Indonesia
NovelToon NovelToon
Perangkap Cinta Kakak Angkatku

Perangkap Cinta Kakak Angkatku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Teen Angst / Diam-Diam Cinta / Romansa / Tamat
Popularitas:34k
Nilai: 5
Nama Author: Sutihat Basti Wibowo

Cinta tidak pernah menanyakan jalan ke mana ia akan datang dan pergi. Namun, bagaimana jika hal itu datang kepada seorang kakak yang jatuh cinta pada adik angkatnya sendiri? Akankah cinta itu terwujud, atau justru harus terkubur dalam-dalam?

Elyaz adalah seorang pemuda berusia 21 tahun, yang jatuh cinta kepada adik angkatnya sendiri yakni Alamanda (17 tahun). Perasaan cinta itu sudah ada sejak kehadiran Alamanda di rumah Elyaz, meski tidak ada yang tahu dan tidak pernah dia utarakan. Elyaz menyadari semua orang akan menentang dirinya andai dia memaksa memberitahukan perasaannya itu pada Alamanda.

Waktu terus bergulir dan perasaan Elyaz pun semakin dalam terhadap gadis polos berparas ayu rupawan itu. Berulangkali dia mencoba untuk meredam rasa cinta yang kian membucah, tapi tidak sekali pun dia berhasil melakukannya. Ingatan dan rasa cintanya justru kian membara seiring dengan usahanya untuk melupakan Alamanda.

Ikuti kisah mereka dalam karya Perangkap Cinta Kakak Angkatku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutihat Basti Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 Lupakan Perasaanmu Padanya

Tanpa sadar perdebatan mereka semakin gaduh. Suaranya terdengar samar ke ruangan di mana Kania berada. Wanita dewasa itu pun lantas menghampiri sumber suara yang berasal dari kamar Alamanda tersebut.

Sesampainya di depan kamar, Kania menempelkan telinganya di daun pintu. Dia menguping perdebatan di antara anak kandung dan anak asuhnya. Dan betapa kaget rasa hati Kania saat dia mendengar ....

"Aku bosan Kakak curigai, bahkan Kakak selalu saja cemburu pada teman-teman priaku." Alamanda mulai merasa jengah dan mengungkit sikap Elyaz yang sudah-sudah.

"Hey, Manda. Apa kamu mendendam padaku? Saat ini aku tidak sedang membahas perihal yang lain. Aku hanya bertanya, apa kamu menyesal menghabiskan waktu bersamaku?" Elyaz mencoba memberi pemahaman pada pikiran Alamanda yang rumit.

Di luar sana, tiba-tiba saja tubuh Kania menjadi lemas seluruhnya. Semua percakapan yang dia rekam lewat pendengaran dan memorinya itu membuat dia begitu terkejut dan nyaris tidak percaya.

"Ibu!" Terdengar suara Emir yang baru pulang dari bekerja terperangah melihat Kania lunglai di luar kamar Alamanda.

Di dalam kamar itu, Alamanda dan Elyaz terdiam seribu bahasa, kala mendengar suara yang tidak asing yaitu suara Emir. Wajah keduanya memerah. Mereka tidak dapat mngelak lagi.

"Bu, ada apa ini? Kenapa kamu di sini?"

"Anak-anak, Yah." Hanya itu yang ke luar dari mulut Kania.

Raut wajah Emir langsung berubah. Firasatnya langsung mengarh ke sana. Ada api yang menyala pada sorot matanya. Kedua tangannya dikepalkan kuat-kuat.

BRAKKK!

Pintu kamar Alamanda Emir dobrak. Tanpa ketukkan terlebih dahulu. Dan dia berhasil membut dua sejoli itu gemetar melihat rahang tegas itu menunjukkan ketidaksenangannya.

"Ayah ...," lirih keduanya.

Tangan Emir tak bisa diam lagi. Dia memberi hadiah di wajah Elyaz dan Alamanda berupa sebuah tamparran. "Tidak tahu diutung kalian!" hardiknya dengan gigi gemeratak.

Untuk kedua kalianya Emir akan melayangkan tangannya pada wajah Alamanda. Namun, Elyaz mencegah dan menghalanginya. Hingga yang terkena amukkan tangan Emir adalah dirinya lagi.

"Cukup, Yah. Manda tidak salah, ini semua salahnya El," akuinya penuh kepasrahan.

