Ketika hidup tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Rela berkorban hanya demi sebuah kata yang disebut CINTA.
Zahra Verlita rela dimadu demi memberikan kebahagiaan untuk keluarga suaminya. Pernikahan kedua menjadi jalan satu-satunya untuk memperoleh sebuah keturunan. Rizal Narendra tega menduakan istrinya demi berbakti kepada Ibunya.
Cinta dan keadilan yang dijanjikan tidak ditepati oleh Rizal. Bahkan dia sudah lupa kebersamaannya dengan sang istri.
Sakit hati pasti! Perasaan hancur lebur dirasakan oleh Zahra.
apakah Zahra akan bertahan dalam pernikahannya itu? ataukah dia akan menyerah dan rela pergi dari sisi Rizal.
Baca kisahnya hanya disini ya!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neoreul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tragis
Reza sedang mengemudikan mobilnya untuk pulang ke rumah. Di sampingnya sudah ada satu box pizza untuk dia berikan pada Zahra. Beberapa menit kemudian, Reza sampai di rumah juga. Dia turun dan keluar dari mobil.
Setelah itu, Reza masuk ke dalam dan langsung menuju ke kamar Zahra, Reza tidak memperhatikan kondisi sekitarnya. Reza mengetuk pintu dan memanggil nama adik iparnya. "Zahra, apa kamu di dalam? Keluarlah, aku membawa pizza untukmu," panggil Reza.
Tak lama kemudian, pintu terbuka dan berdirilah Rizal di tengah pintu. Hal itu membuat Reza terkejut. "Zahra kenapa kamu tidak menja ...?"
"Rizal, kamu sudah pulang?" seru Reza. Dia sangatlah terkejut.
"Dasar brengsek. Beraninya kamu melakukannya itu pada Zahra. Apakah kamu tahu kalau aku sangat mencintainya, tapi kenapa kamu tega melakukan hal yang hina itu. Ha?" Rizal memaki kakaknya dan menghajarnya dengan brutal.
Reza terjatuh di lantai karena tidak bisa menghindari pukulan adikknya yang tiba-tiba. Rizal terus menghajar Reza tanpa ampun.
"Apa kamu sudah tidak bisa mencari wanita lain? Kenapa harus Zahra? Kenapa harus Zahra?" teriak Rizal frustasi.
Merasa tak tahan membuat Reza bangkit, dia segera menjatuhkan Rizal dan langsung mendaratkan pukulan keras ke wajahnya. "Harusnya yang introspeksi diri itu kamu Rizal. Akibat perbuatanmu, Zahra mendapatkan penderitaan. Dia bekerja karena uang yang kamu berikan disita oleh ibumu. Zahra juga sering mendapatkan perlakuan tidak adil dalam rumah ini. Lalu kamu sendiri, apakah sudah becus melindungi Zahra? Ha? Kamulah yang brengsek Rizal. Kamu tidak pantas mendapatkan hati Zahra, dia terlalu sempurna untuk seseorang yang lemah sepertimu," teriak Reza dengan sekuat tenaga.
"Diam, kamu tidak berhak mengomentari kehidupanku. Apa yang terjadi dalam hidupku tak ada hak untukmu bicara. Kamu brengsek, aku membencimu."
Rizal tidak terima, dia terus membalas pukulan dari sang kakak. Namun, pukulan itu berakhir ketika Bu Silvi memisahkan perkelahian mereka.
"Stop, jangan membuat keributan di rumah ini. Reza kamu tidak pantas memukul Rizal. Beraninya kamu menyakiti anakku. Seharusnya kamu itu juga pergi dari sini," ucap Bu Silvi. Dia mengusir Reza dari rumah.
"Zahra dimana?" tanya Reza dengan sorot mata tajam.
"Wanita itu sudah pergi dari rumah ini. Mungkin sekarang dia sudah menjadi gelandangan," cibir Bu Silvi.
Reza mengepalkan kedua tangannya. "Kamu akan menyesal Rizal. Hidupmu tidak akan bahagia!"
"Hei, beraninya kamu menyumpahi anakku. Dasar, anak tak tahu diri. Sana pergi yang jauh dan jangan kembali!" cibir Bu Silvi. Dia sangat kesal terhadap Reza.
Akhirnya Reza meninggalkan tempat itu. Dia pergi untuk mencari keberadaan Zahra. Dia keluar dengan wajah memar dan sudut bibir terluka. Sesampainya di luar, Reza langsung masuk ke dalam mobilnya dan segera pergi untuk mencari Zahra.
Reza melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia menyusuri jalan itu berharap bertemu Zahra. "Kemana aku pergi mencari Zahra?" gumam Reza dalam hati, dia sangat khawatir.
Di Tempat Lain
Zahra dengan langkah berat terus berjalan menahan sakit di perutnya. Di jalan itu sangatlah sepi sekali. "Tolong ... tolong!" teriak Zahra dengan suara parau.
Zahra terus melangkah, sakit di tubuhnya sangat luar biasa. "Ya Allah berilah hamba kekuatan untuk mempertahankan amanahmu ini. Izinkanlah hamba untuk menjaganya," ucap Zahra dalam hati.
Dari kejauhan ada sebuah mobil berjalan dengan sorotan lampu yang sangat terang. Zahra melihat sorotan lampu itu dan berharap pertolongan. Dia turun dari trotoar dan berjalan ke tengah. Sesaat kemudian, tubuh Zahra terhuyung ke jalan. Mobil itu langsung berhenti dan seseorang keluar dari sana.
"Zahra, akhirnya aku menemukanmu juga," ucap Reza dengan memeluk tubuh Zahra yang lemas.
"Tolong, Mas!" rintih Zahra.
Reza langsung mengangkat tubuh Zahra dan tangannya terkena noda darah yang ada di kaki adik iparnya itu. "Darah ... Zahra kamu mengalir pendarahan!" seru Reza panik.
Setelah itu dia langsung membawa Zahra masuk ke dalam mobil dan segera meluncur ke rumah sakit. Reza sangat panik sekali melihat kondisi Zahra yang sangat memprihatikan.
"Zahra kamu harus kuat, aku akan menyelamatkanmu. Aku akan terus melindungimu apapun yang terjadi. Ya Allah, berilah kekuatan pada Zahra," gumam Reza dalam hati. Dia fokus mengemudi dalam kegelapan malam itu.
Beberapa menit kemudian, Reza sampai juga di rumah sakit. Dia segera turun dan mengangkat tubuh Zahra yang sudah lemas tak sadarkan diri.
Reza berteriak memanggil dokter, dia berjalan ke arah IGD. "Dokter, dokter tolong dia, Dok," panggil Reza. Dia meletakkan tubuh Zahra di brankar.
Setelah itu, dokter jaga pun datang dan segera memeriksa kondisi Zahra secara itensif. Reza keluar dari ruangan itu dan menunggu di luar dengan perasaan cemas.
msh mau bertahan besama rizal...
dan tenram di dlm rmh mu...
mendingan sma reza ...
sudah keliatan klo reza setia ...
suami yg gk adil ,akan dilaknat allah..
dunia ahirat ,gk akan mencium bau surga ...
masih banyak berbakti cara lain msh banyak ..
maaf terlalu mengada2 kayanya