Indonesia
NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Mantan Narapidana

Kembalinya Sang Mantan Narapidana

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Dunia Masa Depan / Romansa / Dendam Kesumat / Konflik etika
Popularitas:31.7k
Nilai: 5
Nama Author: Abah NasMuf

Setelah divonis 20 tahun penjara, yaaa mau tidak mau, Sobarna 30 Tahun, harus rela berpisah dengan isteri tercintanya, Larsih 28 tahun yang baru saja melahirkan anak pertamanya. Sedikit beruntung, Sobarna divonis penjara setelah anak perempuannya lahir, dan baru usia 1 bulan. bahkan yang ngasih nama pada anak perempuannya itu Sobarna sendiri sebagai ayah kandungnya, yaa walaupun nama anaknya agak sedikit berbeda dengan nama-nama bayi di kampungnya itu.
Nama bayi perempuan yang malang itu, adalah Berkah Rahayu.

Siapapun pasti mengira, betapa berat dan sengsaranya seorang isteri yang ditinggal suaminya, bukan ditinggalkan untuk mencari nafkah, melainkan ditinggal demi menjalani hukuman.
Apalagi Larsih. wanita sebatang kara yang dinikahi Sobarna.
Dengan penuh keprihatinan. Terpaksa Larsih harus mampu berjuang membesarkan putri kesayangannya itu. Dan diuji kesetiaan sebagai seorang Isteri yang masih bersuami yang Sah.
Simak yah alur ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abah NasMuf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.19. Pindah Markas

Sinar Sang Surya mulai menyeruak perlahan meninggi di ufuk Timur. Kicauan burung dari berbagai nama dan jenis, seperti pagi-pagi sebelumnya seperti riang bernyanyi menyambut datangnya pagi. Semilir angin yang terasa sejuk dan segar seolah satu irama dengan goyangan dedaunan di pagi itu.

Masyarakat di pedesaan nampak sudah memulai aktifitas hariannya. mulai dari mencangkul di ladang, menyiangi rumput yang rimbun di bawah pematang sawah. Ada juga yang sedang duduk-duduk di saung sawah sambil menarik tali yang terhubung dengan orang-orangan sawah, untuk mengusir rombongan burung pipit yang mulai memakan padi para petani yang mulai berbuah.

Sebelah Selatan di pinggiran kampung yang berdekatan dengan pesawahan tersebut. Nampak sebuah bangunan rumah tua yang jarak nya sedikit terpencil dari rumah-rumah warga yang lainnya.

Bangunan rumah itu adalah milik Si Gendut Ireng yang sekaligus dijadikan markas nya selama ini.

Pagi itu, Gendut Ireng dan Si Codet baru terbangun dari tidurnya. Keduanya baru datang kira-kira pukul 5 pagi, setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang karena perjalanan memutar melalui area perbukitan, pesawahan dan juga hutan. Padahal, kalau melalui jalan biasa, paling ditempuh satu sampai dua jam dari Desa Lemburasri. Desa yang semalem dipakai menjalankan aksinya di rumah Juragan Basri.

"Bagaimana Bos, rencana kita hari ini?" Terdengar Si Codet bertanya pada Si Gendut Ireng yang keduanya sama-sama sedang menikmati secangkir kopi panas yang baru saja Si Codet sediakan dan juga hisapan asap dari sigaret kreteknya yang seperti kereta api sedang jalan. Tak henti-hentinya dengan timbulan asapnya.

Mendengar Si Codet bertanya, Si Gendut Ireng tidak langsung menjawabnya. Roko yang hampir jadi puntung itu, Ia benamkan pada asbak yang sudah penuh dengan puntung-puntung yang lain. Diseruputnya kopi hitam dengan ditiup-tiup terlebih dahulu. Setelah menyeruput kopinya, kemudian Ia mengambil lagi batang rokok dibungkusnya. Rupanya tinggal batang terakhir, si Gendut Ireng langsung meremas bungkus rokok tersebut lalu membuangnya dengan sembarang. Bibirnya sudah menggapit batang sigaret kretek. Kemudian mulai menyulutnya dengan puntung rokok yang masih tersisa apinya.

"Rencana Gue hari ini, Gue akan ke kota, mau menjual hasil kerja semalem. Kita harus bisa menjual secepatnya agar bisa jadi duit. Lu mau ikut, apa nitip saja, biar Gue yang menjualnya sekalian?" Ki Gendut Ireng menjawab pertanyaan Si Codet dan nanya balik mau ikut tidak nya pergi ke kota.

"Hmmm...ikut lah, Bos. Aku juga ingin sambil jalan-jalan juga di kota, kita poya-poya dan seperti biasa, kita minum-minum di sana du temani wanita-wanita seksi dan bohay. Dan langsung kita pakai. Hahahah. Iya nggak. Bos?"