"Apa kurang kami mendidikmu, El? Apa kurang Ayah dan Ibu memberikan kasih sayang padamu, huh?" bentak Emir dengan giginya yang masih saja bergemeratak.

"Ayah, sudah ...." Kania coba membujuk Emir dengan memeluknya agar amarah Lelaki itu reda.

Tampak Elyaz dan Alamanda hanya menunduk dalam-dalam. Mungkin mereka merasa bersalah. Tapi, untuk sebuah penyesalan karena saling mencintai, itu tidak ada. Hati mereka seolah sepakat untuk saling menjaga.

Kemarahan Emir semakin memuncak manakala melihat tautan tangan Elyaz dan Alamanda justru semakin erat. Seakan saling memberi kekuatan. Dua sejoli itu terutama Elyaz, sudah merasa kepalang tanggung dan tidak mau lagi menutupi semuanya.

Tentu saja Emir semakin geram menyaksikan semua itu. Syukurlah, ada Kania yang sekuat tenaga menenangkannya. Kania juga meminta pada Emir agar dia meninggalkan kamar itu. Biar dirinya saja selanjutnya yang bicara pada dua anak manusia yang tengah dilanda asmara buta tersebut.

Selepas Emir pergi, Kania dengan sifat keibuannya yang kental, mengajak mereka duduk di tepi ranjang. Agar tenang, atau setidaknya untuk mengurai ketegangan yang memenuhi sesisi ruangan kamar.

Hening sesaat merajai ruangan itu. Kemudian, Kania mulai membuka percakapan. "Nak, apa sebenarnya yang terjadi di antara kalian?" Suara itu begitu lembut.

Alamanda menatap Elyaz sambil bercucuran air mata. Nanarnya memberi isyarat bahwa dirinya sedang sangat bingung dan ketakutan. Elyaz menggelengkan kepalanya, menyampaikan maksud agar Alamanda tidak perlu khawatir.

"Bu, El minta maaf. Kalau sesuatu terjadi di anatara kami, itu semua murni kesalahan El. Tapi, Bu .... El sangat mencintai Manda. Bukan sebagai kakak lagi, melainkan sebagai seorang kekasih."

Kania memejamkan mata seakan meresapi segala perasaan yang kacau di dalam hati juga pikirannya. "Sayang, coba dipikirkan lagi. Bukankah kalian adik dan kakak? Kalian berdua sama-sama anak Ibu."

"El sudah memikirkannya matang-matang, Bu. Berulangkali El juga bertanya pada hati El sendiri. Dan jawabannya tetap sama, El memang cinta pada Manda." Lelaki muda itu tampak sangat dewasa dan bertanggungjawab penuh atas semua sikap dan kata-katanya.

"Kakian masih terlalu muda, Nak. Belum mengerti dan paham bagaimana sebuah hubungan berjalan."

"El bukan anak kecil lagi, Bu. Tolong berhenti menganggap El masih kanak-kanak yang tidak tahu apa-apa."

"Bu, Manda minta maaf." Gadis itu memberanikan diri mngutarakan sebuh kalimat singkat yang disampaikan dengan sangat hati-hati.

"Manda tidak bersalah, Bu. El yang membuat dia melakukan semua ini." Tampak Elyaz memasang badan sebagai bentuk pembelaan pada Alamanda.

Ada rasa perih yang menyeruak di dalam dada Kania. Melihat cara Elyaz begitu melindungi Alamanda, dia tahu anak laki-lakinya itu memang jujur mengenai perasaan cintanya. Belum lagi tautan jemari Elyaz yang tak pernah lepas menggenggam tangan Alamanda. Itu menegaskan perasaan tak ingin kehilangan.

"Jadi, apa yang akan kalian lakukan sebagai konsekuensi dari perbuatan kalian ini? Bersediakah salah seorang dari kalian pergi dan memisahkan diri dari rumah ini?" Nada bicara Kania mulai serius dan tatapan matanya kian mengintimidasi.

"El hanya akan tinggal dan pergi jika bersama Manda, Bu. Tolong jangan pisahkan El dengan Manda."

Sontak saja jawaban itu memicu rasa geram yang lebih lagi pada Kania. "Sadar, Elyaz, sadar! Dia adikmu. Apa kamu masih belum paham? Lupakan perasaanmu padanya!"

"Tidak, Bu! Lebih baik El mati daripada harus dipisahkan atau dipaksa berhenti mencintai Manda. Dia sudah menjadi separuh nyawa buat El," katanya bersikukuh.

