Ayana Adzkiya, seorang perempuan yang sangat dikagumi oleh hampir seluruh teman sekolahnya bahkan guru-guru juga mengaguminya sebab Ayana merupakan siswi yang aktif dan sangat berbakat dalam akademik maupun non akademik.
Tidak jarang juga ada orang yang cemburu dengannya sebab mereka iri dengan Ayana yang pandai dalam hal apapun. Hingga pada akhirnya ada orang yang mencoba mencari kesalahan Ayana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vina Melani Sekar Asih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19
[Rumah]
Ayana tersenyum saat membaca pesan grup SMA Rajawali, karena tim basket sekolah memenangkan juara ke 1.
Ayana segera menelepon Aldo.
Tidak menunggu lama, Aldo mengangkat panggilan telepon dari Ayana.
"Hallo"
"Do, selamat ya"
"Selamat ulang tahun?"
"Selamat atas kemenangan tim basket"
"Kirain selamat ulang tahun"
"Ulang tahun kamu kan udah kelewat"
"Siapa tahu kan mau ngucapin dua kali"
"Oh iya, Do. Kamu punya hutang ke Nadia ya?"
"Hah?!"
"Punya hutang gak?"
"Enggak"
"Jangan bohong"
"Aku gak punya hutang ke siapapun"
"Oh berarti bukan itu dong alasannya"
"Alasan apa?"
"Nadia itu ngehindar dari aku sama yang lain. Tapi aku gak tahu alasannya kenapa dia kayak gitu"
"Bagus deh kalau dia ngehindarin kamu"
"Kok kamu ngomong gitu sih"
"Ayana, aku pingin ngomong sesuatu sama kamu. Tapi aku pinginnya ketemu"
"Mau ketemuan dimana?"
"Di cafe Sakura"
"Sekarang ketemuannya?"
"Iya"
"Nanti aku ke rumah kamu" ujar Aldo.
"Ya udah kalau gitu aku siap-siap dulu" ujar Ayana.
"Iya"
Ayana segera mematikan panggilan teleponnya.
Setelah itu, ia segera memasukkan handphone dan dompetnya kedalam tas.
Lalu ia segera menghampiri mamahnya yang sedang berada di ruang tengah.
"Mamah"
"Iya, ada apa?" tanya mamah.
"Mah, aku mau pergi"
"Pergi kemana?" ujar mamah.
"Ke cafe"
"Bareng sahabat kamu?"
"Bareng Aldo"
"Boleh kan, mah?"
"Iya boleh"
"Ya udah sana! kenapa masih diem disini?"
"Kan Aldo nya belum datang"
"Oh kirain udah datang"
"Belum, mah"
20 menit kemudian...
"Neng, ada pacar neng Ayana" ucap bi Ida.
Aldo datang menghampiri mamahnya Ayana.
"Sore, tante" ucap Aldo.
"Sore juga"
Aldo salam kepada mamahnya Ayana.
"Tante, Aldo ijin ajak Ayana ke cafe ya"
"Iya" ujar mamah Ayana.
"Ya udah kalau gitu Ayana sama Aldo pergi dulu ya, mah"
"Iya"
Ayana dan Aldo segera pergi menuju cafe.
...****...
[Cafe]
Sesampainya di cafe, mereka memesan makanan dan minuman. Setelah itu, mereka duduk ditempat yang telah disediakan.
"Kamu beneran gak punya hutang sama Nadia kan?"
"Enggak ya ampun"
"Emang kata siapa sih aku punya hutang ke dia?"
"Kata Fara"
"Bener-bener ya itu si Fara"
"Jangan nyalahin Fara, dia kan cuma nebak. Fara kira Nadia marah setelah ngobrol bareng kamu"
"Nadia emang marah setelah ngobrol sama aku"
"Beneran marah sama kamu?"
"Iya"
"Marah kenapa?"
"Ayana, sebenarnya..."
"Kenapa?"
"Sebenarnya Nadia itu orang yang nyebarin video kita" jelas Aldo.
Seketika tubuh Ayana membeku.
"Kamu serius?"
Aldo mengangguk. "Dia marah sama kita, makanya dia nyebarin video itu"
"Marah kenapa?"
"Dia iri sama kamu"
"Iri sama aku?"
"Iya"
"Katanya kamu cantik, pintar, kaya dan juga katanya kamu pacarnya aku"
"Maksud kamu, dia suka sama kamu?"
"Iya"
"Sebenarnya dulu aku emang salah karena udah memanfaatkan dia buat deket sama kamu"
"Aku kira dia gak akan bawa perasaan sama aku, tapi ternyata dia suka sama aku"
"Kamu udah minta maaf belum ke dia?"