"Naaah ini baru anak buah Gue. Nggak seperti bocah ingusan yang tak berguna itu. Nyesel Gue, semalem ngajak-ngajak Dia." Ucap Ki Gendut Ireng bersungut. Wajahnya langsung ditekuk ketika membicarakan seseorang, siapa lagi kalau bukan membahas Anan.

"Iya sih, Bos. Tapi setidaknya si Suranan itu telah memberi info, letak keberadaan rumah Juragan Basri." Si Codet sedikit menimpali.

"O iya, Bos, apa perlu kita selidiki lagi tentang anak itu, apa sudah mati kehabisan nafas atau mati dibakar hidup-hidup oleh warga.?"

"Kalau menurut Gue sih, perlu kita selidiki. Firasat Gue mengatakan Si Suranan ditangkap warga. Ada kemungkinan dibawa pada yang berwajib. Makanya, kita harus segera meninggalkan tempat ini."

"Aku juga sepemikiran dengan mu, Bos. Bagaimana kalau sebelum ke kota, Kita mampir dulu ke Kampung itu, atau ke kampung sebelahnya biasanya warganya mudah mendengar dengan kejadian semalem. Kalau di kampung mah apa-apa cepat tersebar kan. Apalagi yang sifatnya aib seseorang, waaaah..informasinya secepat kereta api tercepat di China, Iya nggak. Bos..?" Cerocos Si Codet yang tak tentu arah.

"Apanya yang iya apanya yang nggak. Hah ?" Tanya Ki Gendut Ireng malah menyeringai Si Codet.

"Maksudnya apa, Bos?" Si Codet makin tak mengerti.

"Haduuuh..deet deeet.. Untung Gue lagi menikmati kopi jadi seger deh otak Gue. Kalau nggak, pala Lu jadi sasaran ini nih. Hmmm. Lu lihat?" Ucap Si Gendut Ireng sambil menekuk tangan kanan nya yang langsung dikepalkan. Si Codet hanya terkekeh.

"Maksud Gue, kenapa Lu sangkut-sangkutin dengan kereta di China. Apa ada hubungannya? Bikin kepalaku kambuh lagi migrain nya.!" Ki Gendut Ireng berkata lagi pada Si Codet.

"Sudah lah Bos, lupakan saja. Mending kita bahas kapan kita mulai berangkat?" Si Codet menimpali dengan menepis tangan kirinya ke depan wajahnya.

Ki Gendut Ireng pun tak berkepanjangan, lagi pula Dia juga mengerti sekali dengan apa yang diutarakan Si Codet tadi. Cuman Ia hanya ingin iseng dan canda semata. Apalagi hati nya saat ini sedang berbahagia karena akan menjual perhiasan hasil curiannya semalam. Yang tentunya dalam waktu dekat Dia akan bersenang-senang dengan menegak beberapa botol beralkohol serta akan dilayani dengan cewek-cewek cantik dan seksi yang sekaligus akan memuaskan hasrat birahi setan nya.

"Kalau Lu sudah siap, ayo Kita berangkat. Jangan lupa membawa salin buat ganti pakaian Kita nanti. Dan juga selalu bawa pakaian dinas kerja kita. Jadilah orang yang selalu memanfaatkan situasi dan kondisi jangan berhenti untuk tetap beraksi." Kata Si Gendut Ireng, disambung dengan kata-kata yang dianggap bijak segala.

"Ooowhh keren juga nih kata-kata hari ini dari Bos. Hahaha.. Seperti sang motivator saja."Si Codet sedikit memuji. Kemudian keduanya keluar dari rumah tersebut. Si Gendut Ireng pun tidak lupa untuk mengunci pintu dari luar. Ki Gendut Ireng dan Si Codet kemudian berjalan ke arah Barat menuju jalan besar yang nantinya setelah melewati dua pertigaan, kalau belok kiri ke arah Lemburasri, dan kalau Lurus ke arah kota yang rencananya Ki Gendut Ireng dan Si Codet akan kesana mungkin dalam beberapa hari untuk menghindari kejaran dari pihak yang berwajib. Dari hasil laporan Anan yang berhasil ketangkap warga. Dan kini masih menjalani proses pemeriksaan.