Sementara itu, tangisan Alamanda semakin menjadi. Tubuhnya gemetar tak terkendalikan. Sungguh dia tidak mengharapkan kegaduhan di antara anak dan ibu itu terjadi.

"Biar Manda saja yang pergi dari sini, Bu," lontarnya dengan suara parau karena tangisan.

Kania menatap tajam pada Gadis itu. Sedangkan Elyaz, tentu saja dia tidak rela andai Alamanda harus pergi dari rumah. Itu tidak akan pernah dibiarkannya terjadi.

"Kami akan keluar dari rumah ini, Bu!" tandas Elyaz sembari memegangi tangan Alamanda dengan posesif.

Situasi kala itu kian menegang dan panas. Kania tidak habis pikir dan mulai tidak karuan. "Anak bodooh!" hardiknya.

Bersambung ....

1
Cis Siu
bahagia
Qaisaa Nazarudin
Terimakasih thor,Novel mu singkat dan padat,tdk bertele2 dan yg penting alurnya g berat2 amat,Aku suka..Teruskan berkarya,Semoga sehat selalu..🤲🤲🤲⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌺🌺🌺🌺🌺🌺🥰🥰🥰🥰🥰
Perempuan Terindah: Kembali kasih, Akak. Sudah berkenan membaca. Aamiin. Doa baik juga buat Akak. ❤
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Waduuhh Elyaz nekat banget,Nih ortu juga g mikir keputusan mereka bisa bikin anak2 salah jalan dan bertindak nekat,Apalagi Elyaz yg kayak mempunyai nafsu kuda..🤦🤦
Perempuan Terindah: nafsu kuda kek gimana, kak? 😭🤣
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Noh itu lebih bagus,Grebek aja biar mereka bisa nikah ,Kalo udah gitu ortu mereka gak bisa menghalang lagi,Biarkan mereka nikah aja,dari terus nerbuat dosa..
Perempuan Terindah: Iyeee, Kak. Emang itu.
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Sebagai orang dewasa dan ortu,Harusnya Emir dan Kania tau akibat dari tinddakannya mengambil anak angkat yg beda gender, Itu mmg resiko nya,Mereka juga bukan adek kakak kandung,Jadi perasaan mereka gak salah..
Perempuan Terindah: Iya, Kak. Betul itu.
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Astaga..Kan ku bilang juga apa,..🤦🤦
Perempuan Terindah: Nah, kan.
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Mending nikah aja,jujur aja sama ortu,Tinggal berdua satu atap,Apalagi selalu di tinggalkan kek gitu,Takut kebablasan aja..
Perempuan Terindah: Iyeee, Kak.
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Lebay banget,gitu aja nangis..
Perempuan Terindah: 🤣🤣🤣🤣✌
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Aku suka baca novel yg udah End,jadi gak ngerasa kayak di PHPin pacar..🤣🤣🤣😜😜 Tapi kenapa babnya dikit banget thor??😂🤭🤭
nurul nazmi
ok
Perempuan Terindah: Terima kasih, Kak.🌹
total 1 replies
Regina Kaforina
Luar biasa
Perempuan Terindah: Terima kasih, Kak.
total 1 replies
Yunita Indriani
tiap hari sport jantung tiap hari jatuh cinta pula ya El😁
Perempuan Terindah: Hu'um, Kak. ❤
total 1 replies
Yunita Indriani
k bab selanjutnya
Perempuan Terindah: Menglope❤
total 1 replies
Yunita Indriani
haihaihai aku mampir kak😀
Perempuan Terindah: Terima kasih, Akak. Selamat datang. 🤣🤣🥰
total 1 replies
Aditya HP/bunda lia
dapet notif mampir langsung penasaran ... semoga suka .. 🤗
Perempuan Terindah: Tak apa, Kak. Sesenggangnya aja. ☺☺
total 3 replies
Indiani
sampai mewek bacax toor...
Perempuan Terindah: 👉👈🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
Indiani
kasih detail toor..
Perempuan Terindah: Gak lolos review, Kak 😬
total 1 replies
Indiani
mantulll
Perempuan Terindah: ❤❤❤❤❤❤
total 1 replies
Indiani
ih...toor bkn merek melek deh..ternyata khayalan...
Indiani
ih...toor bkn merek melek deh..ternyata khayalan...
Perempuan Terindah: 🙄🙄🙄🙄🙄🙄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!