang menenangkan.

Grep.

Aroma maskulin Kenji bercampur dengan bau asap mesiu entah kenapa membuat Anya merasa sangat lega.

"Terima kasih," bisik Anya di dada pria itu.

"Seharusnya aku yang berterima kasih padamu, matamu ternyata jauh lebih tajam dari elang."

Kenji melepaskan pelukannya perlahan lalu menatap ke sekeliling aula yang berantakan.

Para tamu undangan perlahan mulai berani berdiri dari tempat persembunyian mereka.

Banyak yang masih gemetar ketakutan, namun mereka semua menatap Kenji dengan pandangan penuh rasa hormat dan segan.

Malam ini Kenji telah membuktikan bahwa tidak ada yang bisa menggulingkannya dari kursi kekuasaan.

Bima turun dari tangga utama sambil menyeret kerah kemeja Paman Haris yang wajahnya sudah babak belur.

Bruk.

Bima melempar tubuh pria tua itu tepat di sebelah Leon yang masih mengerang kesakitan di lantai.

"Semua area sudah diamankan, Tuan Muda," lapor Bima sambil menunduk hormat.

"Tidak ada satu pun tikus dari Naga Hitam yang berhasil lolos keluar dari pekarangan rumah kita."

Kenji mengangguk puas lalu menatap dingin ke arah dua pengkhianat keluarganya sendiri itu.

"Kalian berdua telah menodai kehormatan klan di acara yang seharusnya menjadi perayaan suci kita."

Suara Kenji bergema sangat jernih di tengah kesunyian para tamu undangan.

"Sesuai aturan darah Bratadikara, pengkhianatan dari keluarga inti akan dihukum dengan pengasingan abadi."

Paman Haris mendongak dengan wajah putus asa.

"Kau tidak bisa melakukan ini padaku, Kenji, aku adalah paman kandungmu!"

"Paman kandung yang meracuni ibu kandungku sampai sekarat di kamar yang dingin?" desis Kenji dengan suara yang sangat mematikan.

Semua orang di ruangan itu tersentak kaget mendengar rahasia kelam keluarga itu terbongkar ke publik.

"Bawa mereka berdua ke ruang isolasi bawah tanah," perintah Kenji tanpa ampun.

"Besok pagi, aku sendiri yang akan mengurus sisa hidup mereka."

Para penjaga langsung menyeret Paman Haris dan Leon keluar dari aula utama tanpa mempedulikan teriakan perlawanan mereka.

Kenji kemudian menoleh ke arah para tamu undangan yang masih mematung.

"Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi malam ini, Tuan dan Nyonya sekalian."

Kenji menundukkan kepalanya sedikit sebagai bentuk penghormatan formal.

"Silakan kembali ke kediaman masing-masing dengan pengawalan penuh dari orang-orang saya."

Satu per satu tamu undangan mulai berjalan keluar dari aula dengan tergesa-gesa namun tertib.

Beberapa dari mereka menyempatkan diri untuk menunduk hormat saat melewati Kenji dan Anya.

Mata mereka saat menatap Anya kini bukan lagi tatapan meremehkan seperti sebelumnya.

Mereka melihat gadis berbaju biru tua itu tetap berdiri kokoh di samping sang ketua klan di tengah hujan peluru.

Mereka tahu bahwa gadis ini bukan sekadar pajangan atau mainan belaka.

Gadis ini pantas menyandang gelar sebagai Ratu masa depan klan Bratadikara.

Setelah aula itu benar-benar kosong dari tamu, Anya akhirnya bisa menghembuskan napas yang sedari tadi terasa berat di dadanya.

Kakinya yang sedari tadi dipaksakan berdiri kuat kini tiba-tiba terasa seperti jeli.

Bruk.

Anya hampir saja terjatuh ke lantai jika lengan kuat Kenji tidak segera menahan pinggangnya dengan sigap.

"Kau kelelahan," ucap Kenji sambil menatap wajah Anya yang sedikit pucat.

"Adrenalinku sudah habis sepertinya," jawab Anya sambil memaksakan tawa kecil.

Kenji tidak mengatakan apa-apa lagi.

Pria itu tiba-tiba menyelipkan satu tangannya di bawah lutut Anya dan satu tangan lainnya di punggung gadis itu.

Sret.

Kenji mengangkat tubuh Anya ala pengantin dalam satu gerakan yang sangat mulus.

"Kenji! Apa yang kau lakukan? Turunkan aku," protes Anya dengan wajah yang merona merah karena malu.

Masih ada banyak penjaga bayangan dan Bima yang melihat kejadian ini di dalam aula.

"Diamlah, ini perintah dari ketuamu," jawab Kenji seenaknya.

Kenji membawa Anya berjalan menaiki tangga utama meninggalkan aula yang bersimbah darah itu.

Bima yang melihat adegan itu hanya tersenyum sangat tipis, sebuah ekspresi yang sangat langka dari asisten berwajah kaku tersebut.

Sesampainya di kamar, Kenji membaringkan tubuh Anya di atas kasur dengan sangat hati-hati.

Pria itu menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh gadis itu sampai ke dada.

"Tidurlah, peperangan malam ini sudah selesai," ucap Kenji pelan sambil mengusap rambut Anya.

"Apa yang akan kau lakukan setelah ini?" tanya Anya menahan rasa kantuknya yang mulai menyerang hebat.

"Aku harus mengurus ibu dan memastikan dokter memberinya perawatan terbaik sekarang setelah Haris disingkirkan."

"Lalu klan Naga Hitam?"

"Itu urusan besok, malam ini kau hanya perlu tidur."

Kenji membalikkan badannya berniat untuk keluar dari kamar Anya dan kembali bekerja.

Namun tangan Anya tiba-tiba menahan ujung lengan kemeja pria itu.

"Kenji."

Pria itu menoleh dan menatap mata Anya yang sudah setengah tertutup.

"Terima kasih karena tidak melepaskan tanganku di bawah sana tadi," bisik Anya tulus.

Kenji tersenyum dengan sangat lembut, sebuah senyuman yang kini hanya diperuntukkan bagi gadis ini seorang.

"Aku yang seharusnya berterima kasih karena kau memilih untuk tidak lari dari monster sepertiku."

Kenji melepaskan pegangan tangan Anya dengan pelan lalu mematikan lampu kamar.

Klek.

[Misi Utama Arc 1 Selesai: Bertahan hidup dari Kudeta Internal.]

[Hadiah Penyelesaian Arc: Poin Stamina +10, Poin Kecerdasan +10, Keterampilan Baru: Mata Elang (Pasif).]

Anya tersenyum tipis dalam kegelapan sebelum akhirnya kesadarannya benar-benar menghilang ditelan rasa lelah yang luar biasa.

Arc pertama dari hidup barunya yang gila ini akhirnya bisa dia selesaikan dengan selamat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!