Tak berselang lama, Ki Gendut Ireng dan Ki Gendut Ireng sudah sampai di pertigaan jalan yang kalau ke kiri berarti menuju ke Lemburasri. Kebetulan sekali, di sekitar pertigaan tersebut berderet beberapa warung kopi dan jajanan. Ki Gendut Ireng dan Si Codet sengaja mampir dulu di Warung Kopi yang paling sudut di antara deretan-deretan warung. Seandainya ada Anan yang melihatnya, pasti Ki Gendut Ireng dan Si Codet akan mudah ditangkap warga. Tapi yang membuat Ki Gendut Ireng dan Si Codet tenang, selama melakukan aksinya selalu menutup wajahnya. Bahkan kalau siang hari, baik Ki Gendut Ireng atau Si Codet selalu menjelma tak ubahnya orang-orang biasa. Bahkan baik itu Si Codet maupun Ki Gendut Ireng selalu menampakkan wajah kalemnya serta sosok orang yang suka berkelakar kalau sedang berbicara dengan siapapun. Lagi pula, ternyata nama Gendut ireng dan Codet hanya dipakai ketika mereka berdua atau ketika mulai menjalankan aksinya. Sedangkan nama Ki Gendut Ireng dan Si Codet kalau di siang hari, lebih dikenal dengan panggilan Bang Kadar dan Kang Raskim.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Adang Soleh
karya yg ok,hra tetap update
Nanjeur Berkah Niaga: insyaAlloh kak.. kemaren lagi ada sedikit halangan...
bantu like dan subscribe nya yah kak

salam sehat dan berkah selalu
total 1 replies
Adang Soleh
gak ada update atau memng terhenti tor?
Aisyah 🐾
up banyak ding
Nanjeur Berkah Niaga: insyaAlloh, Kak...
makasih yah. sehat selalu
total 1 replies
Aisyah 🐾
aduh aduh kalo emosi sudah ke kepala maka manusia tidak bisa berfikit
Nanjeur Berkah Niaga: betul kak... maka kita tetap berusaha harus bisa mengendalikan emosi/nafsu. agar tak berdampak negatif
total 1 replies
Nanjeur Berkah Niaga
benar juga kak...
cerita ini masih sangat panjang. mohon maaf, kalau belum bisa updet setiap hari...
Aisyah 🐾
mungkin alesan gak di kasih anak karena sifat nyai sumarti! jgn lakukan barna nanti km menyesal
Aisyah 🐾
apakah subarna akan jadi pembunuh
Nanjeur Berkah Niaga: bisa jadi, kak
total 1 replies
Nanjeur Berkah Niaga
siap kak...
mudah2an hari ini bisa up lagi.

kemaren masih berkutat dgn tugas lain.

salam sehat dan selamat beribadah di bulan Ramadhan.
Aisyah 🐾
cepet up thor penasaran Sobarna kok bisa di penjara apakah dia membunuh juragan
Aisyah 🐾
haduhhh kenapa penderitaan mu tiasa habisnya semoga jgn ambil pesugihan kera ya😄
Nanjeur Berkah Niaga: pahit dahulu, kak sebelm manis kak...😊
total 1 replies
Aisyah 🐾
kurang latihan nulis nih author masak sehari 2
Nanjeur Berkah Niaga: waktunya pabeulit sareung waktu buat beli beras, kak.. hehehe
total 1 replies
Nuraeny Prince's
lama banget dah up nya thor
Nanjeur Berkah Niaga: asiaaaap kak... diusahakan tak lama... makasih yaaaah udah gabung. happy reading.
sehat dan berkah selalu... jangan lupa like, subscribe dan votenya.
o iya, silahkan mampir di cerita yang lain, TERKENA TULAH JIMAT LELUHUR.


Salam kenal, Kak Nur...😍
total 2 replies
Aisyah 🐾
up up yg banyak Thor gak pus bacanya kalo cuman 1
Nanjeur Berkah Niaga: hehehe.. terhambat weekend kak...
total 4 replies
Aisyah 🐾
nanggung banget up nya thor
Nanjeur Berkah Niaga: biasa, jelang nishfu sya'ban nan kak...🙏
total 1 replies
Aisyah 🐾
Thor up banyak dong penasaran banget sama nasib Sobarna pasti selalu sial😄
Nanjeur Berkah Niaga: aaamiiin
total 3 replies
Aisyah 🐾
banyakin up nya Thor 5.gituloh
Nanjeur Berkah Niaga: hahahaha nggak laaah.

alhamdulillah, saya nggak berurusan dgn kriminal...
total 3 replies
Aisyah 🐾
up banyak kenapa Thor biar gak penasaran kenapa Sobarna di penjara,tapi ku duga sih karena membunuh juragan
Nanjeur Berkah Niaga: kan udah dipinjami, sama juragan Basri dan Istrinya...😊😊
total 3 replies
Aisyah 🐾
ternyata meski orang kaya jugaragan dan istrinya sangat pelit
Nanjeur Berkah Niaga: udah nggak aneh, Kak, hehehe
apalagi ini, cerita nyata yg udh di modifikasi...
total 1 replies
Aisyah 🐾
Thor ini peran utama nya siapa ya🙏
Nanjeur Berkah Niaga: ada di deskripsi awal
total 2 replies
Nanjeur Berkah Niaga
salah kamar kali hehehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!