"Aku udah minta maaf, cuma kayaknya dia gak maafin aku"
"Ayana, kamu gak marah sama dia?" tanya Aldo karena melihat reaksi Ayana yang biasa saja.
"Enggak. Soalnya aku udah anggap dia sahabat, jadi mau dia salah pun aku gak bisa marah"
"Do, gimana kalau besok kita minta maaf barengan aja ke dia. Siapa tahu dia mau maafin kita"
"Ya udah, besok kita minta maaf ke dia"
Pelayan cafe datang menghampiri mereka. "Ini pesanannya" ucapnya sambil meletakkan makanan dan minuman pesanan mereka.
"Makasih" ucap Ayana dan Aldo bersamaan.
"Iya sama-sama" ucap pelayan, lalu ia segera pergi.
Setelah pelayan itu pergi, mereka segera menikmati makanan dan minumannya.
"Oh iya! orang tua kamu suka gak sama kue yang kemarin aku beli?"
"Suka kok"
"Oh iya! kamu emang gak capek ya habis lomba terus langsung main kayak gini"
"Gak capek kok, kan aku pake motor. Kalau aku jalan kaki, baru aku capek"
"Ayana, kan orang tua kamu udah ngijinin kamu pacaran. Jadi kita mau balikan lagi atau enggak?"
"Aku sih sebenarnya mau, cuma aku gak enak sama Nadia"
"Oh iya! kamu tahu dari mana kalau Nadia itu pelakunya?"
"Aku tahu dari Sahrul" jelas Aldo.
"Kok Sahrul bisa tahu sih kalau Nadio orangnya"
"Sahrul kan ikut ekskul IT, pasti dia tahu lah"
"Jadi selama ini dia nyari tahu ya?"
"Iya, mungkin dia pingin ngebantu kita. Soalnya kan aku sama kamu temen deket dia, pasti dia pingin tahu dong siapa orang yang nyebarin video itu"
"Aku jadi pingin ikutan ekskul IT deh"
"Jangan"
"Kenapa jangan?"
"Nanti kamu keluar kayak ekskul yang lainnya"
"Aku keluar karena aku malu sama temen-temen"
"Sekarang masih malu gak?"
"Sedikit malu sih"
"Oh iya! waktu itu Hana datang ke kelas aku buat minta tanda tangan Anisa, katanya disuruh kamu ya?"
"Iya"
"Tapi temen aku keluar dari OSIS gak sampai minta tanda tangan"
"Emang iya?"
"Iya. Kalau keluar ya cuma ijin sama ketua OSIS nya aja, gak sampai minta tanda tangan"
"Wah, parah banget! kayaknya aku dikerjain sama kak Juan"
"Iya kayaknya kamu dikerjain deh"
"Oh iya, Hana suka loh sama kak Juan"
"Iya, terus?"
"Ya aku cuma mau ngasih info aja ke kamu"
"Infonya tidak bermanfaat sekali"
"Do, semenjak video itu viral di sekolah. Aku jadi mikir kalau satu kesalahan ternyata bisa merubah segalanya"
"Ya emang. Orang-orang pasti ingetnya cuma kesalahannya doang, padahal dibalik itu ada kebaikan-kebaikan yang udah kita perbuat"
"Oh iya, sekali lagi aku minta maaf ya" ujar Aldo.
"Iya, aku udah maafin kok"
Setelah dari cafe, Aldo segera mengantar Ayana pulang.
...****...
Sesampainya di rumah, Ayana turun dari motor Aldo.
"Ya udah kalau gitu aku pulang ya" ucap Aldo.
"Iya"
"Hati-hati ya" ucap Ayana.
"Iya"
Aldo segera melajukan motornya.
Setelah Aldo pergi, Ayana segera masuk kedalam rumah.
"Habis jalan-jalan sama Aldo ya?" tanya papah.
"Iya"
"Papah kok pulang jam segini sih" heran Ayana.
"Emang gak boleh ya kalau papah pulang jam segini?"
"Ya boleh"
"Kamu pacaran lagi sama Aldo?" tanya papah.
"Enggak"
"Jangan bohong"
"Ayana emang belum balikan lagi sama Aldo"
"Belum balikan? berarti nanti mau balikan dong?"
"Gak tahu"
"Dia gak ada niat buat pacaran lagi sama kamu?
"Ada kok, pah. Tapi Ayana nya aja yang belum mau nerima dia lagi"
"Kenapa belum mau nerima?"
"Gak kenapa-napa"
"Ya udah, pah. Ayana ke kamar dulu ya" ucap Ayana, lalu ia pergi ke kamarnya.
salam dari WBULB 🥰